Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Intensitas Nyeri Sendi, Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur dengan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Pagesangan Jundini, Dyah Farah; Sherliyanah, Sherliyanah; Anditiarina, Dasti; Rinayu, Nisia Putri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nhhfkg26

Abstract

Penurunan kualitas hidup pada lansia sering dipengaruhi oleh keluhan nyeri sendi, rendahnya aktivitas fisik, serta gangguan kualitas tidur. Di Puskesmas Pagesangan, keluhan musculoskeletal termasuk dalam sepuluh besar penyakit terbanyak pada lansia, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas nyeri sendi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Pagesangan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan rancangan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 110 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner EQ-5D-5L untuk kualitas hidup, PASE untuk aktivitas fisik, SQS untuk kualitas tidur, serta Numeric Rating Scale (NRS) untuk intensitas nyeri sendi, yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami nyeri sendi sedang (46,4%), aktivitas fisik buruk (58,2%), kualitas tidur buruk (36,4%), dan kualitas hidup buruk (39,1%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri sendi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah bahwa peningkatan aktivitas fisik, pengendalian nyeri sendi, serta perbaikan kualitas tidur berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. The Relationship between Joint Pain Intensity, Physical Activity and Sleep Quality with the Quality of Life of the Elderly at Pagesangan Community Health Center Abstract The decline in quality of life among older adults is often associated with joint pain, low physical activity, and poor sleep quality. In Pagesangan Public Health Center, musculoskeletal disorders are among the ten most common diseases in the elderly, indicating the urgency of this study. This research aimed to analyze the relationship between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults. A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted involving 110 elderly respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the EQ-5D-5L questionnaire to measure quality of life, the Physical Activities Scale for the Elderly (PASE) for physical activity, the Sleep Quality Scale (SQS) for sleep quality, and the Numeric Rating Scale (NRS) for joint pain intensity. All instruments were tested and declared valid and reliable. Data analysis consisted of univariate and bivariate analysis using the Spearman Rank correlation test with SPSS software. The results showed that most respondents experienced moderate joint pain (46.4%), poor physical activity (58.2%), poor sleep quality (36.4%), and poor quality of life (39.1%). Statistical analysis indicated significant relationships between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults (p < 0.05). In conclusion, managing joint pain, improving physical activity, and enhancing sleep quality are important factors in improving the quality of life of the elderly.
Hubungan Jenis Kelamin, Persepsi Citra Tubuh, dan Penggunaan Media Sosial Dengan Body Dysmorphic Disorder Pada Remaja di SMA X Mataram Ida Bagus Ari Satya Daniswara; Lusiana Wahyu Ratna Wijayanti; Nisia Putri Rinayu; Dewi Utary
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.24476

Abstract

ABSTRACT Body Dysmorphic Disorder (BDD) is a psychological disorder characterized by excessive preoccupation with perceived physical flaws that are minimal or not objectively observable. Factors presumed to contribute to BDD include gender, body image perception, social media use, and bullying. Objective to determine the relationship between gender, body image perception, and social media influence with the incidence of Body Dysmorphic Disorder among adolescents at SMA X Mataram. This study employed a cross-sectional design using a cluster sampling technique with a total of 103 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate methods, with the Spearman’s Rank test applied for correlation analysis. The findings showed a significant relationship between gender and the level ofBody Dysmorphic Disorder (BDD) (p- value = 0.013), a significant relationship between body image perception and BDD (p-value = 0.000), and a significant relationship between social media use and BDD (p-value = 0.003). There is a significant association between gender, body image perception, and social media use with the level of Body Dysmorphic Disorder among adolescents. These findings indicate that BDD is a multifactorial condition influenced by the interaction of various contributing factors. Keywords: Body Dysmorphic Disorder (BDD), Gender, Body Image Perception, Social Media Use.  ABSTRAK Body Dysmorphic Disorder (BDD) merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan preokupasi berlebihan terhadap kekurangan fisik yang bersifat minimal atau tidak tampak secara objektif. Faktor yang berperan meliputi jeniskelamin, persepsi citra tubuh, penggunaan media sosial, dan bullying. Tujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, persepsi citra tubuh, dan pengaruh media sosial dengan kejadian Body Dysmorphic Disorder pada remaja di SMA X Mataram. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik cluster sampling pada 103responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat Body Dysmorphic Disorder (BDD) (p-value 0,013), terdapat hubungan signifikan antara persepsi citra tubuh dengan tingkat BDD (p-value 0,000), serta terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan tingkat BDD (p-value 0,003). Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, persepsi citra tubuh, dan penggunaan media sosial dengan tingkat Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa BDD merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor. Kata Kunci: Body Dysmorphic Disorder (BDD), Jenis Kelamin, Persepsi Citra Tubuh, Penggunaan Media Sosial.