Articles
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP
Fitri Rohaly;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian dan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa SMP yang memperoleh pembelajaran menggunakan model problem based learning. Hal ini sejalan dengan adanya permasalahan yaitu masih rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa SMP, tapi pada kenyataannya kemampuan koneksi matematis sangat penting dimiliki siswa untuk menentukan keberhasilan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain pretest-posstest control grup design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di salah satu SMP Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel dengan menggunakan simple randomsampling, dipilih dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas VII Aceh (kelas eksperimen) yang menggunakan model problem based learning berjumlah 25 siswa, sedangkan kelas VII DIY (kelas kontrol) yang menggunakan pembelajaran biasa berjumlah 24 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan tes kemampuan koneksi matematis. Kedua kelas tersebut diberikan pretest, treatment dan posttest dengan soal yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencapaian dan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model problem based learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa. Hal tersebut juga dapat terlihat bahwa pembelajaran dengan model problem based learning sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis.Kata kunci: Kemampuan Koneksi Matematis, Problem Based Learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP
Winarsih Winarsih;
Dayat Hidayat;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan pemahaman konsep natematis dan fakta rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model learning cycle 5e lebih baik dari model pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian kuasi eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok kontrol non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Ciampel dengan pengambilan sampel menggunakan teknik pusposive sampling dipilih kedua kedua kelas yaitu kelas VIIA dan VIIB yang masing-masing 38 responden dari 386 siswa kelas VII. Teknik pengumulan data adalah dengan menggunakan tes uraian terdiri dari tujuh soal. Berdasakan analisis statistik data N-gain disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model learning cycle 5e lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung. Kata Kunci : Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis, dan Model Learning Cycle 5e
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OSBORN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP
Suci Alfianitasari;
Nita Hidayati;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan pemecahan masalah matematis dan fakta rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Osborn lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian quasi eksperiment. Desain penelitian yang digunakan adalah non equivalent control group design. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Purwasari dengan pengambilan sampel menggunakan teknik puposive sampling, sehingga mengambil dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas VII A dan VII C yang masing-masing 40 Responden dari 279 siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran Osborn lebih baik dari pada siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Model Pembelajaran Osborn
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ALJABAR (CHANGE AND RELATIONSHIP) PISA
Bella Ambarwati;
Nia Hoerniasih;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kesalahan-kesalahan siswa dalam mengerjakan soal aljabar (Change and Relationship) PISA agar mendapatkan faktor-faktor penyebab kesalahan tersebut sehingga bisa diberikan upaya mengatasi kesalahan dalam mengerjakan soal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode studi kasus ini digunakan untuk mengungkapkan kenyataan yang ada atau terjadi dilapangan untutk dipahami secara mendalam, sehingga pada akhirnya diperoleh temuan data yang diperlukan sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa kelas IX di SMP Budi Mulia Karawang telah diperoleh hasil bahwa dari jumlah 43 siswa yang mengerjakan soal aljabar (Change and Relationship) PISA sebanyak 32 siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal dan sebanyak 11 siswa menjawab dengan benar. Dari hasil observasi tersebut menunjukan bahwa di karawang masih perlu dikembangkan soal-soal matematika PISA. Setelah mengadakan penelitian peneliti mendapatkan kesimpulan bahwa terdapat dua faktor penyebab siswa mengalami kesalahan dalam mengerjakan soal, faktor-faktor tersebut merupakan faktor eksternal dan faktor internal
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP KELAS VII
SAFITRI SHINTA DEWI;
NIA HOERNIASIH;
AGUNG PRASETYO ABADI
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran make a match dan seberapa besar pengaruhnya terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Kelas VII. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dan metode eksperimen. Desain dalam penelitian ini adalah pre experimental dengan bentuk desain one group pretest posttest design. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Telukjambe Timur dengan mengambil satu kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas VII Seni 2 yang berjumlah 38 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan tes uraian sebanyak 5 soal yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan materi konsep himpunan, himpunan kosong dan himpunan semesta, himpunan bagian dan himpunan kuasa, operasi himpunan (irisan, gabungan, komplemen, dan selisih). Terdapat tiga tahapan pada penelitian yaitu : pretest, treatment, dan posttest. Pretest dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal komunikasi matematis siswa sebelum diberikan treatment. Setelah diberikan pretest, selanjutnya peneliti memberikan treatment yaitu dengan memberikan pengajaran menggunakan model pembelajaran make a macth. Setelah diberikan treatment, selanjutnya peneliti melakukan posttest untuk mengetahui kemampuan akhir komunikasi matematis siswa. Berdasarkan hasil analisis dari uji-t untuk dua sampel dependen menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 kurang dari . Yang artinya bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran make a match terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Kelas VII.
IMPLEMENTASI TEKNIK LATIHAN ASERTIF SEBAGAI UPAYA MENGATASI SISWA PASIF PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Nur Fajri Fauziah;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak dari penerapan teknik latihan asertif bagi siswa pasif pada pembelajaran matematika dan mendeskripsikan faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan didalam penerapan teknik latihan asertif bagi siswa pasif pada pembelajaran matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah 25% dari 13 siswa yang tergolong siswa pasif pada pembelajaran matematika. Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, bukan angka- angka. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi lingkungan suatu unit sosial, individu, kelompok, lembaga atau masyarakat. Studi kasus mempermudah peneliti untuk memahami keadaan siswa seobyektif mungkin dan mendalam serta membedah permasalahan siswa hingga ke akar permasalahannya, dan akhirnya peneliti dapat menentukan skala prioritas penanganan dan pemecahan masalah bagi siswa tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu teknik latihan asertif yang dilakukan terhadap siswa pasif dengan cara bermain peran antara peneliti dengan siswa cukup berhasil dalam mengatasi siswa yang pasif pada pembelajaran matematika hal ini terlihat pada perubahan – perubahan sikap dari siswa yang sebelumnya pasif menjadi aktif setelah diberikan penerapan teknik latihan asertifKata kunci : Siswa Pasif, Teknik Latihan Asertif
Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika
yugi prayuga;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini berisi kajian yang membahas tentang minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Minat belajar sendiri memiliki pengaruh dalam pencapaian prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Pemaparan kajian minat belajar siswa berkaitan dengan ciri – ciri minat belajar, jenis - jenis minat belajar , faktor – faktor yang mempengaruhi minat belajar, serta usaha - usaha yang dapat meningkatkan minat belajar. Minat belajar sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan keluarga serta lingkungan disekolah. Sehingga minat belajar dapat memenuhi tiga aspek yaitu aspek koognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Aspek koognitif yang dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan sehingga memunculkan minat. Aspek afektif, dipengaruhi berupa respon atau sikap yang diterima dari orang tua, guru, atau kelompok yang mendukung aktifitas saat melakukan suatu kegiatan. Aspek psikomotorik merupakan hasil dari aspek koognitif dan aspek afektif sehingga siswa memiliki minat tinggi hingga mewujudkan suatu ekspresi dari tindakan nyata dari minat yang dimiliki. Sehingga minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika dapat dibangun dari berbagai faktor dan aspek sesuai dengan ciri serta jenis dari minat belajar yang dimiliki siswa.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA
Ita Rosita;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Tujuan penulisan atikel ini ialah untuk menelaah dan mendeskripsikan mengenai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau berdasarkan pada langkah-langkah polya. Berdasarkan hal tersebut, Kemampuan pemecahan masalah dengan kecerdasan matematis tingkat tinggi dapat terlihat dengan: siswa mampu memahami masalah dengan menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dengan tepat, merencanakan masalah, melaksanakan rencana dengan tepat, serta melihat kembali hasil penyelesaian. Oleh karena itu, kemampuan pemecahan masalah matematis yang baik sangat diperlukan karena merupakan lima kemampuan dasar yang utama harus dimiliki siswa, sehingga tujuan pembelajaranpun dapat tercapai dengan sangat baik. Metode yang digunakan dalam hal ini ialah kajian kepustakaan, dimana penulis mengkaji berbagai literatur yang relevan dari berbagai sumber dengan objek kajian yang berkaitan. Hasil dari studi literatur tersebut ialah kajian hasil penelitian dari berbagai sumber referensi mengenai kemampuan matematis siswa dalam mengaitkan langkah-langkah penyelesaian matematika berdasarkan perspektif polya.. Kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah matematis, langkah-langkah polya
Kemampuan Literasi Matematis dan Kemampuan Berfikir Tingkat Tinggi Siswa Serta Kaitannya Dengan Soal Matematika PISA
Deanti Artika Maharani;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAKKemampuan literasi matematis siswa adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk memahami materi matematika dan menggunakannya dalam pemecahan masalah yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menguji prestasi literasi matematis siswa adalah dengan menggunakan soal PISA. PISA adalah studi Internasional yang dilakukan untuk melihat tingkat keberhasilan pendidikan suatu Negara yang diujikan pedala siswa berumur 15 tahun. Menurut draft assessment framework PISA 2006, literasi matematika adalah kemampuan pada seseorang untuk merumuskan , menerapkan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks, termasuk kemampuan melakukan penalaran secara matematis dan menggunakan konsep, prosedur dan fakta untuk menggambarkan, menjelaskan atau memperkirakan fenomena atau kejadian. Seorang siswa dikatakan mampu menyelesaikan masalah apabila ia dapat menerapkan pengetahuannya kedalam situasi baru yang belum dikenal. Kemampuan inilah yang bisa kita sebut dengan kemampuan berfikir tingkat tinggi. Dalam artikel ini akan dipaparkan secara jelas keterkaitan soal-soal model PISA dengan kemampuan literasi matematis siswa dan kemampuan berfikir tingkat tingggi siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan tehnik pengambilan data yang dilakukan adalah library research (studi pustaka) kemudian selain itu tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Dengan demikian kesimpulannya bahwa soal matematika PISA tidak hanya menguji kemampuan matematika sederhana siswa, tetapi juga menguji kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa.Kata kunci: Kemampuan Literasi Matematis, Kemampuan Berikir tingkat Tinggi, Soal Matematika PISA
Model Think Pair Share (TPS) Berbantuan Media Card Math
rini sri bintang;
agung prasetyo abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk mengkaji mengenai Model Think Pair Share (TPS) berbantuan media card math. Dalam artikel ini membahas mengenai Penggunaan Model Think Pair Share (TPS) berbantuan media card math dalam pembelajaran matematika sangat efektif dan efisien digunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas, karena siswa akan dituntut untuk berpikir secara individu mengenai persoalan yang terdapat di dalam card math, selain itu siswa dituntut untuk mencari pasangan diskusinya dengan cara menyamakan simbol matematika yang terdapat di sisi muka card math dengan milik teman- temannya, setelah itu siswa menunjukan hasil diskusinya di depan kelas. Hal ini akan menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerjasama yang baik, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri siswa, selain itu akan tercapainya tujuan pembelajaran matematika.Kata kunci: Media Card Math, Model Think Pair Share (TPS).