Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pembuatan Instrumen Evaluasi Online Menggunakan Aplikasi Quizizz Jahring Jahring; Sufri Mashuri; Marniati Marniati; Nasruddin Nasruddin
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4163

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membuat dan mengembangkan instrumen evaluasi online menggunakan Quizizz. Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari 17 orang guru SMP dan 5 orang guru SMA/SMK yang berada di Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Peserta diberikan soal pre-test untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan awal peserta sebelum kegiatan. Selanjutnya, peserta diberikan materi pelatihan pembuatan instrumen evaluasi online menggunakan Quizizz. Setelah materi selesai diberikan, dilanjutkan dengan evaluasi (posttest) untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta. Hasil pengabdian menunjukkah bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta terhadap penyusunan instrumen online menggunakan Quizizz tergolong baik (78.18%). Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah pendampingan melalui WhatsApp group terhadap guru-guru dalam menghasilkan produk instrumen evaluasi yang siap digunakan.
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERORIENTASI PISA KONTEN QUANTITY Sufri Mashuri; Risnanang Kurniawan; Jahring Jahring
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15417

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal berorientasi PISA konten quantity. Penelitian ini melibatkan 14 orang siswa kelas VIII SMP IT Wihdatul Ummah Kolaka sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes untuk mengetahui kemampuan literasi matematis siswa dan wawancara untuk menggali informasi mendalam terhadap hasil tes. Berdasarkan teknik analisis data yang digunakan, diperoleh hasil bahwa rata-rata kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal berorientasi PISA konten quantity pada indikator merumuskan masalah secara sistematis level 1 dan 2 berada pada kriteria sedang dengan persentase 41%, hal ini dikarenakan siswa kurang mampu mengolah informasi pada soal. Pada indikator menalar level 3 dan 4 berada pada kriteria rendah dengan persentase 32,1%, hal ini dikarenakan siswa tidak mampu menalar dengan logis dan tepat untuk mengerjakan soal, dan pada indikator memecahkan masalah level 5 dan 6 berada pada kriteria kurang dengan persentase 24,3%, hal ini dikarenakan siswa tidak mampu membuat generalisasi yang tepat untuk mengerjakan soal. Kata kunci: literasi matematis, PISA, konten quantity Abstract: This research is a descriptive research that aims to describe students' mathematical literacy ability in solving PISA-oriented questions with quantity content. This study involved 14 eighth grades students of SMP IT Wihdatul Ummah Kolaka as research subjects. The data collection technique was done by using tests and interviews. Based on the data analysis technique used, it was found that the mean mathematical literacy ability of students in solving PISA-oriented questions, the content quantity on the indicators of systematically formulating problems level 1 and 2 was at moderate criteria with a percentage of 41%, because students were less able to process information on questions. In the level 3 and 4 reasoning indicators are low criteria with a percentage of 32.1%, because students are not able to reason logically and correctly to work on questions, and on the indicators of solving problems levels 5 and 6 are in less criteria with a percentage of 24, 3%, because students are not able to make correct generalizations to work on problems. Keywords: mathematical literacy, PISA, quantity content
Comparative Study of Mathematics Learning Students Outcomes Taught by Cooperative Learning Model Teams Games Tournament Type (TGT) and Talking Stick Type (TS) J. Jahring; Armiana M; Akbar Nasrum
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 2, No 2 (2017): JME
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.719 KB) | DOI: 10.31327/jme.v2i2.376

Abstract

This research method was Experimental Research. The Research aimed at determining whether there were differences on the student learning outcomes taught by cooperative learning model Teams Games Tournament type (TGT) and the students who were taught by cooperative learning model Talking Stick type (TS). This research was conducted at class VIII SMP Negeri 2 Kolaka in the academic year 2016/2017 consisting of 8 classes with total students was 199 students. VIII5 Class was the first experimental class taught by cooperative learning model TGT type and VIII3 Class was the second experimental class taught by cooperative learning TS type.  Technique of Data Analysis used descriptive statistics and inferential statistics. The research findings were: (1) Mathematics learning outcomes of students taught by cooperative learning model TGT  type consisting of 28 students obtained mean = 81,29, median = 84, mode = 85, standard deviation = 8,814, and variance = 77,693 . In addition, 23 of 28 students (82.15%) had learning outcomes above KKM = 75, and 19 of 28 students (57.14%) had scores above mean = 81.29. (2) The learning outcomes of mathematics student taught by cooperative learning model of TS type consisting of 28 students obtained mean = 81,64, median = 84,50, mode = 87, standard deviation = 9,306, and variance = 86,605. In addition, 22 of 28 students (78.57%) had learning outcomes above KKM = 75, and 20 of 28 students (71.42%) had scores above mean = 81.64. Based on the findings above, it can be concluded that there was no difference in the mean of mathematics learning outcomes of students taught by cooperative learning model both TGT type and TS type. The models provided good learning outcomes and improved the students’ engagement in the teaching and learning process.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Sufri Mashuri; Jahring Jahring
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.10.2.2023.86-93

Abstract

PISA (Programme for International Student Assessment) merupakan program berskala internasional yang diselenggarakan tiap 3 tahun sekali oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Salah satu aspek yang diukur adalah kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari. Namun, belum terbentuknya habituasi siswa dalam menyelesaikan soal berbasis PISA menjadikan Sebagian besar siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah. SMP Negeri 1 Kolaka adalah salah satu sekolah yang telah berproses membentuk habituasi tersebut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal PISA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang melibatkan 28 siswa kelas VIII SMP negeri 1 Kolaka sebagai subjek penelitian. Data diambil menggunakan instrumen tes berbasis PISA dan hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis PISA kelas VIII SMP Negeri 1 Kolaka termasuk dalam kategori tinggi, dengan rata-rata nilai sebesar 71,32. Pada konten quantity rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebesar 88,96 (Sangat Tinggi), pada konten space and shape rata-ratanya sebesar 56,82 (Rendah), pada konten change and relationship sebesar 74,51 (Tinggi), dan pada konten uncertainly and data sebesar 76,50 (Tinggi).
Comparative Study of Mathematics Learning Students Outcomes Taught by Cooperative Learning Model Teams Games Tournament Type (TGT) and Talking Stick Type (TS) J. Jahring; Armiana M; Akbar Nasrum
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 2, No 2 (2017): JME
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v2i2.376

Abstract

This research method was Experimental Research. The Research aimed at determining whether there were differences on the student learning outcomes taught by cooperative learning model Teams Games Tournament type (TGT) and the students who were taught by cooperative learning model Talking Stick type (TS). This research was conducted at class VIII SMP Negeri 2 Kolaka in the academic year 2016/2017 consisting of 8 classes with total students was 199 students. VIII5 Class was the first experimental class taught by cooperative learning model TGT type and VIII3 Class was the second experimental class taught by cooperative learning TS type.  Technique of Data Analysis used descriptive statistics and inferential statistics. The research findings were: (1) Mathematics learning outcomes of students taught by cooperative learning model TGT  type consisting of 28 students obtained mean = 81,29, median = 84, mode = 85, standard deviation = 8,814, and variance = 77,693 . In addition, 23 of 28 students (82.15%) had learning outcomes above KKM = 75, and 19 of 28 students (57.14%) had scores above mean = 81.29. (2) The learning outcomes of mathematics student taught by cooperative learning model of TS type consisting of 28 students obtained mean = 81,64, median = 84,50, mode = 87, standard deviation = 9,306, and variance = 86,605. In addition, 22 of 28 students (78.57%) had learning outcomes above KKM = 75, and 20 of 28 students (71.42%) had scores above mean = 81.64. Based on the findings above, it can be concluded that there was no difference in the mean of mathematics learning outcomes of students taught by cooperative learning model both TGT type and TS type. The models provided good learning outcomes and improved the students’ engagement in the teaching and learning process.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pembuatan Instrumen Evaluasi Online Menggunakan Aplikasi Quizizz Jahring Jahring; Sufri Mashuri; Marniati Marniati; Nasruddin Nasruddin
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4163

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membuat dan mengembangkan instrumen evaluasi online menggunakan Quizizz. Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari 17 orang guru SMP dan 5 orang guru SMA/SMK yang berada di Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Peserta diberikan soal pre-test untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan awal peserta sebelum kegiatan. Selanjutnya, peserta diberikan materi pelatihan pembuatan instrumen evaluasi online menggunakan Quizizz. Setelah materi selesai diberikan, dilanjutkan dengan evaluasi (posttest) untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta. Hasil pengabdian menunjukkah bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta terhadap penyusunan instrumen online menggunakan Quizizz tergolong baik (78.18%). Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah pendampingan melalui WhatsApp group terhadap guru-guru dalam menghasilkan produk instrumen evaluasi yang siap digunakan.
Pendampingan Pembelajaran Berbasis ICT Bagi Guru SMP/MTs di Kecamatan Samaturu Nasruddin Nasruddin; Jahring Jahring; Nisa Miftachurohmah
Abdi Reksa Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/abdi reksa.1.1.40-45

Abstract

Tujuan serta target khusus yang direncanakan dalam kegitan pengabdian masyarakat ini meliputi empat hal sebagai berikut: (1) Teridentifikasinya konsep-konsep matematika yang esensial yang bisa diajarkan dengan lebih mudah yaitu menggunakan media pembelajaran matematika berbasis ICT. Sebagai kriterianya adalah minimal 50% materi matematika SMP/MTs dapat diajarkan dengan media pembelajaran berbaisis ICT. (2) Terbentuknya Kelompok Kerja Guru (KKG) matematika dengan kemampuan dan pengetahuan yang memadai dalam pemanfaatan media pembelajaran berbaisis ICT. Sebagai kriterianya adalah minimal 75% dari guru mitra memiliki pengetahuan yang baik dalam pemanfaatan media pembelajaran berbaisis ICT dalam proses pembelajaran matematika. (3) Adanya produk media pembelajaran matematika yang inovatif dan eksploratif dengan target minimal 90% dari guru mitra menguasai materi yang ada dalam modul petunjuk pengaplikasian media pembelajaran berbaisis ICT. (4) Adanya peluang untuk mengembangkan jiwa kewirahusahaan, dengan memproduksi media pembelajaran matematika inovatif berbasis ICT yang memiliki nilai jual. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan tersebut adalah (1) Pembinaan Kelompok Kerja Guru (KKG) matematika dengan penekanan pembinaan yaitu penguasaan terhadap media pembelajaran berbaisis ICT yang memadai, diharapkan dapat mengatasi permasalahan pembelajaran matematika dan mampu menjadi wahana dalam memfasilitasi pengembangan profesionalisme para guru. (2) Memberikan pelatihan kepada para guru untuk merancang media pembelajaran matematika berbasis ICT dan mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran.
Profile of Junior High School Students' Creative Thinking Ability and Numerical Literacy in Solving Mathematical Problems Nasruddin Nasruddin; Jahring Jahring
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 12, No 1: January 2024
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v12i1.8577

Abstract

This study aimed to describe the profile of creative thinking abilities and mathematical numeracy literacy of junior high school students in solving mathematical problems. Students' creative thinking abilities in this study refer to aspects of fluency, flexibility, originality, and elaboration. Meanwhile, students' mathematical numeracy literacy refers to indicators of formulating problems systematically, reasoning, and solving problems. This type of research is qualitative descriptive research. The subjects of this study were class VIII students of SMP Negeri 1 Latambaga. The research instrument used was non-routine test questions given to students, and data processing was carried out qualitatively. The results showed that descriptively, the students' mathematical creative thinking abilities were in the quite creative category, whereas 40 students were in the quite creative category with an average score of 51.43. Meanwhile, from the numeracy literacy data, students are in the good category, where students who are in the good category are 40 students with an average score of 63.47. Based on these data, it can be concluded that students' mathematical numeracy literacy skills are more likely than the mathematical creative thinking abilities of class VIII students of SMP Negeri 1 Latambaga.
COMPARATIVESTUDY OFMATHEMATICSLEARNING STUDENTS OUTCOMES TAUGHT BY COOPERATIVE LEARNING MODELTEAMS GAMES TOURNAMENTTYPE (TGT) ANDTALKING STICKTYPE(TS) Jahring Jahring; Armiana Armiana; Akbar Nasrum
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 2 No. 2 (2017): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v2i2.376

Abstract

This research method was Experimental Research. The Research aimed at determining whether there were differences on the student learning outcomes taught by cooperative learning model Teams Games Tournament type (TGT) and the students who were taught by cooperative learning model Talking Stick type (TS). This research was conducted at class VIII SMP Negeri 2 Kolaka in the academic year 2016/2017 consisting of 8 classes with total students was 199 students. VIII5 Class was the first experimentalclass taught by cooperative learning model TGT type and VIII3 Class was the second experimental class taught by cooperative learning TS type. Technique of Data Analysis used descriptive statistics and inferential statistics. The research findings were: (1)Mathematics learning outcomes of students taught by cooperative learning model TGT type consisting of 28 students obtained mean = 81,29, median = 84, mode = 85, standarddeviation = 8,814, and variance = 77,693 . In addition, 23 of 28 students (82.15%) had learning outcomes above KKM = 75, and 19 of 28 students (57.14%) had scores above mean = 81.29. (2) The learning outcomes of mathematics student taught by cooperative learning model of TS type consisting of 28 students obtained mean = 81,64, median = 84,50, mode = 87, standard deviation = 9,306, and variance = 86,605. In addition, 22 of 28 students (78.57%) had learning outcomes above KKM = 75, and 20 of 28 students (71.42%) had scores above mean = 81.64. Based on the findings above, it can be concluded that there was no difference in the mean of mathematics learning outcomes of students taught by cooperative learning model both TGT type and TS type. The models provided good learning outcomes and improved the students’ engagement in the teaching and learning process.