Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN ODGJ DI UPT PUSKESMAS KEDUNGJAJANG KABUPATEN LUMAJANG Purwono, Siswo; Hamim, Nur; Abidin, Zainal
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2390

Abstract

Patients with mental disorders, are those who experience disturbances in their thoughts, feelings and behavior. Families with individuals who experience mental disorders will provide a negative social model. Families who can’t handle it, may deal with many challenges, including difficulties in the healing process, for family members who suffer from mental illness and lack of supervision in taking medication. The aim of this research is to determine the correlation between family social support and medication adherence in PWMD patients at the Kedungjajang Community Health Center, Lumajang Regency. This research design uses a cross sectional design. Sampling used an accidental sampling technique with a sample size of 56 respondents carried out from 1 to 31 July 2024. The instrument used for data collection was a questionnaire. The results of the study showed that of the 56 respondents' social support for adherence to taking medication for PWMD patients, 54 (96.4%) were good, while 51 (91.1%) of ODGJ patients were compliant in taking medication for PWMD. Data processing using the chi square test calculated using SPSS Windows obtained a value of p=0.038 (p<0.05) so it can be concluded that Ha is accepted, meaning there is a significant correlation between family social support and adherence to taking medication in PWMD patients at the Kedungjajang Community Health Center, Lumajang Regency. in 2024. As a nurse we are expected to improve communication, information, and education to the family of PWMD. It can help families play a bigger role in providing the best social support to PWMD patients and monitor medication adherence in PWMD patients.
Hubungan Peran Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Penderita Skizofrenia Purwito, Heri; Yunita, Rizka; Hamim, Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.288

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit menyebabkan masalah stigma dalam lingkungan sosial sehingga memperngaruhi terhadap kualitas hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keterkaitan antara peran keluarga dengan kualitas hidup penderita skizofrenia. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan tipe riset survei analitik serta menggunakan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional). Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien skizofrenia, dengan total partisipan sejumlah 93 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Tempursari pada bulan Juni- Juli 2024. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa kuisioner peran keluarga dan WHOQoL-BREF. Data dianalisis menggunakan uji correlation rank spearman. Hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji korelasi rank spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 < α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan peran keluarga dengan kualitas hidup pasien skizofrenia. Hasil dari studi ini dapat digunakan sebagai referensi untuk rencana implementasi selanjutnya mengembangkan program pemberdayaan keluarga melalui edukasi dan pelatihan berkelanjutan mengenai perawatan skizofrenia, penyediaan koseling keluarga, kunjungan rumah berkala, serta pendampingan psikososial.
Pijat Bayi Dengan Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan panglipurwati, Cicik; Hamim, Nur
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 September 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i3.12232

Abstract

Background: Baby massage is an expression of affection between parents and children through touching the skin. Meanwhile, development is the increasing perfection of abilities, skills and more complex body functions in gross motor skills. The prevalence of child development problems in various developed and developing countries, including America, is 12-16%, Argentina 22% and Hong Kong 23%. According to the Indonesian Ministry of Health (2013), 16% of babies in Indonesia experience neurological and brain development disorders ranging from mild to severe. One form of growth and development stimulation that has been carried out is baby massage (Kepmenkes RI, 2020). Massage is one of the oldest treatment methods in the world. Objective: The aim of this research is to determine the relationship between baby massage and growth and development in babies aged 0-12 months in the working area of the Sumberjambe Jember Community Health Center. Method: The population in this study were mothers with children under five 0 - 12 months with a total of 146 with a sample of 107 respondents taken using simple random sampling techniques and Chi-Square Tests data analysis. The results of the study of 107 samples showed that 86 respondents had increased or good weight. (80.4%) after the massage, while the weight category did not increase, 21 respondents (19.6%) obtained the weight category. Then a statistical test was carried out to obtain a p value of 0.00 because the p value <0.05. Meanwhile, the result is p = 0.02, which means there is a relationship between baby massage and growth and development in toddlers aged 0-12 months in the working area of the Sumberjambe Community Health Center, Jember. Conclusion: Babies received massage (80.4%), and weight rose 7.75%. There is a relationship between baby massage and growth and development in the working area of Sumberjambe Community Health Center, JemberSuggestion: Midwifery and health workers should continue to improve their understanding and skills in providing baby massage services in order to achieve growth and development in their babies.  Keywords ; Massage for Babies, Toddlers, Toddler Growth and Development ABSTRAK Latar belakang:Pijat bayi merupakan pengungkapan rasa kasih sayang antara orang tua dengan anak lewat sentuhan pada kulit.sedangkan perkembangan adalah bertambah sempurnanya kemampuan, keterampilan, dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan motorik kasar. Prevalensi masalah perkembangan anak diberbagai negara maju dan berkembang di antaranya Amerika sebesar 12-16%, Argentina 22% dan Hongkong 23%. Menurut Depkes RI (2013) menyatakan bahwa 16% bayi di Indonesia mengalami gangguan perkembangan saraf dan otak mulai ringan sampai berat Salah satu bentuk stimulasi tumbuh kembang yang selama ini dilakukan yaitu pijat bayi (Kepmenkes RI, 2020). Pijat merupakan salah satu metode pengobatan tertua di dunia.Tujuan: tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan pijat bayi dengan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi usia 0-12 bulan di wilayah kerja puskesmas sumberjambe jember. Metode:Populasi pada penelitian ini adalah ibu dengan anak balita 0 – 12 bulan dengan jumlah 146 dengan sampel 107 responden yang diambil dengan teknik sampling simple random sampling dan analisa data Chi-Square Test.Hasil penelitian sebanyak 107 sampel didapatakan berat badan meningkat atau baik 86 responden (80,4%) setelah dilakukan pemijatan, sedangkan katagori berat badan tidak meningkat di dapatkan sebanyak 21 responden (19,6%), Kemudian dilakukan uji statistik  diperoleh nilai p value sebesar 0.00  karena p value < 0.05. Sedangkan hasil dari p = 0,02 yang berarti ada hubungan pijat bayi dengan pertumbuhan dan perkembangan padabalita usia 0-12 bulan diwilayah kerja puskesmas sumberjambe, jember.Kesimpulan:Bayi melakukan pemijatan ada (80,4%), dan BB naik 7,75% .ada hubungan pemijatan bayi dengan pertumbuhan dan perkembangan di Wilayah kerja puskesmas Sumberjambe, jemberSaran: Tenaga kebidanan dan kesehatan sebaiknya terus meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memberikan layanan pijat bayi agar mencapai pertumbuhan dan perkembangan pada bayinya. Kata kunci ; Pijat Bayi, Balita, Tumbuh-kembang balita 
Social Care in Improving Self-Concept of Leprosy Patients Hamim, Nur; Mariani, Mariani; Sismulyanto, Sismulyanto
Jurnal Ners Vol. 15 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v15i1.6746

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Many infectious diseases occur in developing countries with low socioeconomic conditions. One such is leprosy. Leprosy is common in developing countries as a result of the country's limited ability to provide adequate services, including among some health workers. Such health workers are lacking knowledge and understanding of the false beliefs of leprosy and its resulting disabilities. The purpose of this research is to formulate a social care model in improving self-concept of leprosy patients in Probolinggo District.Methods: This research used explanatory research survey method with a cross-sectional approach. The sample was 56  respondents. The variables were family support, social care and self-concept. The data were collected using a questionnaire modelled on  Liandi,  Richard H's concept and The Tennessee Self-Concept Scale. The data were then analyzed by Partial Least Squares (PLS)  to test the hypothesis and form the empirical model.Results: The results showed  social care was able to improve the self-concept of leprosy patients (T=5.800, T >1.96).Conclusion: Therefore, it is expected that nurses continuously  synergize in maintaining social care conditions with the community in order to improve the self-concept of leprosy patients.
The Role of Hypertension Exercise on Blood Pressure in Hypertension Sufferers Sriyono, Grido Handoko; Hamim, Nur; Narsih, Umi
Al Makki Health Informatics Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Al Makki Health Informatics Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/hij.v1i1.2

Abstract

The prevalence of hypertension in Indonesia at ages > 18 years is increasing. Hypertension sufferers who make efforts to control blood pressure are only one-fifth of all sufferers in the world. Controlling hypertension can be done by controlling risk factors, namely by eating healthy food, reducing the amount of salt in food, not consuming alcohol, not smoking, controlling stress, and doing physical activity.
Foot Self Efficacy dan Foot Self Care Behaviour pada Lansia dengan Diabetes Melitus Salam, Ainul Yaqin; Hamim, Nur
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 3 No. 1 (2019): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v3i1.126

Abstract

 AbstrakLansia dengan diabetes adalah kelompok khusus yang memiliki resiko tinggi komplikasipada kakinya. Self-efficacymenjadi salah satu determinan faktor utama untuk meningkatkan perilaku perawatan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat efikasi diri kaki (Foot Self Efficacy) dan perilaku perawatan kaki (Foot Crae Behaviour) dan hubungannya dengan karakteristik demografis pada lansia dengan diabetes.Studi cross-sectional digunakandi Desa Karangren Kecamatan Krejengan Probolinggo dari Mei hingga Juni 2019. Kriteria khusus dipilih untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Para responden diwawancarai menggunakan seperangkat kuesioner yang telah divalidasi. Statistik deskriptif dan inferensial (regresi linier berganda) digunakan untuk menjawab hipotesis penelitiandengan bantuanSPSS 19. Hasil penelitian menyebutkan rata-ratafoot self-efficacysebesar 29,79 dengan standar deviasi 8,26 danrata-ratafoot care behavior sebesar 28,72 dengan SD 6,33. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara foot self-efficacy (β = 0,43, p <0,001), tingkat pendidikan (β = 0,43, p <0,001), dan jenis kelamin (β = 0,31, p <0,001) dengan perilaku perawatan kaki. Program edukasi self-efficacydapat menjadi pertimbangan yang krusial  untuk meningkatkan perilaku perawatan kaki. Lansia dengan diabetes harus diajari pemeriksaan kaki secara mandiri.Perawatan kaki diabetes yang tepat dan berkelanjutan dapat secara signifikan mencegah terjadinya komplikasi pada kaki lebih lanju yang berefek pada peningkatan kualitas hidup.                                                                                                     Kata kunci: diabetes, lansia, efikasi diri, perilaku perawatan diri, kaki  AbstractThe elderly with diabetes is a special group that has a high risk of complications in the legs. Self-efficacy is one of the main determinants of improving foot care behavior.The essential aims of this study were to identify the level of self-efficacy and foot care behavior and its relationship to demographic characteristics in elderly patients with diabetes. The cross-sectional study has been done in Karangren Village, Krejengan Probolinggo district from May to June 2019. Specific criteria  were chosen to participate in this study. The respondents interviewed used a set of validated questionnaires. Descriptive and inferential statistics (multiple linear regression) were used to answer the research hypothesisby SPSS 19. The results mentioned that the average foot self-efficacy was 29.79, with a standard deviation of 8.26, and the normal foot care behavior was 28.72, with an SD of 6.33. There is a significant relationship between foot self-efficacy (β = 0.43, p <0.001), level of education (β = 0.43, p <0.001), and gender (β = 0.31, p <0.001) with foot care behavior. The self-efficacy education program can be a crucial considerateness for improving foot care behavior.Elderly with diabetes must be taught foot examinations independently. Appropriate and ongoing diabetes foot care can significantly prevent diabetic foot complications, which affect improving the quality of life. Keywords: diabetes, elderly, self-efficacy, self-care behavior, feet
Family Resilience in Preventing Covid-19 Pandemic Hamim, Nur; Addiarto, Widya; Nur Rahmat, Nafolion
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 8 No. 1 (2024): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v8i1.784

Abstract

Abstrak Corona Virus Disease 2019 atau yang kita kenal dengan (Covid-19) telah membuat dampak yang sangat siqnifikan terhadap tatanan kehidupan di masyarakat bahkan di seluruh dunia. Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam pencegahan Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun model ketahanan keluarga melalui keyakinan, manajemen keluarga, komunikasi dan kepedulian sosial dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan memberikan penjelasan (explanatory research) menggunakan sampel dari populasi sebanyak 96 keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ketahanan keluarga beberapa faktor diantaranya: keyakinan dengan nilai 14,972 (t-value > 1.96), komunikasi dengan nilai 13,784 (t-value > 1.96), manajemen dengan nilai 23,071 (t-value > 1.96) dan terakhir layanan sosial dengan nilai 8,200 (t-value > 1.96). Dengan demikian bahwa ketahanan keluarga akan sangat dipengaruhi oleh cara keluarga dalam memahami pelayanan yang diberikan oleh keluarga satu dengan anggota keluarga lainya, sehingga akan memberikan kontribusi setiap ada kondisi yang memerlukan perlakuan yang semestinya. Kata kunci: ketahanan, kepercayaan, komunikasi, manajemen, pelayanan sosial   Abstract Corona Virus Disease 2019, often known as Covid-19, has had a profound effect on society, even globally, including Indonesia. The family is the smallest entity that interacts directly with the people in it; hence, it plays a crucial role in preventing Covid-19. This study employs a cross-sectional design, which involves selecting a sample of 96 households from a population and employing a questionnaire as a tool for gathering fundamental information by examining the impact of the four variables—belief, management, communication, and social services—on the resilience of families during the Covid-19 pandemic. The results show that there is a relationship between family resilience and family beliefs during the Covid-19 pandemic with a t-statistic value of 14,972 (t-value > 1.96), family resilience and family communication with a t-statistic value of 13,784 (t-value > 1.96), family resilience and family management with a t-value of 23,071 (t-value > 1.96) and the last family resilience and social services with a t-statistic value of 8,200 (t-value > 1.96). Thus, family resilience will be greatly influenced by the way of how the family understands the services provided among family members, so that it will contribute whenever there are conditions that require proper treatment. Keywords: Resilience, Belief, Communication, Management, Social Services
FAKTOR PENENTU STUNTING PADA ANAK DI ERA PANDEMI COVID 19 Sunanto; Hamim, Nur
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 1 (2022): Vol 6 No 1 April 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i1.17790

Abstract

Situasi pandemi yang di akibatkan oleh corona virus Disease (covid 19), sungguh telah membuat dampak ekonomi dan kesehatan secara luas lebih nyata di dunia dan juga di rasakan di indonesia, ekonomi merupakan peranan penting dalam menjaga kesehatan masyarakt di situsi seperti ini, utamanya dalam pertumbuhan anak supaya gizi anak tetap terpenuhi, Stunting adalah suatu keadaan dimana tinggi badan anak yang terlalu rendah. Kondisi ini umumnya terjadi karena kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi sejak bayi, bahkan sejak dalam kandungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk menganalisis factor ekonomi, pengetahuan ibu tentang nutrisi, dan dukungan Suami dengan kejadian stunting Pada Masa Pandemi Covid 19. Desain dalam penelitian ini adalah menggunakan desain studi analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sample yang digunakan 45 responden ibu dengan anak stunting kabupaten probolinggo dan memenuhi kriteria inklusi yang diambil dengan cara Simple Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS dengan uji statistik “spearman rank” didapatkan nilai signifikan Hasil uji statistik didapatkan variable bahwa r tingkat ekonomi 0,019, nilai r pengetahuan ibu 0,069, r Dukungan Suami 0,069 dengan tingkat signifikan 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh tingkat ekonomi, pengetahuan ibu tentang nutisi dan Dukungan Suami dengan kejadian stunting di kabupaten probolinggo, namun demikian dari ke tiga factor tersebut, factor yang paling dominan mempengaruhi adalah factor ekonomi terhadap kejadian stunting di era pandemic Covid 19.