Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

STUDI TRANSFORMASI GELOMBANG TERHADAP GARIS PANTAI BEO BARAT KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Tawoeda, Satria Putra; Tawas, Hansje J.; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Pantai Beo Barat sangat memberi pengaruh besar sebagai penghubung antara kecamatan beo dan ibu kota kabupaten melonguane. Berdasarkan pengamatan di lapangan ternyata telah mengalami pengunduran garis pantai dan kerusakan pada daerah pesisir pantai. Hal ini diakibatkan oleh proses dinamika pantai seperti abrasi yang berdampak buruk terhadap keadaan keseimbangan sekitar pantai ini.. Oleh sebab itu dalam pengembangan dan pengamanan daerah pesisir serta perlindungan penduduk maka perlu mengetahui karakteristik gelombang yang terjadi di pantai tersebut. Dalam penelitian ini perlu dilakukan analisis transformasi gelombang dan permodelan garis pantai yang terjadi di kawasan pantai Beo Barat. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari stasiun BMG Maritim Bitung untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan. Dari hasil perhitungan gelombang di perairan Beo Barat didominasi oleh gelombang arah Barat Daya dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Agustus 2005 dengan  H = 1.6747 m dan T = 4.9629 det. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 0.8513 sampai 1.0004 dan koefisien shoaling yang terjadi berkisar pada 0.6453 sampai 1.5463. Tinggi gelombang yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 0.2889 sampai 2.0315 m pada kedalaman 0.5 m sampai 25 m. Dari model peritungan perubahan garis pntai, erosi terjadi dengan kisaran antara 2 ? 5 m/tahun. Kata kunci: Pantai Beo Barat, karakteristik gelombang, refraksi, shoaling, gelombang pecah, garis pantai.
STUDI KARAKTERISTIK GELOMBANG PADA PANTAI INDAH DI KELURAHAN POHE KOTA GORONTALO Ningsih, Siti Nurfitria; Jasin, Muh. I.; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Pantai Indah kelurahan pohe Gorontalo sangat berpotensi sebagai daerah wisata ini, berdasarkan pengamatan di lapangan ternyata telah mengalami perubahan fisik (kerusakan) pada daerah pesisir pantai. Kerusakan ini diakibatkan oleh proses dinamika pantai seperti abrasi yang berdampak buruk serta menimbulkan kekhawatiran bagi warga pesisir pantai tersebut. Oleh sebab itu dalam pengembangan dan pengamanan daerah pesisir serta perlindungan penduduk maka perlu mengetahui karakteristik gelombang yang terjadi di pantai tersebut. Dalam penelitian ini perlu dilakukan pendekatan teori dan analisis transformasi gelombang yang terjadi di kawasan pantai indah kelurahan pohe. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari stasiun BMKG bandar udara jalaluddin Gorontalo untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan. Dari hasil perhitungan gelombang di perairan pantai indah pohe didominasi oleh gelombang arah Selatan dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Agustus 2005 dengan  H = 1.1734 m dan T = 4,4884 det. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 0.8981 sampai 1.0008 dan koefisien shoaling yang terjadi berkisar pada 0.9255 sampai 1,2738. Tinggi gelombang yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 0.9210 sampai 1.4852 m pada kedalaman 0.5 m sampai 25 m. Kata kunci: Pantai indah pohe Gorontalo, karakteristik gelombang, refraksi, shoaling, gelombang pecah.
PENGEMBANGAN SISTEM PELAYANAN AIR BERSIH DI KELURAHAN GURABUNGA KOTA TIDORE KEPULAUAN Kadir, A. Rauf Abd.; Halim, Fuad; Binilang, Alex; Jasin, Muhammad I.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem jaringan air bersih adalah suatu sistem suplai air bersih yang meliputi sistem transmisi, dan reservoir serta sistem distribusi atau perpipaan yang dioperasikan sedemikian rupa sehingga mendapat tekanan yang cukup setiap saat pada seluruh bagian sistem perpipaan dan dapat digunakan untuk pemakaian setiap saat. Kelurahan Gurabunga terletak di Kecamatan Tidore Kota Tidore Kepulauan. Saat ini belum ada sistem jaringan untuk kebutuhan air bersih oleh PDAM di kelurahan Gurabunga, disebabkan karena wilayah tersebut berada pada daerah ketinggian yang secara teknis sulit dilayani dari sumber air yang ada, disamping itu wilayah tersebut juga terpisah dari pusat kota,sehingga perlu direncanakan sistem jaringan baru agar pendistribusian air bersih di daerah tersebut dapat terlayani.Sistem jaringan air bersih direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah studi sampai tahun 2032. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk yang pertumbuhannya dianalisis dengan menggunakan analisa eksponensial. Sumber air akan dimanfaatkan melalui sumur milik PDAM yang ada pada dataran rendah, awalnya air akan ditampung terlebih dahulu pada bak penampung 1, yang kemudian dipompa melalui pipa transmisi menuju pada bak penampung 2, selanjutnya air dipompa menuju reservoir, dan melalui pipa distribusi air akan dialiri secara gravitasi menuju ke hidran umum yang tersebar di daerah layanan.Dari hasil perhitungan analisis kebutuhan air bersih di Kelurahan Gurabunga pada tahun 2032 dengan jumlah penduduk 704 jiwa mencapai 0,381 liter/detik. Reservoir bertipe ground reservoir dengan ukuran 3 m x 2,5 m x 2 m. Sistem distribusi menggunakan sistem kombinasi antara sistem pemompaan dan gravitasi, dengan hasil perhitungan diameter pipa transmisi adalah 75 mm dan pipa distribusi bervariasi antara 15 mm – 25 mm. Untuk mendesain sistem penyediaan air bersih digunakan software EPANET 2.0.Kata kunci : Air bersih, Perpipaan, Sistem Penyediaan.
PENANGANAN MASALAH EROSI DAN SEDIMENTASI DI KAWASAN KELURAHAN PERKAMIL Fitriyah, Fifi Nur Fitriyah Nur; Halim, Fuad; Jasin, Muhammad I.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erosi tanah dapat menyebabkan sedimentasi di sungai maupun di saluran drainase sehingga dapat mengurangi daya tampung saluran, seperti yang terjadi di Kawasan Kelurahan Perkamil, Kecamatan Tikala, Kota Manado. Seiring dengan berjalannya waktu maka pertumbuhan penduduk semakin pesat, sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan tata guna lahan di daerah lereng bukit kawasan Kelurahan Perkamil yang menimbulkan masalah erosi dan sedimentasi. Oleh karena itu dilakukan kajian terhadap “Penanganan Masalah Erosi dan sedimentasi di Kawasan Kelurahan Perkamil”. Adapun aspek yang akan diteliti pada penelitian ini adalah analisis besar erosi menggunakan metode USLE dengan menganalisis beberapa faktor penyebab erosi seperti curah hujan, jenis tanah untuk menentukan nilai erodibilitas tanah, topografi untuk menghitung kemiringan lereng, pengelolaan lahan dan pengelolaan tanaman. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dengan metode USLE di peroleh laju erosi total di kawasan Kelurahan Perkamil pada tahun 2012 sebesar 394,59 ton/thn dan prediksi besarnya erosi untuk kala ulang 2 tahun sebesar 1147,62 ton/thn, untuk kala ulang 5 tahun sebesar 1525,41ton/thn, dan untuk kala ulang 10 tahun sebesar 2065,57 ton/thn. Berdasarkan hasil analisis, pemilihan pola penanganan dan tipe bangunan pengendali erosi dan sedimentasi yang sesuai pada kawasan penelitian yaitu pembuatan teras bangku dan teras batu sebagai upaya pengendalian erosi, dan pengendalian sedimentasi dengan pembuatan kolam endapan sedimen. Kata Kunci : Erosi, USLE, Penanganan Erosi dan Sedimentasi
ALTERNATIF PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH UNTUK ZONA PELAYANAN IPA SEA KOTA MANADO Dasir, Fandy Rayyan; Halim, Fuad; Kawet, Lingkan; Jasin, Muhammad I.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zona pelayanan IPA Sea yang terletak di Kecamatan Malalayang merupakan zona pelayanan yang dimiliki oleh PT. Air Manado. Pada zona ini masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses pelayanan distribusi air bersih selayaknya. Hal ini disebabkan karena kapasitas penyadapan oleh IPA Sea tidak cukup untuk melayani masyarakat saat ini yang semakin hari semakin bertambah. Untuk itu diperlukan pengembangan sistem penyediaan air bersih sehingga dapat memenuhikebutuhan air bersih di zona pelayanan IPA Sea.Sistem penyediaan air bersih direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah studi sampai tahun 2032. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk yang pertumbuhannya dianalisis dengan menggunakan analisa regresi linier. Untuk mendesain sistem penyediaan air bersih digunakan software EPANET 2.0.Dari hasil perhitungan analisis kebutuhan air bersih untuk zona pelayanan IPA Sea pada tahun 2032 dengan pelayanan 80% mencapai 11,36 liter/detik. Kapasitas penyadapan ditambah menjadi 50% dari debit Sungai Sea atau sebesar 12,5 liter/detik dimana sistem yang lama akan diganti dengan sistem yang baru. Pengembangan sistem penyediaan air bersih terdiri dari intake, pipa transmisi air baku Ø200mm dan panjang (L) = 78,21m, unit pengolahan (IPA), pipa transmisi air bersih Ø150mm dan panjang (L) = 52,21m, resevoar distribusi tipe ground reservoar berukuran 13,90m x 10,80m x 2,70m, pipa distribusi Ø25mm s/d Ø125mm.Kata kunci: IPA Sea, Sistem Penyediaan, Kebutuhan air
ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN DI SUNGAI AIR KOLONGAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Sumardi, Mirza Arrazy; Hendratta, Liany A.; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Air Kolongan, adalah anak sungai yang mengalir melewati daerah Kolongan, Kawangkoan, Suwaan dan bermuara di sungai Tondano. Sungai Air Kolongan merupakan anak sungai yang bermuara langsung di Sungai Tondano dan diperkirakan akan mengangkut sejumlah sedimen ke Sungai Tondano yang selanjutnya akan terbawa masuk ke daerah waduk Kuwil dan dapat berdampak terhadap kapasitas waduk tersebut. Oleh karena itu, untuk menanggulangi masalah tersebut, di perlukan analisis mengenai besarnya angkutan sedimen di daerah ini.Untuk menghitung angkutan sedimen di sungai Air Kolongan dititik kontrol daerah Suwaan, di gunakan metode Van Rijn dan Einstein, yang akan dianalisis terhadap data debit aliran sungai selama 10 tahun. Data debit air sungai selama 10 tahun dilakukan dengan pendekatan dengan metode NRECA, untuk analisis tersebut, diperlukan data curah hujan selama 10 tahun dan data klimatologi, seperti: temperatur, kelembaban, kecepatan angin, dan durasi penyinaran matahari.Dari hasil perhitungan, diperoleh angkutan sedimen total berdasarkan debit andalan sungai selama 10 tahun. Debit andalan terbesar pada bulan Januari sebesar 0,682 m3/det, diperoleh hasil total angkutan sedimen dengan metode Van Rijn sebesar 0,1920 kg/det dan untuk metode Einstein dengan debit yang sama diperoleh hasil total angkutan sedimen sebesar 0,1092 kg/det. Hasil analisis angkutan sedimen diperoleh bahwa persamaan Van Rijn menghasilkan nilai angkutan sedimen yang terbesar, sehingga metode Van Rijn lebih direkomendasikan untuk menganalisis angkutan sedimen di sungai Air Kolongan. Akibat debit terbesar di bulan januari terjadi kenaikan dasar sungai sebesar 0,628 m/tahun untuk metode Van Rijn dan 0,360m/tahun untuk metode Einstein. Kata kunci : Sedimen total, Sedimentasi, Sungai Air Kolongan
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG DI TELUK AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Putri, Pangestika Indiani; Jasin, M. Ihsan; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Amurang tepatnya pada pantai desa Tumpaan merupakan salah satu wilayah pantai yang berpotensi sebagai daerah wisata dan juga sebagai tempat bermukim masyarakat pesisir pantai.Berdasarkan pengamatan di lokasi penelitian teluk Amurang tepatnya pada pantai desa Tumpaan,terjadi gelombang yang cukup besar pada bulan–bulan tertentu yang mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak pada pemukiman penduduk.Oleh sebab itu dalam pengembangan dan pengamanan daerah pesisir serta untuk perlindungan masyarakat pesisir maka telah dilakukan penelitian mengenai karakteristik gelombang yang terjadi di teluk Amurang tepatnya pada daerah pantai desa Tumpaan. Dalam penelitian ini dilakukan survey lokasi penelitian, pendekatan teori, peramalan gelombang dan analisis transformasi gelombang yang terjadi di teluk Amurang tepatnya pada pantai desa Tumpaan.Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari BMKG Maritim Bitung untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang yang terjadi di pantai tersebut. Dari hasil perhitungan tinggi dan periode gelombang di teluk Amurang tepatnya pada pantai desa Tumpaan didominasi oleh gelombang arah barat dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan juni 2012 dengan tinggi gelombang H = 1,402 m dengan periode T= 4,725 detik. Koefisien refraksi bekisar antara 0,9625 sampai 1,00096 dan koefisien shoaling bekisar antara 0,90561 sampai 1,35533. Tinggi gelombang pecah yang did apt dari hasil perhitungan adalah 0,933 m sampai 1,677 m pada kedalaman 0,5 m sampai 25 m. Kata Kunci : Pantai desa Tumpaan, Windrose, Karakteristik gelombang, Digitasi peta
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA DUMOGA II KECAMATAN DUMOGA TIMUR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Rismawanto, Tio Herdin; Binilang, Alex; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Dumoga II terletak di Kecamatan Dumoga Timur Kabupaten Bolaang Mongondow yang saat ini belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari masyarakat mengandalkan air sumur, namun pada musim hujan sumur warga menjadi keruh sedangkan pada musim kemarau sumur warga menjadi kering. Desa ini memiliki potensi mata air yang dinamakan mata air Mobulu-Bulu, namun belum dimanfaatkan karena jarak yang akan di tempuh cukup jauh serta medan yang sulit untuk dilalui. Sehingga perlu dibuat suatu sistem penyediaan air bersih yang baik dan bisa melayani masyarakat. Proyeksi pertumbuhan penduduk untuk 20 tahun kedepan dihitung menggunakan metode regresi eksponensial, diperoleh sebanyak 2049 jiwa. Sehingga didapat kebutuhan air bersih desa Dumoga II yaitu 0,859 liter/detik atau 36,225 liter/orang/hari hingga tahun 2035. Dari debit mata air yang tersedia sebesar 1,718 liter/detik. Maka dapat dipastikan bahwa kebutuhan air dapat dipenuhi.Perencanaan sistem air bersih dilakukan dengan cara menangkap air dari mata air Mobulu-bulu dengan menggunakan bangunan penangkap mata air (broncaptering) kemudian disalurkan dengan sistem gravitasi (gravity system) ke reservoir distribusi, selanjutnya air didistribusikan ke penduduk melalui hidran umum dengan sistem gravitasi. Ukuran broncaptering (2 x 1,25 x 1,25) m dan ukuran  reservoir distribusi (5 x 4 x 4,5) m. Jenis pipa yang digunakan adalah HDPE. Untuk menganalisis sistem perpipaan distribusi, menggunakan program Epanet 2.0. Perencanaan ini sesuai dengan tujuan yaitu dapat menyediakan dan memenuhi kebutuhan air bersih di desa Dumoga II.  Kata kunci : Desa Dumoga II, Hidran Umum, Perencanaan Sistem Air Bersih
PENGEMBANGAN SISTIM PELAYANAN AIR BERSIH Naway, Ridwan; Halim, Fuad; Jasin, Mohammad I.; Kawet, Lingkan
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKawasan Perumahan Wale Manguni Indah terletak di Kecamatan Singkil Kelurahan Kombos Timur. Saat ini sebagian wilayah di perumahan tersebut telah mendapat pelayanan air bersih dari PDAM namun pelayanan yang diberikan masih sangatlah minim dikarenakan wilayah perumahan tersebut berada pada daerah ketinggian sehingga tekanan yang diberikan oleh PDAM masih belum mampu memberikan pelayanan yang optimal.Sistem jaringan air bersih direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah studi sampai tahun 2031. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk yang pertumbuhannya dianalisis dengan menggunakan analisa logaritma. Dari hasil perhitungan analisis kebutuhan air bersih di perumahan Wale Manguni Indah pada tahun 2031 dengan jumlah penduduk 928 jiwa mencapai 2,212 liter/detik. Reservoar bertipe ground reservoir dengan ukuran 4,5m x 4,5m x 3m. Sistem distribusi menggunakan sistem kombinasi antara sistem pemompaan dan gravitasi, dengan hasil perhitungan diameter pipa transmisi adalah 150 mm dan pipa distribusi bervariasi antara 50 mm – 100 mm. Untuk mendesain sistem penyediaan air bersih digunakan software EPANET 2.0.Kata kunci: air bersih, perpipaan, sistem penyediaan
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA KOLONGAN DAN KOLONGAN SATU KECAMATAN KOMBI KABUPATEN MINAHASA Tambalean, Tirza Gabriela; Binilang, Alex; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kolongan dan Kolongan Satu terletak di Kecamatan Kombi yang pertumbuhan penduduknya mengalami perkembangan sehingga membutuhkan sarana dan prasarana penunjang pemenuhan kebutuhan akan air bersih. Masyarakat sekitar menggunakan mata air untuk memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih, namum pada kenyataannya tidak semua warga mendapatkan air bersih dari sumber air tersebut. Oleh karena itu diperlukan perencanaan sistem penyediaan air bersih guna menunjang kebutuhan penduduk pada masa mendatang.Sistem penyediaan air bersih di Desa Kolongan dan Kolongan Satu direncanakan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih selama 20 tahun hingga tahun 2037. Proyeksi jumlah penduduk dihitung menggunakan metode analisis regresi logaritma karena memiliki koefisien korelasi terbesar dan nilai standart error terkecil. Hasil analisis menunjukan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk hingga tahun rencana adalah 1838 jiwa, dengan kebutuhan total air bersih sebesar 0,7696 liter/detik atau 66493,44 liter/hari masih dapat dipenuhi oleh potensi mata air yang ada. Sumber mata air yang digunakan memiliki debit sebesar 6,4 liter/detik, lebih besar dari kebutuhan air. Untuk penyaluran air bersih dilakukan dengan sistem gravitasi. Mata air akan ditampung di reservoir berkapasitas 60m3 dengan dimensi 6m x 4m x 2,5m, selanjutnya air didistribusikan ke daerah pelayanan melalui 19 hidran umum. Desain sistem penyediaan air bersih dianalisa menggunakan software EPANET 2.0 dan didapat ukuran pipa berdiameter 3 inch untuk pipa transmisi dan pipa 2 inch untuk pipa distribusi. Kata Kunci: Desa Kolongan, Kebutuhan Air, Penyaluran Air Bersih