Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EFEKTIFITAS MUSIK GAMELAN DAN MUSIK KERONCONG TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI DSN. LENGKONG DS. LENGKONG KEC. MOJOANYAR KAB. MOJOKERTO: The Effectiveness of Karawitan Uyon Music – Uyon and Instrumental Music on Sleep Quality in The Elderly at Dusun Lengkong D Lengkong Village Kec. Mojoanyar Mojokerto District Nanik Nur Rosyidah; Anik Supriani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 2 (2023): JIKep | Juni 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i2.1576

Abstract

Pendahuluan : Masa lansia umumnya dihinggapi kondisi fisik yang bersifat patologis berganda (Multiple pathology) .Mengatasi masalah kualitas tidur menggunakan terapi non-farmakologis yaitu music gamelan dan music keroncong. Tujuan: membuktikan Efektivitas Musik gamelan Dan Musik keroncong Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia Di Dusun Lengkong Kecamatan. Mojoanyar Kabupaten. Mojokerto. Metode: Desain penelitian menggunakan Quasy – Experimental , desain rancangan Pre-Post Test With Control Group Design. Populasi penelitian ini seluruh lansia yang mengalami gangguan tidur sebanyak 40 lansia. Sampel penelitian  adalah lansia yang mengalami kualitas tidur dengan jumlah 36 orang. Teknik sampling yang di gunakan adalah Simple Random Sampling.Ada tiga variable yaitu variable independen music gamelan dan music keroncong, variable dependen kualitas tidur pada lansia. Alat ukur yang digunakan variable independen menggunakan music yang disimpan dalam tape recorder, untuk variable dependen menggunakan kuesioner kualitas tidur (PSQI) Pittsburgh Sleep Quality Index.. Pengujian hipotesis menggunakan Uji McNemar. Hasil: setelah diberikan Musik gamelan dan Musik Keroncong terhadap kualitas tidur pada lansia Di Dusun Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Dari hasil Uji McNemar pada Kelompok Musik gamelan didapatkan p value 0,00 <0,05 dan pada Kelompok Musik Keroncong p value  0,01<0,05. Kesimpulan: Terapi music gamelan efektif meningkatkan kualitas tidur pada lansia di Dusun Lengkong Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
EFEKTIFITAS METODE SNOWBALL THROWING DENGAN METODE TAKE AND GIVE TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT 12 NERVUS KRANIAL PADA MAHASISWA PRODI ILMU KEPERAWATAN Anik Supriani; Linda Presti Fibriana; Rizal Fiqi; Nanik Nur Rosyidah; Kiftiyah Kiftiyah
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.542 KB) | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.911

Abstract

Pembelajaran persarafan yang identik dengan menghafal memerlukan suatu teknik mengingat khusus dengan penekanan atau pelatihan kemampuan mengingat untuk mengoptimalkan memori dan daya ingat mahasiswa agar lebih mudah memahami selama proses pembelajaran. Adanya permasalahan mahasiswa dalam mengingat 12 nervus kranial yang disampaikan dosen, sehingga peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode Snowball Throwing dan metode Take and Give. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas metode Snowball Throwing dan metode Take and Give terhadap kemampuan mengingat 12 nervus kranial.Desain penelitian menggunakan Quasy Experimen Design, dengan pendekatan pre-post Two Group Design, sampe penelitian ini diambil dengan teknik Purposive Sampling. Populasi berjumlah 67 responden dari kelas 2A dan 2B. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan tingkat 2 Stikes Dian Husada Mojokerto sebanyak 56 responden, unutk kelas 2A berjumlah 28 repoden dan kelas 2B berjumlah 28 responden. Variabel independen metode Snowball Throwing dengan metode Take And Give, variabel dependen  kemampuan mengingat 12 Nervus Kranial.Hasil uji wilcoxon  menunjukkan bahwa antara metode Snowball  Throwing dan Take And Give diketahui nilai signifikan yaitu 0,000 maka hipotesis penelitian H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil uji Independent T-test  menunjukkan bahwa antara metode Snowball  Throwing dan Take And Give diketahui nilai signifikan yaitu 0,053 maka antara metode Snowball Throwing dan Take And Give sama-sama efektif.Hasil penelitian antara metode Snowball Throwing dan metode Take And Give sama – sama efektif terhadap kemampuan mengingat 12 nervus kranial. Diharapkan dosen di Stikes Dian Husada Mojokerto lebih sering memberikan metode Snowball Throwing dan metode Take And Give dalam pembelajaran 12 nervus kranial pada mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan tingkat 2 Stikes Dian Husada Mojokerto.Kata Kunci:  Metode Snowball Throwing, Metode Take And Give, Mengingat, 12 Nervus CranialDOI: 10.5281/zenodo.3573286
PERUBAHAN KOLESTEROL DARAH PASCA PEMBERIAN RENDAMAN BUAH OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS (L.) MOENCH) Rohmad Hadi Waskito; Nasrul Hadi Purwanto; Anik Supriani; Nanik Nur Rosyidah
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.011 KB) | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1030

Abstract

Kolesterol merupakan zat lemak yang sangat diperlukan oleh tubuh. Namun peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh akan menyebabkan resiko arterioklerosis dan penyakit jantung yang dipengaruhi oleh seringnya konsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi seperti otak sapi, daging merah, seafood, kuning telur, keju, dan lain lain atau makanan cepat saji serta kurangnya aktivitas fisik. Pengaturan pola diet untuk menurunkan kadar kolesterol dilakukan dengan mengontrol asupan zat gizi secara seimbang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengkonsumsi sayuran tinggi serat yaitu buah okra.Desain penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan rancangan one group pre post test design. Populasi adalah warga yang menderita kolesterol di Dusun Terate Desa Karang Sentul Kecamatan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan berjumlah 20 orang. Sampel yang diambil sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria dengan pengambilan teknik purposif sampling. Varibel independen pemberian rendaman buah okra, variable dependen perubahan cholesterol darah. Data yang terkumpul melalui lembar observasi kemudian ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon test dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan sebelum mengkonsumsi rendaman buah okra yang mempunyai  nilai kolesterol batas tinggi 11 responden (55%) sesudah diberikan rendaman buah okra mengalami perubahan nilai kolesterol menjadi normal sebanyak 7 (35%) responden, sedangkan yang mempunyai nilai cholesterol tinggi 9 (45%) sesudah diberikan rendaman buah okra mengalami perubahan nilai cholesterol menjadi nilai normal 2 responden (10%) dan 3 responden (15%) mengalami perubahan nilai cholesterol menjdi nilai batas tinggi. Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan signifikan sebesar 0,000 ( < 0,05) yang berarti ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan rendaman buah okra terhadap penurunan kolesterol.Melihat hasil penelitian ini, maka perlu adanya kebiasaan dalam mengkonsumsi rendaman buah okra sebagai penurun kolesterol sehingga konsumsi terhadap obat-obatan farmakologi menurun.Kata kunci: Buah Okra, KolesterolDOI: 10.5281/zenodo.4736064
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN TEKANAN DARAH Anik Supriani; Deny Riyan Irawan; Nuris Kushayati; Nanik Nur Rosyidah; Kiftiyah Kiftiyah
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1103

Abstract

Tekanan darah merupakan salah satu indikator untuk mengetahui kondisi organ vital dalam tubuh manusia. Di era modern ini, remaja sulit dilepaskan dari penggunaan perangkat elektronik tak terkecuali gadget. Penggunaan gadget hampir dimanapun pada kalangan remaja. Remaja yang selalu mengaktifkan telepon genggamnya karena menunggu panggilan atau pemberitahuan dan tidak ingin kehilangan waktu untuk berkomunikasi akan tetap fokus serta merasa cemas dan gelisah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan tekanan darah pada mahasiswa Ilmu Keperawatan Tingkat 1 STIKES Dian Husada Mojokerto. Desain penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Metode sampling yang digunakan adalah Total Sampling dengan jumlah 43 mahasiswa tingkat 1 Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto pada bulan Juni 2020. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Setelah ditabulasi data yang ada dianalisis dengan menggunakan uji Rank Spearmen Correlation dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat penggunaan gadget pada mahasiswa yang banyak adalah pada tingkat penggunaan sedang yaitu sebanyak 36 mahasiswa (83,7). Tingkat tekanan darah pada mahasiswa yang paling banyak adalah pada tingkatan normal sebanya 30 mahasiswa (69,8 %). Sedangkan dari hasil pengujian statistik diperoleh hasil ada hubungan penggunaan gadget dan tekanan darah dengan nilai koefisien sebesar 0,354 dengan tingkat signifikansi 0,020 (p <0,05). Melihat hasil penelitian ini maka perlu adanya usaha penurunan penggunaan gadget dengan cara meningkatkan kegiatan sosial kemahasiswaan yang positif sehingga mampu melupakan dan mengurangi keinginan untuk menggunakan gadget agar dapat meminimalkan risiko peningkatan tekanan darah. Kata kunci : Penggunaan Gadget, Tekanan darah, Remaja, Mahasiswa. DOI: 10.5281/zenodo.4771764
ANALISIS DOMAIN KUALITAS HIDUP LANSIA DALAM KESEHATAN FISIK DAN PSIKOLOGIS Anik Supriani; Kiftiyah Kiftiyah; Nanik Nur Rosyidah
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1308

Abstract

Pada umumnya lanjut usia menghadapi kelemahan, keterbatasan dan ketidakmampuan, sehingga kualitas hidup pada lanjut usia menjadi menurun. Kualitas hidup lansia sekarang ini harus diperhatikan untuk menjadi lansia yang mandiri, produktif dan bugar, apalagi di masa pandemic covid 19 seperti sekrang ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis domain yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di tinjau domain fisik dan pikologis. Penelitian ini memiliki variable independen berupa kesehatan fisik dan psikologis, sedangkan variable dependen berupaa kualitas hidup. Desain penelitian ini  menggunakan desain penelitian analitik. Populasi penelitian ini adalah semua lansia sebanyak 27 lansia. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 lansia yang diambil dengan teknik simple random sampling, dengan kriteria inkslusi lansia yang kooperatif, lanjut usia ≥60 tahun dan berada di tempat penelitian, sehat secara fisik, dan dapat mengkoordinasikan seluruh anggota badan. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF, data dianalisa menggunakan uji regresi linier sederhana dan data di sajikan dalam tabel distribusi. Hasil penelitian analisis domain kualitas hidup lansia menunjukkan 25 responden hampir seluruhnya kualitas hidup lansia sedang sebanyak 17 responden (68%). Ditinjau dari domain kesehatan fisik sebagian besar 12 lansia sangat baik (48%), ditinjau dari domain psikologis sebagian besar 18 lansia sangat baik (72%), dan yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup adalah domain kesehatan fisik dengan nilai p=0.000. Diharapkan responden untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup lebih baik dengan cara aktif dalam mengikuti kegiatan khusus untuk lanjut usia yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sehingga dapat menimalkan kualitas hidup lansia yang buruk. DOI: 10.5281/zenodo.5226015
Pemeriksaan Kesehatan Serta Sosialisasi Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Mencegah Stunting Anik Supriani; Nanik Nur Rosyidah; Herlina Herlina; Yulianto Yulianto; Rina Widiyawati; Rachmad Sholeh; Fahrur Rijal Ardiyanto
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1899.14 KB) | DOI: 10.55606/jpikes.v2i3.704

Abstract

Stunting merupakan salah satu kondisi gagal tumbuh pada anak dimana tinggi badan anak <-2SD menurut tabelZ-score WHO. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab utama masalah stuntingpada anak, salah satunya yaitu ketidakoptimalan praktik pemberian makan anak. Tujuan Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang pencegahan stuntingmelalui edukasi praktik pemberian makan yang tepat berdasarkan rekomendasi WHO. Sebanyak 40 ibu yang memiliki anak Balita ikut dalam kegiatan PKM. Metode pelaksanaan PKM yaitu sosialisasi yang dikombinasikan dengan survei secara kuantitatif tentang pelaksanaan praktek pemberian yang dilakukan oleh ibu berdasarkan indikator praktik pemberian makan menurut rekomendasi WHO. Hasil PKM menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre dan posttest peserta setelah diberikan sosialisasi di Dusun Mojoranu, Kecamatan Sooko (P<0,001), 90 % ibu mengalami peningkatan pengetahuan. Pemahaman ibu yang memiliki anak Balita tentang pencegahan stunting melalui pemberian makanan yang tepat dapat menurunkan risiko masalah stunting di Indonesia.
Relationship Between Cariogenic Food Consumption Patterns and Brushing With the Event of Dental Caries in Early Childhood Kiftiyah, Kiftiyah; Nur Rosyidah, Nanik
Jurnal Midpro Vol. 14 No. 1 (2022): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v14i1.364

Abstract

Dental caries is a major problem in the oral cavity today. Preschool children have a high susceptibility to dental caries caused by the activity of a microorganism in a fermentable carbohydrate characterized by demineralization of the hard tooth tissue and followed by the breakdown of organic matter. Children's dental health plays a role in children's growth and health. The problem in this study is the high incidence of dental caries in children under five.The design of this research is analytic with a cross sectional approach. Sampling using Simple Random Sampling technique. The population in this study were all children aged 3-5 years in Early Childhood Education Programs Sooko Mandiri I. The sample obtained was 38 respondents in October 2021. Data were collected using a closed questionnaire and observation sheets filled out by the researcher. After that, the data was tabulated and analyzed using Cross Tabulation and Linear Regression. The results showed that most of the respondents were in the category of cariogenic food consumption with a frequency of sometimes 50%, while most of the respondents were in the category of brushing their teeth with an occasional frequency of 52.7%. Based on the Linear Regression test with p < 0.05, the p value for the relationship between cariogenic food consumption patterns and dental caries and tooth brushing patterns with dental caries was 0.57. Thus there is no relationship between the consumption pattern of cariogenic food and the habit of brushing teeth with the incidence of dental caries. Seeing the results of this study, it is still necessary to have periodic counseling in order to further improve the habit of brushing children's teeth and reduce children's consumption patterns of cariogenic foods. 
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SADARI DENGAN MEDIA DEMONSTRASI DAN VIDEO TERHADAP PERILAKU SADARI PADA REMAJA PUTRI Rosyidah, Nanik Nur; Supriani, Anik
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 2 No. 6 (2023): Volume 2, Nomor 6, Desember 2023
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v2i6.323

Abstract

Kanker payudara (carcinoma mammae) merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Gejala permulaan kanker payudara sering tidak disadari atau dirasakan dengan jelas oleh penderita, sehingga banyak penderita yang berobat dalam stadium lanjut. Kanker sebenarnya dapat dideteksi pada tahap awal, termasuk kanker payudara yang dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Dengan demikian, pengobatan dini diharapkan dapat memperpanjang harapan hidup pasien. Banyaknya remaja yang tidak paham tentang bagaimana cara meraba yang tepat pada payudara serta ketidaksiapan mental dan takut apabila ditemukan adanya perubahan ciri-ciri abnornal (benjolan) atau kanker didalam tubuhnya menjadi salah satu faktor penyebab wanita tidak melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Eksperiment dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Teknik sampling dengan cara total sampling. Populasi sebanyak 30 responden. Sampel diambil seluruhnya yaitu 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Setelah data terkumpul dianalisis dengan Uji Man Whitney. Hasil uji statistik menggunakan Uji Man Whitney Test didapatkan nilai sig. 8.66 dan nilai α > 0,05 artinya Ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang SADARI Dengan Media Demonstrasi dan Video Terhadap Perilaku SADARI Pada Remaja Putri Di Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Dari penelitian ini diharapkan remaja harus senantiasa meningkatkan perilaku SADARI. SADARI merupakan salah satu upaya mendeteksi dini kanker payudara. SADARI harus dilakukan rutin satu bulan sekali setelah menstruasi. Jika SADARI dilakukan secara rutin maka akan meningkatkan perilaku SADARI yang awalnya berperilaku negatif menjadi berperilaku positif
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MOBILISASI DINI PASIEN POST OPERASI SECTIO CESAREA Supriani, Anik; Rosyidah, Nanik Nur
Enfermeria Ciencia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 2, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v2i2.28

Abstract

Mobilisasi dini post partum adalah suatu pergerakan, posisi atau adanya kegiatan yang dilakukan ibu setelah beberapa jam melahirkan. Pasien post operasi sectio caesarea tidak melakukan mobilisasi dini karena takut dan khawatir akan nyeri pada daerah luka operasi, kondisi yang masih lemas, letih, dan menggigil. Terapi non farmakologis yang dapat diterapkan untuk mengurangi nyeri post sectio caesarea, salah satunya adalah mobilisasi dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai pengetahuan, sikap dan perilaku pada pasien post operasi SC. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey dengan desain korelasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah cross sectional dimana observasi atau pengumpulan data sekaligus dalam waktu yang bersamaan (point timeapproach) Populasi pada penelitian ini adalah pasien post operasi SC dengan jumlah sampel sebanyak 28 pasien. Sampel ditentukan dengan teknik purposive samping dengan kriteria antara lain pasien post operasi SC lebih dari 6 jam, dapat membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan baik dan berusia lebih dari 18 tahun. Hasil uji Chi-square untuk hubungan pengetahuan dengan perilaku mobilisasi dini didapatkan p value = 0,006 < 0,05, berarti ada hubungan yang bermakna antara variabel independen dengan dependen atau Ho ditolak yang dapat disimpulkan adanya hubungan pengetahuan dengan perilaku mobilisasi dini pada pasien post operasi SC dan Hasil uji Chi-Square untuk hubungan sikap dengan perilaku mobilisasi dini didapatkan p value = 0,039 < 0,05, berarti ada hubungan yang bermakna antara variabel independen dengan dependen atau Ho ditolak yang dapat disimpulkan adanya hubungan sikap dengan perilaku mobilisasi dini pada pasien post operasi SC. Pendampingan tenaga kesehatan untuk membantu pasien post sectio caesarea dalam melakukan mobilisasi dini sesegera mungkin, akan membantu pasien melakukan gerakan mobilisasi dini secara tepat dan secara tidak langsung akan berdampak positif kepada pasien itu sendiri
PENGEMBANGAN KUESIONER MOTIVASI WANITA USIA SUBUR UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA KLINIS DENGAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL Rosyidah, Nanik Nur; Indrawati, Indrawati
Enfermeria Ciencia Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 2, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v2i3.62

Abstract

Kanker payudara adalah masalah kesehatan yang cukup sulit untuk disembuhkan dan membutuhkan banyak waktu dan biaya untuk perawatan. Ini karena pasien kanker payudara biasanya datang ke rumah sakit ketika kanker telah mencapai stadium 3 atau lebih. Stadium ini menyebabkan masalah kanker payudara pada perempuan menjadi sumber masalah kesehatan lain dan angka kematian yang lebih tinggi. SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) yang dilakukan oleh profesional medis adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko kematian akibat kanker payudara. Namun, untuk mencapai hal ini, dibutuhkan adanya motivasi yang tinggi dari wanita usia subur untuk melakukan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) sebagai upaya untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi validitas dan kredibilitas instrument yang digunakan wanita usia subur untuk melakukan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) sebagai upaya untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal. Kuesioner yang digunakan untuk menilai motivasi wanita usia subur dikembangkan mengadopsi teori Health Belief Model. Setelah itu, faktor analisis divalidasi menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk memperoleh instrumen yang sah. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap: desain kuesioner, validitas konten, dan validitas konstruk. Penelitian ini melibatkan 241 orang yang tinggal di Kabupaten Mojokerto. Pengumpulan data dengan menggunakan formulir google. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuesioner motivasi yang dikembangkan berdasarkan konsep HBM (Health Belief Model) untuk melakukan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal telah memenuhi syarat reliabilitas dan validitas konstruk, yaitu nilai faktor penampungan standar (SLF) pada masing-masing butir pernyataan yang memiliki nilai lebih dari 0,50.