Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN ZINC PADA BERBAGAI ORGAN TANAMAN BEBERAPA VARIETAS TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Ricky Pahlevi Nurhidayat; Elia Azizah; Pirngadi, Kasdi; Elis Septianingrum; Rohaeni, Wage Ratna
Jurnal Agrotech Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.149

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman utama, namun memiliki kandungan nutrisi yang rendah khususnya pada nutrisi mikro seperti zinc yang dapat menyebabkan stunting. Pemuliaan tanaman dalam mengembangkan varietas baru dengan nutrisi tinggi memerlukan dasar untuk memilih genotipe unggul yang akan dikembangkan mulai dari pemetaan dan seleksi tetua. Penelitian dilakukan di Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSIP), Subang dari bulan Agustus 2022 sampai Februari 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebanyak 9 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Pengukuran kandungan zinc pada organ menggunakan alat x-ray fluorescence (XRF) Supreme 8000. Parameter yang diukur adalah kandungan zinc organ beras pecah kulit, kandungan zinc organ daun padi, kandungan zinc organ batang padi, dan kandungan zinc organ akar padi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan seluruh parameter pengamatan memiliki hasil berbeda nyata pada varietas dengan sebaran terbaik pada bagian beras pecah kulit dan daun terdapat pada perlakuan varietas padi lokal mawo, sedangkan pada genotipe dengan kandungan zinc organ akar dan batang terbaik terdapat pada galur murni B13884MR-29-1-1.
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PENAMPILAN MORFOLOGI DAN AGRONOMI GALUR-GALUR PADI ZINC TINGGI BERDASARKAN METODE RAISED BED SYSTEM Aradia Widiantari; Elia Azizah; Pirngadi, Kasdi; Gunarsih, Cucu; Rohaeni, Wage Ratna
Jurnal Agrotech Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.150

Abstract

Perakitan varietas padi (Oryza sativa L.) tinggi zinc memerlukan evaluasi pada beberapa sifat pertumbuhan dan hasil sebelum akhirnya diseleksi dan dilepas sebagai varietas baru. Metode raised bed system (RBS) merupakan salah satu metode dalam skrining toleransi kekeringan pada tanaman padi yang lebih mudah diatur dan cepat untuk memberikan cekaman kekeringan yang homogen. Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSIP), Subang dari bulan Oktober 2022 sampai Maret 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebanyak 24 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 72 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai, persentase gabah isi dan gabah kering giling per rumpun. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata dalam berbagai galur dan varietas tanaman padi pada cekaman kekeringan metode raised bed system terhadap tinggi tanaman. Galur dengan tinggi tanaman terbaik yaitu galur UDH 13. Sementara pada parameter jumlah anakan produktif dan persentase gabah isi memiliki hasil yang tidak berbeda nyata.
PENGARUH BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI BAP (Benzyl Amino Purine) DI DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG Maulana, Faishal; Elia Azizah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol 14 No 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.171

Abstract

Produktivitas bawang merah (Allium Ascalonicum L.) di dataran rendah Kabupaten Karawang terhitung rendah yang disebabkan oleh permasalahan budidaya akibat faktor abiotik dan biotik sehingga menghambat pertumbuhan bawang merah pada fase vegetatif. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) yang tepat terhadap pertumbuhan vegetatif beberapa varietas bawang merah di dataran rendah Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Lahan Baru Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang, yang terletak di Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan, dimulai sejak bulan Februari – Mei 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan lingkungan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah varietas (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Bauji (m1), Batu (m2) dan Maja (m3). Faktor kedua konsentrasi BAP (B), yang terdiri dari 4 taraf 0 ppm (b0), 25 ppm (b1), 50 ppm (b2) dan 75 ppm (b3). Total perlakuan sebanyak 12 yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Kemudian di uji lanjut menggunakan Duncan multiple range test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi pemberian berbagai konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap beberapa varietas bawang merah (Allium Ascalonicum L.), namun terdapat pengaruh faktor mandiri varietas. Tidak terdapat konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) terbaik, namun terdapat varietas dengan respon tertinggi yaitu bawang merah varietas Batu.
Pengaruh Akuntabilitas dan Transparansi terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan di Lembaga PAUD Elia Azizah; Arliyah Arliyah; Beti Nurasih; Fitri Wulandari; Puji Darwanti; Sisca Septiani; Wiwik Pudjaningsih
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i4.8149

Abstract

Effective management of Operational Assistance (BOP) funds is a crucial factor in improving the quality of Early Childhood Education (PAUD) services. The BOP Fund has a strategic role in supporting the provision of facilities, infrastructure, and learning activities that are decent, equitable, and sustainable for early childhood. However, the effectiveness of its management is largely determined by the level of accountability and transparency of the organizing institution. This study aims to analyze the influence of accountability and transparency on the effectiveness of BOP fund management in PAUD institutions. The research method uses a quantitative approach with regression analysis techniques to test the relationship between variables. The research sample amounted to 40 respondents consisting of 15 school principals and 25 PAUD treasurers, selected by random sampling technique. Primary data were collected through a structured questionnaire based on a Likert scale of 1–5 that measured indicators of accountability, transparency, and effectiveness of the use of BOP funds. Data analysis includes classical assumption tests, reliability tests, t-tests, and linear regression analysis. The results of the study showed that there was a significant difference between the responses of the principal and the treasurer in the management of BOP funds with a significance value of 0.000 < 0.05. The regression analysis also confirms that both accountability and transparency have a positive and significant influence on the effectiveness of fund management. These findings confirm that accountable and transparent BOP fund management practices are able to improve the efficiency of fund use, strengthen stakeholder trust, create sound financial governance, and support the success of education programs in early childhood education.
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN KARAKTER MORFOLOGI GALUR TETUA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) MS-UNSIKA GENERASI M7 DI KARAWANG Noviana Ahyati; Muhammad Syafi’i; Elia Azizah
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i2.139

Abstract

Jagung merupakan sumber karbohidrat pengganti beras. Salah satu jenis jagung yang diminati masyarakat adalah jagung manis. Hal ini dikarenakan jagung manis memiliki rasa yang lebih manis dan wangi yang harum. Kurangnya penggunaan benih yang bermutu masih menjadi penyebab rendahnya produksi jagung. Keragaman genetik yang tinggi dibutuhkan dalam pembentukan varietas unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan dan jarak genetik galur-galur tetua jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) MS-UNSIKA generasi M7 berdasarkan karakter morfologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksperimental, terdiri dari 12 perlakuan dan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Kemudian dianalisis dengan analisis klaster menggunakan software NTSYS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kekerabatan yang jauh dengan keragaman yang luas antara galur dan varietas pembanding. Nilai koefisien similarity yang dihasilkan adalah 0,412 dengan nilai jarak genetik berkisar 0,1765 - 0,8235. Dalam persilangan, dibutuhkan keragaman genetik yang luas karena dapat memperkecil peluang terjadinya persilangan dalam.
ANALISIS KANDUNGAN ZINC PADA BERBAGAI ORGAN TANAMAN BEBERAPA VARIETAS TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Ricky Pahlevi Nurhidayat; Elia Azizah; Pirngadi, Kasdi; Elis Septianingrum; Rohaeni, Wage Ratna
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.149

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman utama, namun memiliki kandungan nutrisi yang rendah khususnya pada nutrisi mikro seperti zinc yang dapat menyebabkan stunting. Pemuliaan tanaman dalam mengembangkan varietas baru dengan nutrisi tinggi memerlukan dasar untuk memilih genotipe unggul yang akan dikembangkan mulai dari pemetaan dan seleksi tetua. Penelitian dilakukan di Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSIP), Subang dari bulan Agustus 2022 sampai Februari 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebanyak 9 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Pengukuran kandungan zinc pada organ menggunakan alat x-ray fluorescence (XRF) Supreme 8000. Parameter yang diukur adalah kandungan zinc organ beras pecah kulit, kandungan zinc organ daun padi, kandungan zinc organ batang padi, dan kandungan zinc organ akar padi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan seluruh parameter pengamatan memiliki hasil berbeda nyata pada varietas dengan sebaran terbaik pada bagian beras pecah kulit dan daun terdapat pada perlakuan varietas padi lokal mawo, sedangkan pada genotipe dengan kandungan zinc organ akar dan batang terbaik terdapat pada galur murni B13884MR-29-1-1.
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PENAMPILAN MORFOLOGI DAN AGRONOMI GALUR-GALUR PADI ZINC TINGGI BERDASARKAN METODE RAISED BED SYSTEM Aradia Widiantari; Elia Azizah; Pirngadi, Kasdi; Gunarsih, Cucu; Rohaeni, Wage Ratna
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.150

Abstract

Perakitan varietas padi (Oryza sativa L.) tinggi zinc memerlukan evaluasi pada beberapa sifat pertumbuhan dan hasil sebelum akhirnya diseleksi dan dilepas sebagai varietas baru. Metode raised bed system (RBS) merupakan salah satu metode dalam skrining toleransi kekeringan pada tanaman padi yang lebih mudah diatur dan cepat untuk memberikan cekaman kekeringan yang homogen. Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSIP), Subang dari bulan Oktober 2022 sampai Maret 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebanyak 24 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 72 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai, persentase gabah isi dan gabah kering giling per rumpun. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata dalam berbagai galur dan varietas tanaman padi pada cekaman kekeringan metode raised bed system terhadap tinggi tanaman. Galur dengan tinggi tanaman terbaik yaitu galur UDH 13. Sementara pada parameter jumlah anakan produktif dan persentase gabah isi memiliki hasil yang tidak berbeda nyata.
PENGARUH BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI BAP (Benzyl Amino Purine) DI DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG Maulana, Faishal; Elia Azizah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.171

Abstract

Produktivitas bawang merah (Allium Ascalonicum L.) di dataran rendah Kabupaten Karawang terhitung rendah yang disebabkan oleh permasalahan budidaya akibat faktor abiotik dan biotik sehingga menghambat pertumbuhan bawang merah pada fase vegetatif. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) yang tepat terhadap pertumbuhan vegetatif beberapa varietas bawang merah di dataran rendah Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Lahan Baru Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang, yang terletak di Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan, dimulai sejak bulan Februari – Mei 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan lingkungan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah varietas (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Bauji (m1), Batu (m2) dan Maja (m3). Faktor kedua konsentrasi BAP (B), yang terdiri dari 4 taraf 0 ppm (b0), 25 ppm (b1), 50 ppm (b2) dan 75 ppm (b3). Total perlakuan sebanyak 12 yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Kemudian di uji lanjut menggunakan Duncan multiple range test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi pemberian berbagai konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap beberapa varietas bawang merah (Allium Ascalonicum L.), namun terdapat pengaruh faktor mandiri varietas. Tidak terdapat konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) terbaik, namun terdapat varietas dengan respon tertinggi yaitu bawang merah varietas Batu.