Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perencanaan Dan Pengendalian Produksi Ikan Beku Dengan Metode Economic Production Quantity (EPQ) Multi Items: (Status: PT. Hatni Tlogosadang, Lamongan) Tajri; Yanuar Pandu Negoro; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1256

Abstract

Perencanaan dan pengendalian produksi adalah elemen krusial dalam sistem manajemen operasi untuk mempertahankan keseimbangan antara kapasitas produksi dan permintaan pasar. Kegiatan penelitian ini bertempat di PT Hatni Tlogosadang, Lamongan, yang berfokus pada pengolahan ikan beku, dengan tujuan untuk menetapkan jumlah produksi yang optimal bagi perusahaan dengan menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ) multi-item. Masalah utama yang dihadapi oleh perusahaan adalah ketidakseimbangan antara kapasitas produksi dan permintaan yang berfluktuasi, yang menyebabkan tingginya biaya persediaan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang mencakup volume produksi, penjualan, serta biaya operasional tahun 2024. Analisis dilakukan terhadap tiga jenis produk utama, yaitu Frozen Swangi Fish, Frozen Swangi Fish Headless, dan Frozen Kuniran Fish. Hasil perhitungan menunjukkan jumlah produksi optimal masing-masing sebesar 47.711,95 kg, 7.909,22 kg, dan 21.075,54 kg. Penerapan metode EPQ multi-item terbukti efektif dalam menekan total biaya persediaan, mengurangi frekuensi produksi, serta meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengambilan keputusan strategis dalam pengelolaan persediaan dan produksi di sektor perikanan.
Analisis Pegendalian Persediaan Material Maintenance, Repair, Operations (MRO) Dengan Metode Material Requirement Planning (MRP) dan Metode Min-Max Inventory Control Dessy Dwi Fitriya Anggaraini; Efta Dhartikasari Priyana; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. I (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1313

Abstract

Liquefied Petroleum Gas (LPG) merupakan sumber energi utama yang digunakan secara luas oleh rumah tangga, industri kecil, hingga sektor komersial di Indonesia, sehingga ketersediaannya sangat memengaruhi aktivitas masyarakat. PT X sebagai salah satu produsen minyak dan gas yang terintegrasi, menghadapi tantangan yakni pengadaan suku cadang Maintenance, Repair, and Operations (MRO) dengan lead time panjang, fluktuasi permintaan, serta kebutuhan yang sulit diprediksi namun harus tetap dipastikan bahwa produksi harus selalu berjalan, agar kebutuhan masyarakat tidak terhambat.. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan perencanaan kebutuhan material agar proses produksi LPG berjalan lancar dan pasokan nasional terpenuhi. Metode yang digunakan adalah kombinasi Material Requirements Planning (MRP) dan Min-Max Inventory Control. MRP berfungsi merencanakan kebutuhan material berdasarkan jadwal produksi dari struktur Bill of Material, sedangkan Min-Max menetapkan batas minimum dan maksimum stok untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan biaya penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MRP dan Min-Max mampu menurunkan risiko kekurangan stok sebesar 35%, mengurangi biaya pengadaan darurat hingga 20%, serta meningkatkan keandalan pasokan suku cadang. Integrasi MRP dan Min-Max Inventory Control efektif dalam menjaga kelancaran produksi LPG, meminimalkan risiko operasional, dan mendukung keberlanjutan pasokan energi nasional.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Workshop Fabrikasi Menggunakan Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) Nadaa Syifa’ Abyan Rizqi; Efta Dhartikasari; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. I (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1471

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah aspek yang sangat penting dalam kegiatan workshop fabrikasi yang memiliki risiko tinggi akibat penggunaan mesin, peralatan, dan proses kerja yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko K3 dalam aktivitas workshop fabrikasi di PT XYZ dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data Penelitian ini dilaksanakan melalui pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan tenaga kerja serta perwakilan HSE, dan peninjauan dokumen pendukung berupa laporan insiden kecelakaan kerja serta standar operasional prosedur yang berlaku. Temuan penelitian mengindikasikan adanya empat klasifikasi utama kecelakaan kerja, yaitu luka bakar, cedera akibat gerinda, paparan asap atau gas berbahaya, dan gangguan muskuloskeletal. Berdasarkan penilaian risiko, tiga kategori kecelakaan berada pada tingkat risiko sedang, sedangkan gangguan muskuloskeletal termasuk dalam kategori risiko tinggi dengan nilai risiko tertinggi. Analisis HAZOP mengidentifikasi beberapa deviasi kritis, antara lain No PPE, More Heat, More Fume, No Guarding, dan Less Housekeeping. Rekomendasi untuk pengendalian risiko mencakup peningkatan disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri, perbaikan sistem ventilasi, inspeksi dan pemasangan pelindung mesin, peningkatan housekeeping, serta pelatihan keselamatan kerja secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai landasan bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas pengendalian risiko dan memperkuat penerapan sistem manajemen K3 di lingkungan workshop fabrikasi.
Evaluasi Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode HIRARC dan JSA pada Proyek Konstruksi Industri Kimia: (Studi Kasus: PT Sika Indonesia) Ridlo Putu Idaman; Mohammad Jufriyanto; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. I (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1478

Abstract

Proyek pembangunan perluasan gedung PT Sika Indonesia melibatkan serangkaian aktivitas berisiko tinggi seperti pekerjaan di ketinggian dan penggunaan alat berat, sehingga menuntut adanya evaluasi risiko yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko kecelakaan kerja di proyek tersebut dengan mengintegrasikan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dan Job Safety Analysis (JSA), sebuah pendekatan yang belum banyak diterapkan pada proyek perluasan industri kimia untuk analisis yang lebih mendalam. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dimana data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan diskusi, teridentifikasi 12 aktivitas kerja utama di dua area kritis. Dari hasil penelitian, analisis menunjukkan adanya lima aktivitas dengan tingkat risiko Ekstrem, dua aktivitas berisiko Tinggi, empat sedang, dan satu rendah. Risiko dominan yang teridentifikasi adalah jatuh dari ketinggian, tertimpa material berat, dan kegagalan fungsi alat angkat angkut. Integrasi metode HIRARC dan JSA dalam penelitian ini berhasil memetakan dan memprioritaskan risiko secara komprehensif, dari level makro hingga detail operasional. Rekomendasi pengendalian yang dihasilkan menekankan pentingnya pendekatan sistemik yang tidak hanya bergantung pada Alat Pelindung Diri (APD), tetapi mencakup perbaikan prosedur kerja, peningkatan kompetensi personel, dan pengawasan yang konsisten untuk menekan risiko ke tingkat yang dapat diterima serta membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.
Analisis Tingkat Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Berdasarkan Postur Kerja pada Proses Packing Menggunakan Metode REBA dan OWAS: (Studi Kasus: PT Petrokimia Kayaku) Muhammad Dicky Saputra; Yanuar Pandu Negoro; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi terjadinya gangguan muskuloskeletal (MSDs) yang berkaitan dengan postur kerja dengan memanfaatkan metode REBA dan OWAS sebagai pendekatan analisis ergonomi pada aktivitas mixing serta pemeriksaan penutup botol di PT Petrokimia Kayaku Gresik. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan, didukung oleh dokumentasi visual, serta pengukuran sudut tubuh pekerja yang mencakup bagian leher, punggung, lengan, kaki, dan beban kerja. Berdasarkan hasil analisis, metode REBA menghasilkan skor akhir sebesar 8 yang termasuk dalam kategori risiko tinggi, sehingga memerlukan tindakan perbaikan segera. Sementara itu, metode OWAS menunjukkan kode postur 2-1-2-1 pada tingkat risiko 2, yang mengindikasikan perlunya perbaikan pada tahap berikutnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa postur kerja yang diterapkan berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal, sehingga diperlukan upaya perbaikan ergonomi, seperti penyesuaian tinggi meja kerja serta pengaturan posisi kerja yang sesuai dengan prinsip antropometri.