Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK EFISIENSI USAHATANI PADI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTVITAS Sulistyorini, Sulistyorini; Sunaryanto, Lasmono Tri
Jambura Agribusiness Journal VOLUME 1, ISSUE 2, 2020: JANUARY-JUNE
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3726.005 KB) | DOI: 10.37046/jaj.v1i2.2680

Abstract

Usahatani padi di Desa Kutukan dijalankan pada dua jenis lahan yang berbeda yaitu lahan irigasi dan tadah hujan. Perbedaan lahan ini akan mengakibatkan efisiensi dan produktivitas berbeda. Produktivitas yang tinggi menunjukkan bahwa usahatani efisien. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Membandingkan pendapatan usahatani padi; (2) Membandingkan efisiensi usahatani; (3) Mengetahui faktor produksi yang mempengaruhi produktivitas padi; serta (4) mengetahui perbedaan penggunaan faktor produksi pada usahatani padi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis efisiensi dan analisis faktor produksi dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Teknik pengambilan sampel mengunakan tehnik accidental sampling untuk lahan irigasi dengan responden sebanyak 30 petani sedangkan untuk lahan tadah hujan karena responden hanya ada 25 sehingga sampel diambil dengan metode sensus. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas padi lahan irigasi dan lahan tadah hujan masing-masing sebesar 74,12 Kw/Ha dan 59,17 Kw/Ha. Pendapatan usahatani padi lahan irigasi lebih tinggi jika dibandingkan dengan usahatani padi lahan tadah hujan. Efisiensi usahatani padi lahan irigasi dan lahan tadah hujan tidak berbeda nyata dan masing-masing memiliki efisiensi sebesar R/C rasio 2,43 dan R/C rasio 2,38. Produktivitas padi di Desa Kutukan dipengaruhi oleh jenis lahan, jumlah pupuk urea dan tenaga kerja. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan bibit, urea, dan pestisida, sedangkan penggunaan SP36 dan tenaga kerja tidak ada perbedaan yang signifikan. Penggunaan bibit dan urea pada lahan tadah hujan lebih tinggi jika dibandingkan lahan irigasi dan penggunaan pestisida pada lahan irigasi lebih tinggi daripada lahan tadah hujan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LUAS LAHAN YANG DITANAMI CABAI KERITING DI KABUPATEN MAGELANG Andika, Yohana Fredit; Sunaryanto, Lasmono Tri
Jambura Agribusiness Journal VOLUME 2, ISSUE 2, 2021: JANUARY-JUNE
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.492 KB) | DOI: 10.37046/jaj.v2i2.9804

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak yang merupakan salah satu Desa yang bergerak dibidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi luas lahan yang ditanami cabai keriting; (2) menentukan secara ilmiah seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap luas lahan yang ditanami cabai keriting. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanatori dengan metode survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa, faktor luas penguasaan lahan, modal usahatani, tenaga kerja, dan pengalaman berusahatani berpengaruh positif dan signifikan terhadap luas lahan yang ditanami cabai keriting. Sementara harga jual cabai keriting musim tanam lalu dan harga cabai keriting yang akan datang tidak signifikan terhadap luas lahan yang ditanami.
Peningkatan Keberdayaan dan Pendapatan Kelompok Tani Dompon Melalui Penanaman Padi Organik Premium dan Penangkaran Tyto Alba Suwartiningsih, Sri; Sunaryanto, Lasmono Tri; Setiawan, Andree Wijaya
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/2qasq768

Abstract

Desa Purworejo adalah satu dari 17 desa di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, terletak di antara Kota Salatiga dengan Kabupaten Boyolali, dengan luas wilayah 169,52 ha terdiri atas lahan sawah 101,14 ha, tegalan 9,70 ha dan non pertanian 58,68 ha. Permasalahan pertanian yang dihadapi antara lain: luas kepemilikan lahan sekitar 0,32 ha/kk; penggunaan pupuk kimiawi/anorganik sangat tinggi sehingga lahan pertanian menjadi semakin “sakit”; penggunaan pembasmi hama dan penyakit berbahan kimia yang tinggi; ancaman hama tikus; pengetahuan petani masih sangat terbatas; serta keterlibatan petani dalam kegiatan-kegiatan kelompok tani masih sangat terbatas. Di pihak lain pengetahuan para pengurus kelompok tani juga masih kurang; serta jenis padi yang dihasilkan kualitas medium sehingga harganya relatif murah di pasar. Karena produktivitas rencah maka sebagian besar hasil padi masih untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Petani belum mampu dan tidak berani menanam padi organik dengan kualitas premium yang sebenarnya memiliki harga lebih tinggi di pasar. Solusi permasalahan pertanian dilaksanakan melalui program Program Kemitraan Masyarakat dengan Peningkatan Keberdayaan dan Pendapatan Kelompok Tani Dompon Melalui Penanaman Padi Organik Premium dan Penangkaran Burung Hantu (Tyto Alba). Melalui kegiatan PKM ini terjadi perubahan perilaku petani di kelompok tani Dompon untuk mulai menanam tanaman organik dan penangkaran burung hantu sehingga hama tikus bisa dihindari. Anggota Kelompok Tani Dompon dapat: 1) belajar dan menerapkan teknologi pertanian terpadu yang ramah lingkungan; 2) produktivitas dan produksi lahan sawahnya meningkat; 3) menghasilkan produk beras organik kualitas premium; serta 4) membasmi hama tikus dengan cara yang lebih ramah lingkungan menggunakan burung hantu (Tyto alba) yang menjadi musuh alami tikus.
INFLUENCE OF PERCEPTION, PARTICIPATION AND IMPLEMENTATION CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PROGRAM OF PT. NUSA HALMAHERA MINERALS ON NORTH HALMAHERA FARMERS' INCOME Hohary, Yunelfi Musraino; Sunaryanto, Lasmono Tri; Yuliawati, Yuliawati
Agric Vol. 36 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2024.v36.i1.p153-170

Abstract

The agricultural industry is crucial for the national economy's growth, and the government is committed to advancing development policies. However, challenges persist, necessitating collaboration between the private sector, government, and other stakeholders. This study examines the impact of the Corporate Social Responsibility program on farmers' income in North Halmahera Regency. The study was carried out specifically in the districts of Kao Teluk, Malifut, Kao, Kao Barat, and Kao Utara, between December 2022 and March 2023. The data utilized in this study were gathered through interviews and a questionnaire administered to one hundred respondents, specifically farmers who had benefited from the Community Development and Empowerment of Corporate Social Responsibility program and were deliberately selected using a purposive sampling method. The research employed the Structural Equation Model approach for data analysis and processing, utilizing Microsoft Excel and the SmartPLS application version 4. According to the study's findings, farmer participation and perceptions significantly and positively impacted the implementation of the Corporate Social Responsibility program. Similarly, smallholder participation, perceptions, and the execution of the Corporate Social Responsibility program have a substantial and favorable impact on farmers' income. Enhanced farmer participation is directly proportional to improved farmer perception, thereby facilitating the successful execution of the CSR program and guaranteeing favorable outcomes, impacts, and agricultural sustainability-thereby augmenting farmers' incomes.
Analisis Nilai Tambah Se'i Babi di KPTT Salatiga Wijaya, Gunady; Sunaryanto, Lasmono Tri
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The pig farming business in KPTT started in 2017, with renovations carried out to increase the productivity of raw meat. Despite the success of achieving an abundance of meat, challenges arose due to the lack of interest in raw pork, resulting in sales difficulties. Therefore, there is a need for processing into processed products to add value. The sale of piglets is still done online, and the production process using simple tools affects the production of piglets. To develop a business, SWOT analysis is needed to identify things that need to be developed. The purpose of this research is to determine the strategy for the development of pig meat in KPTT Salatiga and to evaluate the added value of raw pork meat into pig meat. The results of the research show that the added value per pig is Rp 55,300 per kilogram, with a value added ratio of 34%. The development strategy involves innovative collaboration of food manufacturers, strategic location marketing, and environmental cleanliness to increase consumer confidence.
Introduksi Biopori untuk Mendorong Kepedulian Lingkungan Siswa Pendidikan Dasar di Kota Salatiga Tinjung Mary Prihtanti; Bayu Nuswantara; Maria, Maria; Lasmono Tri Sunaryanto; Yuliawati, Yuliawati; Damara Dinda Nirmalasari Zebua; Esther Sheliena; Klarista Ardiani; R Aji Bayu Nugroho
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2569

Abstract

Pendidikan di sekolah dasar berperan penting menanamkan kepedulian lingkungan anak usia dini. Disisi lain, di wilayah perkotaan menghadapi permasalahan genangan air saat hujan lebat, dan hal tersebut terjadi pula di lingkungan sekolah di musim penghujan. Peningkatan pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui introduksi pembuatan lubang resapan biopori yang diberikan kepada siswa/siswi kelas 6 Sekolah Dasar Kanisius Gendongan Kota Salatiga. Sekolah Dasar Kanisius merupakan salah satu sekolah yang memiliki misi mendidik generasi muda agar memiliki kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. Teknik yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yakni tutorial, demonstrasi, dan praktik secara langsung. Sebanyak 46 siswa mengikuti kegiatan tersebut, dan hasil kegiatan menunjukkan kepuasan siswa terhadap pelaksanaan pengabdian masyarakat termasuk pada kategori tinggi dengan menerapkan analisis skala Likert. Siswa sebagian besar memberikan skor yang menyatakan puas dan sangat puas, baik terhadap materi yang telah disampaikan, cara penyampaian narasumber, fasilitas yang telah disediakan, serta kegiatan keseluruhan.
DINAMIKA RANTAI PASOK BERAS DI KECAMATAN BANSARI KABUPATEN TEMANGGUNG Palupi, Aprillia; Priyanto, Sony Heru; Sunaryanto, Lasmono Tri
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 19 NO 02 2020 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.791 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.19.2.361-374

Abstract

Temanggung Regency is the rice producer with the third highest productivity in the province of Central Java. Bansari District, one of the sub-districts in Temanggung Regency, has the potential to be developed as an agricultural area because most of its people are farmer. The study of rice supply chain in Bansari sub-district Temanggung regency is significance in order to design the efficiency of rice supply chain mechanism in the interest of rice farmers’ welfare in Bansari district Temanggung. The purpose of this research is to examine and review the patterns or mechanisms of rice supply chain and to analyse the role undertaken by the supply chain actors in Bansari district. The research method used a qualitative method. Data were collected through observation, interviews, documentation and library studies. The observed units in this research were the rice supply chain agents in Bansari subdistrict, namely rice farmers, rice milling entrepreneurs, rice traders and buyers or consumers of rice. The pattern of the rice supply chain actors in Bansari subdistrict, had only one supply chain flow, namely, the flow of products. There were several actors involved in the rice supply chain including farmers, active and passive traders, piners, milling, consumer households. The supply chain actors had their respective role in distributing rice from farmers to household consumers through the their relevant activities. There is no government intervention in supply chain in Bansari district. Business partnerships were required to develop businesses in the field of rice farming in Bansari district.
Proses Transformasi dan Kesiapan Petani Millenial Menghadapi Disrupsi Pertanian Cerdas (Smart Farming) (Analisis Keberlanjutan Pembangunan Pertanian di Jawa Tengah Indonesia) Lutfan Makmun; Daniel Daud Kameo; Lasmono Tri Sunaryanto; Wida Wahidah Mubarokah
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.859

Abstract

Proses transformasi dan kesiapan petani millenial menghadapi disrupsi pertanian cerdas (smart farming) hal penting dalam keberlanjutan pembangunan pertanian. Tujuan penelitian: 1) menganalisis proses dan mengukur kesiapan transformasi pertanian cerdas petani millenial; 2) menyusun rekomendasi keberlanjutan pembangunan pertanian era disrupsi pertanian cerdas. Pendekatan penelitian menggunakan multimetode triangulasi atau metode campuran dengan strategi sekuensial kuantitatif – kualitatif. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikansi 0,02 sehingga dikatakan berpengaruh karena nilai signifikansi <0,05. Kontribusi variable bebas terhadap tidak bebas dengan R square sebesar 0,924 berarti kontribusi variable X5 dan X6 terhadap Z sebesar 92,4%. Penelitian dilakukan 6 bulan dari bulan Maret - Agustus 2023. Sampel penelitian adalah petani millenial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian, proses transformasi petani mellenial masuk dalam fase proses Penilaian (2.063). Kesiapan transformasi pertanian cerdas petani millenial dalam kategori Pemula Digital (2.046). Hasil penelitian evaluasi eksisting keberlanjutan pembangunan rata – rata dalam kategori Kurang (2.026) atau (less sustainable). Rendahnya keberlanjutan pertanian oleh petani millenial di Jawa Tengah disebabkan rendahnya kesadaran menerapkan keseimbangan faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam Scenario Business as Usual (BAU) dan strategi bisnis. Rekomendasi dan saran diperlukan adanya kajian/ penelitian multidisiplin mendalam lebih lanjut terkait proses transformasi, kesiapan transformasi pertanian cerdas oleh petani millenial menghadapi era disrupsi agar keberlanjutan pembangunan pertanian dapat dicapai terkait dukungan dan komitmen kuat stake holder terutama pemerintah sebagai regulator pembangunan.
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Bekerja di Luar Sektor Pertanian di Desa Besuki, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo Aryanto, Lukas Dwi; Sunaryanto, Lasmono Tri
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.195

Abstract

Penduduk desa saat ini lebih memilih bekerja diluar sektor pertanian karena luas penguasaan lahan yang minim dan minat yang kurang di bidang pertanian, namun untuk menangani permasalahan tersebut banyak penduduk desa memilih bekerja diluar sektor pertanian untuk meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui pengaruh usia, luas lahan usaha tani, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan dan pendapatan di luar sektor pertanian terhadap minat petani bekerja di luar sektor pertanian, dan 2) Mengetahui variabel mana yang paling kuat pengaruhnya terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian. Lokasi penelitian di Desa Besuki, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian diskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dengan metode simple random sampling sebanyak 35 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) usia (X1), luas penguasaan lahan (2), jumlah anggota keluarga (X3), tingkat pendidikan (X4), pendapatan di luar sektor pertanian (X5), minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y). 2) usia (X1) dan pendapatan diluar sektor pertanian (X5) secara parsial berpengaruh nyata terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y) sedangkan luas penguasaan lahan (X2), jumlah anggota keluarga (X3), dan tingkat pendidikan (X4) tidak berpengaruh nyata terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y). 3) variabel usia (X1) dan pendapatan diluar sektor pertanian (X5) memiliki pengaruh yang paling besar terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y).
Dukungan Kelembagaan Pertanian bagi Petani Millenial di Era Disrupsi Pertanian Cerdas (Smart Farming) (Kajian Keberlanjutan Pembangunan Pertanian di Provinsi Jawa Tengah) Makmun, Lutfan; Kameo, Daniel Daud; Sunaryanto, Lasmono Tri; Mubarokah, Wida Wahidah
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1195

Abstract

Dukungan kelembagaan pertanian bagi petani millenial di era disrupsi pertanian cerdas (smart farming) sangat menentukan keberlanjutan pembangunan pertanian. Tujuan penelitian antara lain : 1) menganalisis dukungan kelembagaan pertanian bagi petani millenial di era disrupsi pertanian cerdas (smart farming); 2) menyusun rekomendasi perbaikan dukungan kelembagaan pertanian untuk keberlanjutan pembangunan pertanian era disrupsi pertanian cerdas. Penelitian dirancang mengunakan metode/ prosedur survei berpendekatan kuantitatif, didukung oleh data kualitatif explanatory. Penelitian dilakukan 6 bulan dari bulan Maret - Agustus 2023.Sampel penelitian adalah petani millenial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif, menggunakan uji analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikansi 0,02 sehingga dikatakan berpengaruh karena nilai signifikansi <0,05. Berdasarkan hasil analisis dukungan kelembagaan pertanian bagi petani millenial di era disrupsi pertanian cerdas (smart farming) disimpulkan, dukungan kelembagaan pertanian kepada petani millenial (X2) memperoleh nilai rata – rata 2.74 masuk dalam kategori tidak/ belum baik. Keberlanjutan pertanian meliputi keberlanjutan : ekonomi (Z1), keberlanjutan sosial (Z2), ketahanan lingkungan (Z3) rata – rata keberlanjutan pembangunan pertanian sebesar 2.74 masuk kategori kurang/ rendah (less sustainable). Rekomendasi perbaikan dukungan kelembagaan pertanian untuk keberlanjutan pembangunan pertanian antara lain : 1) optimalisasi kelembagaan petani yang dimiliki petani melalui penguatan kemampuan merencanakan, mengorganisir anggota; kemampuan melaksanakan kegiatan; pengendalian; pelaporan; pengembangan kepemimpinan kelompok tani; 2) optimalisasi kelembagaan swasta dan swadaya masyarakat dapat dilakukan dengan meningkatkan fungsi selain sebagai pemasok sarana produksi pertanian dan pemasar hasil panen petani millenial juga sebagai pelopor keberlanjuan pembangunan pertanian khususnya aspek keberlanjutan lingkungan.
Co-Authors Adi Nugroho Aditya Dhanu Prasetya Agus, Yohanes Hendro Andika, Yohana Fredit Andree Wijaya Setiawan Aprilia, Dina Rina Aprillia Palupi Arinta Rambu Juni Rana Aryanto, Lukas Dwi Bagas Dian Susanto Bayu Murya Bayu Murya Bayu Nuswantara Bistok Hasiholan Simanjuntak Christo Revalino Citra Zara Anggrarini Cristina Apriana Dalmasius Apen Bangun Damara Dinda Nirmalasari Zebua Daniel D Kameo Devita Christy Putri Djoko Murdono Dwi Putri Puspitasari Dwitya Yonathan Nugraharditama Efa Zuwandasari Elisabeth, Amanda Cornelia Fifa Evan Stefanus Aprilianto Rinaldi Foe, Jose Amadeus Krisna Gatot Sasongko Gregorius Bagas Handika Virmansyah Harka Prasetya Hendrik Johannes Nadada Hendrik Johannes Nadapdap Hohary, Yunelfi Musraino Iin Eufrasia Roswita Imam Fausi Ira Yumastuti Ira Yumastuti, Ira JAKARIAS RIAN RIMPASA Johan Jimmy Carter Tambotoh Klarista Ardiani Klarista Ardiani Koko Septiya Dharmawan Kumaladevi, Marandita Ayun Laila Kusumaning Ayu Lukas Sangka Pamungkas Lutfan Makmun Makmun, Lutfan Maria Maria Maria Maria Martanto Martosupono Mendrofa, Natanael Arya Nanda Mesiastri Prisnia Isabella Mubarokah, Wida Wahidah Nugraheni Widyawati Oby Andrean Octavian Adhi Wicaksono Palupi, Aprillia R Aji Bayu Nugroho R. Aji Bayu Nugroho Rafael Jeksen Andes Rizky Aprilyan Jabo Roby Widya Wardana Sony Heru Priyanto Sri Hartati Sri Suwartiningsih Stanie Aster Wijaya Sulistyorini Sulistyorini, Sulistyorini Suparmi Suparmi Teja Wicaksana Thesya Anggreani Tinambo Tinjung Mary Prihtanti Tinti Asmara tri atmojo susilo Valentina Apriani Wida Wahidah Mubarokah Wijaya, Gunady Yoga Aji Handoko Yudithia Kusumawardhani Yuliawati Yusuf Setyawan