Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kesiapan Kerja Penyandang Disabilitas: Dampak Dukungan Sosial dan Motivasi Melalui Employability Skill Nur Cahyadi
Jurnal Manajerial Vol. 13 No. 01 (2026): Jurnal Manajerial
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jurnalmanajerial.v13i01.11286

Abstract

Background – People with disabilities still face various barriers in entering the workforce, especially those related to work readiness. Low work readiness is not only influenced by individual limitations, but also by environmental factors such as social support and psychological factors such as motivation. However, empirical studies that integrate the role of social support and motivation on work readiness through employability skills are still limited, especially from the perspective of inclusive human resource management. Aim – This study aims to analyze the influence of social support and motivation on the work readiness of persons with disabilities through employability skills as an intervening variable. Design / methodology / approach – This study uses a quantitative approach with a survey method. Data were collected through questionnaires administered to 64 people with physical disabilities in Gresik Regency, who were selected using purposive sampling. Data analysis was performed using Partial Least Squares (PLS)-based Structural Equation. Findings – The results show that social support has a positive and significant effect on employability skills. Conversely, motivation does not have a significant effect on employability skills. Employability skills also do not have a significant effect on work readiness. In addition, employability skills are not proven to mediate the influence of social support or motivation on the work readiness of persons with disabilities. Conclusion - This study shows that social support plays an important role in improving the employability skills of people with disabilities. Support from family, community, and the surrounding environment has been proven to encourage the development of work skills. Conversely, motivation does not have a significant effect on employability skills, meaning that internal motivation alone is not enough to improve work skills without adequate environmental support. In addition, employability skills also do not have a significant effect on work readiness, indicating that possessing work skills does not directly reflect readiness to enter the workforce. This study also found that employability skills do not mediate the influence of social support or motivation on work readiness. Thus, the work readiness of persons with disabilities is influenced by factors other than individual skills and motivation, such as labor market conditions and an inclusive work environment. Research implication – The findings of this study imply that improving the employability of persons with disabilities requires more than just strengthening individual motivation and skills; it also requires strong social support and an inclusive employment environment and policy. This study enriches the field of human resource management by emphasizing the importance of a holistic approach to managing the workforce of persons with disabilities. Limitations – This study is limited to people with physical disabilities in one research area with a relatively small sample size, so the results cannot be generalized broadly.
Pendekatan Full Time Equivalent (FTE) dalam Menganalisis Beban Kerja Karyawan Firda Usti Andriani; Nur Cahyadi
BJRM (Bongaya Journal of Research in Management) Vol. 9 No. 1 (2026): BJRM (Bongaya Journal of Research in Management)
Publisher : LPPM STIEM BONGAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37888/bjrm.v9i1.927

Abstract

Pengelolaan sumber daya manusia yang efektif merupakan faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional, khususnya pada unit kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi seperti Unit Pengamanan. Supervisor Operasional memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan aktivitas pengamanan, mengawasi personel, serta memastikan pelaksanaan tugas sesuai standar operasional prosedur. Namun, tingginya tuntutan pekerjaan berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan antara beban kerja dan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja Supervisor Operasional pada Unit Pengamanan PT XYZ serta menentukan kebutuhan tenaga kerja yang optimal sebagai dasar perencanaan sumber daya manusia. Metode yang digunakan adalah Full Time Equivalent (FTE), dengan tahapan identifikasi aktivitas kerja, pengukuran waktu kerja, penentuan waktu kerja efektif, serta perhitungan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan tenaga kerja Supervisor sebesar 8,596 FTE atau setara dengan 9 orang Supervisor, sementara jumlah Supervisor yang tersedia saat ini hanya 7 orang. Selain itu, ditemukan adanya ketidakseimbangan beban kerja antar area kerja, yang ditunjukkan oleh kondisi overload dan underload pada beberapa Supervisor. Temuan ini mengindikasikan perlunya penyesuaian jumlah dan distribusi Supervisor agar beban kerja dapat lebih merata. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penyusunan perencanaan sumber daya manusia berbasis data serta mendukung peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional Unit Pengamanan.
Pengaruh Komunikasi Keluarga Terhadap Suksesi Bisnis Keluarga Melalui Keterlibatan Bisnis Sebagai Variabel Mediasi pada Mahasiswa Kewirausahaan Putra Panji Respati; Nur Cahyadi; Aries Kurniawan
Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Bulan Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bisnis keluarga memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia, tetapi masih dihadapkan pada tantangan besar, terutama dalam menjaga keberlanjutan usaha melalui proses suksesi antar generasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi dalam keluarga terhadap suksesnya proses suksesi bisnis keluarga, dengan keterlibatan bisnis sebagai variabel mediasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi model mediasi yang menghubungkan komunikasi keluarga, keterlibatan bisnis, dan suksesi bisnis dalam konteks mahasiswa kewirausahaan pada tahap pra-suksesi merupakan topik yang relatif jarang dibahas dalam penelitian sebelumnya. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 66 mahasiswa anggota Himapreneur Gresik yang berasal dari keluarga pemilik usaha. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa komunikasi keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan dalam bisnis (t-statistik = 2,912) serta terhadap kesuksesan proses suksesi bisnis keluarga (t-statistik = 8,983). Selain itu, keterlibatan dalam bisnis juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap suksesi bisnis (t-statistik = 2,698) dan berfungsi sebagai mediator dalam hubungan antara komunikasi keluarga dan suksesi bisnis (t-statistik = 3,467). Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi dalam keluarga untuk membangun keterlibatan generasi penerus, sekaligus memperkuat kesiapan bagi suksesi bisnis keluarga. Secara teoretis, temuan ini mendukung pendekatan prosesual dalam studi bisnis keluarga, yang memandang suksesi sebagai hasil interaksi dinamis antara komunikasi keluarga dan pengaktifan peran generasi penerus dalam aktivitas bisnis. Implikasi penelitian ini bagi keluarga pemilik usaha adalah untuk meningkatkan terus komunikasi yang lebih terbuka, intensif, dan terstruktur dengan generasi berikutnya. Sedangkan, bagi institusi pendidikan kewirausahaan ialah dapat merancang program pembelajaran yang lebih berfokus pada pengembangan bisnis keluarga, termasuk program pendampingan suksesi bisnis, magang di perusahaan keluarga, atau proyek kewirausahaan yang bertujuan pada keberlanjutan bisnis keluarga.