Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Effectiveness Of Methaporical Thinking Approach To Improve The Mathematical Representation Ability Haidar, Irajuana; Jahring, Jahring
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jds.v8i1.13321

Abstract

This research is an experimental research which aims to describe the effectiveness of the methaporical thinking approach to improve the mathematical representation ability of class VIII SMPN 2 Toari. In addition, it also aims to determine how much students are engaged in the learning process when applying the methaporical thinking approach. The research subjects were divided into two groups, namely the experimental group taught using the methaporical thinking approach and the control group taught by conventional learning. The results showed that students who were taught with a methaporiical thinking approach were more active in the learning process so that the ability of representation also increased. In addition, it was found that mean of mathematical representation ability of students taught using the approach of methaporical thinking was better than students taught with conventional learning. Therefore, the approach of methaporical thinking is able to improve the mathematical representation ability of class VIII SMPN 2 Toari
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Melalui Lesson Studydengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Anwar Bey ,Arvyaty; & Irajuana Haidar
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2: Juli 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.272 KB) | DOI: 10.36709/jpm.v6i2.2062

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntukmengkajimodel pembelajaran berbasis masalah melalui lesson study untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematik siswa kelas VIII3 SMP Negeri 12 Kendari. Tahapan penelitian ini terdiri dari: (1) tahapan plan, (2) tahapando, (3) tahapancheck, dan (4) tahapan act.  Dari segi proses pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun berdasarkan model pembelajaran berbasis masalah dengan jumlah siswa 32 orang, rata-rata peningkatan tahap I sebesar 6,605 dengan kategori sangat rendah, rata-rata peningkatan tahap II sebesar 9,447 dengan kategori sedang, rata-rata peningkatan tahap III sebesar 10,763 dengan kategori sedang, rata-rata peningkatan tahap IV sebesar 12,105 dengan kategori tinggi, dan rata-rata peningkatan tahap V sebesar 13,132 dengan kategori tinggi. Dari segi hasil menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematik siswapada materi SPLDV mengalami peningkatan.Kata kunci : berpikir kritis, lesson study, pembelajaran berbasis masalah
Eksplorasi Konsep Etnomatematika Pada Alat Pertanian Tradisional Suku Bugis di Kabupaten Pinrang Ady Akbar; Irajuana Haidar; Ully Hidayati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis konsep etnomatematika yang terkandung pada alat-alat pertanian tradisional suku Bugis di Kabupaten Pinrang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif-deskriptif melalui pendekatan etnografi yang bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan dan menganalisis konsep-konsep matematika pada alat pertanian tradisional suku Bugis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah interactive model, yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsep etnomatematika dalam alat-alat pertanian tradisonal suku Bugis di Kabupaten Pinrang. Konsep etnomatematika yang dimaksud adalah: (1) Konsep bidang datar layang-layang terkandung dalam alat pertanian Teda’, (2) Konsep bidang datar persegi panjang terkandung dalam alat pertanian Passampa’, dan (3) Konsep bidang datar lingkaran terkandung dalam alat pertanian Pattapi. Konsep etnomatematika yang terkandung dalam sejumlah alat tradisonal suku Bugis memiliki relevansi dengan konten pembelajaran matematika pada pendidikan formal sekolah dasar.
Perbandingan Persepsi Mahasiswa Pendidikan Matematika Terhadap Pembelajaran Daring, Luring dan Blended Learning Pasca Pandemi Covid-19 Irajuana Haidar; Jahring Jahring
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.9.2.2022.13-20

Abstract

This study aims to compare student perceptions of online, offline, and blended learning involving 28 students from the 2018 batch of Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Sembilanbelas November Kolaka University as research subjects. The data were collected by non-test using a questionnaire instrument of student perceptions including online, offline, and blended learning as many as 23 statement items followed by interviews related to student perceptions. The results of this study indicate that the mean student perception of learning is positive with the following details: (1) the mean percentage of student perceptions of online learning is 77.92%; (2) the mean percentage of students' perceptions of offline learning (face-to-face) is 82.86%; and (3) the mean percentage of students' perceptions of blended learning is 73.98%.
Numeracy Literacy Guidance Using Jarimatika Method on Students of Elementary School 1 Lamokato, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province, Indonesia Tri Maniarta Sari; Ernawati Ernawati; Irajuana Haidar; A.S. Alonemarera; Andi Saadillah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.904 KB) | DOI: 10.30653/002.202274.200

Abstract

This guidance intends to provide guidance to class students of elementary school 1 Lamokato in using the Jarimatika method. This guidance is carried out because it is motivated by the low numeracy literacy of students at elementary school 1 Lamokato. This has an impact on the low ability of students to count. Therefore, guidance is needed for students using a different method from the method used by teachers at elementary school 1 Lamokato. This training was carried out from June to August 2022 at elementary school 1 Lamokato. The methods used in this training are demonstration methods, question and answer, and practice using the Jarimatika method. The students were very enthusiastic during the training. Students are interested in using the Jarimatika method. Students actively ask and answer about the Jarimatika method. Each student practices the method of Jarimatika in front of the class. The result of this training activity is that there is an increase in students' numeracy literacy in this case the ability to count.
Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah pada Materi Lingkaran Berdasarkan Teori Wallas Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Dian Ulfa Sari; Irajuana Haidar; Wa Ode Indrawati
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v6i1.1450

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah pada materi lingkaran berdasarkan teori wallas ditinjau dari adversity quotient. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas XI MIA 1 sekolah menengah atas negeri 1 watubangga yang masing-masing merupakan kategori climber, camper, dan quitter dengan kemampuan matematika relatif sama dan berkemampuan komunikasi baik. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian soal pemecahan masalah pada materi lingkaran dan wawancara. Untuk menguji kredibilitas data dilakukan triangulasi waktu. Pada waktu yang berbeda diberikan soal dan wawancara dengan masalah yang ekuivalen dengan soal sebelumnya.Siswa dengan kategori climber dapat menyelesaikan keempat tahapan proses berpikir kreatif menurut Wallas yaitu tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap iluminasi, dan tahap verifikasi. Siswa dengan kategori camper hanya dapat menyelesaikan tiga tahapan proses berpikir kreatif yaitu tahap persiapan, tahap inkubasi, dan tahap iluminasi. Siswa dengan kategori quitter hanya melakukan dua tahapan proses berpikir kreatif menurut Wallas yaitu tahap persiapan dan tahap inkubasi.
Pelatihan Guru dalam Menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Blended Learning untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Negeri 3 Kolaka Ernawati Ernawati; Susi Astiantih; Tri Maniarta Sari; Irajuana Haidar; A.S. Alonemarera
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6529

Abstract

SMP Negeri 3 Kolaka sebagai mitra dalam PKM ini merupakan salah satu Satuan Pendidikan yang ada di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara yang rencana akan menerapkan kurikulum “Merdeka Belajar” pada tahun 2024, namun harus dimulai dari kesiapan guru-gurunya terlebih dahulu, karena guru sebagai bagian integral dalam impelementasi kurikulum ini. Secara umum mitra memiliki kompetensi yang rendah dalam menguasai dan menerapkan model pembelajaran sesuai dengan kurikulum merdeka belajar, mitra kurang mempelajari dan memahami model pembelajaran yang bersifat student centered berbasis blended learning, serta belum adanya mitra yang mengikuti program pelatihan sekolah penggerak yang akan mendukung implementasi kurikulum merdeka belajar. Untuk itu, tujuan PKM dilaksanakan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menerapkan model pembelajaran berbasis blended learning, sebagai upaya mendukung percepatan implementasi kurikulum merdeka belajar. Kegiatan diawali dengan koordinasi dan sosialisasi, selanjutnya melatih dan mendampingi mitra dalam menerapkan model pembelajaran berbasis blended learning di antaranya model pembelajaran inkuiri, PBL, PjBL, kooperatif, dan flipped classroom. Berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif terhadap hasil PkM yang telah dilaksanakan diperoleh: kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis blended learning berada pada kategori baik (skor rata-rata 3,1). Sedangkan mitra yang memberikan respon positif sebesar 86,67%, sehingga dapat disimpulkan jika kegiatan PkM yang dilaksanakan berhasil sesuai tujuan.
Generasi Milenial yang Siap Menghadapi Era Revolusi Digital (Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0) di Bidang Pendidikan Melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia Monovatra Predy Rezky; Joko Sutarto; Titi Prihatin; Arief Yulianto; Irajuana Haidar
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi millenial sangat erat kaitannya dengan Revolusi Industri 4.0 atau Revolusi Industri Generasi ke empat. Dimana revolusi ini menitikberatkan pola digitalisasi dan otomasi disemua aspek kehidupan manusia. Banyak pihak yang belum menyadari akan adanya perubahan tersebut terutama di kalangan pendidik, padahal semua itu adalah tantangan generasi muda atau generasi millenial saat ini. Apalagi di masa-masa sekarang generasi milenial mempunyai tantangan sendiri menghadapi era revolusi Digital (Society 5.0 Dan Revolusi Industri 4.0) Sebagian besar tumbuh dan berkembangan melalui pendidikan, sehingga pendidikan menjadi wahana bagi pengembangan generasi milenial. Untuk itu, maka di perlukannya SDM yang kompeten sebagai aset bagi proses pengembangan generasi milenial yang siap akan problematika dan tantangan, Dengan demikian, SDM menjadi bagian penting dalam proses pengembangan pendidikan bagi generasi milenial,. Terdapat lima domain SDM yang dipandang penting dalam pengembangan SDM bidang pendidikan. Kelima domain tersebut adalah: profesionalitas, daya kompetitif, kompetensi fungsional, keunggulan partisipatif, dan kerja sama. Namun demikian, pengembangan terhadap kelima domain SDM tersebut diperlukan total quality qontrol (TQC) dan program diklat terpadu agar tercapai efektivitasnya. total quality qontrol (TQC) merupakan sistem manajemen yang dinamis yang mengikut sertakan seluruh anggota organisasi dengan penerapan konsep da teknik pengendalian kualitas untuk tercapainya kepuasaan pelanggan dalam hal ini generasi milenial.
Pembelajaran Matematika pada Materi Perkalian di Sekolah Dasar dengan Berbantuan Alat Peraga Nurwahida; Irajuana Haidar
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): MARET
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v2i2.1271

Abstract

Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk menentukan alat peraga yang tepat pada materi perkalian di sekolah dasar. Rancangan penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menyiapkan peralatan, menyusun daftar pustaka karya, mengatur waktu, membaca dan membuat catatan penelitian. Alat peraga yang digunakan untuk mengajarkan materi perkalian adalah KOBELA (Kotak Belajar Ajaib), Jarimatika dan Papan Perkalian. Dengan hasil tinjauan pustaka dapat disimpulkan bahwa alat peraga berfungsi untuk menjelaskan atau mendemonstrasikan suatu mata pelajaran dalam proses belajar mengajar pada materi perkalian.
Pengaruh Literasi Numerasi Dan Efikasi Diri Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif Irajuana Haidar
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5332

Abstract

This research aims to explore the influence of numeracy literacy and self-efficacy on the Cumulative Achievement Index among students enrolled in the Mathematics Education Study Program at the University of Nineteen November Kolaka, class of 2020. Using a quantitative method, the research analyzed data through multiple regression with the aid of SPSS software. The findings revealed a notable combined impact of numeracy literacy and self-efficacy on the Cumulative Achievement Index.However, individually, the numerasi literacy variable has no impact on the Cumulative Performance Index. In contrast to the self-efficacy variable which shows that there is a significant influence on the Cumulative Performance Index. The results of this finding are interesting enough to be used as a valuable guideline to find out more deeply what factors or indicators can be developed to create graduates who have better academic performance.