Articles
Kecakapan Interaksi Sosial Siswa Autis Disekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi SMP Negeri 23 Padang
Agustina Karyati;
Jon Efendi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.034 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsisikan seperti apa sebenarnya kemampuan anak autis dalam berinteraksi di lingkungan sekolah penyelenggara pendidikan iklusi. Pada kenyataanya anak berkebutuhan khusus jenis autis yang bersekolah di inklusi mampu berinteraksi seperti anak normal pada umumnya. Empat pernyataan penelitian yang sesuai dengan aspek-aspek interaksi sosial siswa autis di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi diajukan berhubungan dengan tujuan penelitian. Pengkajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang, yaitu anak berkebutuhan khusus gangguan autisme serta informan penelitian berjumlah tiga orang. penelitian dilakukan dilingkungan sekolah SMP Negeri 23 Padang serta lingkungan kediaman subjek. Jalan pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak autis FZ dapat interaksi sosial dengan baik seperti anak normal pada umumnya di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi asalkan guru serta teman sebaya lebih banyak memberikan stimulus pada anak agar anak dapat berbaur serta dapat beradaptasi dengan lingkungan.
Efektivitas Role Playing untuk Mengurangi Perilaku Agresif Anak dengan Gangguan Perilaku
Khairina Khairina;
Jon Efendi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (544.651 KB)
Perilaku agresif yang dilakukan anak adalah dengan cara menyerang secara fisik ataupun verbal, perilaku ini tidak hanya merugikan orang lain tetapi juga dirinya sendiri. Gangguan perilaku salah satu tipe gangguan tunalaras dimana anak sulit dalam menyesuaikan diri dan berperilaku yang tidak sesuai dengan norma yang berada dilingkungan sekitarnya. Melalui pemberian pelatihan keterampilan sosial dengan teknik bermain peran diharapkan perilaku agresif anak dapat dikurangi.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang berbentuk Single Subject Research dengan desain multiple baseline cross variable disain garfik A-B-A. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah seorang anak dengan gangguan perilaku berjenis kelamin laki-laki yang duduk di kelas IV. Data diukur menggunakan frekuensi untuk melihat berapa kali anak melakukan tindakan perilaku agresif berkata kasar dan memukul. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung. Penelitian ini dianalisis dalam bentuk penyajian analisis visual dan grafik.
Efektivitas Celengan untuk Melatih Pembiasaan Menabung bagi Siswa Down Syndrome
Iza Nurjanah;
Jon Efendi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.357 KB)
This study aims to determine the effectiveness of the medium piggy bank in getting used to saving children with Down syndrome grade IV in the SLB Kasih Ummi Padang. This study included aexperiment single subject research (SSR)with ABA design and data analysis techniques using graphical visual analysis. Subjects in this study were children with Down syndrome. Thetarget behavioral in this study is that children are accustomed to saving on their own consciousness. Data measured by the frequency in the analysis included the number of observationsconditions baseline as much as four weeks, the condition of intervention as much as four weeks andconditions baseline both for five minggu.Hasil this study indicate that the media piggy bank saving refraction effective in training students with Down syndrome child is evident from the results of analysis on thecondition baseline secondthat children save every day for three consecutive weeks previously in thecondition of the baseline child does not save at all and in conditions of intervention the child saves every day for four consecutive weeks.
Meningkatkan Keterampilan Memasak Rendang Pakis Menggunakan Video Tutorial pada Peserta Didik Tunarungu
Wulan Puspa Rani;
Jon Efendi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/juppekhu1145500.64
Penelitian ini berfokus pada peningkatan kemampuan memasak rendang pakis menggunakan media video tutorial. Dilakukannya penelitian bertujuan mencari tahu bagaimana peningkatan kemampuan peserta didik tunarungu setelah menggunakan video tutorial. Jenis penelitian tindakan kelas yang merupakan metode penelitian serta pendekatan yang digunakan adalah pendekan kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 3 orang peserta didik tunarungu. Teknik analisis data yang dipakai oleh peneliti adalah mengumpulkan data, mereduksi serta menarik kesimpulan. Kegiatan dilakukan dalam dua siklus, dimana setiap siklusnya diawali dengan mengumpulkan data, melaksanakan tindakan, melakukan pengamatan serta refleksi. Hasil penelitian yang diperoleh peserta didik pada siklus I mengalami peningkatan, tetapi masih ada beberapa langkah-langkah yang perlu diperbaiki sehingga dilanjutkan siklus II. Pada siklus II peserta didik sudah mengalami peningkatan dan telah nilai yang diperoleh telah mencapai batas KKM. Jadi terbukti bahwa keterampilan memasak rendang pakis mengalami peningkatan yang signifikan menggunakan media video tutorial pada peserta didik tunarungu.
Meningkatkan Kemampuan Menggosok Gigi Menggunakan Game Menggosok Gigi Pada Siswa Tunagrahita Ringan
Winda Wahyuni;
Jon Efendi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/juppekhu1144870.64
This study focused on improving the ability to brush teeth using a tooth brushing game. This study aims to find out how the process of brushing teeth by using a game of brushing teeth for students with light impairment. This research use a form of qualitative approach with this type of class action research is a research method that will be used. The subject of this study is aimed at self-building learning brushing teeth. The data analysis techniques used in this study are collecting data, reducing data and drawing conclusions. Research is carried out as many as two cycle, each cycle begins with planning, action, observation and reflection. The results obtained in the first cycle of each learner experienced an increase but only one student research the KKM limit while in the cycle two learners had increased and obtained the value of reaching the KKM limit. Conclusion of ability to brush teeth experienced a significant increase using the game of brushing teeth.
Keterampilan Vokasional Bercocok Tanam dengan Hidroponik Melalui Model Explicit Instruction Bagi Anak Autis Kelas X di SLB Autisma YPPA Padang
Lia Cahyani Harahap;
Jon Efendi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/juppekhu1101620.64
Anak autis yang memiliki kemampuan akademik jauh tertinggal dibanding anak pada umumnya. Hal ini menyebabkan anak tidak mampu bersaing. Anak autis juga akan tumbuh dewasa dan tidak selamanya di damping oleh guru dan orang tuanya. Sehingga mereka harus dibekali soft skill untuk lebih mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu soft skill adalah bercocok tanam. Namun kondisi sekolah yang sempit sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan bercocok tanam secara konvensional. Oleh karena itu peneliti melakukan percobaan “meningkatkan keterampilan bercocok tanam sawi dengan hidroponik melalui model explicit instruction”. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen semu atau quasi eksperiment, dengan desain kelompok tunggal pretest dan posttest. Penelitian ini di laksanakan di SLB Autisma YPPA Padang pada kelas X dengan anak autis berjumlah lima orang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan bercocok tanam sawi dengan hidroponik di SLB Autisma YPPA Padang pada anak kelas X mengalami peningkatan. Dapat disimpulkan model explicit instruction dapat meningkatkan keterampilan bercocok tanam sawi dengan hidroponik bagi anak autis kelas X di SLB Autisma YPPA Padang.
Efektivitas Metode Demonstrasi dalam Meningkatkan Kemampuan Bercocok Tanam Bawang Daun pada Anak Tunagrahita Ringan
Rahmah Sari Dewi;
Jon Efendi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/juppekhu1146280.64
Children with mental retardation have low intellectual abilities and abilities compared to children in general. Children with mental retardation can still do simple work although they still need supervision. So that they can be given skills and have life skills and are able to be economically independent. One of the skills that can be given is farming. The school also has a large enough land to be used as a place to grow crops using polybags. Therefore, the researchers conducted an experiment "increasing the ability to grow leek using the demonstration method". The method used is pre-experimental, using a pretest and posttest single group design. The implementation of this research at SLB Kasih Ibu in Pekanbaru with five children with mild mental retardation. Based on the results of the Wilcoxon test in this study, it showed that the ability to cultivate leeks in mild mentally retarded children in class VII students had increased. The conclusion that can be drawn is that the demonstration method can improve the ability to grow leeks in class VII mild mentally retarded children at SLB Kasih Ibu.
Analisis Aspek-Aspek Literasi Sains Pada Buku Kurikulum 2013 Tema 1 Kelas IV SD
Hirma Meuthia;
Jon efendi;
Riska Ahmad
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/jems.v9i1.8667
Science education has a strategic role in preparing quality human resources to face this era of globalization. Science literacy is a measure of the success of science learning in schools. This study aims to determine the level of scientific literacy in 2013 Curriculum Book Theme 1 Class IV SD which emphasizes the dimensions of scientific literacy, including: science as a body of knowledge, science as a way to investigate, science as a way of thinking and interacting with science, technology and society.This type of research is a quantitative descriptive study. The population in this study were all material in the 2013 Curriculum Student Book Theme 1 Class IV SD. The sample in this study were several pages in the analyzed book that were related to scientific literacy with the sampling technique using purposive sampling. The instrument used is the observation result. The data is filtered using a category sheet containing the indicators of scientific literacy which are then identified in each paragraph, the occurrence of these indicators is converted into a percentage for each category. The results showed that in general, the books analyzed showed more aspects of science as science as a way of investigating by 48.5%; science as a body of knowledge of 26.5; science as a way of thinking of 22.1%, and the interaction of science, technology and society by 2.9%. Overall, the student books used reflect the four categories of scientific literacy but there is no balance in the four categories and there are several sub-indicators of aspects that do not appear in the book.
Efektivitas model outreach counseling dalam meningkatkan kemandirian anak tunagrahita
Jon Efendi;
Rendy Amora J
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/146800
Penelitian ini merupakan pengujian efektivitas terhadap model Outreach counseling dalam meningkatkan kemandirian anak tunagrahita. Melalui Single Subjeck Research Disign (SSRDs) dengan menggunakan A-B-A Desain. Temuan menunjukkan; 1) kondisi aktual kemandirian anak tunagrahita belum sepenuhnya mandiri, 2) uji efektivitas bahwa, model outreach counseling dapat; menurunkan persentase tidak mandiri, meningkatkan kemandirian dengan bantuan, dan meningkatkan kemandirian bagi anak tunagrahita sedang. Model outreach counseling ini direkomendasikan agar dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai koordinator bimbingan, guru-guru, orang tua, anggota keluarga, dan melibatkan lingkungan terdekat dengan anak tunagrahita sedang.
The Development of Guidance Counselling Program through Teaching and Learning Activities for Improving Self-Determination of Students with Intellectual Disability
Jon Efendi
Journal of ICSAR Vol 3, No 1 (2019): January
Publisher : Department of Special Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.567 KB)
|
DOI: 10.17977/um005v3i12019p058
The autonomy of mild intellectually disabled children is their capabilities to help themselves (self-help). The result of this research is a teacher program which guides autonomy for the mild intellectually disabled students. The research was conducted through the action research approach resulting in “Autonomy Guidance Program” which was arranged collaboratively with teachers of SPLB-C YPPLB Cipaganti Bandung, and then was examined through a seminar. Autonomy guidance that is provided to mild intellectually disabled students are introduction to their characteristics, self-care, plan their daily activities, guidance to do activities consequently, guidance to make a decision, and practice to think positively. The implementation through some practices that were started at low level, consecutively, give guidance, motivation and control that need the participation and cooperation of students’ parents, teachers, and other experts.