Bisnis keluarga memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia, tetapi masih dihadapkan pada tantangan besar, terutama dalam menjaga keberlanjutan usaha melalui proses suksesi antar generasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi dalam keluarga terhadap suksesnya proses suksesi bisnis keluarga, dengan keterlibatan bisnis sebagai variabel mediasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi model mediasi yang menghubungkan komunikasi keluarga, keterlibatan bisnis, dan suksesi bisnis dalam konteks mahasiswa kewirausahaan pada tahap pra-suksesi merupakan topik yang relatif jarang dibahas dalam penelitian sebelumnya. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 66 mahasiswa anggota Himapreneur Gresik yang berasal dari keluarga pemilik usaha. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa komunikasi keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan dalam bisnis (t-statistik = 2,912) serta terhadap kesuksesan proses suksesi bisnis keluarga (t-statistik = 8,983). Selain itu, keterlibatan dalam bisnis juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap suksesi bisnis (t-statistik = 2,698) dan berfungsi sebagai mediator dalam hubungan antara komunikasi keluarga dan suksesi bisnis (t-statistik = 3,467). Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi dalam keluarga untuk membangun keterlibatan generasi penerus, sekaligus memperkuat kesiapan bagi suksesi bisnis keluarga. Secara teoretis, temuan ini mendukung pendekatan prosesual dalam studi bisnis keluarga, yang memandang suksesi sebagai hasil interaksi dinamis antara komunikasi keluarga dan pengaktifan peran generasi penerus dalam aktivitas bisnis. Implikasi penelitian ini bagi keluarga pemilik usaha adalah untuk meningkatkan terus komunikasi yang lebih terbuka, intensif, dan terstruktur dengan generasi berikutnya. Sedangkan, bagi institusi pendidikan kewirausahaan ialah dapat merancang program pembelajaran yang lebih berfokus pada pengembangan bisnis keluarga, termasuk program pendampingan suksesi bisnis, magang di perusahaan keluarga, atau proyek kewirausahaan yang bertujuan pada keberlanjutan bisnis keluarga.