Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN TEH DAUN JATI BELANDA TERHADAP PERUBAHAN KADAR KOLESTEROL PADA MASYARAKAT PENDERITA HIPERKOLESTEROL Supriani, Anik; Kiftiyah, Kiftiyah; Rosyidah, Nanik Nur; Hardiyanti, Tri
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.851

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan penyakit dimana kandungan kolesterol di dalam darah relatif tinggi, takaran kolesterol normal tubuh adalah 160 – 200 mg/dl. Tujuan penelitian untuk mengetahuipengaruh pemberian teh daun jati belanda (Guazuma Ulmifolia) terhadap perubahan kadar kolesterol.Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksprimen dengan rancangan One Group Pre Post Test Design. Seluruh populasi yang mengalami hiperkolesterol berjumlah 17 responden di Dusun Kedungsari RT 03 RW 05 Desa Balongsari Megaluh, yang dilakukan pada bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2019  selama satu bulan. Besar sempel pada penelitian ini berjumlah 17 responden dengan teknik non probability dengan sampling accidenta yaitu pengambiln sampel didasarkan pada kenyataan bahwa mereka kebetulan muncul. Data yang terkumpul melalui observasi di analisa dengan uji wilcoxon.Hasil penelitian dari 17 responden, kadar kolesterol pada responden sebelum diberikan teh daun jati belanda berada di nilai batas dengan persentase 52,9 %, setelah  diberikan teh daun jati belanda mengalami perubahan terhadap kadar kolesterol yang berada di nilai batas dengan persentase 47,1 %. Hasil uji wilcoxon menunjukkan data bahwa nilair value sebesar 0,001< 0,005 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak sehingga ada perubahan kadar kolesterol setelah dilakukan pemberian teh daun jati belanda di Dusun Kedungsari Desa Balongsari Megaluh.Perubahan kadar kolesterol disebabkan oleh Sterolyang ada di daun jati belanda. Sterol bersifat mengikat kolesterol di dalam makanan yang dikonsumsi manusia. Tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan pada masyarakat yang menderita hiperkolesterol dengan melakukan penyuluhan tentang pengobatan non farmakologi untuk menurunkan dan mengontrol kadar kolesterol.Kata Kunci: Teh Daun Jati Belanda, Kadar Kolesterol, HiperkolesterolDOI: 10.5281/zenodo.3561600
EFEKTIFITAS METODE SNOWBALL THROWING DENGAN METODE TAKE AND GIVE TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT 12 NERVUS KRANIAL PADA MAHASISWA PRODI ILMU KEPERAWATAN Supriani, Anik; Fibriana, Linda Presti; Fiqi, Rizal; Rosyidah, Nanik Nur; Kiftiyah, Kiftiyah
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.911

Abstract

Pembelajaran persarafan yang identik dengan menghafal memerlukan suatu teknik mengingat khusus dengan penekanan atau pelatihan kemampuan mengingat untuk mengoptimalkan memori dan daya ingat mahasiswa agar lebih mudah memahami selama proses pembelajaran. Adanya permasalahan mahasiswa dalam mengingat 12 nervus kranial yang disampaikan dosen, sehingga peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode Snowball Throwing dan metode Take and Give. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas metode Snowball Throwing dan metode Take and Give terhadap kemampuan mengingat 12 nervus kranial.Desain penelitian menggunakan Quasy Experimen Design, dengan pendekatan pre-post Two Group Design, sampe penelitian ini diambil dengan teknik Purposive Sampling. Populasi berjumlah 67 responden dari kelas 2A dan 2B. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan tingkat 2 Stikes Dian Husada Mojokerto sebanyak 56 responden, unutk kelas 2A berjumlah 28 repoden dan kelas 2B berjumlah 28 responden. Variabel independen metode Snowball Throwing dengan metode Take And Give, variabel dependen  kemampuan mengingat 12 Nervus Kranial.Hasil uji wilcoxon  menunjukkan bahwa antara metode Snowball  Throwing dan Take And Give diketahui nilai signifikan yaitu 0,000 maka hipotesis penelitian H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil uji Independent T-test  menunjukkan bahwa antara metode Snowball  Throwing dan Take And Give diketahui nilai signifikan yaitu 0,053 maka antara metode Snowball Throwing dan Take And Give sama-sama efektif.Hasil penelitian antara metode Snowball Throwing dan metode Take And Give sama – sama efektif terhadap kemampuan mengingat 12 nervus kranial. Diharapkan dosen di Stikes Dian Husada Mojokerto lebih sering memberikan metode Snowball Throwing dan metode Take And Give dalam pembelajaran 12 nervus kranial pada mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan tingkat 2 Stikes Dian Husada Mojokerto.Kata Kunci:  Metode Snowball Throwing, Metode Take And Give, Mengingat, 12 Nervus CranialDOI: 10.5281/zenodo.3573286
PERUBAHAN KOLESTEROL DARAH PASCA PEMBERIAN RENDAMAN BUAH OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS (L.) MOENCH) Waskito, Rohmad Hadi; Purwanto, Nasrul Hadi; Supriani, Anik; Rosyidah, Nanik Nur
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1030

Abstract

Kolesterol merupakan zat lemak yang sangat diperlukan oleh tubuh. Namun peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh akan menyebabkan resiko arterioklerosis dan penyakit jantung yang dipengaruhi oleh seringnya konsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi seperti otak sapi, daging merah, seafood, kuning telur, keju, dan lain lain atau makanan cepat saji serta kurangnya aktivitas fisik. Pengaturan pola diet untuk menurunkan kadar kolesterol dilakukan dengan mengontrol asupan zat gizi secara seimbang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengkonsumsi sayuran tinggi serat yaitu buah okra.Desain penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan rancangan one group pre post test design. Populasi adalah warga yang menderita kolesterol di Dusun Terate Desa Karang Sentul Kecamatan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan berjumlah 20 orang. Sampel yang diambil sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria dengan pengambilan teknik purposif sampling. Varibel independen pemberian rendaman buah okra, variable dependen perubahan cholesterol darah. Data yang terkumpul melalui lembar observasi kemudian ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon test dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan sebelum mengkonsumsi rendaman buah okra yang mempunyai  nilai kolesterol batas tinggi 11 responden (55%) sesudah diberikan rendaman buah okra mengalami perubahan nilai kolesterol menjadi normal sebanyak 7 (35%) responden, sedangkan yang mempunyai nilai cholesterol tinggi 9 (45%) sesudah diberikan rendaman buah okra mengalami perubahan nilai cholesterol menjadi nilai normal 2 responden (10%) dan 3 responden (15%) mengalami perubahan nilai cholesterol menjdi nilai batas tinggi. Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan signifikan sebesar 0,000 ( < 0,05) yang berarti ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan rendaman buah okra terhadap penurunan kolesterol.Melihat hasil penelitian ini, maka perlu adanya kebiasaan dalam mengkonsumsi rendaman buah okra sebagai penurun kolesterol sehingga konsumsi terhadap obat-obatan farmakologi menurun.Kata kunci: Buah Okra, KolesterolDOI: 10.5281/zenodo.4736064
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN TEKANAN DARAH Supriani, Anik; Irawan, Deny Riyan; Kushayati, Nuris; Rosyidah, Nanik Nur; Kiftiyah, Kiftiyah
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1103

Abstract

Tekanan darah merupakan salah satu indikator untuk mengetahui kondisi organ vital dalam tubuh manusia. Di era modern ini, remaja sulit dilepaskan dari penggunaan perangkat elektronik tak terkecuali gadget. Penggunaan gadget hampir dimanapun pada kalangan remaja. Remaja yang selalu mengaktifkan telepon genggamnya karena menunggu panggilan atau pemberitahuan dan tidak ingin kehilangan waktu untuk berkomunikasi akan tetap fokus serta merasa cemas dan gelisah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan tekanan darah pada mahasiswa Ilmu Keperawatan Tingkat 1 STIKES Dian Husada Mojokerto. Desain penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Metode sampling yang digunakan adalah Total Sampling dengan jumlah 43 mahasiswa tingkat 1 Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto pada bulan Juni 2020. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Setelah ditabulasi data yang ada dianalisis dengan menggunakan uji Rank Spearmen Correlation dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat penggunaan gadget pada mahasiswa yang banyak adalah pada tingkat penggunaan sedang yaitu sebanyak 36 mahasiswa (83,7). Tingkat tekanan darah pada mahasiswa yang paling banyak adalah pada tingkatan normal sebanya 30 mahasiswa (69,8 %). Sedangkan dari hasil pengujian statistik diperoleh hasil ada hubungan penggunaan gadget dan tekanan darah dengan nilai koefisien sebesar 0,354 dengan tingkat signifikansi 0,020 (p <0,05). Melihat hasil penelitian ini maka perlu adanya usaha penurunan penggunaan gadget dengan cara meningkatkan kegiatan sosial kemahasiswaan yang positif sehingga mampu melupakan dan mengurangi keinginan untuk menggunakan gadget agar dapat meminimalkan risiko peningkatan tekanan darah. Kata kunci : Penggunaan Gadget, Tekanan darah, Remaja, Mahasiswa. DOI: 10.5281/zenodo.4771764
ANALISIS DOMAIN KUALITAS HIDUP LANSIA DALAM KESEHATAN FISIK DAN PSIKOLOGIS Supriani, Anik; Kiftiyah, Kiftiyah; Rosyidah, Nanik Nur
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1308

Abstract

Pada umumnya lanjut usia menghadapi kelemahan, keterbatasan dan ketidakmampuan, sehingga kualitas hidup pada lanjut usia menjadi menurun. Kualitas hidup lansia sekarang ini harus diperhatikan untuk menjadi lansia yang mandiri, produktif dan bugar, apalagi di masa pandemic covid 19 seperti sekrang ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis domain yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di tinjau domain fisik dan pikologis. Penelitian ini memiliki variable independen berupa kesehatan fisik dan psikologis, sedangkan variable dependen berupaa kualitas hidup. Desain penelitian ini  menggunakan desain penelitian analitik. Populasi penelitian ini adalah semua lansia sebanyak 27 lansia. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 lansia yang diambil dengan teknik simple random sampling, dengan kriteria inkslusi lansia yang kooperatif, lanjut usia ≥60 tahun dan berada di tempat penelitian, sehat secara fisik, dan dapat mengkoordinasikan seluruh anggota badan. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF, data dianalisa menggunakan uji regresi linier sederhana dan data di sajikan dalam tabel distribusi. Hasil penelitian analisis domain kualitas hidup lansia menunjukkan 25 responden hampir seluruhnya kualitas hidup lansia sedang sebanyak 17 responden (68%). Ditinjau dari domain kesehatan fisik sebagian besar 12 lansia sangat baik (48%), ditinjau dari domain psikologis sebagian besar 18 lansia sangat baik (72%), dan yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup adalah domain kesehatan fisik dengan nilai p=0.000. Diharapkan responden untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup lebih baik dengan cara aktif dalam mengikuti kegiatan khusus untuk lanjut usia yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sehingga dapat menimalkan kualitas hidup lansia yang buruk. DOI: 10.5281/zenodo.5226015
DIABETES MELITUS TIPE 2 ; ARTIKEL REVIEW Rosyidah, Nanik Nur; Cahyono, Eko Agus
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v3i1.74

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah akibat resistensi insulin dimana tubuh tidak merespons insulin dengan efektif dan penurunan produksi insulin oleh pankreas. Kondisi ini menyebabkan gangguan pengaturan glukosa dalam darah dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan jika tidak ditangani dengan baik. Jumlah penderita diabetes mellitus tipe 2 terus meningkat secara signifikan di seluruh dunia. Penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berkaitan erat dengan gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi gula dan kurangnya aktivitas fisik. Menurut data terbaru, jutaan orang di berbagai negara didiagnosis dengan diabetes tipe 2 setiap tahunnya, dan angka ini diperkirakan akan terus naik seiring dengan peningkatan obesitas dan penuaan populasi. Kondisi ini menimbulkan beban besar bagi sistem kesehatan karena diabetes tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan kerusakan saraf jika tidak dikelola dengan baik. Faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 sangat beragam dan umumnya berkaitan dengan gaya hidup serta kondisi kesehatan seseorang. Salah satu faktor utama adalah kelebihan berat badan atau obesitas, terutama penumpukan lemak di sekitar perut yang dapat mengganggu kerja insulin. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko karena tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2 juga berperan penting dalam meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap penyakit ini. Selain itu, usia yang bertambah, terutama di atas 45 tahun, serta pola makan yang tinggi gula dan lemak jenuh turut memperbesar risiko. Faktor lain seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tidak normal, dan riwayat diabetes gestasional pada perempuan juga dapat memicu munculnya diabetes tipe 2. Dengan memahami faktor risiko ini, langkah pencegahan dan pengelolaan dapat dilakukan lebih efektif
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PIJAT BAYI MANDIRI PADA IBU MENYUSUI UNTUK PENINGKATAN KUALITAS TIDUR BAYI Wardani, Riska Aprilia; Virgia, Vera; Rosyidah, Nanik Nur
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4, Nomor 2, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i2.486

Abstract

Permasalahan tidur pada bayi sering kali berkaitan dengan rendahnya pengetahuan ibu mengenai teknik dan manfaat pijat bayi sebagai salah satu metode non-farmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur. Banyak ibu yang belum memahami bahwa pijat bayi tidak hanya memberikan efek relaksasi, tetapi juga membantu mengatur pola tidur, meredakan ketegangan otot, serta menenangkan sistem saraf bayi. Akibat kurangnya pengetahuan ini, ibu cenderung tidak memasukkan pijat bayi dalam rutinitas harian, sehingga bayi lebih rentan mengalami gangguan tidur seperti sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidur yang tidak nyenyak. Ketidaktahuan ini menunjukkan perlunya edukasi yang tepat dan praktis bagi ibu agar mampu menerapkan pijat bayi secara mandiri sebagai upaya sederhana namun efektif untuk mendukung tidur yang berkualitas dan perkembangan optimal pada bayi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan menggunakan metode edukasi. Materi disampaikan kepada peserta kegiatan melalui kegiatan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan secara sumatif. Dari hasil sumatif yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat tentang pijat bayi sebelum dilakukan kegiatan edukasi sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang tentang pijat bayi yaitu sebanyak 11 peserta (73,3%), dan setelah dilakukan kegiatan edukasi didapatkan lebih dari separuh peserta kegiatan memiliki pengetahuan cukup tentang pijat bayi yaitu sebanyak 8 peserta (53,3%). Kegiatan transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat bayi, karena memberikan akses langsung kepada informasi yang akurat, terstruktur, dan mudah dipahami mengenai manfaat serta teknik pijat yang aman bagi bayi. Melalui kegiatan ini, ibu tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam perawatan sehari-hari. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu, diharapkan pijat bayi dapat menjadi bagian dari rutinitas yang mendukung kesehatan fisik dan emosional bayi, termasuk dalam membantu bayi tidur lebih nyenyak dan tumbuh optimal
PENGARUH PEMBERIAN TEH DAUN JATI BELANDA TERHADAP PERUBAHAN KADAR KOLESTEROL PADA MASYARAKAT PENDERITA HIPERKOLESTEROL Supriani, Anik; Kiftiyah, Kiftiyah; Rosyidah, Nanik Nur; Hardiyanti, Tri
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.851

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan penyakit dimana kandungan kolesterol di dalam darah relatif tinggi, takaran kolesterol normal tubuh adalah 160 – 200 mg/dl. Tujuan penelitian untuk mengetahuipengaruh pemberian teh daun jati belanda (Guazuma Ulmifolia) terhadap perubahan kadar kolesterol.Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksprimen dengan rancangan One Group Pre Post Test Design. Seluruh populasi yang mengalami hiperkolesterol berjumlah 17 responden di Dusun Kedungsari RT 03 RW 05 Desa Balongsari Megaluh, yang dilakukan pada bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2019  selama satu bulan. Besar sempel pada penelitian ini berjumlah 17 responden dengan teknik non probability dengan sampling accidenta yaitu pengambiln sampel didasarkan pada kenyataan bahwa mereka kebetulan muncul. Data yang terkumpul melalui observasi di analisa dengan uji wilcoxon.Hasil penelitian dari 17 responden, kadar kolesterol pada responden sebelum diberikan teh daun jati belanda berada di nilai batas dengan persentase 52,9 %, setelah  diberikan teh daun jati belanda mengalami perubahan terhadap kadar kolesterol yang berada di nilai batas dengan persentase 47,1 %. Hasil uji wilcoxon menunjukkan data bahwa nilair value sebesar 0,001< 0,005 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak sehingga ada perubahan kadar kolesterol setelah dilakukan pemberian teh daun jati belanda di Dusun Kedungsari Desa Balongsari Megaluh.Perubahan kadar kolesterol disebabkan oleh Sterolyang ada di daun jati belanda. Sterol bersifat mengikat kolesterol di dalam makanan yang dikonsumsi manusia. Tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan pada masyarakat yang menderita hiperkolesterol dengan melakukan penyuluhan tentang pengobatan non farmakologi untuk menurunkan dan mengontrol kadar kolesterol.Kata Kunci: Teh Daun Jati Belanda, Kadar Kolesterol, HiperkolesterolDOI: 10.5281/zenodo.3561600
EFEKTIFITAS METODE SNOWBALL THROWING DENGAN METODE TAKE AND GIVE TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT 12 NERVUS KRANIAL PADA MAHASISWA PRODI ILMU KEPERAWATAN Supriani, Anik; Fibriana, Linda Presti; Fiqi, Rizal; Rosyidah, Nanik Nur; Kiftiyah, Kiftiyah
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.911

Abstract

Pembelajaran persarafan yang identik dengan menghafal memerlukan suatu teknik mengingat khusus dengan penekanan atau pelatihan kemampuan mengingat untuk mengoptimalkan memori dan daya ingat mahasiswa agar lebih mudah memahami selama proses pembelajaran. Adanya permasalahan mahasiswa dalam mengingat 12 nervus kranial yang disampaikan dosen, sehingga peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode Snowball Throwing dan metode Take and Give. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas metode Snowball Throwing dan metode Take and Give terhadap kemampuan mengingat 12 nervus kranial.Desain penelitian menggunakan Quasy Experimen Design, dengan pendekatan pre-post Two Group Design, sampe penelitian ini diambil dengan teknik Purposive Sampling. Populasi berjumlah 67 responden dari kelas 2A dan 2B. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan tingkat 2 Stikes Dian Husada Mojokerto sebanyak 56 responden, unutk kelas 2A berjumlah 28 repoden dan kelas 2B berjumlah 28 responden. Variabel independen metode Snowball Throwing dengan metode Take And Give, variabel dependen  kemampuan mengingat 12 Nervus Kranial.Hasil uji wilcoxon  menunjukkan bahwa antara metode Snowball  Throwing dan Take And Give diketahui nilai signifikan yaitu 0,000 maka hipotesis penelitian H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil uji Independent T-test  menunjukkan bahwa antara metode Snowball  Throwing dan Take And Give diketahui nilai signifikan yaitu 0,053 maka antara metode Snowball Throwing dan Take And Give sama-sama efektif.Hasil penelitian antara metode Snowball Throwing dan metode Take And Give sama – sama efektif terhadap kemampuan mengingat 12 nervus kranial. Diharapkan dosen di Stikes Dian Husada Mojokerto lebih sering memberikan metode Snowball Throwing dan metode Take And Give dalam pembelajaran 12 nervus kranial pada mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan tingkat 2 Stikes Dian Husada Mojokerto.Kata Kunci:  Metode Snowball Throwing, Metode Take And Give, Mengingat, 12 Nervus CranialDOI: 10.5281/zenodo.3573286
PERUBAHAN KOLESTEROL DARAH PASCA PEMBERIAN RENDAMAN BUAH OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS (L.) MOENCH) Waskito, Rohmad Hadi; Purwanto, Nasrul Hadi; Supriani, Anik; Rosyidah, Nanik Nur
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1030

Abstract

Kolesterol merupakan zat lemak yang sangat diperlukan oleh tubuh. Namun peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh akan menyebabkan resiko arterioklerosis dan penyakit jantung yang dipengaruhi oleh seringnya konsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi seperti otak sapi, daging merah, seafood, kuning telur, keju, dan lain lain atau makanan cepat saji serta kurangnya aktivitas fisik. Pengaturan pola diet untuk menurunkan kadar kolesterol dilakukan dengan mengontrol asupan zat gizi secara seimbang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengkonsumsi sayuran tinggi serat yaitu buah okra.Desain penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan rancangan one group pre post test design. Populasi adalah warga yang menderita kolesterol di Dusun Terate Desa Karang Sentul Kecamatan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan berjumlah 20 orang. Sampel yang diambil sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria dengan pengambilan teknik purposif sampling. Varibel independen pemberian rendaman buah okra, variable dependen perubahan cholesterol darah. Data yang terkumpul melalui lembar observasi kemudian ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon test dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan sebelum mengkonsumsi rendaman buah okra yang mempunyai  nilai kolesterol batas tinggi 11 responden (55%) sesudah diberikan rendaman buah okra mengalami perubahan nilai kolesterol menjadi normal sebanyak 7 (35%) responden, sedangkan yang mempunyai nilai cholesterol tinggi 9 (45%) sesudah diberikan rendaman buah okra mengalami perubahan nilai cholesterol menjadi nilai normal 2 responden (10%) dan 3 responden (15%) mengalami perubahan nilai cholesterol menjdi nilai batas tinggi. Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan signifikan sebesar 0,000 ( < 0,05) yang berarti ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan rendaman buah okra terhadap penurunan kolesterol.Melihat hasil penelitian ini, maka perlu adanya kebiasaan dalam mengkonsumsi rendaman buah okra sebagai penurun kolesterol sehingga konsumsi terhadap obat-obatan farmakologi menurun.Kata kunci: Buah Okra, KolesterolDOI: 10.5281/zenodo.4736064