Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Yoga untuk Mengatasii Ketidaknyamanan Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Duren Semarang Diens Nanda Ela Permana; Kartika Sari; Ayu Fitria Ningsih; Nugraheny Latiefah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is one of the stages of life that must be prepared by a woman, in the process of physiological and psychological changes due to an increase in estrogen and progesterone. The process of adaptation to deal with these changes must be prepared from the beginning of pregnancy. maturity will have an important role in pregnancy (Guyton, A.C., and Hall, J.E. 2008). Pregnancy is a beautiful period, major changes in the body with short ones often cause some disturbances and complaints that reduce enjoyment during pregnancy (Suananda, 2018). Lower back pain is the most commonly reported muscle and bone problem in pregnancy. The hormones progesterone and relaxin cause the joints to soften, especially along the spinal column, as the center of gravity changes as the game progresses, generally contributing to back pain complaints. Upper back pain is associated with increased breast size and postural factors often associated with working conditions. Lower back pain with lordosis that results when the increased weight of the uterus pulls the spine away from the body line (Linda, 2008).This study aims to determine the level of knowledge of pregnant women TM III. Pregnancy is one of the stages of life that must be prepared by a woman, in the process of pregnancy physiological and psychological changes occur due to an increase in estrogen and progesterone. The process of adaptation to deal with these changes must be prepared from the beginning of pregnancy. Careful preparation will have an important role in pregnancy. In the process of adaptation, it is not uncommon for pregnant women to experience discomfort, although it is physiological but still needs to be given a prevention and treatment, some of the third trimester discomforts in pregnant women include frequent urination 50%, vaginal discharge 15%, constipation 40%, flatulence 30%, swelling in the legs 20%, leg cramps 10%, headaches 20%, striae gravidarum 50%, hemorrhoids 60%, shortness of breath 60% and back pain 70%. Yoga exercise carried out in the third trimester of pregnancy can reduce the complaints felt by pregnant women during the third trimester, one of which is back pain What is used is by demonstrating prenatal yoga directly The evaluation of this activity showed that there was an increase in knowledge about the benefits of yoga for pregnant women Yoga can be used as a non-pharmacologic method to overcome discomfort in TM III pregnant women AbstrakKehamilan merupakan salah satu tahap kehidupan yang harus dipersiapkan oleh seorang perempuan, dalam proses kehamilan terjadi perubahan fisiologis dan psikologis karena adanya peningkatan estrogen dan progesterone. Proses adaptasi untuk menghadapi perubahan ini harus sudah disiapkan semenjak awal kehamilan. Persiapan yang matang akan mempunyai peran penting dalam kehamilan (Guyton, A.C., dan Hall, J.E. 2008). Masa kehamilan adalah masa yang indah, tetapi perubahan besar pada tubuh dengan waktu yang singkat sering menimbulkan beberapa gangguan dan keluhan yang mengurangi kenikmatan pada masa kehamilan (Suananda, 2018). Sekitar 50% – 72% dari wanita ketika hamil mengalami nyeri punggung bawah, nyeri akan meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Ibu hamil mengeluh nyeri punggung bawah. Karena itu terganggunya aktivitas fisik sehari-hari seperti naik tangga (47%), berjalan (40%), bekerja berat (28%), berpartisipasi dalam latihan (30%), terganggu kualitas tidur (58%), 10% dari semua ibu hamil yang mengeluh nyeri punggung bawah terpaksa mengambil cuti dari pekerjaannya.Nyeri punggung bagian atas berhubungan dengan peningkatan ukuran payudara dan faktor-faktor postural yang sering dihubungkan dengan kondisi pekerjaan. Nyeri punggung bagian bawah dihubungkan dengan lordosis yang diakibatkan jika peningkatan berat uterus menarik tulang belakang keluar dari garis tubuh (Linda, 2008). Nyeri punggung pada kehamilan harus mendapatkan penanganan yang serius agar aktifitas ibu hamil tidak terganggu. Nyeri punggung dapat menyebabkan gejala yang mencegah ibu hamil untuk menjalani aktifitasnya dengan normal, seperti gangguan motorik, susah tidur, bahkan depresi (Wahyuni & Prabowo, 2012). Upaya untuk mengatasi keluhan nyeri punggung yaitu biasanya dengan terapi farmakologis dan terapi non farmakologis. Senam yoga kehamilan (Prenatal Gentle Yoga) merupakan bagian dari terapi non farmakologis yang dapat menurunkan nyeri (Sindhu, 2009). Senam yoga yang dilakukan pada kehamilan trimester III dapat mengurangi keluhan yang dirasakan ibu hamil selama trimester III salah satunya yaitu nyeri punggung (Devi M, 2014).Yoga selama kehamilan merupakan salah satu jenis modifikasi dari hatha yoga yang disesuaikan dengan kondisi ibu hamil. Tujuan prenatal yoga adalah untuk mengurangi keluhan-keluhan ibu selama kehamilan serta mempersiapkan ibu hamil secara fisik, mental, dan spiritual untuk proses persalinan. Dengan persiapan matang, sang ibu akan lebih percaya diri dan memperoleh keyakinan menjalani persalinan dengan lancar dan nyaman (Pratignyo, 2014).Metode Yang digunakan yaitu dengan penyuluhan diawali dengan pretest, mendemonstrasi prenatal yoga secara langsung dengan menggunakan media leaflet ,dan diakhiri dengan posttes.
Hubungan Berat Badan Bayi Baru Lahir dengan Kejadian Ruptur Perineum Persalinan Normal Cici Angraini; Kartika Sari; Nurdiana; desi_safitri08 desi_08; Bq Yulia Sri Aprian
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perineal rupture is the second leading cause of vaginal delivery. Factors causing perineal rupture include delivery position, how to push, delivery leadership, newborn weight and condition of the perineum. The greater the birth weight of the baby, the greater the risk perineal rupture. From 8 multiparous mothers in March 2011 It was found that most of the mothers had grade I lacerations as many as 4 people with normal birth weight (2500-4000 g). The majority of mothers who gave birth experienced grade I lacerations with adequate birth weight (between 2500-4000 grams) as many as 40 people (48.8%), while at least the mothers who gave birth experienced grade IV lacerations with a baby's birth weight more (more than 4000 grams). ) as many as 1 person (1,2%). For this reason, health workers are expected to carry out early detection and monitoring of fetal growth and development and provide IEC to pregnant women regarding the relationship between newborn weight and birth canal lacerations. Abstrak Ruptur perineum penyebab kedua pada persalinan pervaginam. Faktor penyebab ruptur perineum antara lain posisi persalinan, cara meneran, pimpinan persalinan, berat badan bayi baru lahir dan keadaan perineum. Semakin besar berat badan bayi yang dilahirkan akan meningkatkan resiko terjadinya ruptur perineum. Dari 8 orang ibu multipara pada bulan Maret 2011 didapatkan sebagian besar ibu mengalami Laserasi derajat I sebanyak 4 orang dengan berat badan lahir normal (2500-4000 gr). Mayoritas ibu bersalin mengalami laserasi derajat I dengan berat badan lahir bayi cukup (antara 2500-4000 gram) sebanyak 40 orang (48,8 %), sedangkan paling sedikit ibu bersalin mengalami laserasi derajat IV dengan berat badan lahir bayi lebih (lebih dari 4000 gram) sebanyak 1 orang (1,2 %). Untuk itu petugas kesehatan diharapkan melakukan deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang janin serta memberikan KIE kepada ibu hamil mengenai kaitan berat badan bayi baru lahir.
Pengabdian Mayarakat pada Ibu Hamil, Nifas, Balita dan Catin yang Beresiko Tinggi di Desa Banaran Kabupaten Sragen 2022 Eys22 novianti; Kartika Sari; Zumrotul Qomariyah; Dea Ayu Sartika; Putri Darwati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community is a social group that lives in one place, interacts with each other, knows each other, and has the same interests and interests. The role of health workers, especially midwives, is required to provide MCH, family planning and women's health services throughout their life cycle, both promotive, preventive and curative in accordance with the principles of primary health care. Students are able to carry out community service and evaluation in the village of Banaran, Kontakmacan sub-district, Sragen district. Methods : This community service activity targeted 31 pregnant women, 2 postpartum mothers, 3 couples of prospective brides, and 32 toddlers. This activity was initially carried out using observation, interview methods and direct midwifery care services, such as counseling/counseling, finding solutions, assistance in problem solving and evaluation of high-risk targets in collaboration with village midwives. Community service consists of providing individual counseling about knowledge to pregnant women at high risk of anemia, consuming Fe tablets, and the importance of P4K stickers to find if there is a problem and go to a health worker as soon as possible. Counseling about the lack of knowledge of mothers of infants under five about nutrition and are willing to apply intake patterns in fulfilling their child's nutrition through breastfeeding and complementary feeding. Counseling for postpartum mothers about balanced nutrition and applying it to fulfill nutritional intake during the postpartum period which greatly affects their breast milk. Counseling about premarital preparation. In the evaluation, the activities were attended by the target, village midwives and posyandu cadres. The highest priority problems occur in pregnant women, toddlers, postpartum women, and brides-to-be. So that midwifery care services are carried out on targets with problems that occur and from the results of implementing the problems can be resolved properly. Therefore health workers are obliged to provide counseling in these cases so that they can be resolved quickly. Abstrak Komunitas merupakan kelompok sosial yang tinggal dalam satu tempat, saling berinteraksi, saling mengenal, dan memiliki minat dan interest yang sama. Peran tenaga kesehatan khususnya tenaga bidan dituntut untuk memberikan pelayanan KIA, KB, dan kesehatan wanita sepanjang siklus kehidupannya baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif sesuai dengan prinsip primary health care. Tujuan: Mahasiswa mampu melaksanakan Pengabdian masyarakat dan mengevaluasi di desa Banaran, kecamatan Sambungmacan, kabupaten Sragen. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini sasarannya pada ibu hamil yang berjumlah 31 orang, ibu nifas berjumlah 2 orang, calon pengantin berjumlah 3 pasang, dan bayi balita berumlah 32 orang. Kegiatan ini awalnya dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara serta melakukan pelayanan asuhan kebidanan secara langsung, seperti penyuluhan/konseling, mencari solusi, pendampingan dalam pemecahan masalah dan evaluasi pada sasaran yang beresiko tinggi dengan berkolaborasi bersama bidan desa. Hasil: Pengabdian masyarakat terdiri dari memberikan konseling individu tentang pengetahuan pada ibu hamil beresiko tinggi anemia, mengkonsumsi tablet Fe, dan pentingnya stiker P4K untuk menemukan jika ada masalah dan secepat mungkin mendatangi tenaga kesehatan. Konseling tentang kurangnya pengetahuan pada ibu bayi balita tentang gizi dan bersedia mengaplikasikan pola asupan dalam pemenuhan nutrisi anaknya melalui ASI dan MP-ASI. Konseling pada ibu nifas tentang gizi seimbang dan mengaplikasikan untuk pemenuhan asupan nutrisi pada masa nifas yang sangat berpengaruh terhadap ASI nya. Konseling tentang persiapan pranikah. Dalam evaluasi, kegiatan dihadiri oleh sasaran,bidan desa dan kader posyandu. Kesimpulan dan Saran: Prioritas masalah tertinggi terjadi pada ibu hamil, balita, ibu nifas, dan calon pengantin. Sehingga dilakukan pelayanan asuhan kebidanan pada sasaran dengan masalah yang terjadi dan dari hasil pelaksanaan masalah dapat diatasi dengan baik. Maka dari itu tenaga kesehatan wajib untuk memberikan penyuluhan pada kasus tersebut agar dapat diatasi secara cepat.
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas elis widyawati muhammad fahrurrozy alwi; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Decreased production and expenditure of breast milk in the first days after delivery can be caused by a lack of stimulation of the hormones prolactin and oxytocin which play a very important role in the smooth production and release of breast milk. Efforts to stimulate the release of the hormone oxytocin can be done by doing oxytocin massage. In order for breast milk production to run smoothly, postpartum mothers need knowledge about oxytocin massage in smooth breastfeeding. The purpose of this study was to determine the knowledge of postpartum mothers about oxytocin massage in the smoothness of breastfeeding at PMB Nanik Asmawati, S.Tr.Keb.Bdn. This type of research uses a quantitative descriptive. The population in this study, namely all postpartum mothers were in two places, namely at PMB Nanik Asmawati, S.Tr.Keb.Bdn., and RSIA Artiva Bunda Yogyakarta from November-December 2022, totaling 30 respondents and the sample used was 30 respondents. The research method uses total sampling and data collection uses a questionnaire. Analysis with univariate analysis using the frequency distribution. The results of the study interpreted that most of the knowledge of postpartum mothers about oxytocin massage in smooth breastfeeding was sufficient (70%), the knowledge of postpartum mothers regarding the meaning of oxytocin massage was sufficient (66.7%), the knowledge of postpartum mothers about the benefits of oxytocin massage was sufficient ( 66.7%), the knowledge of postpartum mothers about how to do oxytocin massage is less (53.3%). The results of this study can be concluded that the majority of postpartum mothers about oxytocin massage in smooth breastfeeding are knowledgeable enough (70%). The results of this study can be used as input material for postpartum mothers in order to increase their knowledge and skills in an effort to increase breast milk, especially oxytocin massage. Abstrak Penurunan produksi dan pengeluaran ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormone prolaktin dan oksitosin yang sangat berperan dalam kelancaran produksi dan pengeluaran ASI usaha untuk merangsang pengeluaran hormone oksitosin dapat dilakukan dengan melakukan pijat oksitosin. Agar produksi ASI berjalan dengan lancar, maka diperlukan pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin dalam kelancaran ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin dalam kelancaran ASI di PMB Nanik Asmawati, S.Tr.Keb.Bdn. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu nifas berada di dua tempat yaitu di PMB Nanik Asmawati, S.Tr.Keb.Bdn., dan RSIA Artiva Bunda Yogyakarta dari bulan November-Desember 2022 yang berjumlah 30 responden dan sampel yang digunakan sejumlah 30 responden. Metode penelitian menggunakan total sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa dengan analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian di interpretasikan sebagian besar pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin dalam kelancaran ASI cukup sebesar (70%), pengetahuan ibu nifas tentang pengertian pijat oksitosin cukup sebesar (66,7%), pengetahuan ibu nifas tentang manfaat pijat oksitosin cukup sebesar (66,7%), pengetahuan ibu nifas tentang cara melakukan pijat oksitosin kurang sebesar (53,3%) Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu nifas tentang pijat oksitosin dalam kelancaran ASI berpengetahuan cukup sebesar (70%), Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukkan untuk ibu nifas agar dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam upaya memperbanyak ASI khususnya pijat oksitosin
Literatur Review: Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR uswatun hasanah; kartika sari; linda anggraini; nur suci khairunisa; diana risky amanda; dewi setiawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iron deficiency anemia is a problem with a fairly high frequency, which increases with increasing gestational age. The proportion of low birth weight babies is greater in pregnant women who suffer from anemia. The difference in baby birth weight was not significant except for pregnant women in the third trimester and term. The 2015-2030 Sustainable Development Goals (SDGs) target in the health sector is to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) to below 70 per 100,000 live births and end preventable infant and under-five deaths, by reducing the Neonatal Mortality Rate to at least 12 per 1000 births live and Under-5 Mortality Rate of 25 per 1000 live births. The Indonesian government's efforts in terms of maternal and infant health are contained in articles 10 and 11 of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Np. 28 of 2017 concerning permits and implementation of midwife practice in maternal and child health services both in prevention in the form of early detection, health promotion by providing IEC and treatment. One way is by forming antenatal classes that can be beneficial for pregnant women. The purpose of this study was to determine the relationship between anemia in pregnant women and the incidence of LBW. The method used in this research is the literature review method using a comprehensive strategy both nationally and internationally, such as articles in research journal databases, internet searches, review of articles including Google Scholar with the keyword anemia in pregnant women with low birth weight events. The selected articles are Indonesian and English articles published from 2010-2020. There are 8 journals in this study (6 national journals and 2 international journals). About the relationship of anemia in pregnant women with the incidence of LBW. Literature review of 8 journals have a relationship between anemia in pregnant women and the incidence of LBW and 2 journals show that there is no relationship between anemia in pregnant women and the incidence of LBW. Based on the results of the research and discussion previously described, it can be concluded that. The results of the literature review show that there is a relationship between anemia in pregnant women and the incidence of LBW. The results of the literature review show that the incidence of anemia is influenced by multifactors. Abstrak Anemia defisiensi zat besi merupakan salah satu masalah dengan frekuensi yang cukup tinggi yaitu dan makin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Proporsi kejadian berat bayi lahir rendah lebih besar pada ibu hamil yang menderita anemia. Perbedaan berat lahir bayi tidak signifikan kecuali pada ibu hamil trimester ketiga dan aterm. Target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2015-2030 dalam sektor kesehatan adalah mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) hingga dibawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah, dengan menurunkan Angka Kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Balita 25 per 1000 kelahiran hidup. Upaya pemerintah Indonesia dalam hal kesehatan ibu dan bayi terdapat pada pasal 10 dan 11 Peraturan Menteri Kesehatan RI Np. 28 Tahun 2017 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak baik itu dalam pencegahan berupa deteksi dini, promosi kesehatan dengan pemberian KIE dan penanganan. salah satu caranya dengan membentuk kelas antenatal yang dapat bermanfaat untuk ibu hamil. Tujuan penelitian inu untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review ini menggunakan strategi secara komprehensif baik nasional maupun internasional, seperti artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain Google Scholar dengan kata kunci anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Artikel yang dipilih adalah artikel bahasa Indonesia dan inggris yang dipublikasikan sejak tahun 2010-2020. Jurnal di dalam penelitian ini berjumlah 8 jurnal (6 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional). Tentang hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. literatur review dari 8 jurnal menunjukkan 6 jurnal ada hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR dan 2 jurnal menunjukkan bahwa tidak ada hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa. Hasil literatur review menunjukkan bahwa adanya hubungan anemia pada ibu hamil dan kejadian BBLR .
Literature Review Teknik Mengurangi Nyeri pada Persalinan Anggraini Khoirum Ningdiah; Kartika sari; Ayu Fitria Ningsih; Lussy Iskandiani; Clara Lawra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of labor is a natural phenomenon which for most women is subjectively felt as a process of pain that causes anxiety and fear simultaneously. Labor pain is a subjective experience caused by ischemia of the uterine muscles, pulling and traction on the uterine ligaments, traction on the ovaries, fallopian tubes and distension of the lower uterine, pelvic floor muscles and perineum. The Indonesian Hospital Association Data Center explained that 15% of mothers in Indonesia experienced childbirth complications and 21% stated that the labor they experienced was a painful delivery because they felt extreme pain, while 63% did not receive information about the preparations that must be made to reduce pain in labor. Various efforts to reduce pain in labor, both pharmacologically and non-pharmacologically. The non-pharmacological methods used are distraction with birth balls, effluent massage, aromatherapy, warm compresses and breath relaxation. The purpose of this literature review research is to find out techniques to reduce pain in labor. The research method used is literature review. Article searches were carried out on Google Scholar and PubMed with the keywords techniques to reduce labor pain. The selected articles are articles in Indonesian and English which were published from 2016 to 2021 in eight journals that can be accessed in full text in pdf format. The results showed that there was an effect of applying the birth ball technique, efllurage massage, aromatherapy, warm compresses and breathing relaxation on reducing the level of pain in the first stage of labor in active mothers. Abstrak Masa persalinan merupakan fenomena alamiah yang bagi kebanyakan perempuan secara subjektif dirasakan sebagai proses nyeri yang menimbulkan kecemasan dan takut secara bersamaan. Nyeri persalinan merupakan sebuah pengalaman subjektif disebabkan oleh iskemik otot uteri, penarikan dan traksi ligament uteri, traksi ovarium, tuba fallopii dan distensi bagian bawah uteri, otot dasar panggul dan perineum. Pusat Data Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia menjelaskan bahwa 15% ibu di Indonesia mengalami komplikasi persalinan dan 21% menyatakan bahwa persalinan yang dialami merupakan persalinan yang menyakitkan karena merasakan nyeri yang sangat, sedangkan 63% tidak memperoleh informasi tentang persiapan yang harus dilakukan guna mengurangi nyeri pada persalinan. Berbagai upaya untuk menurunkan nyeri pada persalinan, baik secara farmakologi ataupun dengan nonfarmakologi. Metode nonfarmakologi yang diterapkan adalah distraksi dengan birth ball, efllurage massage, aromaterapi, kompres hangat dan relaksasi nafas. Tujuan penelitian literature review ini adalah untuk mengetahui teknik mengurangi nyeri pada persalianan. Metode penelitian yang digunakan yaitu literature review. Penelusuran artikel dilakukan pada google scholar dan pubmed dengan kata kunci teknik mnegurangi nyeri persalinan. Artikel yang dipilih adalah artikel berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris yyang dipublikasikan sejak 2016 sampai dengan 2021 sebanyak delapan jurnal yang dapat diakses fulltext dalam format pdf. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penerapan teknik birth ball, efllurage massage, aromaterapi, kompres hangat dan relaksasi nafas terhadap penurunan tingkat nyeri persalinan kala I pada ibu aktif.
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP NYERI HAID REMAJA PUTRI Kartika Sari; Isri Nasifah; Anggun Trisna
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 02, DESEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i02.283

Abstract

Kartika Sari 1) , Isri Nasifah2), Anggun Trisna3)1), 2), 3) DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Ngudi WaluyoE-mail : kartikanaka@gmail.com,.inasifah@gmail.com,.anggun.trisna@yahoo.co.idABSTRAKSaat menstruasi datang, wanita kadang mengalami nyeri haid (disminore) dimana sifat dan tingkat rasa nyeri yang bervariasi dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.  Prevalensi dismenore di Indonesia sebesar 64, 25% yang terdiri dari 54,8% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder.  Pada umumnya 50-60% wanita diantaranya memerlukan obat-obatan analgesic untuk mengatasi masalah dismenore ini, dimana penggunaan obat dalam jangka panjang akan menyebabkan penderita mengalami ketergantungan obat. Yoga merupakan salah satu teknik non farmakologi untuk menangani nyeri haid yang  memberikan efek distraksi sehingga dapat mengurangi kram abdomen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain Quasi Experimental (Pre Post Test Design).  Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi D3 Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo dengan sampel remaja putri yang mengalami nyeri haid yang dibagi menjadi 2 kelompok,  yang terdiri dari 1 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri haid antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok yoga berdasarkan hasil uji Wilcoxon dengan perbandingan nilai p=0.001<0,05.  Sedangkan pada kelompok kontrol intensitas nyeri sebelum dan sesudah perlakuan tidak mengalami perbedaan dengan nilai p=0.492 >0,05.  Terdapat perbedaan durasi nyeri antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok yoga berdasarkan hasil uji Wilcoxon dengan  nilai p=0.000<0,05.  Sedangkan pada kelompok kontrol durasi nyeri sebelum dan sesudah perlakukan tidak mengalami perbedaan yang ditunjukkan dengan nilai p=0,298>0,05.  Masyarakat hendaknya memanfaatkan senam yoga sebagai salah satu cara untuk mengurangi nyeri haid karena tehnik tersebut murah dan dapat dipraktikkan sendiri tanpa bantuan orang lain.Kata Kunci : Nyeri Haid, YogaTHE INFLUENCE OF YOGA EXERCISES ON MENSTRUAL PAIN IN YOUNG WOMENABSTRACTWhen menstruation comes, women sometimes experience menstrual pain (dysmenorrhea) where the varying nature and level of pain can interfere with daily activities.  The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 64, 25% consisting of 54.8% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary dysmenorrhea.  In general 50-60% of women need analgesic medication to overcome this dysmenorrhea problem, where in the long-term drug use will cause the patient to experience drug dependence.Yoga is one of the non-pharmacological techniques to deal with menstrual pain which gives a distraction effect, so it can reduce abdominal cramps.This research was conducted using Quasi Experimental design (Pre Post Test Design).  This research was carried out in the Ngudi Waluyo University Midwifery D3 Study Program, with a sample of young women who experienced menstrual pain which was divided into 2 groups, which is consists of 1 treatment group and 1 control group.The results showed that there was a difference in the intensity of menstrual pain between before and after treatment in the yoga group based on the results of Wilcoxon test with a comparison of p = 0.001 <0.05.  Whereas in the control group the intensity of pain before and after treatment did not experience a difference with a value of p = 0.492> 0.05.  There is a difference in the duration of pain between before and after treatment in the yoga group based on the results of Wilcoxon test with p = 0.000 <0.05.  Whereas in the control group the duration of pain before and after treatment did not experience a difference indicated by the value of p = 0.298> 0.05Keywords: Pain in Menstruation, Yoga
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. T Umur 33 Tahun G2P1A0 dengan KEK di Puskesmas Larangan Kab. Brebes Silvie Nurbaeni; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care or continuity of midwifery care is an approach that is carried out continuously from pregnancy, childbirth, postpartum, to newborn care. This aims to improve the quality of maternal and infant health and ensure optimal monitoring. This care aims to provide an overview of continuity of care midwifery care for Mrs. R, 25 years old. The method in providing Continuity Of Care care uses a case study approach with direct observation and recording of care provided from the first trimester of pregnancy to the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, infant care to family planning. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of continuous midwifery care succeeded in increasing maternal compliance in undergoing prenatal care, minimizing complications during childbirth, and providing better knowledge about newborn care. The mother showed good health conditions during and after the delivery process, and the baby was born healthy. The continuity of care approach to Mrs. R showed positive results, providing a significant impact in improving maternal and infant health. Continuous midwifery care is highly recommended to be implemented in health facilities to ensure holistic monitoring of maternal and infant health.   Abstrak Continuity of care atau kesinambungan asuhan kebidanan adalah pendekatan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta memastikan pemantauan yang optimal. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan Continuity Of Care pada Ny. T usia 33 tahun. Metode dalam memberikan asuhan Continuity Of Care ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi langsung dan pencatatan asuhan yang diberikan dari kehamilan trimester Pertama sampai hamil trimester ke 3, Persalinan, masa nifas, perawatan bayi sampai dengan KB. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari Asuhan kebidanan yang berkesinambungan berhasil meningkatkan kepatuhan ibu dalam menjalani perawatan prenatal, meminimalkan komplikasi saat persalinan, serta memberikan pengetahuan yang lebih baik mengenai perawatan bayi baru lahir. Ibu menunjukkan kondisi kesehatan yang baik selama dan setelah proses persalinan, dan bayi lahir dengan sehat. Pendekatan continuity of care pada Ny. T menunjukkan hasil yang positif, memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkesinambungan sangat dianjurkan untuk  diterapkan di fasilitas kesehatan guna memastikan pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara holistik.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S Usia 25 Tahun G2P1A0 di PMB Nur Ika Sari Desa Lebak, Kec. Bringin, Kab. Semarang Tahun 2025 Gabriella Aula; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Continuity of care is a therapeutic relationship between women and health workers, particularly midwives, in allocating comprehensive services and knowledge. In this care, the author used a descriptive research method, collecting data through interviews, observation, physical examinations, and supporting examinations. This study began on September 27, 2025, and ended on November 30, 2025. Midwifery care provided to Mrs. Yang lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 2 pregnancy visits, 2 postpartum visits, 2 neonates, childbirth and family planning visits at PMB Nur Ika Sari. In Mrs. S, the patient's pregnancy process did not experience problems during TM I and TM II, in TM III complained of back pain so complementary therapy was carried out to treat back pain. In the delivery process Mrs. N experienced labor pain so the author provided complementary counterpressure therapy care. In the care of BBL By. Mrs. S, IMD was carried out, Vit K injections and eye ointments were given, one hour later HB 0 immunization was given. In postpartum midwifery care on the 1st day, the mother said that her breast milk had come out a little, but was still confused about how to breastfeed properly so the author provided midwifery care by providing IEC breastfeeding techniques and on the 3rd day, complementary postpartum care was carried out, namely oxytocin massage. In providing midwifery care, KB mothers have been given counseling and decided to use 3-month injection KB at PMB Nur Ika Sari. Continuity of care continues to apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards. This research emphasizes the importance of midwives' role in providing comprehensive and continuous midwifery services. Midwives and clients are expected to implement the care provided during prenatal, postpartum, and newborn visits to provide health and educational benefits to both mothers and babies.   Abstrak Continuity  of  care  dalam  kebidanan  adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru  lahir  serta  pelayanan  keluarga  berencana yang menghubungkan kebutuhan   kesehatan   perempuan khususnya  dan  keadaan  pribadi  setiap  individu.  Hubungan pelayanan kontinuitas adalah hubungan terapeutik antara perempuan dan petugas Kesehatan khususnya bidan dalam mengalokasikan pelayanan serta pengetahuan secara komprehensif. Dalam asuhan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan   penunjang. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 27 September 2025 sampai dengan 30 November 2025. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. S yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, nifas 3 kali, neonatus 3 kali, persalinan dan KB dilakukan di PMB Nur Ika Sari. Pada Ny. S Proses kehamilan pasien tidak mengalami masalah selama TM I dan TM II, pada TM III  mengeluh nyeri pinggang maka dilakukan komplementer untuk menangani nyeri pinggang.  Pada proses persalinan Ny. N mengalami nyeri persalinan sehingga penulis memberikan asuhan terapi komplementer counterperesure. Pada asuhan  BBL By. Ny. S dilakukan IMD, Pemberian injeksi Vit K dan Salep mata, Satu jam setelahnya dilakukan pemberian imunisasi HB 0. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari  ke  1  ibu  mengatakan  ASI  sudah keluar sedikit, tetapi masih bingung untuk cara menyusi yang benar  sehingga penulis   memberikan   asuhan   kebidanan   dengan memberikan  KIE  Teknik menyusui dan pada hari ke 3 dilakukan asuhan komplementer nifas yaitu pijat oksitosin. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan   konseling   dan   memutuskan   untuk menggunakan  KB suntik 3 bulan di  PMB Nur Ika Sari. Asuhan  kebidanan  berkelanjutan  (continuity  of  care) selanjutnya  selalu  menerapkan  manajemen  kebidanan, mempertahankan  dan  meningkatkan  kompetensi  dalam memberikan asuhan sesuai standar pelayanan kebidanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan. Bagi  bidan  dan  klien  diharapkan  agar  bisa  menerapkan asuhan  yang  telah  diberikan  selama  kunjungan  hamil, nifas,   bayi   baru   lahir   dan   neonatus   sehingga   dapat memberikan  manfaat  kesehatan  dan  pengetahuan  pada ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. A Umur 26 Tahun G1P0A0 di Wilayah Kerja Puskesmas Semowo Sri Sulistyani; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, the postpartum period, and the neonatal period are physiological processes that have the potential to pose risks to both the mother and the infant. An optimal effort to ensure maternal and neonatal safety is the implementation of Comprehensive Midwifery Care (Continuity of Care/COC). The COC care provided to Mrs. A aimed to deliver continuous and integrated midwifery services during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning (FP) for a primigravida mother (G1P0A0). This study used a case study method with a descriptive design. The subject was a second-trimester pregnant woman at 29 weeks of gestation in the working area of Semowo Public Health Center. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, SOAP documentation, and review of the Maternal and Child Health (MCH) handbook, using Varney’s midwifery management approach. The results showed that during pregnancy, Mrs. A experienced common discomforts in the second and third trimesters, such as fatigue and sleep disturbances. She received education on adequate rest, relaxation techniques, balanced nutrition, and danger signs of pregnancy. The childbirth process progressed normally, and the baby was born healthy with anthropometric measurements appropriate for gestational age, while initial screenings (CHT and OAE) showed normal results. During the postpartum period, Mrs. A experienced nipple soreness, for which breast care education and proper breastfeeding techniques were provided. During neonatal visits, the baby exhibited sleep disturbances, and baby massage was performed to improve sleep quality and bonding. In the family planning stage, Mrs. A chose the implant contraceptive method after receiving counseling, and the insertion was successfully completed.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, dan neonatus merupakan proses fisiologis yang berpotensi menimbulkan risiko bagi ibu dan bayi. Upaya optimal yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan maternal dan neonatal adalah melalui penerapan Asuhan Kebidanan Komprehensif (Continuity of Care/ COC). Asuhan COC pada Ny. A bertujuan memberikan pelayanan kebidanan secara menyeluruh dan berkesinambungan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir (BBL), dan keluarga berencana (KB) pada Ny. A G1P0A0. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah ibu hamil Trimester II usia 29 minggu di wilayah Puskesmas Semowo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi SOAP, serta telaah buku KIA, dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan, Ny. A mengalami ketidaknyamanan Trimester II–III seperti cepat lelah dan gangguan tidur, sehingga diberikan edukasi tentang istirahat cukup, teknik relaksasi, nutrisi seimbang, dan tanda bahaya kehamilan. Proses persalinan berlangsung normal, dan bayi lahir sehat dengan antropometri sesuai usia gestasi, serta hasil skrining awal (SHK dan OAE) menunjukkan hasil normal. Pada masa nifas ditemukan keluhan puting lecet sehingga dilakukan edukasi perawatan payudara dan teknik menyusui yang benar. Pada kunjungan neonatus, bayi mengalami gangguan tidur sehingga diberikan intervensi pijat bayi (baby massage) untuk meningkatkan kualitas tidur dan bonding. Pada tahap KB, Ny. A memilih kontrasepsi implan setelah menerima konseling dan pemasangan telah dilakukan.