Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Effectiveness Of Methaporical Thinking Approach To Improve The Mathematical Representation Ability Haidar, Irajuana; Jahring, Jahring
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jds.v8i1.13321

Abstract

This research is an experimental research which aims to describe the effectiveness of the methaporical thinking approach to improve the mathematical representation ability of class VIII SMPN 2 Toari. In addition, it also aims to determine how much students are engaged in the learning process when applying the methaporical thinking approach. The research subjects were divided into two groups, namely the experimental group taught using the methaporical thinking approach and the control group taught by conventional learning. The results showed that students who were taught with a methaporiical thinking approach were more active in the learning process so that the ability of representation also increased. In addition, it was found that mean of mathematical representation ability of students taught using the approach of methaporical thinking was better than students taught with conventional learning. Therefore, the approach of methaporical thinking is able to improve the mathematical representation ability of class VIII SMPN 2 Toari
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Melalui Lesson Studydengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Anwar Bey ,Arvyaty; & Irajuana Haidar
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2: Juli 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.272 KB) | DOI: 10.36709/jpm.v6i2.2062

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntukmengkajimodel pembelajaran berbasis masalah melalui lesson study untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematik siswa kelas VIII3 SMP Negeri 12 Kendari. Tahapan penelitian ini terdiri dari: (1) tahapan plan, (2) tahapando, (3) tahapancheck, dan (4) tahapan act.  Dari segi proses pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun berdasarkan model pembelajaran berbasis masalah dengan jumlah siswa 32 orang, rata-rata peningkatan tahap I sebesar 6,605 dengan kategori sangat rendah, rata-rata peningkatan tahap II sebesar 9,447 dengan kategori sedang, rata-rata peningkatan tahap III sebesar 10,763 dengan kategori sedang, rata-rata peningkatan tahap IV sebesar 12,105 dengan kategori tinggi, dan rata-rata peningkatan tahap V sebesar 13,132 dengan kategori tinggi. Dari segi hasil menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematik siswapada materi SPLDV mengalami peningkatan.Kata kunci : berpikir kritis, lesson study, pembelajaran berbasis masalah
Eksplorasi Konsep Etnomatematika Pada Alat Pertanian Tradisional Suku Bugis di Kabupaten Pinrang Ady Akbar; Irajuana Haidar; Ully Hidayati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis konsep etnomatematika yang terkandung pada alat-alat pertanian tradisional suku Bugis di Kabupaten Pinrang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif-deskriptif melalui pendekatan etnografi yang bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan dan menganalisis konsep-konsep matematika pada alat pertanian tradisional suku Bugis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah interactive model, yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsep etnomatematika dalam alat-alat pertanian tradisonal suku Bugis di Kabupaten Pinrang. Konsep etnomatematika yang dimaksud adalah: (1) Konsep bidang datar layang-layang terkandung dalam alat pertanian Teda’, (2) Konsep bidang datar persegi panjang terkandung dalam alat pertanian Passampa’, dan (3) Konsep bidang datar lingkaran terkandung dalam alat pertanian Pattapi. Konsep etnomatematika yang terkandung dalam sejumlah alat tradisonal suku Bugis memiliki relevansi dengan konten pembelajaran matematika pada pendidikan formal sekolah dasar.
Perbandingan Persepsi Mahasiswa Pendidikan Matematika Terhadap Pembelajaran Daring, Luring dan Blended Learning Pasca Pandemi Covid-19 Irajuana Haidar; Jahring Jahring
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.9.2.2022.13-20

Abstract

This study aims to compare student perceptions of online, offline, and blended learning involving 28 students from the 2018 batch of Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Sembilanbelas November Kolaka University as research subjects. The data were collected by non-test using a questionnaire instrument of student perceptions including online, offline, and blended learning as many as 23 statement items followed by interviews related to student perceptions. The results of this study indicate that the mean student perception of learning is positive with the following details: (1) the mean percentage of student perceptions of online learning is 77.92%; (2) the mean percentage of students' perceptions of offline learning (face-to-face) is 82.86%; and (3) the mean percentage of students' perceptions of blended learning is 73.98%.
Numeracy Literacy Guidance Using Jarimatika Method on Students of Elementary School 1 Lamokato, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province, Indonesia Tri Maniarta Sari; Ernawati Ernawati; Irajuana Haidar; A.S. Alonemarera; Andi Saadillah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.904 KB) | DOI: 10.30653/002.202274.200

Abstract

This guidance intends to provide guidance to class students of elementary school 1 Lamokato in using the Jarimatika method. This guidance is carried out because it is motivated by the low numeracy literacy of students at elementary school 1 Lamokato. This has an impact on the low ability of students to count. Therefore, guidance is needed for students using a different method from the method used by teachers at elementary school 1 Lamokato. This training was carried out from June to August 2022 at elementary school 1 Lamokato. The methods used in this training are demonstration methods, question and answer, and practice using the Jarimatika method. The students were very enthusiastic during the training. Students are interested in using the Jarimatika method. Students actively ask and answer about the Jarimatika method. Each student practices the method of Jarimatika in front of the class. The result of this training activity is that there is an increase in students' numeracy literacy in this case the ability to count.
Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah pada Materi Lingkaran Berdasarkan Teori Wallas Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Dian Ulfa Sari; Irajuana Haidar; Wa Ode Indrawati
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v6i1.1450

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah pada materi lingkaran berdasarkan teori wallas ditinjau dari adversity quotient. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas XI MIA 1 sekolah menengah atas negeri 1 watubangga yang masing-masing merupakan kategori climber, camper, dan quitter dengan kemampuan matematika relatif sama dan berkemampuan komunikasi baik. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian soal pemecahan masalah pada materi lingkaran dan wawancara. Untuk menguji kredibilitas data dilakukan triangulasi waktu. Pada waktu yang berbeda diberikan soal dan wawancara dengan masalah yang ekuivalen dengan soal sebelumnya.Siswa dengan kategori climber dapat menyelesaikan keempat tahapan proses berpikir kreatif menurut Wallas yaitu tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap iluminasi, dan tahap verifikasi. Siswa dengan kategori camper hanya dapat menyelesaikan tiga tahapan proses berpikir kreatif yaitu tahap persiapan, tahap inkubasi, dan tahap iluminasi. Siswa dengan kategori quitter hanya melakukan dua tahapan proses berpikir kreatif menurut Wallas yaitu tahap persiapan dan tahap inkubasi.
Pembelajaran Matematika pada Materi Perkalian di Sekolah Dasar dengan Berbantuan Alat Peraga Nurwahida; Irajuana Haidar
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): MARET
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v2i2.1271

Abstract

Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk menentukan alat peraga yang tepat pada materi perkalian di sekolah dasar. Rancangan penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menyiapkan peralatan, menyusun daftar pustaka karya, mengatur waktu, membaca dan membuat catatan penelitian. Alat peraga yang digunakan untuk mengajarkan materi perkalian adalah KOBELA (Kotak Belajar Ajaib), Jarimatika dan Papan Perkalian. Dengan hasil tinjauan pustaka dapat disimpulkan bahwa alat peraga berfungsi untuk menjelaskan atau mendemonstrasikan suatu mata pelajaran dalam proses belajar mengajar pada materi perkalian.
Pengaruh Literasi Numerasi Dan Efikasi Diri Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif Irajuana Haidar
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5332

Abstract

This research aims to explore the influence of numeracy literacy and self-efficacy on the Cumulative Achievement Index among students enrolled in the Mathematics Education Study Program at the University of Nineteen November Kolaka, class of 2020. Using a quantitative method, the research analyzed data through multiple regression with the aid of SPSS software. The findings revealed a notable combined impact of numeracy literacy and self-efficacy on the Cumulative Achievement Index.However, individually, the numerasi literacy variable has no impact on the Cumulative Performance Index. In contrast to the self-efficacy variable which shows that there is a significant influence on the Cumulative Performance Index. The results of this finding are interesting enough to be used as a valuable guideline to find out more deeply what factors or indicators can be developed to create graduates who have better academic performance.
Analisis Keberhasilan Implementasi Model Flipped Classroom dalam Pembelajaran Matematika Tingkat Perguruan Tinggi Loria Wahyuni; Suhartini Salingkat; Rendi Hadian A. Tamagola; Hersiyati Palayukan; Irajuana Haidar; Joni Wilson Sitopu
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.5877

Abstract

The Flipped Classroom model has become an intriguing topic in the context of mathematics education at the tertiary level. This literature review article aims to analyze the success of implementing the Flipped Classroom model in mathematics education at the tertiary level by exploring influencing factors. In-depth literature review was conducted to identify patterns and trends in evaluating the success of this model, including challenges faced and recommendations for further development. The results indicate that technological readiness, teacher involvement, student engagement, institutional support, and continuous evaluation are key factors in the success of implementing the Flipped Classroom model. This article provides valuable insights for educators and researchers in designing and implementing effective teaching models in tertiary education.
Joyful Learning Berbasis Ice Breaking Guna Meningkatkan Minat dan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Haidar, Irajuana; Sari, Dian Ulfa; Jahring, Jahring; Nurwahida, Nurwahida
SAINTIFIK Vol 10 No 2 (2024): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v10i2.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kosentrasi belajar mahasiswa pada matakuliah kalkulus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan data yang disajikan dengan deskriptif. Instrument dalam PTK ini adalah berupa lembar observasi minat belajar mahasiswa dan lembaran angket kosentrasi belajar mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 tahapan siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan di masing-masing siklus. Sebelum di terpakan PTK ini, terlebih dahulu telah diperoleh data pra siklus, yang menunjukkan bahwa pada indikator minat dan kosentrasi belajar mahasiswa tidak ada satupun indikator yang berada 75% serta rataanya sebesar 55% dan 47%. Sehingga dilaksanakanlah tindakan pada Siklus I dan diperoleh hasil rataan sebesar 76% yang telah memenuhi ketuntasan minimal, namun syarat ketentuan indikator belum terpenuhi yaitu 5 indikator belum mencapai 76%. Sedangkan pada hasil analisis angket kosentrasi belajar mahasiswa pada Siklus I dengan nilai rataan sebesar 66% yang belum memenuhi syarat ketuntasan minimal sebesar 76% dan belum ada indikator kosntrasi yang memenuhi syarat ketuntasan. Sehingga berdasarkan hal-hal yang diperoleh pada Siklus I maka perlu ada perbaikan pada Siklus II. Pada pelaksanaan tindakan di Siklus II menujukkan hasil yang meningkat. Hasil observasi minat belajar diperoleh rataan sebesar 87% dan seluruh indikatornya menujukkan memenuhi syarat ketuntasan minimal. Begitupun pada hasil analisis angket kosentrasi belajar mengalami peningktan dengan rataan sebesar 83% dan 8 dari 10 indikator telah memenuhi syarat ketuntasan 76%.