Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KARAKTERISTIK PETANI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BAWANG MERAH (Studi Kasus di Desa Senden Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali) Agung Prasetyo; Mahananto; Kusriani Prasetyowati
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 21 No. 1 (2021): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v21i1.1291

Abstract

Central Java was the largest shallot producing province in Indonesia with the Boyolali Regency as one of the main producers. Selo sub-district was the main contributor to organic shallot production in Boyolali Regency. This study aimed to determine the characteristics of farmers who cultivate organic shallots and to determine the production factors that affect the yield of shallots in the Argoayuningtani Farmer Group. The data used in this research are primary data and secondary data. Sampling was done by using the census method and the data analysis method used was multiple linear regression analysis. The results showed that the respondent farmers were generally young people and had a good enough education to develop organic agriculture. Production factors in the form of labor and biological pesticides have a significant effect on the yield of shallots. Variables of seeds, manure, and the land area had no significant effect on onion production. Further guidance needs to be carried out and developed because generally, farmers who work and join farmer groups are young and educated farmers, making it easier to develop organic agriculture in Boyolali Regency. Training is needed to make organic fertilizers and biological pesticides with active microbial ingredients that have been tested to increase shallot production.
ANALISIS RESIKO USAHA INDUSTRI TEMPE DI KOTA SURAKARTA Agung Prasetyo; fivyn Dyah Ayu Permata Sari; Eko Hartoyo
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 21 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v21i2.1475

Abstract

Tempe cannot be separated from the daily consumption habits of people in Java. The raw material for the soybean tempe industry in Surakarta has imported soybeans because Surakarta was not a soybean-producing area. This study aims to know the risks of the soybean tempe industry in Surakarta City. The method of determining the area was done by purposive sampling. The data used are primary and secondary data. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and data recording. The results showed that the average total cost incurred by the tempe industry entrepreneurs per month was Rp. 18,222,146. The average revenue earned in one month is Rp. 29,474,038, so it can be seen that the average profit earned is Rp. 11,251,892. Tempe industrial business has high risk with the coefficient of variation obtained of 2.09, the coefficient of variation obtained is greater than the standard coefficient of variation of 0.5. The lower limit of this industry's profit was negative Rp. 35,729,041.54, so that the tempe industry entrepreneurs are at risk with a possible loss per month of Rp. 35,729,041.54. Administrative efforts are needed in the bookkeeping of the tempe industry and additional income from the sale of waste and tempe product innovation
PELATIHAN BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER DI DESA JATEN, KECAMATAN JATEN, KABUPATEN KARANGANYAR Agung Prasetyo; Suswadi Suswadi; Mahananto Mahananto; Nobertus Citra Irawan; Aprilia Yuanita Anwaristi; Jalu Ariowibowo; Agustina Tri Suryaningsih; David Bagas Riyanto
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.1974

Abstract

Kegiatan pelatihan yang dilakukan di Desa Jaten bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya pangan sehat untuk keluarga dan alternatif wirausaha saat menghadapi pandemi. Metode yang dipakai guna mencapai tujuan yang dimaksud adalah penyuluhan, pelatihan budidaya ikan dalam ember kombinasi dengan akuaponik kangkung. Hasil menunjukan bahwa pelatihan budidaya ikan dalam ember mampu meningkatkan pengetahuan mitra akan budidaya ikan dalam ember dan akuaponik sayur kangkung. Mitra dapat langsung mempraktekan Budikdamber dan Aquaponik, pengelolaan budidaya hingga manajemen usaha Budikdamber dan Aquapoik. Besar harapan penulis bahwa dengan memperkenalkan budidaya ikan dalam ember ke ibu-ibu PKK diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pengan hasil produksi sendiri.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENERAPAN GOOD HANDLING PRACTICES (GHP) PADA BERAS ORGANIK Suswadi Suswadi; Agung Prasetyo; Haryuni Haryuni; Achmad Fatchul Aziez; Dwi Susilo Utami; R. Soelistijono; Sapto Priyadi
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.2006

Abstract

Kelompok Tani Mulyo I, dalam mengembangkan pertanian organik telah menerapkan Good Agriculture Practices (GAP-organik) pedoman tentang cara budidaya tanaman organik yang baik dan sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Tahun 2016. Tetapi kulitas beras masih rendah, karena kelompok tani belum menerapkan Good Handling Practices (GHP-organik) secara baik. Pengelolaan pascapanen masih dilakukan dengan alat dan tempat yang sangat sederhana. Kondisi ini mempengaruhi tingkat efisiensi bisnis dan kualitas beras rendah sehingga mempengaruhi volume penjualan beras yang rendah. Oleh sebab itu untuk meningkatkan kualitas beras bahwa proses pengelolaan pascapanen pada pengabdian masyarakat telah dilakukan pelatihan dalam penanganan pascapanen beras organik sesuai dengan pedoman GHP-Organik yang ditetapkan Badan Standar Nasional (BSN). Dari Hasil pengabdian ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Petani mampu membuat perncanaan yang didasarkan pada permasalahan tentang penanganan pasca panen beras organik di kelompok tani Tani Mulyo I. (2) Petani mampu membuat lantai penjemuran sesuai standar GHP dan mampu melakukan penjemuran secara baik, (3) Petani mampu mengoperasikan mesin penggilingan secara baik. (4) Petani mampu melakukan grading dan sorting beras organic secara baik, (5) Petani mampu mengoperasikan alat timbangan digital secara baik.
Agrotourism Development Strategy in Wonogiri suswadi; Diego Hermacho; Agung Prasetyo; Kusriani Prasetyowati
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 22 No. 2 (2022): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v22i1.2031

Abstract

This study aims to analyze and identify internal and external environmental factors, describe marketing strategies, and describe the priority strategies used by Soko Langit Agrotourism. The data processing and analysis method uses the IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor Evaluation) matrix, the IE (Internal-External) matrix, the SWOT matrix (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). The study results were obtained from five internal and five external factors, which resulted in eight alternative strategies in the marketing of Soko Langit Agrotourism. This study resulted in three strategic priorities related to visitor satisfaction, including a) improving the quality of facility maintenance; b) adding and maintaining rides in order to compete with competitors; and c) taking advantage of capital opportunities from the village government to reduce the number of loans from banks. Recommendations for strategies that can be implemented include: allocating capital opportunities from the village government for facility maintenance costs; adding rides with manageable maintenance levels; improving facilities that accommodate extreme weather changes; increasing the efficiency of financing from bank loans; and increasing the efficiency of facilities to accommodate extreme weather.
ANALISA BUDIDAYA TANAMAN LAHAN SEMPIT: URBAN FARMING DI KECAMATAN MOJOLABAN, KABUPATEN SUKOHARJO Agung Prasetyo; Suswadi; Mahananto; Kusriani Prasetyowati; Norbertus Citra Irawan; Teguh Supriyadi; Nadian Nur Aulia; Mustaqim
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i1.2280

Abstract

Program pengabdian dilakukan dengan mengadakan kegiatan untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan kegiatan budidaya hortikultura dilahan sempit Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Metode yang dipakai guna mencapai tujuan yang dimaksud adalah penyuluhan, pelatihan dan analisa ekonomi budidaya pertanian lahan sempit. Hasil menunjukan pelatihan budidaya pertanian dilahan sempit didaerah perkotaan dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dan menghemat pengeluran pangan sehingga menigkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Mitra dapat langsung mempraktekan budidaya tanaman dirumah masing-masing. Besar harapan penulis bahwa dengan menggalakan budidaya disekitar pekarangan rumah diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
Analisa Peranan Aliansi Petani Padi Organik Boyolali dalam Peningkatan Status Sosial Ekonomi Petani Padi Organik di Boyolali. suswadi; Arganata Yuda Prastya Yuana; Agung Prasetyo; Mahananto
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 23 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v23i1.2413

Abstract

The aims of this study were: 1) To find out the role of APPOLI in organic rice farming to improve the socio-economic status of organic rice farmers. 2) To find out the income of organic rice farming in improving the socio-economic status of rice farmers. 3) To find out the relationship between the role of APPOLI and the income of organic rice farming in improving the socio-economic status of organic rice farmers. The results of the five (5) indicators have a significant role evident from the activeness and participation of each member of the farmer group in carrying out the activities in the farmer group is classified as high on average per the fifth indicator (5) the indicator has an average scoring percentage of 85%, which means the fifth (5) the indicator has a relatively high scoring value. For organic rice farming income, the average revenue is IDR 12,474,633 and the average production cost is IDR 4,012,350. So it can be concluded that the average income of organic rice farmers per planting season (MT) is IDR 8,462,283. The role of APPOLI partially has a relationship with income in terms of the strength of the relationship between variables included in the strong category, which is around 0.687 (Adjusted Rsquere) and so the criteria received in this research is criterion 1, namely test f <with sig ? (error rate ) then it has a real relationship or if the T-test per indicator < sig ? (error rate) then it has a real relationship and the 2nd criterion is rejected for per indicator basis it can be concluded that the (4) indicators are places of cooperation, organic certification, seed assistance, and the learning class has a significant relationship with the income of paddy rice farming and for this farmer insurance indicator, it has no relationship with income because the sig value on farmer insurance is > than sig ? 5% (error rate).
PELATIHAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMUDA TANI KOMODITAS HORTIKULTURA Suswadi Suswadi; Norbertus Citra Irawan; Agung Prasetyo; Mahananto Mahananto; Kusriani Prasetyowati; Daryanti Daryanti; Tyas Soemarah KD; Endang Suprapti; Agus Budiyono; Teguh Supriyadi; Wiyono Wiyono
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i2.2698

Abstract

Permasalahan dalam pengetahuan pemasaran online bagi petani hortikultura mencakup kurangnya pemahaman tentang strategi pemasaran digital yang efektif, keterbatasan aksesibilitas teknologi dan koneksi internet di daerah pedesaan, serta ketidakpahaman tentang analisis data dan tren pasar, yang secara keseluruhan menghambat optimisasi pemasaran online dan meningkatkan pendapatan serta peluang bisnis petani hortikultura. Solusi untuk masalah pengetahuan dan keterampilan pemasaran online bagi petani hortikultura adalah melalui program pelatihan dan pendampingan yang komprehensif. Program ini mencakup pemahaman strategi pemasaran digital, penggunaan platform online, konten menarik, analisis data, dan pemahaman perilaku konsumen. Pelatihan membantu petani hortikultura hadapi tantangan pemasaran online. Materi disajikan dengan bahasa sederhana dan mudah diakses. Workshop kolaboratif memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani. Evaluasi dan umpan balik terus meningkatkan kualitas pelatihan. Diharapkan petani dapat sukses dalam pemasaran online dan bisnis mereka di era digital.
PERANAN KELOMPOK TANI PADI ORGANIK DALAM PENINGKATAN STATUS SOSIAL EKONOMI Suswadi Suswadi; Agung Prasetyo
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v8i2.4141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Kelompok Tani terhadap peningkatan status sosial ekonomi petani padi organik di Gentungan, Mojogendang, Karanganyar. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan penggunaan padi organik terhadap peningkatan status sosial ekonomi petani. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 30 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa peranan Kelompok Tani berada dalam kategori baik dalam meningkatkan status sosial ekonomi petani padi sawah. Adanya kelompok tani membantu meningkatkan status sosial ekonomi petani yang menggunakan padi organik. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara peranan kelompok tani dan peningkatan status sosial ekonomi petani padi organik di Gentungan, Mojogendang, Karanganyar. Rekomendasi yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah terus meningkatkan peranan kelompok tani dalam mendukung petani dalam menerapkan metode pertanian organik. Hal ini diharapkan dapat terus meningkatkan status sosial ekonomi para petani dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di sekitar wilayah penelitian.
PERUBAHAN KOMUNITAS URBAN FARMING BERKELANJUTAN DALAM MEMBANGUN ECO-CITIES: PENERAPAN STRATEGI MODEL AIDP Norbertus Citra Irawan; Suswadi Suswadi; Mahananto Mahananto; Agung Prasetyo
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v8i2.4091

Abstract

Permasalahan dalam komunitas pertanian perkotaan meliputi kurangnya kesadaran dan dukungan masyarakat, pencemaran air dan tanah, keterbatasan sumber daya dan ruang, serta kesulitan akses pasar untuk menjual produk urban farming. Diperlukan pengorganisasian masyarakat dan kerjasama untuk mengatasi perkembangan kelembagaan komunitas pertanian perkan yang membutuhkan perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan komunitas urban farming di Surakarta dengan menggunakan pendekatan analisis model AIDP (Assess, Identify, Develop, Process). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dan studi kasus untuk menginvestigasi fenomena urban farming di Surakarta. Penelitian ini memilih lokasi secara purposive berdasarkan kriteria tertentu, serta melibatkan 50 anggota komunitas urban farming sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, dan observasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan strategi memiliki tingkat keberhasilan yang berbeda. Tahap evaluasi strategi seperti kemitraan dengan pedagang lokal dan lembaga keuangan serta pemanfaatan lahan vertikal dan dialog terbuka berjalan kurang baik, sementara pelatihan kepemimpinan dan kampanye sosial cukup baik. Pada tahap identifikasi, peningkatan literasi keuangan dan sistem pengelolaan limbah berkelanjutan tidak berjalan dengan baik, namun kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan organisasi non-pemerintah berjalan baik. Selanjutnya, tahap pengembangan menunjukkan bahwa promosi branding produk pertanian dan model kelembagaan inovatif tidak berjalan dengan baik, tetapi penggunaan teknologi biofilter dan kegiatan pembinaan dan rotasi kepemimpinan berjalan cukup baik hingga sangat baik. Penelitian ini memberikan wawasan penting dalam mencapai perubahan menuju komunitas pertanian perkotaan berkelanjutan dan dapat menjadi acuan untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang ini.Problems in urban farming communities include lack of public awareness and support, water and soil pollution, limited resources and space, and difficulty accessing markets to sell urban farming products. Community organizing and cooperation are needed to overcome the institutional development of urban farming communities that require change. This study aims to study changes in the urban farming community in Surakarta using the AIDP model analysis approach. This study uses descriptive analytical methods and case studies to investigate the phenomenon of urban farming in Surakarta. This study selected locations purposively based on specific criteria and involved 50 members of the urban farming community as samples. Data was collected through surveys, interviews, and observations with a quantitative descriptive approach. The results of the study show that the stages of the strategy have different levels of success. Strategy evaluation stages, such as partnerships with local traders and financial institutions, vertical land use and open dialogue, are not going well, while leadership training and social campaigns are pretty good. At the identification stage, increasing financial literacy and sustainable waste management systems could have improved, but collaboration with educational institutions and non-governmental organizations went well. Furthermore, the development stage shows that promoting the branding of agricultural products and innovative institutional models could be better. However, the use of biofilter technology and coaching activities and leadership rotation are going well to very well. This research provides essential insights into achieving changes towards sustainable urban farming communities and can serve as a reference for further developments in this field.