Kasbawati Kasbawati
Industrial & Financial Mathematics Research Group, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia Department Of Mathematics, Hasanuddin University, Jl. P. Kemerdekaan Km. 10 Makassar 90245, Indonesia

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Numerik Model Epidemiologi SIR dengan Faktor Difusi Kasbawati Kasbawati
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi Vol. 7 No. 2: January 2011
Publisher : Department of Mathematics, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.984 KB) | DOI: 10.20956/jmsk.v7i2.3378

Abstract

Model SIR merupakan salah satu model dasar dalam model epidemiologi yang banyak digunakan dan dikembangkan dalam pemodelan penyakit menular atau sejenisnya. Pada umumnya, model SIR yang dikembangkan tidak melibatkan faktor difusi atau efek spasial dari populasi yang diamati. Dalam penelitian ini, akan dikaji mengenai model SIR dengan memasukkan efek spasial atau efek difusi ke dalam model. Dengan adanya faktor difusi tersebut, tidak hanya perubahan populasi terhadap waktu yang dapat diamati, tetapi juga seberapa cepat populasi menyebar, khususnya populasi yang infektif. Model SIR dengan faktor spasial tersebut akan dianalisis dan disimulasikan dengan menggunakan pendekatan metode beda hingga.
Kontrol Optimal Upaya Pencegahan Infeksi Virus Flu Burung H5N1 dalam Populasi Burung dan Manusia Kasbawati Kasbawati
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi Vol. 8 No. 1: July 2011
Publisher : Department of Mathematics, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.375 KB) | DOI: 10.20956/jmsk.v8i1.3382

Abstract

Pada penelitian ini dikaji mengenai aplikasi dari teori kontrol optimal pada sistem persamaan differensial dari model matematika penyakit flu burung yang telah dibentuk. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa penyebaran virus flu burung sangat bergantung pada keberadaan populasi yang infektif sehingga perlu dilakukan pengontrolan terhadap populasi tersebut melalui suatu treatment tertentu. Teori kontrol optimal diaplikasikan pada model untuk mendapatkan bentuk kontrol yang optimal sehingga jumlah populasi yang infektif dapat ditekan secara maksimal. Target utama yang akan dicapai pada penelitian ini adalah menemukan bentuk kontrol optimal yang tunggal yang mana kontrol optimal tersebut dapat digambarkan sebagai tingkat efisiensi dari vaksinasi pada burung sehat dan pengobatan pada penderita flu burung yang dilakukan untuk menurunkan jumlah infeksi dan mencegah terciptanya infeksi baru dalam sistem.
Model Matematika Kecanduan Terhadap Rokok Kasbawati Kasbawati
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi Vol. 14 No. 1 (2017): July 2017
Publisher : Department of Mathematics, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.168 KB) | DOI: 10.20956/jmsk.v14i1.3535

Abstract

Makalah ini mengangkat masalah tentang model matematika untuk kasus kecanduan terhadap rokok. Masalah ini sebelumnya telah diteliti oleh Castillo-Garsow, Jordan-Salivia dan Rodriguez-Herrera (2000), tetapi tanpa mempertimbangkan faktor gender. Dalam tulisan ini penelitian dibatasi dalam populasi tertutup dan populasi dibagi berdasarkan faktor gender, yaitu populasi pria dan wanita. Tiap populasi dibagi menjadi tiga sub populasi, yaitu perokok potensial, perokok (perokok berat) dan perokok yang berhenti merokok. Analisis kualitatif dan kuantitatif dilakukan untuk mengetahui kelakuan solusi model, dan seberapa cepat laju perubahan jumlah perokok jika dilakukan kontrol dan jika tidak dilakukan kontrol. 
Penentuan Nilai R0 dengan Menggunakan Operator The Next Generation Kasbawati Kasbawati
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi Vol. 6 No. 1 (2009): July 2009
Publisher : Department of Mathematics, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.038 KB) | DOI: 10.20956/jmsk.v6i1.4094

Abstract

Model epidemiologi merupakan salah satu model matematika yang banyak diaplikasikan untuk menggambarkan proses penularan suatu penyakit yang infektif dalam dunia kedokteran,ke dalam bahasa matematika. Model ini pada umumnya menggambarkan mengenai perilaku umum sebuah penyakit yang berkembang dalam suatu sistem. Salah satu besaran yang sangat penting dalam model epidemiologi adalah besaran yang disebut sebagai basic reproductive number yang biasa dilambangkan dengan R0. Besaran ini banyak memberikan makna dalam interpretasi model matematika untuk menjelaskan seberapa besar proses penularan suatupenyakit dapat terjadi. Dalam tulisan ini akan diberikan suatu metode yang dapat digunakan dalam menentukan nilai R0.
Analisis Model Populasi Mangsa Pemangsa dengan Area Reservasi dan Pemanenan Pemangsa Syamsul Agus; Syamsuddin Toaha; Kasbawati Kasbawati
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi Vol. 15 No. 1 (2018): July 2018
Publisher : Department of Mathematics, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.92 KB) | DOI: 10.20956/jmsk.v15i1.4418

Abstract

Manajemen perikanan adalah upaya untuk mendukung konservasi sumber daya perikanan dan menghidari eksplotasi yang berlebihan serta tetap memberikan keuntungan ekonomi. Dalam tulisan ini dibahas suatu model populasi mangsa pemangsa dan pemanenan pada pemangsa dengan melibatkan fungsi biaya dan fungsi penerimaan. Dinamika ketiga spesies tersebut dimodelkan dengan mengasumsikan spesies mangsa di area bebas , spesies di area reservasi , dan spesies pemangsa di area bebas  yang dinyatakan dalam bentuk sistem persamaan diferensial. Titik keseimbangan model beserta kestabilannya dianalisis dengan metode linearisasi dengan matriks Jacobi dan analisis kestabilan berdasarkan nilai eigen dari persamaan karakteristik dengan menggunakan kriteria Routh-Hurwitz, juga dianalisis dengan simulasi numerik untuk mengetahui kestabilan titik keseimbangan dan keuntungan maksimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa kestabilan titik keseimbangan interior pada model ditentukan oleh nilai-nilai parameter model dan usaha pemanenan. Ketiga spesies tidak punah dan dapat tetap lestari meskipun ada usaha pemanenan serta dapat memberikan keuntungan maksimal
Analisis Kestabilan Model Mangsa Pemangsa dengan Pemanenan Ambang Batas pada Populasi Pemangsa Yusrianto Yusrianto; Syamsuddin Toaha; Kasbawati Kasbawati
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi Vol. 16 No. 1 (2019): JMSK, July, 2019
Publisher : Department of Mathematics, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.222 KB) | DOI: 10.20956/jmsk.v16i1.6575

Abstract

                                                                                        Abstrak Penelitian ini mengkaji model satu mangsa dan satu pemangsa yang saling berkompetisi. Fungsi predasi dari pemangsa diasumsikan menggunakan fungs1 respon Holling tipe II. Dengan asumsi bahwa adanya kompetisi intraspesifik pada popuasi pemangsa serta dilakukan pemanenan ambang batas pada popuasi pemangsa. Pada model tersebut dilakukan analisis tentang syarat kewujudan dan kestabilan titik keseimbangan interior. Analisis kestabilan titik keseimbangan interior dilakukan dengan metode linearisasi dan dengan memperhatikan nilai eigen dari matriks Jacobi yang diperoleh. Terdapat sepuluh titik kesetimbangan yang diperoleh pada model, satu diantaranya dapat dinterpretasikan. Titik tersebut dinyatakan stabil asimtotik. Berdasarkan hasil anasis menggunakan beberapa parameter, diketahui bahwa ada suatu waktu pemanenan ambang batas harus dihentikan karna sudah tidak memenuhi syarat kriteria ambang batas yang telah ditentukan.Kata kunci : Model mangsa pemangsa, Pemanenan ambang batas, Titik kesetimbanganAbstract This study examines the model of one prey and one predator who mutates each other. The predation function of predators is assumed to use the Holling type II response function. Assuming that the existence of intraspecific competition in predatory population and theshold harvesting for predatory population is carried out. In this model, an analysis of the actual conditions and stability of the interior balance point is carried out. Analysis of the interior stability balance points was carried out by linearization method and by taking into account the eigenvalues of the Jacobian matrix obtained. There are ten equilibrium points of engagement obtained on the model, one of which can be interpreted. This point is stated as asymptotically stable. Based on the results of analysis using several parameters, it is known that there is a time when harvesting the threshold must be stopped because it has not fulfill the specified criteria for threshold.Keyword : Prey-predator model threshold harvesting, equibrium point
ANALISIS KESTABILAN DAN KONTROL OPTIMAL MODEL LESLIE-GOWER FUNGSI RESPON HOLLING III DENGAN PEMANENAN PADA POPULASI PREDATOR DAN PREY Himmatul Ulya Febriyanti; Syamsuddin Toaha; Kasbawati Kasbawati
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi Vol. 16 No. 1 (2019): JMSK, July, 2019
Publisher : Department of Mathematics, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.081 KB) | DOI: 10.20956/jmsk.v16i1.6784

Abstract

This article modified the leslie-gower model on harvesting with predator and prey population. This study aims at construct a modification of leslie-gower model with holing III response function. In addition, there is an effort harvesting in predator and prey population, analyzing an equilibrium point, finding bionomic equilibrium and the condition where the present value is maximum from net income by controlling harvesting in both populations. In the modified leslie-gower model there is an equilibrium point  which is asymptotically stable and when there have harvesting, the equilibrium point  is also asymptotically stable. Bionomic equilibrium from harvesting on the modified leslie-gower model is maximizing the profit function π of harvesting on a model with the maximum pontryagin principle resulting an optimal equilibrium) affected by instantaneous rate of discount δ.
Stability Analysis of Mathematical Model on HIV Infection with the Effects of Antiretroviral therapy Lilis Dwi Sapta Aprilyani; Kasbawati Kasbawati; Syamsuddin Toaha
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi Vol. 17 No. 1 (2020): JMSK, SEPTEMBER, 2020
Publisher : Department of Mathematics, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jmsk.v17i1.9239

Abstract

HIV is a retrovirus, a virus which has enzymes and can convert genetic material from RNA to DNA. Antiretroviral therapies are the treatment to make the activity of the virus slow. The purpose of this article is to develop a mathematical model of HIV infection by reviewing antiretroviral therapy, analyze the equilibrium point, and determine the effectiveness of antiretroviral therapy. There are two equilibrium points in this HIV infection model, namely infection-free equilibrium and infected equilibrium. Numerical simulations are carried out based on selected parameters showed that infection free equilibrium is reached when the effectiveness of antiretroviral therapy is 0,4 for RT inhibitor and 0,3 for Protease Inhibitor. This means that antiretroviral therapy may change infected conditions to infection free conditions.
Stability Analysis of Mathematical Models of the Dynamics of Spread of Meningitis with the Effects of Vaccination, Campaigns and Treatment Sulma Sulma; Syamsuddin Toaha; Kasbawati Kasbawati
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi Vol. 17 No. 1 (2020): JMSK, SEPTEMBER, 2020
Publisher : Department of Mathematics, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jmsk.v17i1.10031

Abstract

Meningitis is an infectious disease caused by bacteria, viruses, and protosoa and has the potential to cause an outbreak. Vaccination and campaign are carried out as an effort to prevent the spread of meningitis, treatment reduces the number of deaths caused by the disease and the number of infected people. This study aims to analyze and determine the stability of equilibrium point of the mathematical model of the spread of meningitis using five compartments namely susceptibles, carriers, infected without symptoms, infected with symptoms, and recovered with the effect of vaccination, campaign, and treatment. The results obtained from the analysis of the model that there are two equilibrium points, namely non endemic and endemic equilibrium points. If a certain condition is met then the non endemic equilibrium point will be asymptotically stable. Numerical simulations show that the spread of disease decreases with the influence of vaccination, campaign, and treatment.
MSEICR Fractional Order Mathematical Model of The Spread Hepatitis B Suriani Suriani; Syamsuddin Toaha; Kasbawati Kasbawati
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi Vol. 17 No. 2 (2021): JANUARY 2021
Publisher : Department of Mathematics, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jmsk.v17i2.10994

Abstract

This research aims to develop the MSEICR model by reviewing fractional orders on the spread of Hepatitis B by administering vaccinations and treatment, and analyzing fractional effects by numerical simulations of the MSEICR mathematical model using the method Grunwald Letnikov. Researchers use qualitative methods to achieve the object of research. The steps are to determine the MSEICR model by reviewing the fractional order, looking for endemic equilibrium points for each non-endemic and endemic equilibrium point, determining the equality of characteristics and eigenvalues ​​of the Jacobian matrix. Next, look for values  ​​(Basic Reproductive Numbers), analyze stability around non-endemic and endemic equilibrium points and complete numerical simulations. From the simulation provided, it is known that by giving a fractional alpha value of and  , the greater the value of the fractional order parameters used, the movement of the solution graphs is getting closer to the equilibrium point. If given and still endemic, whereas if and  the value  is increased to non-endemic, then the number of hepatitis B sufferers will disappear.