Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

DESAIN LAPANGAN PAMEDAN AHMAD YANI SEBAGAI TAMAN KOTA TANJUNGPINANG BEBASIS KEBUDAYAAN MELAYU KEPULAUAN RIAU Raharjo, Dhimas Setoyudho Anggoro; Hadi, Akhmad Arifin
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2024): Vol.12, No. 1, April 2024
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v12i1.420

Abstract

Green Open Space was an instrument to provide an open space for people to do some activities that can be city icons. Pamedan Ahmad Yani Field was one of the city's icons in Tanjungpinang, but the design has not implemented the local culture into its design. Local culture can be used or implemented as a site appeal. This research aims to provide a redesign of Pamedan Ahmad Yani Field as a city park using local culture in the site design. Riau Islands culture was adapted considering the site location located in Tanjungpinang, Riau Islands, which is popular with its culture and literature, Gurindam 12. Questionnaires were distributed to 93 people to gain visitors' data and their perspectives about redesigning using local culture in the site design. The concept applied in the design is Modern-Local Cultural (Moltural), which combines local culture with current design developments. This research contains a series of designs consisting of commissioning, analysis, problem definition, conceptual studies, preliminary/schematic designs, site plans, and construction documents, with the final result in the form of designs with a local cultural approach consisting of working drawings and illustrations.
DESAIN LANSEKAP SEAMEO BOGOR SEBAGAI KAWASAN AGROEDUWISATA Rachmanto, Eurico Pratama; Hadi, Akhmad Arifin
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2024): Vol.12, No. 1, April 2024
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v12i1.597

Abstract

SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) BIOTROP is a center for the study of tropical biology under the coordination of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology. Its activities include research, training, networking, and personnel exchange and information dissemination in tropical biology. More than 5000 visitors per year take advantage of the facilities and resources available at BIOTROP. To maximize this potential, BIOTROP has launched an Agro-Edu-Tourism program. The concept of Agro-Edu-Tourism was chosen because the main activities at BIOTROP are research in the field of tropical biology and agriculture in a broad sense, as well as tourism activities are considered as one of the most developing industries in the world. The aim of this research is to design the BIOTROP landscape that can be used as a facility for agroedutourism and enhance ecosystem services. The basic concept of this design is to maximizes the functions of the existing BIOTROP area, which currently serves as a tourist destination with a foundation in agriculture and education. The proposed basic concept is "Familiarizing oneself with Agriculture", where visitors are invited to get closer to agricultural products, engage in recreational activities in agricultural areas, and experience firsthand farming activities such as land cultivation, planting, caring for crops, and harvesting. Additionally, this research contains a series of designs consisting of project acceptance, analysis, conceptual studies, schematic designs, site plan, and construction drawings. The final results of this research are recommendation concept, site plan, detailed drawings, and design illustrations.
AGROEDUTOURISM LANDSCAPE DESIGN IN KIARASARI VILLAGE SUBANG REGENCY Sukandar, Mila Cornelia; Hadi, Akhmad Arifin
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.20880

Abstract

Desa Kiarasari yang terletak di Kabupaten Subang memiliki bentang alam persawahan padi yang luas dengan bentuk lahan yang relatif datar. Kawasan persawahan yang luas tersebut merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi Kawasan Agroedutourism . Namun demikian pusat kegiatan Agroedutoursim masih belum ada. Oleh karena itu direncanakan pengembangan Lapangan Desa Kiarasari menjadi pusat Agroeduwisata Kiarasari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang Pusat Agrowisata Desa Kiarasari sebagai sarana rekreasi, budaya serta edukasi bagi masyarakat Kiarasari. Adapun metode yang digunakan adalah metode survei menggunakan drone untuk mengidentifikasi dan menganalisis aspek biofisik tapak dan sekitarnya serta kuisioner dan wawancara kepada 50 responden warga Kiarasari dan 50 responden non-kiarasari untuk memperoleh informasi kebutuhan dan preferensi calon pengunjung atas konsep Agroedutourism Kiarasari. Berdasarkan hasil survei dan wawancara diketahui bahwa tapak dikelilingi area persawahan yang luas dengan suhu udara yang panas di siang hari. Selain itu responden memerlukan fasilitas pemasaran produk dan cinderamata, panggung hiburan, parkir kendaraan, olahraga dan bersantai. Untuk mencegah kemonotonan, tapak didesain dengan mengkomposisikan elemen-elemen lanskap hardscape dan vegetasi penaung berdasarkan prinsip-prinsip desain, serta menerapkan pola desain radial dengan material dan warna yang menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung. Manfaat dari penelitian ini adalah site plan yang dihasilkan dapat menjadi acuan desain bagi pemerintah dan investor dalam Pembangunan pusat Agroedutourism Kiarasari.
Redesain Taman tegar Beriman Cibinong dengan Pendekatan Elemen Lanskap Ramah Pandemi Pada Pasca Kenormalan Baru Retnogumi, Yudyastri; hadi, akhmad arifin
MARKA (Media Arsitektur dan Kota) : Jurnal Ilmiah Penelitian Vol 8 No 2 (2025): January
Publisher : Prodi Arsitektur Universitas Matana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33510/marka.2025.8.2.97-116

Abstract

The global spread of Covid-19 in Indonesia has posed severe challenges. The government has implemented access restriction policies to prevent the spread of the virus. While beneficial in the context of health, these policies have negatively impacted individuals' physical and mental well-being, as humans inherently require open spaces for tranquility, contemplation, and others. However, many city parks have been abandoned during the pandemic due to a lack of supporting facilities, including Taman Tegar Beriman. Given these conditions, this research aims to redesign Taman Tegar Beriman using a pandemic-friendly landscape approach incorporating the new normal concept. Spatial and descriptive analysis methods are employed to process physical, biophysical, and health data and identify community preferences. The design stages include analysis, schematic concepts, site plans, and construction drawings. The fundamental concept of this redesign is to optimize the function of Taman Tegar Beriman as a city park that is safe from the risk of virus transmission. The design concept draws inspiration from the radial and linear forms of the virus, which are then applied to the spatial layout, circulation, and facilities within the park. The design results can be a reference in rebuilding Tegar Beriman Park, which can adapt to future pandemic conditions.
DESAIN LANSKAP TELAGA SUNDA SEBAGAI KAWASAN EDUTOURISM Rahmat Akhirul Amin; Akhmad Arifin Hadi
Jurnal Arsitektur Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata edukasi merupakan program yang memadukan unsur kegiatan wisata dengan muatan edukasi di dalamnya. Danau Talaga Sunda merupakan salah satu kawasan yang berpotensi menjadi pengembangan ekowisata di Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan aspek fisik dan biofisik, sosial dan budaya, dan legalitas dalam pengolahan data yang bertujuan untuk merancang desain ekowisata Danau Talaga Sunda. Permasalahan lingkungan yang terjadi pada kawasan Danau Talaga Sunda antara lain: rendahnya kualitas air, kualitas tanah yang rentan erosi dan penurunan keberagaman vegetasi dan satwa akibat aktivitas tambang. Konsep dasar yang direncanakan yaitu ekowisata dengan pengembangan wisata edukasi. Konsep ini dipertimbangkan dari hasil wawancara dengan pengelola, latar belakang kondisi tapak sebagai lahan bekas tambang, dan potensi yang dapat dioptimalkan dari tapak. Penelitian ini menghasilkan produk desain berupa gambar siteplan, gambar potongan, perspektif desain, rencana penanaman, dan gambar detil teknik dari beberapa elemen hardscape yang direncanakan. Desain lanskap Danau Talaga Sunda dapat menjadi pertimbangan dan rekomendasi bagi pengelola dan pihak terkait dalam mengembangkan arah kepariwisataan yang berkelanjutan untuk Danau Talaga Sunda dengan berlandaskan prinsip ekowisata
PENDEKATAN ECO-DESIGN DALAM DESAIN LANSKAP HUTAN KOTA EDUFOREST BEKASI Hanif, Muhammad Faig; Hadi, Akhmad Arifin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.7560

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Bekasi baru hanya memenuhi sekitar 16% dari total luas kawasan. Jika dibandingkan dengan minimal luas RTH di kawasan perkotaan sebesar 30%, maka perlu dilakukan pemenuhan luas dan pengoptimalan kualitas RTH. Hutan Kota Eduforest Bekasi (HKEB) merupakan RTH yang berpotensi menjadi penyedia manfaat ekologis bagi Kabupaten Bekasi berupa daerah resapan air karena belum terbetonisasi. Namun, HKEB memiliki permasalahan berupa tata kelola hidrologi, erosi tanah, penyediaan kebutuhan dasar satwa, pengelolaan sampah organik, dan pengadaan fasilitas serta belum memiliki solusi detail secara spasial sehingga fungsinya sebagai penyedia manfaat ekologis serta sebagai ruang rekreasi, edukasi, dan sosial belum dirasakan secara optimal. Tujuan penelitian ini ialah untuk menghasilkan desain lanskap HKEB dengan prinsip eco-design atau pendekatan ekologis pada proses perencangannya. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif serta metode desain berupa program-based design. Konsep dasar berupa Eco-edu-recreational Forest dan konsep desain yang mengadaptasi morfologi kantung madu dalam pengembangan HKEB digunakan untuk menanggapi berbagai potensi dan kendala. HKEB dapat dioptimalkan kualitasnya sebagai RTH melalui pendekatan eco-design. Peningkatan fungsi ekologi, rekreasi, edukasi, dan sosial tapak dilakukan dengan konservasi air, tanah, vegetasi, serta penggunaan elemen desain fisik yang optimal. Fungsi-fungsi yang telah ditingkatkan mampu membentuk ekosistem hutan kota yang produktif, menciptakan rangkaian kegiatan rekreatif dan edukatif, serta memberdayakan ruang terbuka hijau menjadi ruang publik yang optimal.
DESAIN LANSKAP KOMPLEKS STADION PAKANSARI BERBASIS BIOMIMIKRI Ritonga, Najma Muzayyan; hadi, akhmad arifin
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.22541

Abstract

Proses urbanisasi dan kebutuhan akan kualitas hidup menyebabkan tuntutan yang lebih tinggi terhadap pasokan dan kualitas ruang hijau publik. Ruang publik yang dibutuhkan oleh pengguna dapat diekspresikan dalam desain lanskap stadion yang indah, nyaman, dan fungsional untuk digunakan sebagai infrastruktur yang mendukung kegiatan olahraga. Lanskap stadion memiliki peran RTH yang penting untuk dimaksimalkan. Kawasan Stadion Pakansari diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau publik sekaligus menjadi lokasi pendukung kegiatan olahraga aktif yang memiliki nilai regeneratif dan ekologis dari konsep biomimikri yang akan diadopsi dalam konsep. Konsep biomimikri merupakan sebuah pendekatan dengan cara mengambil, mentransfer, dan mengintegrasikan inspirasi dari alam atau proses-prosesnya ke dalam sebuah desain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan desain lanskap stadion berupa ruang terbuka hijau publik dan mendorong kegiatan olahraga. Metode yang digunakan berupa pendekatan analisis spasial, deskriptif kualitatif, dan deskriptif kuantitatif yang diperoleh melalui metode simulasi 3D, observasi lapang, studi pustaka, kuesioner offline, dan wawancara. Alternatif desain yang dihasilkan akan menentukan desain akhir sebagai bentuk respon preferensi masyarakat.
Disharmoni Perencanaan Ruang Hadi, Akhmad Arifin; Mulya, Setyardi Pratika; Iskandar, Teguh Muhammad
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 2 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0502.567-572

Abstract

Perencanaan yang ideal dan berkelanjutan masih menjadi harapan seluruh manusia. Tahapan perencanaan ruang di Indonesia sudah diatur dalam Undang-undang Nomer 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (cq. Undang-undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020). Meskipun telah diatur secara undang-undang namun disharmoni perencanaan ruang masih terjadi di Indonesia sampai saat ini. Berbagai kebijakan dan regulasi dalam penyelenggaran perencanaan ruang telah ditetapkan. Namun demikian, di era disrupsi adaptasi perencanaan dengan pendekatan teknologi informasi perlu dilakukan, guna memperkecil ketidakpastian. Rekomendasi pelengkapan, penambahan, perbaikan standar teknis penyelenggaraan perencanaan ruang telah disajikan dalam naskah ini. Urgensi dari usulan ini adalah terciptanya suatu efisiensi dan efektivitas pembangunan sebagai implementasi dari rencana tata ruang di setiap levelnya dapat terwujud.
Evaluasi Kualitas Estetika Lanskap Kawasan Ekowisata Cengkih Afo, Ternate, Maluku Utara Rianate, Clara Arabella; Gunawan, Andi; Hadi, Akhmad Arifin
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl-faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v16i2.55285

Abstract

“Cengkih Afo” is one of the original varieties of cloves from the city of Ternate. Currently, the Cengkih Afo area has been developed into a tourist destination that offers the beauty of nature, local culture and the Cengkih Afo Clove Tree itself. However, some areas within the region are not well-maintained, necessitating further evaluation of the aesthetic quality of the Cengkih Afo tourist area to enhance its existing tourism potential. The study aims to evaluate the aesthetic quality of the Cengkih Afo recreation area based on visitor perception. Method used in this research was the descriptive method by using the Scenic Beauty Estimation (SBE) and Semantic Differential (SD) analysis. The research results show the Cengkih Afo ecotourism area has very diverse aesthetic qualities as indicated by the SBE (Scenic Beauty Estimate) value, from the lowest value (SBE = -45) to the highest value (SBE = 113). High aesthetic quality shows that natural and artificial features are integrated harmoniously, neatly (orderly), and safe to move inside. The moderate aesthetic quality shows that the relationship between the two features is less harmonious and the forming elements are less neatly arranged. Low aesthetic quality indicates the presence of landscape elements that endanger visitors. Redesign is one of the important recommendations for improving the aesthetic quality of the ecotourism area.
Identifying Impressive Landscape Objects Based on Geotagged Photographs (A Case Study of Self-Portraits and Ordinary Photos) Hadi, Akhmad Arifin; Mizuuchi, Yusuke; Honjo, Tsuyoshi; Furuya, Katsunori
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2017.005.02.02

Abstract

Photographs are important elements in ecotourism activities. The current research utilizes respondents' geotagged photographs to explore the potential landscape objects with its locations. The study invited 61 respondents to come to Bukit Kucing Forest and capture impressive landscape objects. The study used Getis-Org Gi* Hotspot analysis tools in ArcGIS to identify hotspots places based on the numbers of closest photos captured points to five-meters trail segments. There were 1,712 geo-tagged photographs consist of 412 self-portraits and 1,300 ordinary photographs collected from respondents. The finding shows that geotagged photographs, both self-portraits and ordinary photographs, performed hotspots places that containedimpressive landscape objects including: physical structures, wide opening area and panoramic views. Self-portraits' hotspots which were detected more spread and less number than ordinary photographs were able to perform places that werenot detected in ordinary photographs' hotspots. The current work shows that geotagged self-portraits is able to be utilized as object research in identifying hotspots of impressive landscape spaces and objects. The maps of geotagged photographs both ordinary photographs and self-portraits are able to be used as information of visitors' preferences for developing masterplan of ecotourism. Keywords: forest, Geotagged, hotspots, photographs, self-portraits.