Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PRODUKTIVITAS

Analisis Kualitas Pelayanan PDAM Tirta Senentang di Kabupaten Sintang Yeni Yeni; Joko Susilo
Jurnal Produktivitas: Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Pontianak Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Produktivitas: Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Pontianak
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.667 KB) | DOI: 10.29406/jpr.v7i1.1843

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan Perusahaan Air minum Daerah (PDAM) Tirta Senentang Kabupaten Sintang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survei, yaitu penelitian yang diambil suatu sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. populasi dalam peneliitian ini adalah sebanyak 100 responden yang menjadi konsumen pada PDAM Tirta Senentang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangggapan responden terhadap kualitas pelayanan PDAM Tirta Senentang menunjukkan resonden tanggapan tidak baik (-), di mana nilai gap <1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor ServQual dimensi kehandalan (reliability) sebesar -0.47, dimensi daya tanggap (responsiveness) sebesar -0.55, dimensi jaminan (assurance) sebesar -0.46, dimensi empati (emphaty) sebesar          -0.46 dan dimensi bukti fisik (tangible) sebesar -0.45. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh PDAM Tirta Senentang kepada konsumen belum berkualitas. ini membuktikan bahwa kualitas pelayanan PDAM Tirta Senentang harus terus ditingkatkan. terkait penilaian responden terhadap kualitas pelayanan PDAM Tirta.
Analisis Marjin Pemasaran Dan Elastisitas Transmisi Harga Produk-Produk Perikanan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat Yeni Yeni; Achmad Sutarmin
Jurnal Produktivitas: Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Pontianak Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Produktivitas: Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Pontianak
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.689 KB) | DOI: 10.29406/jpr.v7i2.1852

Abstract

Pengembangan usaha masyarakat, terutama masyarakat nelayan yang dilakukan oleh pemerintah merupakan peluang yang sangat baik dalam upaya meningkatkan kapasitas serta penghasilan masyarakat. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah seringkali masyarakat nelayan sebagai produsen tidak menikmati marjin keuntungan yang mereka peroleh. Hal ini dikarenakan terjadi ketidakseimbangan dalam distribusi pemasaran, sehingga diperlukan analisis marjin pemasaran dan elastisitas transmisi harga produk-produk perikanan di Sungai Kakap Kab. Kubu Raya. Sedangkan tujuan penelitian ini untuk menganalisis saluran pemasaran, besaran marjin pemasaran, dan elastisitas transmisi  harga  produk-produk  perikanan  di  daerah  Sungai  Kakap  Kab.  Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada Field Research, yaitu penelitian yang berhubungan dengan pranata dan budaya serta pengalaman hidup masyarakat nelayan, sedangkan metode yang digunakan adalah Analisis Saluran Pasok dan Saluran Nilai Komoditas, Marjin Pemasaran, dan Elastisitas Transmisi Harga produk-produk perikanan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa marjin pemasaran yang dibagikan kepada pedagang perantara dengan jasa sebesar Rp 31.000,00 per kg atau dengan kata lain hilangnya pendapatan nelayan karena menggunakan jasa pedagang pengumpul dan agen rata-rata sebesar Rp 1.512.000,00 per orang/bulan. Panjangnya saluran pemasaran menyebabkan berbagi keuntungan, sehingga marjin pemasaran yang diterima nelayan berkurang selanjutnya berdampak terhadap pendapatan. Besaran rata-rata angka elastisitas transmisi harga lebih besar dari satu ( Et > 1), artinya harga yang dibayar konsumen akhir yang dinikmati  masyarakat nelayan sebagai sumber pendapatan lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan pihak pedagang perantara. Dengan rasio tesebut dapat digambarkan bahwa nelayan hanya menikmati Rp1,00 dari hasil usahanya, sedangkan pihak pedagang perantara menikmati dalam jumlah yang lebih besar, yaitu sebesar Rp 1,47 (rata-rata 147%).