Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERANCANGAN BUKU VISUAL BERBENTUK DIARY SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI AFIRMASI UNTUK ANAK PERTAMA Ardani, Shilvia Putri; Arwin Ramli; Ria Sapitri; Zhila Zhalila Qurrata A’yun
JURNAL RUPA MATRA Vol. 4 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/jdkv.v4i2.858

Abstract

Di era modern, isu kesehatan mental semakin mendapat perhatian, terutama pada anak dan remaja. Salah satu kelompok yang sering terabaikan adalah anak pertama, yang kerap memikul tanggung jawab besar serta menghadapi ekspektasi tinggi orang tua. Kondisi ini dapat menimbulkan tekanan emosional dan menurunkan kepercayaan diri bila tanpa dukungan memadai. Penelitian ini merancang buku visual berbentuk diary sebagai media komunikasi afirmasi yang memadukan teks dan ilustrasi. Buku ini menjadi ruang aman untuk refleksi diri, menyalurkan emosi melalui writing therapy, serta mendorong komunikasi empatik dalam keluarga. Media ini juga diharapkan berkontribusi pada kampanye kesadaran akan pentingnya kesehatan mental anak pertama.
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI TENTANG MENJAGA KESEHATAN MATA SEBAGAI BENTUK PENCEGAHAN MATA MINUS UNTUK ANAK USIA 6 – 8 TAHUN Yohealyn Himelia Dwi; Ria Sapitri; Dinda Okta Dwiyanti Ridwan Gucci; saputra, renaldi
JURNAL RUPA MATRA Vol. 2 No. 1 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama pandemi COVID-19, teknologi menjadi media pembelajaran secara daring agar mencegah penyebaran dan membatasi kontak fisik. Namun, pandemi yang turut menurunkan aktivitas masyarakat di luar rumah ini menjadi pemicu fenomena Myopia Booming, alias terjadinya ledakan mata minus yang terutama banyak terjadi pada anak-anak. Karena itu, perancangan buku ilustrasi ini bertujuan untuk membantu anak memahami pentingnya menjaga dan merawat mata sebagai pencegahan mata minus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara orangtua, observasi kebiasaan anak, survei toko buku, kuesioner, studi literatur terkait perancangan buku ilustrasi anak, serta proses perancangan mencakup perencanaan, pra roduksi, produksi, dan pasca produksi. Melalui buku ilustrasi ini, diharapkan anak-anak mulai menjaga dan merawat matanya dengan baik, serta membantu para illustrator pemula yang ingin merancang buku ilustrasi.
PERANCANGAN ILUSTRASI BUKU ANAK TENTANG BAGIAN TUBUH YANG BERSIFAT PRIVASI (BODY BOUNDARIES) UNTUK ANAK USIA 4-6 TAHUN Cut Annisa Novianti; Ria Sapitri
JURNAL RUPA MATRA Vol. 2 No. 1 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body Boundaries, yang juga dikenal sebagai batas tubuh, adalah aturan pribadi yang tidak terlihat yang menentukan apa yang dianggap sebagai sentuhan yang 'baik' dan 'tidak baik'. Ini melibatkan kemampuan untuk mengenali keinginan dan kebutuhan pribadi serta beradaptasi dengan lingkungan dan orang lain. Ini juga merupakan cara bagi anak-anak untuk lebih mengantisipasi potensi pelecehan.Penting untuk mengajarkan kepada anak-anak usia 4-6 tahun tentang bagian tubuh yang bersifat privasi sebagai bagian dari Body Boundaries. Anak-anak pada usia ini mungkin belum memahami konsep tersebut karena kurangnya edukasi dari orang tua. Oleh karena itu, perancangan buku ilustrasi bertujuan untuk membantu mereka memahami pentingnya menjaga tubuh dengan menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh disentuh.
PERANCANGAN BUKU VISUAL BERBENTUK DIARY SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI AFIRMASI UNTUK ANAK PERTAMA Ardani, Shilvia Putri; Arwin Ramli; Ria Sapitri; Zhila Zhalila Qurrata A’yun
JURNAL RUPA MATRA Vol. 4 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/jdkv.v4i2.858

Abstract

Di era modern, isu kesehatan mental semakin mendapat perhatian, terutama pada anak dan remaja. Salah satu kelompok yang sering terabaikan adalah anak pertama, yang kerap memikul tanggung jawab besar serta menghadapi ekspektasi tinggi orang tua. Kondisi ini dapat menimbulkan tekanan emosional dan menurunkan kepercayaan diri bila tanpa dukungan memadai. Penelitian ini merancang buku visual berbentuk diary sebagai media komunikasi afirmasi yang memadukan teks dan ilustrasi. Buku ini menjadi ruang aman untuk refleksi diri, menyalurkan emosi melalui writing therapy, serta mendorong komunikasi empatik dalam keluarga. Media ini juga diharapkan berkontribusi pada kampanye kesadaran akan pentingnya kesehatan mental anak pertama.
Seminar “Architecture, Photography and Preservation Ofcities” pada Peserta The English Access Microscholarship Program (Access) Vitka Learning Center (VLC) Muhammad Adi Sukma Nalendra; Dimas Akmarul Putera; Ria Sapitri; Dany Kurnia Gunawan; Zhilla Zhalila Qurrata A’yun; Tommy Andrea Gunawan; Jihan Nur Annisa
Jurnal Tiyasadarma Vol. 4 No. 1 (2026): Juli 2026 | Jurnal Tiyasadarma
Publisher : LPPM ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/48hdmt90

Abstract

Batam City is undergoing rapid urban development, which poses challenges to the preservation of architecture and the urban environment, while young people’s awareness of the historical and cultural value of city buildings remains low. This community service activity aimed to improve the understanding of participants of The English Access Microscholarship Program (ACCESS) at Vitka Learning Center (VLC) regarding the relationship between architecture, photography, and city preservation, while integrating it with learning to write descriptive texts in English. The methods used were community education through a seminar, basic photo-essay training, and field photography practice followed by narrative composition. Data were collected through observation, activity documentation, assessment of all participant works by two raters using a four-aspect rubric on a 1–4 scale, and a retrospective post-then-pre questionnaire completed by all 20 participants and analysed using the Wilcoxon signed-rank test. The seminar was held on 21 April 2025 at ACCESS VLC Batam and was attended by 20 participants. Rubric assessment of 20 works yielded a mean of 3.24 out of 4.00 (SD = 0.30), with 25% rated very good and 75% rated good. Relevance to the preservation theme scored highest (3.27), while narrative coherence of the photo sequence scored lowest (3.17). Self-rated scores rose from 1.79 to 4.21 on a 5-point scale (W = 0; z = −3.92; p < .001; r = 0.88), although these figures should be read as participant perception given the risk of inflation bias. Comparing both instruments revealed a divergence: the aspect participants perceived as most improved scored lowest in the work assessment. The output was participants’ photo-essay works that can be developed into a photo-essay book as a public education medium.