Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektifitas Terapi Bermain Puzzle Dalam Menurunkan Kecemasan Akibat Hospitalisasi Pada Anak Di RSUD Lubai Ulu Tahun 2026 Elisa Nirmalasari; Dian Emiliasari; Hili Aulianah; Ersita Ersita
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12929

Abstract

Latar Belakang: Hospitalisasi merupakan kondisi ketika anak harus menjalani perawatan di rumahsakit akibat suatu penyakit sehingga memerlukan tindakan medis maupun keperawatan. Kondisitersebut sering menimbulkan kecemasan pada anak karena adanya perubahan lingkungan, prosedurmedis, serta keterpisahan sementara dari keluarga. Kecemasan yang tidak ditangani dapatmenyebabkan anak menjadi tidak kooperatif, meningkatkan stres, serta menghambat prosespenyembuhan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengurangikecemasan adalah terapi bermain puzzle.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi bermain puzzle terhadaptingkat kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi di RSUD Lubai Ulu Tahun 2026.Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental melaluipendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 23 responden yangdipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakaninstrumen Facial Image Scale (FIS) sebelum dan sesudah pemberian terapi bermain puzzle. Analisisdata dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 95%.Hasil: Penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian terapibermain puzzle. Median skor kecemasan sebelum intervensi sebesar 4,04, sedangkan setelahintervensi menurun menjadi 2,96. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05) yangmenunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi bermain puzzle terhadap penurunan kecemasananak selama menjalani hospitalisasi.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terapi bermain puzzle merupakan intervensinonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan anak selama hospitalisasi.Intervensi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari pelayanan keperawatan anak untuk meningkatkankenyamanan psikologis dan mendukung keberhasilan proses perawatan.
PENGARUH TERAPI SPIRITUAL WUDHU TERHADAP TANDA DAN GEJALA PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI YAYASAN Fathiya Fakhiratinnisa; Mareta Akhriansyah; Raden Surahmat; Hili Aulianah; Rinda Suciarti; Widya Arisandy
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1562

Abstract

Latar Belakang: Perubahan perilaku individu seperti mengancam, gaduh, tidak bisa diam, mondar-mandir, gelisah, intonasi suara keras, ekspresi tegang, bicara dengan semangat, agresif, nada suara tinggi, dan bergembira secara berlebihan adalah tanda dan gejala yang sering ditunjukkan oleh individu yang rentan terhadap perilaku kekerasan. Penanganan pasien resiko perilaku kekerasan dapat dilakukan dengan terapi spiritual wudhu yang merupakan salah satu bentuk tindakan terapi komplementer. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi spiritual wudhu terhadap tanda dan gejala pada pasien resiko perilaku kekerasan di Yayasan Mutiara Tanjung Enim. Metode: Desain ini penelitian pre-experimental dengan pendekatan one group pretest posttest group design dengan jumlah sampel sebanyak 17 responden diambil dengan teknik  purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilaksanan pada tanggal 23-25 Mei 2025 di Yayasan Mutiara Tanjung Enim. Hasil: Diperoleh nilai rerata tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan responden sebelum diberikan terapi wudhu  sebesar 9,82 (sedang) dan sesudah diberikan terapi wudhu  sebesar 7,41 (ringan) dan menunjukkan ada perbedaan yang bermakna total skor tingkat tanda dan gejala sebelum dan sesudah dilakukan terapi spritual wudhu (p value = 0,000). Saran: Diharapkan terapi spiritual wudhu ini dapat diterapkan  sebagai solusi non farmakologi untuk menurunkan tanda dan gejala pada pasien resiko perilaku kekerasan. Kata Kunci: Resiko Perilaku Kekerasan, Tanda dan Gejala, Spiritual, Terapi Wudhu
Promosi Kesehatan Berbasis CERDIK dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Masyarakat Yunita Liana; Meta Nurbaiti; Kardewi Kardewi; Hili Aulianah; Ersita Ersita; Abu Bakar Sidik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3811

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat di masyarakat, terutama akibat perilaku hidup tidak sehat dan rendahnya kesadaran terhadap pencegahan dini. Program CERDIK menjadi salah satu strategi promosi kesehatan yang menekankan perubahan perilaku sebagai upaya pencegahan PTM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan PTM melalui promosi kesehatan berbasis CERDIK. Kegiatan dilaksanakan di RT 21 Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 01 Juli 2025. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan dan diskusi interaktif yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia dewasa dan lanjut usia yang memiliki faktor risiko PTM. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko PTM serta pentingnya penerapan perilaku hidup sehat berbasis CERDIK dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat menunjukkan respons positif dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan berbasis CERDIK dapat diterapkan sebagai model pengabdian masyarakat di tingkat RT dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular
Edukasi Manajemen Nyeri Non-Farmakologis Berbasis Spiritual (Terapi Dzikir) pada Lansia Penderita Hipertensi Yunita Liana; Hili Aulianah; Kardewi Kardewi; Amalia Amalia; Ratna Sari; Yusri Juanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4828

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada kelompok lanjut usia (lansia) yang sering disertai keluhan sekunder berupa nyeri akut pada area tengkuk dan kepala. Tingginya risiko efek samping penggunaan obat analgesik jangka panjang pada lansia menuntut adanya intervensi komplementer yang aman dan aplikatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kemandirian lansia dalam mengelola keluhan nyeri secara non-farmakologis melalui terapi relaksasi spiritual dzikir. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Kayu Agung pada 30 Mei 2026 dengan melibatkan 17 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pelaksanaan program terdiri dari tahap persiapan, intervensi berupa edukasi interaktif dan demonstrasi praktik, serta tahap evaluasi. Mengingat keterbatasan fisik dan kognitif lansia, evaluasi keberhasilan diukur secara kualitatif melalui observasi partisipatif dan umpan balik verbal. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme dan partisipasi aktif peserta. Terdapat peningkatan pemahaman kognitif lansia terkait mekanisme nyeri serta kemampuan melakukan teknik relaksasi dzikir secara mandiri dan presisi. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis spiritual terbukti menjadi mekanisme koping adaptif yang efektif dan humanis untuk memberdayakan lansia dalam memitigasi nyeri hipertensi secara mandiri.
EFEKTIFITAS PENGARUH TERAPI RELAKSASI PROGRESIF JACOBSON DAN TERAPI PERNAFASAN BUTEYKO TERHADAP ANSIETAS PADA PASIEN PRE-OPERASI DIRUMAH SAKIT Arief Hidayat Natullah; Hili Aulianah; Raden Surahmat; Yofa Anggriani Utama
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1774

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah Sakit Islam Ar Rasyid Palembang, masih ditemukan pasien preoperasi yang mengalami ansietas ringan hingga sedang sebelum menjalani tindakan pembedahan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi keperawatan nonfarmakologis, seperti terapi relaksasi progresif Jacobson dan terapi pernapasan Buteyko, untuk membantu menurunkan tingkat ansietas pasien.Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi relaksasi progresif Jacobson dan terapi pernapasan Buteyko terhadap tingkat ansietas pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Islam Ar Rasyid Palembang serta membandingkan efektivitas kedua intervensi tersebut. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental two-group pretest–posttest dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Ar Rasyid Palembang bulan Januari tahun 2026 pada 90 pasien preoperasi yang dipilih secara total sampling. Responden merupakan pasien sadar, mampu berkomunikasi, dan bersedia mengikuti penelitian. Tingkat ansietas diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney (p < 0,05).Hasil: Terapi relaksasi progresif Jacobson maupun terapi pernapasan Buteyko secara signifikan menurunkan tingkat ansietas pada pasien pre operasi, masing-masing dengan nilai p = 0,000 dan p = 0,001. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua terapi (p = 0,413), sehingga keduanya memiliki efektivitas yang setara dalam menurunkan tingkat ansietas. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji efektivitas terapi relaksasi progresif Jacobson dan terapi pernapasan Buteyko pada kelompok pasien preoperasi yang lebih beragam.Kata Kunci: Ansietas; Pasien Pre Operasi; Terapi Relaksasi Progresif Jacobson; Terapi Pernapasan Buteyko; Visual Analog Scale (VAS).