Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemberdayaan kader posyandu dalam penyusunan menu ibu hamil dan menyusui untuk pencegahan stunting Fitriyaningsih, Eva; Rachmawati, Rachmawati; Mulyani, Nunung Sri; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Lajuna, Lia; Wagustina, Silvia; Al Rahmad, Agus Hendra
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 7, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v7i2.2632

Abstract

The target community of posyandu is in accordance with the target of specific nutrition interventions for handling stunting. Posyandu is a place for pregnant, lactating mothers, infants and toddlers to get services that include maternal and child health in the form of growth and development monitoring, provision of vitamin A capsules, immunization, prevention and control of diarrhea, nutritional counseling according to their problems and family planning. Posyandu cadres are the main drivers of all activities carried out in the posyandu. One of the most basic posyandu problems is the low level of knowledge of cadres both from an academic and technical perspective, therefore to be able to provide optimal services at Posyandu, it is necessary to adjust the knowledge and skills of cadres, so that they are able to carry out Posyandu activities according to the norms, standards, procedures and criteria for developing Posyandu.In preventing stunting, the thing that must be considered is the balanced nutrition of pregnant women and nursing mothers. The purpose of this community service in general is to empower cadres to increase knowledge and skills in compiling and processing menus for pregnant women and nursing mothers as an effort to prevent stunting. The benefits of this activity are to increase the knowledge and skills of cadres in processing a balanced menu for pregnant women and nursing mothers so that cadres can provide this nutrition education widely, sustainably, and independently.Evaluation results showed a significant improvement in cadres' knowledge and skills, as evidenced by the comparison of pre-test and post-test results. A total of 85% of cadres showed a better understanding of nutrition and were able to develop a balanced menu.
Hubungan antara riwayat imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting pada balita Safitri, Naswinda; Lajuna, Lia; Juliastuti, Juliastuti; Ramli, Nurlaili; Yushida, Yushida
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1357

Abstract

Background: Stunting is one of the significant global issues hindering human development. The prevalence of stunted children under five is considered a public health concern when it reaches 20% or more. Stunting can be directly affected by infectious diseases, and immunization is an effective method to enhance immunity to prevent communicable diseases (diarrhea and ARI). Therefore, immunization plays an essential role in reducing stunting risks in children by preventing diseases, which can hinder children's growth and development. Purpose: This study aims to investigate the relationship between complete basic immunization history and the incidence of stunting in children under five years old in the working area of Ingin Jaya Public Health Center, Aceh Besar District. Method: This research employed a quantitative method with a descriptive-analytic approach and a cross-sectional study design. The study population consisted of all stunted children under five years old in the working area of Ingin Jaya Public Health Center, totaling 80 individuals. The sampling technique used was multistage cluster random sampling. Results: The findings indicated that a complete basic immunization history (p = 0.022) was significantly associated with stunting among children under five in the study area. Multivariable analysis among the variables studied at Ingin Jaya Public Health Center revealed that a complete basic immunization history was the most dominant factor influencing stunting, with the highest AOR value 0.183 (95% CI: 0.36–0.938). Conclusion: A significant relationship exists between a complete basic immunization history and the incidence of stunting among children under five in the working area of Ingin Jaya Public Health Center, Aceh Besar. Suggestion: It is recommended that the health center collaborate with community leaders to educate the public on the importance of complete basic immunization for children.
FAKTOR PEMILIHAN METODE ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI WILAYAH PUSKESMAS DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Syihab, Zakiati; Cut Nurhasanah; Lia Lajuna
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) masih tergolong rendah, meskipun AKDR termasuk dalam Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang efektif. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat pentingnya KB dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode AKDR di wilayah kerja Puskesmas Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasangan usia subur (PUS) pengguna kontrasepsi aktif sebanyak 4.058 orang, dengan sampel sebanyak 98 responden yang diambil menggunakan rumus Slovin. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan pemilihan metode AKDR adalah paritas, pengetahuan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan suami. Sementara itu, umur dan pendidikan responden tidak berhubungan secara signifikan dengan pemilihan AKDR. Kesimpulan bahwa pemilihan metode AKDR dipengaruhi oleh paritas, pengetahuan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan suami, sedangkan umur dan pendidikan tidak berhubungan secara signifikan. Namun diperlukan peningkatan edukasi dan dukungan dari petugas kesehatan dan pasangan agar penggunaan AKDR sebagai metode kontrasepsi meningkat.
Preeeklamsia: patofisiologi, diagnosis, skrining, pencegahan dan penatalaksanaan Veri, Nora; Lajuna, Lia; Mutiah, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Dewita, Dewita
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v4i1.588

Abstract

Salah satu target dalam SDGs adalah untuk mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Preeklampsia/ eklampsia merupakan penyebab kedua terbanyak kematian ibu setelah perdarahan. Prevalensi preeklampsia/ eklampsia di negara berkembang jauh lebih tinggi dibandingkan di negara maju. Preeklamsia didefinisikan sebagai hipertensi gestasional yang berhubungan dengan ibu yang baru lahir atau disfungsi uteroplasenta pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya preeklampsia antara lain usia ibu usia, nuliparitas, primigravida, obesitas, riwayat diabetes melitus, riwayat hipertensi kronik, riwayat penyakit ginjal, riwayat preeklampsia, riwayat preeklampsia keluarga, jarak antar kehamilan, tingkat sosio-ekonomi yang rendah, dan penyakit autoimun. Pencegahan preeklamsia dilakukan dengan aspirin dosis rendah, antioksidan (vitamin C dan E), vitamin D, suplemen kalsium, minyak ikan, oksida nitrat suplemen, donor oksida nitrat, asam folat, penurunan berat badan, obat antihipertensi, metformin dan aktivitas fisik. Tatalaksana preeklamsia antara lain dengan kontrol tekanan darah, pencegahan kejang, terminasi kehamilan, pengaturan cairan, diet, latihan dan tindak lanjut jangka panjang.
Literature review: Terapi komplementer untuk peningkatan kadar hemoglobin pada remaja dengan anemia Syahputra, Anda; Veri, Nora; Lajuna, Lia
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v4i2.760

Abstract

Latar Belakang: Anemia masih menjadi permasalah di masyarakat Indonesia terutama pada remaja. Anemia dapat menimbulkan risiko jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Langkah awal yang dapat dilakukan dengan pemberian tablet Fe. Terapi komplementer banyak digunakan untuk meningkatkan hemoglobin karena efek penggunaannya kecil. Tujuan: untuk mengetahui terapi komplementer untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini literature review yang menggunakan artikel dari tahun 2019 sampai 2024 dengan menggunakan database Google Scholar. Artikel yang ditelaah merupakan quasi eksperimen dan uji coba terkontrol secara acak dengan yang mendukung terapi komplementer untuk kadar hemoglobin. Hasil: Terapi komplementer yang dapat diberikan untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri adalah daun kelor, kacang hijau, kurma, buah bit dan senam. Kesimpulan: Pemberian daun kelor, kacang hijau, kurma, buah bit dan senam meripakan terapi komplementer untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri.
Pencegahan depresi postpartum: Review dan rekomendasi Veri, Nora; Lajuna, Lia; Dewita
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v4i2.765

Abstract

Perbaikan kesehatan ibu postpartum dan bayi adalah salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia. Postpartum/puerperium merupakan waktu yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ reproduksi seperti yang saat sebelum hamil. Serangkaian proses persalinan yang terjadi pada seorang wanita dapat menimbulkan terjadinya perubahan, baik itu perubahan secara fisiologis maupun perubahan secara psikologis. Manifestasi klinis pada depresi postpartum meliputi ketegangan emosional, perubahan suasana hati, rasa bersalah, agitasi, insomnia, mudah tersinggung, kecemasan, gangguan depresi, dan kebingungan yang ditandai dengan penarikan diri, sifat mengganggu, permusuhan, dan tidak menanggapi isyarat bayi. Bayi juga dapat menderita gangguan kinerja kognitif, fungsi eksekutif, kecerdasan, dan perkembangan bahasa. Depresi postpartum memiliki dampak jangka  panjang untuk kesehatan mental ibu dan pada perkembangan fisik, kognitif dan sosial anak-anak. Tindakan pencegahan dapat dilakukan melalui perencanaan kehamilan, konseling prakonsepsi, skrining depresi postpartum, aktivitas fisik, IMD, masase effleurage, terapi musik dan aromaterapi. Pencegahan depresi postpartum melalui skrining sebaiknya dilakukan pada masa kehamilan untuk mencegah terjadi depresi pada masa postpartum. Beberapa tindakan pencegahan dapat dilakukan sesuai rekomendasi dalam artikel ini. Sangat dianjurkan untuk melakukan skrining depresi postpartum sebagai pencegahan depresi.
EFEKTIFITAS PEER GROUP EDUCATION DAN PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI Sary, Yuni; Lajuna, Lia; Ramli, Nurlaili
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1565

Abstract

Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dan merupakan tahapan perkembangan yang penting dalam kehidupan. Remaja dalam memasuki masa peralihan harus dibekali dengan pengetahuan yang memadai tentang kesehatan reproduksi. Remaja mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dari teman sebaya disekolah. Pendidikan kesehatan yang diberikan oleh teman sebaya (peer group) dalam bidang kesehatan  merupakan bentuk promosi kesehatan untuk merubah perilaku hidup sehat bagi teman sebayanya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan metode peer group education dan penyuluhan terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja putri Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan two group pretest-postest design. Kelompok perlakuan mendapatkan pendidikan kesehatan dari peer/teman sebaya sedangkan kelompok kontrol mendapatkan penyuluhan dari tim peneliti tentang kesehatan reproduksi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri Kelas VIII dan IX di MTsN 3 Lhoknga  Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 156 remaja putri. Sebanyak  20 remaja putri dilatih sebagai peer educator sehingga besar sampel berjumlah 136 remaja putri. Masing-masing kelompok terdiri dari 68 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata pengetahuan pada kelompok Peer Group Education adalah sebesar 20.58 dan kelompok penyuluhan sebesar 16.28. Kesimpulan Remaja putri yang diberikan Peer Group Education 1,5 kali lebih efektif meningkat pengetahuan kesehatan reproduksi dibandingkan dengan remaja putri yang mendapatkan penyuluhan. Disarankan agar pihak sekolah dapat bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat dan melanjutkan peer education untuk memberikan pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswa. Kata Kunci : Peer Group Education, Penyuluhan, Pengetahuan kesehatan reproduksi, remaja putri
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil Mitasari, Mitasari; Juliastuti, Juliastuti; Lajuna, Lia; Sari, Yuni; Fitraniar, Iin
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1492

Abstract

Background: One of the nutritional problems among pregnant women is chronic energy deficiency (CED). CED is a condition in which pregnant women suffer from prolonged (chronic) inadequate food intake, resulting in various health problems. During pregnancy, women should meet their nutritional intake to prevent chronic energy deficiency. Purpose: This study aimed to determine the factors associated with the incidence of CED among pregnant women at Ingin Jaya Community Health Center, Aceh Besar, in 2025. Method: This research employed a quantitative approach with a descriptive-analytic design using a cross-sectional method. The study population consisted of all pregnant women with CED in the working area of Ingin Jaya Community Health Center, Ingin Jaya Subdistrict, Aceh Besar District, totaling 35 individuals. The sampling technique used was purposive sampling. Results: The findings showed that age (p = 0.038), knowledge (p = 0.049), and parity (p = 0.026) were significantly associated with chronic energy deficiency among pregnant women at Ingin Jaya Community Health Center, Aceh Besar. Conclusion: Factors associated with chronic energy deficiency among pregnant women at Ingin Jaya Community Health Center, Aceh Besar, were age, knowledge, and parity Suggestion: It is recommended that the community health center collaborate with community leaders to provide education to pregnant women regarding maternal nutrition during pregnancy and encourage the consumption of food and beverages with adequate nutritional value and calories to meet maternal nutritional needs and prevent chronic energy deficiency during pregnancy.
Terapi Preeklampsia Dengan Makanan Dan Diet Veri, Nora; Lajuna, Lia; Sabrida, Oktalia; Riza, Nelva
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v5i2.1158

Abstract

Pentingnya deteksi dini dan pemantauan Preeklampsia secara terus menerus. Hipertensi yang tidak terdiagnosis atau tidak ditangani secara memadai serta komplikasi terkait secara signifikan meningkatkan risiko kematian ibu. Perawatan prenatal komprehensif yang mencakup skrining rutin untuk hipertensi dan Preeklampsia sangat penting untuk mengidentifikasi dan menangani kehamilan berisiko tinggi secara efektif. Hasil penelitian menyatakan bahwa konsumsi bijian-bijian dan kacang-kacangan mampu menurunkan kejadian merugikan dalam kehamilan dan persalinan seperti hipertensi, diabetes mellitus gestasional, kelahiran prematur dan BBLR. Asupan sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan meningkatkan asupan mikronutrien dan antioksidan, yang dapat meningkatkan perkembangan hasil konsepsi dan kelahiran, terutama pada trimester kedua karena puncak stres oksidatif terjadi pada pertengahan kehamilan. Beberapa sumber nutrisi yang dapat digunakan sebagai terapi anti preeklampsia yaitu ikan gabus, ikan salmon, pisang kepok, kelapa kopyor dan beras hitam.
MIDWIFERY CARE FOR MRS. D IN A VILLAGE, SUB-DISTRICT INGIN JAYA, THE DISTRICT OF ACEH BESAR Shafira, Richa; Sabrida, Oktalia; Lajuna, Lia
Journal of Midwifery and Community Health (JMCH) Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Department of Midwifery, Health Polytechnic of Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jmch.v4i2.905

Abstract

Maternal and child health issues are crucial issues in healthcare because they directly impact the quality of future generations. One of the leading indicators of a country's health is the Maternal Mortality Rate (MMR). A high MMR indicates low-quality maternal healthcare services, including suboptimal antenatal care (ANC). Indonesia still faces challenges in reducing MMR, particularly in areas such as Aceh Besar Regency, which has a high maternal mortality rate. The purpose of this case report is to provide midwifery care for Mrs. D in Ajee Cut Village, Ingin Jaya District, Aceh Besar Regency, and document the results in a SOAP (Social Action Plan). The first care was provided on February 14, 2025. After data collection, the mother complained of fatigue. The examination results indicated that the mother's and fetus's conditions were within normal limits. Based on the analysis, the mother, a G2P1A0 woman at 34 weeks and 5 days of gestation, was in good condition. The care provided included education on the causes of the complaints, how to manage them, nutritional needs during the third trimester, and danger signs of pregnancy. The mother demonstrated a good understanding and was willing to follow the recommendations. Follow-up care will be provided at the next visit according to the needs and development of the mother's pregnancy.