Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : WAL'AFIAT HOSPITAL JOURNAL

Uji Efektifitas Madu sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Salmonella Thypii Secara In Vitro Arni Isnaini Arfah; Moch Erwin Rachman; Ekarisma Faradita Wardihan
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.928 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.60

Abstract

Sampai saat ini demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan di negara-negara tropis termaksud Indonesia. Demam Tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhii. Bakteri ini, merupakan patogen yang spesifik menyerang saluran pencernaan manusia yang masuk kedalam tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Penyakit ini merupakan penyakit yang menular yang dapat menyerang banyak orang mulai dari usia balita, anak-anak dan dewasa. Pengobatan penderita demam tifoid dengan terapi supportif yakni tirah baring dan pemberian gizi yang cukup serta pemberian antibiotik. Menurut Depkes RI 2009 pemberian antibiotik berupa kloramfenikol. Akan tetapi Sejak zaman Nabi Muhammad SAW madu telah di pergunakan untuk pengobatan sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah An-Nahl ayat 69 yang artinya “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan” Maka dari ayat ini, penulis ingin mengetahui efektisitas madu sebagai antibakteri terhadap bakteri Salmonella thypii. Penelitian ini menggunakan true experimental post test dengan menggunakan Madu yang diencerkan ke dalam konsentrasi 35%, 50%, 75% dan 100% menggunakan dua replikasi, yang mana masing-masing replikasi yang kemudian di rendam didalam paper disk, kemudian ditanam kedalam biakan bakteri Salmonella thypii. Dan dibandingkan dengan kelompok kontrol positif Kloramfenikol 500 mg. Hasil penelitian menunjukkan Zona hambat minimal (ZHM) bersifat sensitif terhadap bakteri Salmonella thypii dengan masing-masing pada replikasi I konsetrasi 50% (36,05mm), konsentrasi 75% (27,30mm) dan konsentrasi 100% (36, 05mm). Sedangkan replikasi II, pada konsentrasi 50% (26,53mm), pada konsentrasi 75% (26,56mm) dan konsentrasi 100% (32,64mm).
Co-Authors A. Dhedie Prasatia Sam Adelia Dwi Resti Agung Dirgantara Agung Dirgantara Ahmad Ardhani Pratama Ahmad Fahd Alifian Andi bayan Zhafirah Andi Husni Esa Darussalam Andi Masdipa Andi Masipa Andi Nailah Andi Sitti Fahirah Anna Sari Dewi Arina Fathiyyah Arina Fathiyyah Arifin Arina Fathiyyah Arifin Armanto Makmun Asrini Safitri Dahlia Dahlia Dahliah Dahliah Dian Amelia Abdi Dian Fahmi Utami Ekarisma Faradita Wardihan Eny Arlini Wello Farah Ekawati Mulyadi Febie Irsandi Syahruddin Febie Irsandy Fendy Dimartyono Fendy Dwimartyono Hermiaty Nasruddin Ida Royani Ilma Khaerina A.B Imran Syafei Irmayanti Haidir Bima Irna Diyana Kartika K Irna Diyana Kartika Kamaluddin Lisa Yuniati Lisa Yuniaty M Hamsah M. Erwin Rachman M. Hamsah Marliyanti Nur Rahmah Akib Marlyanti Rahmah Akib Moch Erwin Rachman Muh. Mursyid Muhammad Alim Jaya Muhammad Mursyid Nasruddin Andi Mappaware Nasrudin Andi Mappaware Nemal Anugrahyanti Nurfachanti Fattah Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rasfa yanah Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Ratih Natasha Ratih Natasha Maharani Reny Purnamasari Juhamran Rezky Putri Indarwati Abdullah Santriani Hadi Shofiyah Latief Shulhana Mocktar Sidrah Darma Sigit Dwi Pramono Sri Irmandha Kusumardhani Sri Julyani Sri Vitayani Sri Wahyu Sri Wahyuni Gayatri Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syarifuddin Wahid Utomo Andi Pangnguriseng Wirawan Harahap Wiriansya, Edward Pandu Yusriani Mangarengi Zulfah midah Zulfah Midah Zulfahmidah Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam