Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Mengembangkan Literasi Numerasi Anak Usia Dini melalui Media Pembelajaran Puzzel Edukatif-Interaktif Ramlah Ramlah; Nancy Riana; Agung Prasetyo Abadi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2171

Abstract

ABSTRACTIn the era of the industrial revolution 4.0,  literacy movement is still a very important concern in education sector. One of the literacy skills must be developed in early childhood is numeracy literacy in aspect of counting. Numeracy ability of early childhood has’nt been optimally developed. The application of educational-interactive puzzle learning media can be done by teachers and parents is an alternative to solve this problem. The purpose this activity to help teachers and parents in the Az-Zariyat environment of Pasirjengkol Village, Majalaya District, Karawang Regency in developing numeracy literacy skills in numeracy aspect of early childhood, through mentoring and training in making educational-interactive puzzle media. This service activity received very positive responses, this can be seen from the enthusiasm and active participation of the participants during activity. The level of satisfaction given by the participants was 87.5%. Participants gave the response “strongly agree” when educational-interactive puzzle media are applied to early childhood, to develop their numeracy literacy skills. In general, this service activity provides excellent feedback, and improves skills in using and making educational-interactive puzzle media for the participants. So, media can be implemented by teachers and parents to develop numeracy literacy skills arithmetic aspect of early childhood. ABSTRAKPada era revolusi industri 4.0, gerakan literasi masih menjadi perhatian yang sangat penting dalam sektor pendidikan. Salah satu kemampuan literasi yang harus dikembangkan pada anak usia dini adalah literasi numerasi pada aspek berhitung. Kemampuan berhitung anak usia dini belum berkembang secara optimal. Penerapan media pembelajaran puzzle edukatif-interaktif yang dapat dilakukan oleh guru dan orang tua, menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk membantu para guru dan orang tua di lingkungan PAUD Az-Zariyat Desa Pasirjengkol Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang dalam mengembangkan kemampuan literasi numerasi pada aspek berhitung anak usia dini, melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan media puzzle edukatif-interaktif. Kegiatan pengabdian ini memperoleh tanggapan yang sangat positif, hal ini terlihat dari antusias dan partisipasi yang aktif dari para peserta selama kegiatan berlangsung. Tingkat kepuasan yang diberikan oleh para peserta, yaitu sebesar 87,5%. Peserta memberikan tanggapan ‘sangat setuju’ bila media puzzle edukatif-interaktif diterapkan pada anak usia dini, untuk mengembangkan kemampuan literasi numerasinya. Secara umum kegiatan pengabdian ini memberikan feed back yang sangat baik, dan meningkatkan keterampilan menggunakan dan  membuat media puzzle edukatif-interaktif bagi para peserta. Sehingga media tersebut dapat diimplementasikan oleh guru dan orang tua untuk mengembangkan kemampuan literasi numerasi pada aspek berhitung anak usia dini. 
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMK Putri Haryati Hasyim; Agung Prasetyo Abadi
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3645

Abstract

Mathematics is a subject that many students do not like, it is found that students' learning motivation is low, because most vocational students are oriented towards work readiness only. Motivation is the encouragement of individuals or other people to do something. In addition, an important aspect of learning mathematics is the understanding of mathematical concepts within students. The purpose of this study was to find out whether there is an influence between learning motivation and the ability to understand mathematical concepts of SMK students. The approach used in this research is a quantitative approach with survey research methods. Data collection was carried out using questionnaires and tests. The population of this study were all students of class XI SMK PGRI 2 Karawang, the sample used was 22 students. The data analysis technique used is simple linear regression with the help of SPSS 25.0. Based on the calculations, the research results are indicated by the regression equation Y = 29.015 + 0.775 X indicating that if the motivation value is equal to (0) zero, the ability to understand students' mathematical concepts will decrease. The value of the coefficient X is 0.775, meaning that learning motivation has a positive effect on students' ability to understand mathematical concepts. the R2 value of 0.393 means that learning motivation has an effect on students' ability to understand mathematical concepts by 39.3% while the rest is influenced by variables or other factors.
Hubungan Resiliensi Matematis Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran Matematika Fitri Annisa Pujiyanti; Agung Prasetyo Abadi
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3646

Abstract

The rapid development of the times and the progress of science requires education to create the nation's children who are able to think critically, creatively and innovatively. One branch of education that plays a role in advancing students' critical thinking skills is mathematics. However, students often feel anxious and insecure when facing mathematical difficulties because their critical thinking skills are not trained. To deal with the anxiety that exists in students, a mathematical resilience trait is needed. Therefore, this research is to show the relationship between mathematical resilience and students' mathematical critical thinking abilities. The research method in this study uses a quantitative approach with a correlational type. The subjects of this study were class VIII students of junior high school, with the measuring tools used, namely essay tests and questionnaires, and analyzed with the help of SPSS 25 software. Based on the research results, the correlation coefficient value was 0.596, so that Ha was accepted. This means that there is a significant relationship between mathematical resilience on students' mathematical critical thinking ability.
Analisis Self-Confidence Siswa SMP pada Pembelajaran Matematika Risca Valerina; Agung Prasetyo Abadi
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.5876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis self-confidence siswa SMP pada pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pemilihan sampel menggunakan metode simple random sampling didapat sampel 42 siswa salah satu SMP di Karawang. Instrumen yang dipakai pada penelitian ini menggunakan instrumen non tes yaitu kuesioner/angket self-confidence yang terdiri dari 16 pernyataan dan terdiri dari 4 indikator. Data kemudian dihitung dengan menggunakan rumus persentase jawaban dan dideskripsikan menggunakan kriteria penafsiran persentase jawaban. persentase yang diperoleh adalah sebesar 64,88% untuk indikator percaya pada kemampuan diri sendiri, 70,83% untuk indikator bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, 62,35% untuk indikator memiliki konsep diri positif dan 73,57% dengan indikator berani mengemukakan pendapat. sedangkan persentase rata-ratanya adalah 67,91%. berdasarkan hasil persentase rata-rata keseluruhan jawaban siswa dapat disimpulkan bahwa kurangnya rasa percaya diri siswa SMP dalam pembelajaran matematika, karena sebagian besar siswa tidak memenuhi indikator self-confidence.
Hubungan Internet Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berbasis HOTS pada Siswa SMP Nurlaeli; Agung Prasetyo Abadi
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.5904

Abstract

Internet dimanfaatkan dunia untuk media pencarian dan penyampaian informasi pembelajaran khususnya materi penerapan matematika dan soal-soal berbasis Higher Order Thingking Skill (HOTS) yang jarang ada di buku sumber belajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan internet dengan kemampuan penyelesaian masalah matematika berbasis HOTS. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan internet dalam penyelasaian masalah matematika berbasis HOTS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Kendall Tau dengan jenis korelasi Kendall Tau-B yang merupakan analisis statistik non-parametrik yang bertujuan untuk mencari hubungan antar variabel. Teknik pemilihan sampel menggunakan metode simple random sampling didapat sampel 41 siswa salah satu SMP di Karawang. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan instrumen non tes berupa angket mengenai pemanfaatan internet kemudian dilanjutkan dengan memberikan instrumen tes berupa uraian masalah matematis berbasis HOTS. Hasil yang diperoleh  yang menunjukkan bahwa pemanfaatan internet memiliki hubungan yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis berbasis HOTS. Hal ini diperkuat dengan hasil uji korelasi sebesar . Angka tersebut menunjukkan korelasi yang kuat dengan koefisien determinasi sebesar 46,24%
Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Logis Matematis Pada Siswa SMP Anggi Putri Yani; Agung Prasetyo Abadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.16916

Abstract

Kemampuan berpikir logis matematis ialah kemampuan yang wajib dibekali dalam mempelajari matematika. Namun kemampuan berpikir logis matematis sering kali dipengarui oleh berbagai aspek afektif. Kemandirian belajar ialah aspek afektif yang mempengaruhi kemampuan berpikir logis matematis. Sehingga, tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk menelaah seberapa besar pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir logis matematis pada siswa, khususnya pada siswa SMP. Jenis penelitiannya ialah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasinya ialah semua siswa kelas 8 salah satu SMP di Karawang dan sampel yang dipakai ialah 37 siswa. Teknik pengumpulan datanya ialah dengan menyebarkan instrumen tes serta non tes. Instrumen tes memiliki bentuk uraian 2 pertanyaan sedangkan intrumen non tes berbentuk angket 20 pernyataan. Teknik analisis yang dilakukan ialah pengujian regresi sederhana. Akan tetapi sebelum melakukan pengujian regresi sederhana, uji normalitas serta linearitas terlebih dahulu dilakukan sebagai uji prasyarat. Sesudah uji prasyarat dilakukan dan terpenuhi, selanjutnya dilaksanakan uji regresi sederhana. Pengujian regresi sederhana dilakukan dengan bantuan Software IBM Statistic 25 For Windows. Setelah pengujian maka didapat hasil adanya pengaruh positif serta signifikan antara kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir logis matematis siswa SMP dimana diperlihatkan dari hasil sig. yang didapat dalam Software IBM Statistic 25 For Windows yaitu dimana , Serta besar pengaruhnya adalah 11%, dengan dibuktikan dari nilai R Square dalam tabel model summary.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Berdasarkan Kecemasan Matematika Jasmine Ramadhani Lasdianto; Haerudin; Agung Prasetyo Abadi
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v14i1.17

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kecemasan belajar siswa dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan belajar siswa SMP kelas VII terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi segi empat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu 3 siswa VIII A SMP Negeri Cirebon. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data terdiri deskripsi hasil angket, tes tertulis dan wawancara, lalu dianalisis dan ditarik kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP dari kategori tinggi memiliki persentase sebesar 33,33%, kategori sedang sebesar 23,80%, dan kategori rendah sebesar 42,87%, artinya kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki siswa masih rendah. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam memahami soal dengan baik dan tidak menguasai materi segiempat, serta memiliki rasa cemas yang berlebih saat menjawab soal yang diberikan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu siswa tingkat kecemasan matematika rendah mampu melewati semua indikator yang ditetapkan yaitu mampu memahami masalah yang ada pada soal, mampu membuat rencana penyelesaian sesuai dengan apa yang diketahui pada soal, serta mampu untuk melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali jawaban yang diperoleh sehingga mendapatkan hasil yang tepat. Siswa dengan tingkat kecemasan sedang dan rendah hanya mampu melewati beberapa indikator kemampuan pemecahan masalah yaitu mampu untuk memahami masalah dan membuat rencana penyelesaian sesuai dengan apa yang diketahui, namun tidak mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali jawaban sehingga mendapatkan hasil yang tidak tepat.