Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Pendapatan Dan Efisiensi Pemasaran Industri Tahu (Studi Kasus: Industri Tahu Mandiri di Desa Punge Jurong Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh) Cut Intan Maulina; Widyawati Widyawati; Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.782 KB)

Abstract

Dewasa ini, mulai banyaknya industri tahu bermunculan khususnya di dearah Banda Aceh. Sebagian besar penggunaan bahan baku pembuatan kedelai menggunakan jenis kedelai impor.Penggunaan kedelai impor sebagai  bahan baku pembuatan tahu, karena tingginya harga kacang kedelai lokal. Namun sayangnya harga kedelai impor  tidak stabil dan cenderung mahal dipasaran. Pada bulan April tahun 2019, harga kedelai impor mencapai 7.200/Kg padahal sebelumnya harga kedelai impor dapat diperoleh dengan harga 6.800/Kg.. Salah satu industri tahu yang ada di kota Banda Aceh adalah industri tahu Mandiri, industri tahu Mandiri ini menilai harga kedelai impor yang masih tidak stabil di pasaran, mempengaruhi pendapatan, mengingat industri tahu ini masih berskala tradisional, dengan modal sedikit dan pasar yang belum terlalu luas. Selain itu, produk tahu yang tinggi akan kandungan air membuat tahu mudah terserang mikroba. Pemilihan saluran pemasaran merupakan suatu hal yang sangat penting bagi suatu industri tahu agar produk sampai ke tangga konsumen dengan kualitas yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan efisiensi pemasaran industri tahu Mandiri. Metode penelitian ini adalah metode studi kasus dengan penentuan lokasi secara sengaja (Puposive) Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan industri tahu Mandiri adalah sebesar Rp. 26.886.000/Bulan.  Berdasarkan hasil analisis kelayakan menunjukan nilai B/C Ratio sebesar 0,31, R/C Ratio 1,31 dan nilai BEP produksi sebesar 2.471 papan dan nilai BEP Harga 26.000/Papan. Saluran pemasaran industri tahu Mandiri terdiri dari dua jenis saluran pemasaran yaitu Saluran Pemasaran I dan saluran pemasaran II, dengan nilai efisiensi sebesar 0 % dan 4,61%, yang artinya dua jenis saluran pemasaran industri tahu Mandiri yang sudah terbentuk termasuk dalam katagori sudah efisien.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Kreaif Implikaisinya Terhadap Peningkatan Pendapat dan Nilai Tambah Kerupuk Tiram (Studi Kasus di Desa Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Bnada Aceh) Dhea Faradila; Lukman Hakim; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24346

Abstract

Abstrak. Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah proses kegiatan yang dimana pemberdayaan ditinjau berdasarkan tahapan dalam suatu program kegiatan agar tercapainya sebuah sasaran berdasarkan jangka waktu yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pola pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif implikasinya terhadap peningkatan pendapatan serta untuk mengetahui nilai tambah produk kerupuk tiram. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan metode Hayami. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah sensus. Respondennya ialah sekelompok wanita pelaku usaha kerupuk tiram yang berjumlah 6 orang. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pola pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat Alue Naga bersama Natural Food yaitu pola kemitraan usaha dan berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan dengan dibentuknya usaha ekonomi kreatif pengolahan tiram menjadi kerupuk tiram. Usaha kerupuk tiram mengasilkan output sebesar 8 Kg dalam satu kali proses produksi. Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan tiram menjadi kerupuk tiram adalah sebesar Rp 602.500, dengan rasio nilai tambah sebesar 73%. Nilai tambah pengolahan tiram menjadi kerupuk tiram dikategorikan tinggi karena mencapai 40 %.Abstract. Community empowerment is an activity process in which empowerment is reviewed based on the stages in an activity program in order to achieve a target based on a predetermined time period. This study aims to find out how the pattern of community empowerment based on the creative economy has implications for increasing income and to find out the added value of oyster cracker products. This research was analyzed using descriptive analysis and the Hayami method. The sampling method used is census. Respondents were a group of women in the oyster cracker business, totaling 6 people. The results of the study show that the pattern of community empowerment carried out by the Alue Naga community with Natural Food is a business partnership pattern and has implications for increasing income by forming a creative economic business processing oysters into oyster crackers. The oyster cracker business produces an output of 8 kg in one production process. The added value obtained from processing oysters into oyster crackers is IDR 602,500, with an added value ratio of 73%. The added value of processing oysters into oyster crackers is categorized as high because it reaches 40%.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Penyadap Karet Perkebunan Rakyat Di Aceh Tamiang Ainul Marziah; M. Yuzan Wardhana; Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24014

Abstract

Abstrak. Permasalahan yang kerap terjadi pada perkebunan karet rakyat adalah tingkat produktivitas kerja penyadap karet yang rendah ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah faktor umur, jenis kelamin, jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, harga dan topografi berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja penyadap karet perkebunan rakyat di Aceh Tamiang. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan penetuan jumlah sampelnya menggunankan rumus Slovin. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 95 orang, selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian, variabel umur, jenis kelamin, jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, harga dan topografi secara bersama- sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja penyadap karet perkebunan rakyat di Aceh Tamiang. Secara parsial hanya variabel jumlah tanggungan keluarga, pengalaman kerja dan topografi yang berpengaruh signifikan, sedangkan variabel umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan harga tidak berpengaruh signifikan terhadap penyadap karet perkebunan rakyat di Aceh Tamiang.Analysis Of Factors That Affect The Work Productivity Of Smallholder Rubber Tanppers In Aceh TamiangAbstract. The problem that often occurs in smallholder rubber plantations is the low level of work productivity of rubber tappers which can be influenced by several factors. The purpose of this study was to find out whether the factors of age, gender, number of family dependents, education level, work experience, price and topography have a significant effect on the work productivity of smallholder rubber tappers in Aceh Tamiang. Sampling using simple random sampling to determine the number of samples using the Slovin formula. The number of respondents in this study were 95 people, then the data were analyzed using multiple linear regression analysis. Based on the results of the study, the variables age, gender, number of family dependents, education level, work experience, price and topography together have a significant effect on the work productivity of smallholder rubber tappers in Aceh Tamiang. Partially only the variable number of family dependents, work experience and topography have a significant effect, while the variables age, gender, level of education and price have no significant effect on smallholder rubber tappers in Aceh Tamiang.
ANALISIS WILLINGNESS TO PAY PETANI TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM ASURANSI USAHA TANI PADI (AUTP) DI KABUPATEN ACEH BESAR Lukman Hakim; Muhammad Yuzan Wardhana; Shinta Mulia; Sofyan .
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 4, No 1 (2021): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v4i1.1234

Abstract

Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu wilayah sentra produksi padi di Provinsi Aceh dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Jika hal ini dibiarkan terus berlanjut dikhawatirkan akan berdampak terhadap stabilitas dan ketahanan pangan daerah, khususnya produksi dan ketersediaan bahan pokok beras. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai Willingness To Pay dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi Willingness To Pay terhadap premi asuransi usaha tani padi di Desa Tampok Blang Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar. Data yang digunakan ialah data primer hasil wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diambil dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh terkait Februari – Agustus 2020. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Contingent Valuation Methode dan Persamaan Regresi Logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai Willingness To Pay petani terhadap premi Asuransi Usaha Tani Padi adalah sebesar Rp 33.140/Ha/MT. Faktor utama yang memengaruhi peluang kesediaan petani untuk membayar (Willingness to Pay) adalah variabel jumlah tanggungan dan pendapatan. Pengalaman bertani, luas lahan dan status lahan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kesediaan petani responden untuk membayar (Willingness To Pay) premi AUTP. Disarankan agar adanya kesetaraan pengetahuan dan koordinasi informasi antara petani dan semua pihak  terkait dalam program AUTP. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menambah pertemuaan penyuluhan serta sosialisasi kepada para petani.
Rekayasa Model Pengembangan Klaster Agribisnis Sapi Aceh di Kabupaten Aceh Besar Lukman Hakim; Anwar Deli; Muhammad Daud
Jurnal Agripet Vol 22, No 2 (2022): Volume 22, No. 2, Oktober 2022
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v22i2.23131

Abstract

ABSTRACT. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan memodelkan interaksi antar pelaku yang terlibat serta menentukan komponen utama pembentuk sistem dalam pengembangan klaster agribisnis sapi Aceh. Metode yang diaplikasikan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metodologi dinamika sistem. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Besar yang merupakan sentra produksi sapi di Provinsi Aceh. Identifikasi kebutuhan untuk model klaster dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara dengan pakar dari pemangku kepentingan, yaitu praktisi dan pengambil kebijakan yang terlibat dalam prosedur penyediaan input, produksi, serta pemasaran output sapi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi antar pelaku yang terlibat (multi-stakeholder) belum berjalan dengan baik, sehingga pelayanan yang diberikan oleh pihak terkait belum optimal. Selanjutnya, terdapat tujuh komponen utama dalam model pengembangan klaster agribisnis sapi Aceh, yaitu: pasar, keuangan, konsentrasi geografis, pembelajaran inovasi dan teknologi, peternak anggota klaster baru, input produksi, serta kelembagaan klaster. Interaksi antara variabel-variabel yang terkait unsur pasar serta pembelajaran inovasi dan teknologi mengarah pada keseimbangan sehingga mengurangi fluktuasi harga. Di lain pihak, interaksi antara variabel yang terkait dengan unsur keuangan, konsentrasi geografis, peternak anggota klaster baru, dan input pakan, menimbulkan pertumbuhan dalam pengembangan sapi Aceh. Sementara itu, interaksi antara variabel yang terkait dengan kelembagaan klaster mengarah kepada keseimbangan untuk mengurangi penjualan betina produktif. Diantara semua variabel yang terdapat dalam sistem, layanan stakeholder dan kapasitas produksi sapi Aceh peternak anggota klaster merupakan leverage points dalam sistem manajemen klaster.(Engineering of Aceh Cattle Agribusiness Cluster Development Model in Aceh Besar Regency)ABSTRAK. This study aimed to understand and model the interactions between the actors involved and determine the main components forming the system in the development of Aceh cattle agribusiness clusters. This study uses system dynamics methodology. This research was conducted in Aceh Besar Regency which is the center of cattle production in Aceh Province. Identification of the need for cluster model done through literature and interviews with experts from stakeholders, namely practitioners and policy makers involved in the procedure of input supply, production, and marketing of Aceh cattle output. The results of the study indicate that the coordination between the actors involved (multi-stakeholder) has not been going well, so the services provided by the related parties have not been optimal. Furthermore, there are seven main components to create the Aceh cattle agribusiness cluster development model in Aceh Besar Regency, namely: market, finance, geographic concentration, learning innovation and technology, new cluster member breeders, production inputs, and cluster institutions. The interaction between variables related to market elements and learning innovation and technology leads to a balance so as to reduce price fluctuations. On the other hand, the interaction between variables related to financial elements, geographic concentration, breeders of new cluster members, and feed inputs, led to growth in Aceh cattle development. Meanwhile, the interaction between variables related to cluster institutions leads to a balance to reduce the sale of productive females. Among all the variables contained in the system, stakeholder services and the production capacity of Aceh cattle breeders who are members of the cluster are leverage points in the cluster management system.
MODEL PENGEMBANGAN AGROTEKNOPRENEURSHIP PADA AGRIBISNIS KENTANG DI KABUPATEN BENER MERIAH Lukman Hakim
Jurnal Agrisep Vol 17, No 2 (2016): Volume 17 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to design a model of agrotechnopreneurship in the development of agribusiness potatoes in an effort to increase revenue and bargaining position of farmers in Bener Meriah District. The method applied to achieve these objectives is the methodology of system dynamics. Potatoes production centers in Aceh Province, namely Bener Meriah District, were chosen to be the working area of the study. Identification of the need for agrotechnopreneurship model done through literature and interviews with experts from stakeholders, namely practitioners and policy makers involved in the procedure of input supply, production, and marketing of potatoes output. Data collected consisted of primary and secondary data. The primary data obtained through observation, discussion and in-depth interviews with respondents, while secondary data obtained through the study of literature from various sources of literature, books, scientific journals, and a variety of publications related to this research. Formulation of model made by software Veneta Simulation (Vensim PLE), followed by simulation. The result of this research showed that the higher the market opportunities and farmer returns, the higher the motivation of new entrepreneurs in investing, and after adding a number of farmers competent scenarios, showed an increase in production of potatoes farmers.
PROSPEK EKSPOR KOPI ARABIKA ORGANIK BERSERTIFIKAT DI KABUPATEN ACEH TENGAH Lukman Hakim; Andika Septian
Jurnal Agrisep Vol 12, No 1 (2011): Volume 12 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Export Prospects the Certified Organic Coffee Arabica at Central Aceh DistrictABSTRACT. This study was aimed to determine the export prospects of the certified organic coffee Arabica at Central Aceh district in the future. The object of study was secondary data related to export activity of the certified organic coffee Arabica in that district. The sampling method was a periodic data (time series), and trend analysis. The result showed that the export activity of the certified organic coffee Arabica has been started since August 2006 concurrently with receiving a certification from "Fair Trade" as an official International of Certificate Organization. By obtaining that certification, it contributes to establish and settle the position of produced coffee from plateau Gayo in coffee Arabica worldwide market. Result of trend analysis indicated that the volume and value of the export of the certified organic coffee will increase in the future, although in nominal value has fluctuations and varies, but it remained showing the positive improvement. Prospects of the coffee from Central Aceh depend on support of variables in exporting itself, such as market expansion to other countries (USA is the biggest coffee importer), the product efficiency, the suppression export costs, as well as improvement of the quality of this coffee.