Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Zeolit dan Fermentasi untuk Kelompok Wanita Tani Lahan Kering Bayu Mahendra; Ernantje Hendrik; Matias Kolobani
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1793

Abstract

Produksi sayuran organik tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Amenia yang menghadapi masalah utama berupa keterbatasan ketersediaan pupuk organik bermutu, ketergantungan pada pupuk kimia, serta rendahnya pengetahuan dan keterampilan anggota dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair, pendampingan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) produksi, serta praktik langsung aplikasi pupuk organik pada lahan percontohan sayuran organik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Amenia tentang pembuatan pupuk organik sebesar 80%, dan sekitar 100% anggota telah mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri sesuai SOP yang disepakati. Aplikasi pupuk organik pada lahan percontohan juga meningkatkan produktivitas sayuran organik sebesar 80% dibanding sebelum kegiatan pengabdian. Manfaat dari kegiatan pengabdian ini adalah KWT Amenia mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri dan menggunakannya untuk usaha tani organik yang sedang dilakukan. Dengan jumlah dan kualitas pupuk organik yang lebih baik, produktivitas sayuran organik meningkat dan pendapatan para wanita tani ikut naik. Pada gilirannya, kondisi sosial ekonomi keluarga tani mengalami perbaikan seiring peningkatan pendapatan dari sektor pertanian di pedesaan, yang secara agregat berkontribusi pada penguatan perekonomian nasional.
THE ROLE OF FARMERS' GROUPS IN RICE FARMING IN WEHALI VILLAGE, MALAKA TENGAH DISTRICT, MALAKA REGENCY Agustina Nahak; Ernantje Hendrik; Selfius P.N. Nainiti
Buletin Ilmiah Impas Vol 27 No 1 (2026): Volume: 27 No.: 1 April Edition 2026
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v27i1.28677

Abstract

Lowland rice farming in Wehali Village, Central Malaka District, Malaka Regency, still faces various problems, including low productivity, limited farmers’ knowledge and skills, weak access to capital and technology, and the suboptimal role of farmer groups in supporting farming activities. In fact, farmer groups have a strategic role as learning classes, cooperation forums, and production and marketing units in improving the performance of lowland rice farming. This study aims (1) to identify the characteristics of lowland rice farming, (2) to analyze the role of farmer groups in lowland rice farming, and (3) to determine the factors related to the role of farmer groups in Wehali Village. The study was conducted in May 2025 using a survey method. The research location and respondents were determined through purposive sampling involving three active farmer groups with a total of 60 farmer respondents. Data were collected through interviews, observations, and questionnaires, and analyzed descriptively. The results show that (1) the characteristics of lowland rice farming in Wehali Village are dominated by farmers with relatively small landholdings and low levels of education; (2) the role of farmer groups is generally categorized as moderately effective, particularly as learning classes and cooperation forums, while their role as production and marketing units has not been optimally implemented; and (3) factors related to the role of farmer groups include education level, farming experience, and farmer participation in group activities. The conclusion of this study indicates that strengthening the role of farmer groups through improved extension services, training programs, and cooperation with relevant stakeholders is necessary to enhance the productivity and sustainability of lowland rice farming in Wehali Village.