Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Studi Readmisi Pasien Gagal Jantung Kongestif di RSUD Kota Tangerang Rahmawati, Danisa Ocha; Nurmalasari, Mieke; Hosizah, Hosizah; Qomarania, Witri Zuama
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.1922

Abstract

Gagal jantung kongestif termasuk penyakit yang sering terjadi readmisi di rumah sakit meskipun pengobatan rawat jalan telah diberikan secara optimal. Pasien gagal jantung kongestif mengalami readmisi pada saat tidak patuh terhadap tindak lanjut medis, ketidakpahaman pasien dan keluarga mengenai cara perawatan di rumah yang menyebabkan komplikasi dan terjadinya rawat inap ulang (readmisi). Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi readmisi pada pasien gagal jantung kongestif di RSUD Kota Tangerang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 117 rekam medis menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis menggunakan Analisis Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa distribusi frekuensi faktor demografi pasien yang paling banyak terjadi readmisi pada pasien berusia < 65 tahun sebanyak 52 responden (83,1%), dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 34 responden (53,1%). Faktor lainnya adalah LOS < 4 hari sebanyak 41 responden (64,1%) dengan komorbiditas yang dimiliki pasien gagal jantung kongestif adalah pasien dengan komorbiditas kardiovaskular sebanyak 47 responden (73,4%). Terdapat pengaruh yang signifikan antara Length of Stay (LOS) dan komorbiditas terhadap kejadian readmisi pada pasien gagal jantung kongestif. Pasien dengan dengan Length of Stay (LOS) ≥4 hari berpeluang untuk readmisi sebesar 3,105 kali dibandingkan dengan pasien yang LOS nya <4 hari. Pasien dengan komorbid kardiovaskular berpeluang mengalami readmisi sebesar 4,3 kali dibandingkan pasien gagal jantung kongestif dengan komorbid non kardiovaskular. Kata kunci : Readmisi, Gagal Jantung Kongestif, LOS, Komorbiditas
Number of ANC Visits at RSIA AMC Metro Based on Mother's Age and Parity Azza, Azizatul; Nurmalasari, Mieke; Hosizah, Hosizah; Qomarania, Witri Zuama
International Journal of Health and Information System Vol. 1 No. 1 (2023): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijhis.v1i1.10

Abstract

WHO declared COVID-19 as a pandemic on March 11, 2020. Obstacles found in ANC services during the COVID-19 pandemic were pregnant women afraid of contracting COVID-19 if they had to carry out ANC examinations at health services. ANC examinations play an important role in preventing and detecting pregnancy complications. Predisposing factors are one of the factors that influence the behavior of pregnant women in making ANC visits. Some of which are included in the predisposing factors are age and parity. This study aims to determine the effect of age and maternal parity on the number of ANC visits during the COVID-19 pandemic at RSIA AMC Metro. The sample consisted of 100 pregnant women who visited ANC between January and October 2022, and data analysis with multiple logistic regression. The majority of pregnant women were aged 20-35 years (71%), had given birth 2-4 times (36%), and made 1-5 ANC visits (82%). However, the study found that neither age nor maternal parity significantly affected the number of ANC visits during the pandemic at RSIA AMC Metro.
Faktor yang memengaruhi kunjungan penderita hipertensi di posbindu penyakit tidak menular (PTM) Nurhasanah, Raden; Qomarania, Witri Zuama; Hosizah, Hosizah; Temesvari, Nauri Anggita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.807

Abstract

Background: The results of the 2023 Indonesian Health Survey show that the prevalence of hypertension in Indonesia based on measurements of the population aged ≥18 years is 30.8%, but only 8.6% are diagnosed by doctors, while cases of hypertension at the Sukasari Health Center between 2020 and 2023 have doubled from 3.428 to 6.229 people. Integrated non-communicable disease development posts are one strategy in dealing with hypertension. On the other hand, hypertension sufferers who routinely visit integrated non-communicable disease development posts are still low at 45.7%. Purpose: To determine the factors that influence visits by hypertension sufferers to integrated non-communicable disease development posts. Method: An observational quantitative study using a cross-sectional method was conducted at the Sukasari Health Center, Sukasari Village, Tangerang District, Tangerang City, Banten in March-June 2024. The sampling technique used was total sampling and 155 samples were obtained. The research data collection was carried out by reviewing documents (secondary data) and the instrument used was a document review sheet to review data on visits to the integrated non-communicable disease development post. Results: This study shows that the most influential factors on visits by hypertension sufferers to the integrated non-communicable disease development post are primary education level (p-value = 0.007 OR = 11.140), secondary education (p-value = 0.026 OR = 7.266), prehypertension blood pressure (p-value = 0.041 OR = 2.698), and hypertension blood pressure level 2 (p-value = 0.045 OR = 0.369). Meanwhile, the variables that had no effect were gender (p-value=0.205), occupation (p-value=0.743), and comorbidity (p-value=0.497). Conclusion: The most influential factors on visits by hypertension sufferers to the integrated non-communicable disease development post were education level and blood pressure status. Suggestion: There should be efforts to increase the active role and support of health cadres and village officials in promoting the activities of the integrated non-communicable disease development post, through social media groups for residents in each region so that the community can diligently visit the integrated non-communicable disease development post.   Keywords: Hypertension; Visit; Integrated Development Post; Non-Communicable Diseases.   Pendahuluan: Hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, menunjukan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur ≥18 tahun sebesar 30.8%, namun hanya sebesar 8.6% yang terdiagnosis dokter, sedangkan kasus penyakit hipertensi di Puskesmas Sukasari antara tahun 2020 dan 2023 meningkat dua kali lipat dari 3.428 menjadi 6.229 jiwa. Posbindu PTM merupakan salah satu strategi dalam penanggulangan hipertensi. Di sisi lain, penderita hipertensi yang rutin berkunjung ke posbindu PTM masih rendah dengan persentase 45.7%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kunjungan penderita hipertensi di posbindu penyakit tidak menular (PTM). Metode: Penelitian kuantitatif observasional menggunakan metode cross sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Sukasari, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten pada Bulan Maret-Juni 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dan didapatkan sebanyak 155 sampel. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara telaah dokumen (data sekunder) dan instrumen yang digunakan adalah lembar telaah dokumen untuk melakukan tinjauan data kunjungan posbindu PTM. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kunjungan penderita hipertensi di posbindu PTM adalah jenjang pendidikan dasar (p-value=0.007 OR=11.140), pendidikan menengah (p-value=0.026 OR=7.266), tekanan darah prehipertensi (p-value=0.041 OR=2.698), dan tekanan darah hipertensi tingkat 2 (p-value=0.045 OR=0.369). Sementara itu, variabel yang tidak ada pengaruh adalah jenis kelamin (p-value=0.205), pekerjaan (p-value=0.743), dan komorbiditas (p-value=0.497). Simpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kunjungan penderita hipertensi di posbindu PTM adalah jenjang pendidikan dan status tekanan darah. Saran:  Adanya upaya untuk meningkatkan peran aktif dan dukungan kader kesehatan serta perangkat desa dalam mempromosikan kegiatan posbindu PTM, melalui grup media sosial warga pada tiap wilayah agar masyarakat dapat rajin berkunjung ke posbindu PTM.   Kata Kunci: Hipertensi; Kunjungan; Penyakit Tidak Menular (PTM); Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu).
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN (PMIK) DI DPD PORMIKI DKI JAKARTA Salsabilla, Jihan Saskia; Qomarania, Witri Zuama; Hosizah, Hosizah; Pertiwi, Tria Saras
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3066

Abstract

Abstract: Performance plays an important role in healthcare services, but challenges such as lack of work motivation due to high workloads, time pressure, minimal recognition, limited career development, and lack of supervisor support can reduce motivation and impact the performance of medical recorders.The purpose of this research is to determine the effect of work motivation on the performance of Medical Recorders and Health Information (PMIK) at the DPD PORMIKI DKI Jakarta.The type of research used is quantitative research employing a cross-sectional design.From a total of 2,011 PMIK members, 95 respondents were selected using the quota sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression tests.The results of the analysis using simple linear regression show that there is an influence between the work motivation variable and the performance variable of Medical Recorders and Health Information (PMIK) at DPD PORMIKI DKI Jakarta, with a significance value (P-value) of 0.000 (<0.05), and the obtained regression equation is Y = 9.773 + 0.389X. Keywords: Work Motivation, Performance, Medical Record and Health Information                  Officers (PMIK) Abstrak: Kinerja memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, namun tantangan seperti kurangnya motivasi kerja akibat beban kerja tinggi, tekanan waktu, minimnya pengakuan, terbatasnya pengembangan karier, serta kurangnya dukungan atasan dapat menurunkan motivasi dan berdampak pada kinerja perekam medis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) di DPD PORMIKI DKI Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Dari total  2.011 anggota PMIK didapatkan 95 responden yang dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis dengan regresi linear sederhana, dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh antara variabel motivasi kerja dengan variabel kinerja Perekam Medis dan  Informasi  Kesehatan (PMIK) di DPD PORMIKI DKI Jakarta dengan nilai signifikansi P-value 0,000 (<0.05), dengan persamaan regresi yang didapatkan yaitu Y= 9.773 + 0.389X. Kata kunci: Motivasi Kerja, Kinerja, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)  
HUBUNGAN KELENGKAPAN PENULISAN PENYEBAB KEMATIAN PADA SERTIFIKAT MEDIS PENYEBAB KEMATIAN (SMPK) DENGAN KETEPATAN KODE PENYEBAB KEMATIAN DI RSIJ SUKAPURA KELAPA GADING TAHUN 2023 Wittri, Zalipa; Ambarwati, Ambarwati; Hosizah, Hosizah; Temesvari, Nauri Anggita; Qomarania, Witri Zuama
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26657

Abstract

Setiap RS wajib mendokumentasikan penyebab kematian ke dalam SMPK, dan diisi lengkap 100% oleh dokter dalam waktu < 24 jam setelah selesai pelayanan. Pada SMPK terdapat beberapa indikator penyebab kematian seperti : penyebab langsung, penyebab antara, dan penyebab dasar. Tepat atau tidak tepat penentuan kode penyebab kematian pada SMPK merupakan tanggung jawab coder, ketidaktepatan kode penyebab kematian dapat menyebabkan laporan mortalitas menjadi tidak akurat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan kelengkapan penulisan penyebab kematian pada SMPK dengan ketepatan kode penyebab kematian di RSIJ Sukapura Kelapa Gading. Penelitian ini dilakukan di RSIJ Sukapura Kelapa Gading. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan desain obsevasional anatilik. Metode yang digunakan yaitu cross sectional. Populasi pada penelitian ini 166 SMPK dengan besar sampel 115 SMPK. Pengumpulan data dilakukan menggunakan daftar tilik. Teknis analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kelengkapan penulisan penyebab kematian pada SMPK dengan ketepatan kode penyebab kematian, dengan nilai P value yaitu 0,442.
Motivasi Kerja Dokter Spesialis pada Kelengkapan Rekam Medis di Rumah Sakit Medan, Indonesia Michaela, Sarah Mauren; Qomarania, Witri Zuama; Hosizah, Hosizah; Nurmalasari, Mieke
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 3 (2024): September
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.93679

Abstract

Kelengkapan pengisian rekam medis yang rendah akan mempengaruhi informasi perawatan pasien, pembayaran pelayanan kesehatan yang diberikan dan tidak bisa dijadikan bukti untuk perlindungan hukum apabila dibutuhkan. Rendahnya persentase rekam medis yang lengkap merupakan indikator rendahnya kinerja dokter dalam pengisian rekam medis di rumah sakit. Hal ini diduga sebagai akibat rendahnya motivasi dokter dalam melaksanakan pekerjaannya, baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kelengkapan rekam medis rawat inap di Rumah Sakit X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan lembar checklist. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Responden dalam penelitian in adalah dokter spesialis sebanyak 35 orang dengan 140 rekam medis yang di teliti. Masing-masing dokter mengisi 4 rekam medis. Berdasarkan hasil uji korelasi pada variable motivasi kerja dan variabel kelengkapan rekam medis didapatkan nilai p-value 0,539>0,05. Berdasarkan hasil penelitian, variabel motivasi kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kelengkapan rekam medis rawat inap. Namun, pihak rumah sakit perlu mengevaluasi  kelengkapan  pengisian rekam medis sehingga dapat sesuai dengan standar pelayan minimal
Pengabdian Masyrakat “Cap Bumil” Cegah Anemia pada Ibu Hamil untuk Antsipasi Kelahiran Stunting di Posyandu Dahlia, Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea Nurhayati, Ety; Salsabila, Nada; Budhisantosa, Nugroho; Qomarania, Witri Zuama; Idris, Vanny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16389

Abstract

ABSTRAK Anemia defisiensi besi pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar di Indonesia karena prevalensinya yang tinggi. Kejadian anemia pada masa kehamilan dapat mempengaruhi kehamilan karena dapat menurunkan daya tahan tubuh ibu hamil yang kemudian berujung pada kematian janin, keguguran, cacat lahir, dan BBLR (berat badan lahir rendah). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendeteksi anemia secara dini dengan melakukan skrining Hb dan penyuluhan kesehatan tentang anemia pada ibu hamil. Waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pada hari kamis, 3 agustus 2023, dimulai dari jam 13.00 sampai dengan selesai. Sasaran kegiatan dan lokasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pada ibu hamil di wilayah Posyandu Dahlia, Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupate Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bentuk kegiatan ini sendiri terdiri dari pemeriksaan HB dan penyuluhan Kesehatan tentang pencegahan anemia pada ibu hamil untuk antisipasi kelahiran stunting. Hasil pemeriksaan Hb menunjukkan bahwa sebagian ibu hamil tidak mengalami anemia namun ada sebagian juga yang ternyata mengalami anemia selama kehamilan baik anemia ringan maupun sedang dengan 11 orang yang tidak mengalami anemia dengan kadar HB > 11 gr%, 4 orang mengalami anemia ringan dengan kadar HB 9-10 gr%, dan 2 orang mengalami anemia sedang dengan kadar HB 7-8 gr%. Kata Kunci: Ibu Hamil, Anemia, HB  ABSTRACT Iron deficiency anemia in pregnant women is a health problem in Indonesia due to its high prevalence. The incidence of anemia during pregnancy can affect pregnancy because it can reduce the immune system of pregnant women which leads to fetal death, birth defects, and LBW (low birth weight). The purpose of this activity is to detect anemia early with Hb screening and counseling about anemia in pregnant women. The time for implementing this community service is Thursday, August 3, 2023, starting at 13.00 until completion. The target of this activity and location of this activity are pregnant women in the Posyandu Dahlia area, Cicadas Village, Ciampea District, Bogor Regency, West Java Province. The form of this activity consists of HB checks and health counseling on the prevention of anemia in pregnant women to anticipate stunting births. The results of Hb examination showed that some pregnant women did not experience anemia but there were also some who experienced anemia during pregnancy both mild and moderate anemia with 11 people not experiencing anemia with HB levels > 11 gr%, 4 people experienced mild anemia with HB levels of 9-10 gr%, and 2 people experienced moderate anemia with HB levels of 7-8 gr%. Keywords: Pregnant Woman, Anemia, HB
Length of Stay Patterns and Their Relation to Coding Accuracy: Polanya Lama Tinggal Pasien dan Hubungannya dengan Akurasi Koding Muchlis, Husni Abdul; Qomarania, Witri Zuama; Nurmalasari, Mieke; Kurniawati, Anastasia Cyntia Dewi; Lestari, Betri Widya
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 9 (2025): Proceedings of the 2025 Annual Meeting of APTIRMIKI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitals face efficiency and quality challenges within the Case-Based Groups (CBG's) financing system, where a patient’s Length of Stay (LOS) is critical. Accurate LOS data is crucial for strategic decisions, cost management, and quality care. A study at a Type B Hospital in Bekasi City found significant variation and outliers in LOS, indicating a non-normal distribution. This observational analytic study, involving 3,151 inpatient claims from January 2024, analyzed LOS data and its impact on clinical documentation and coding quality. The analysis compared the Arithmetic Mean Length of Stay (AMLOS) and the Geometric Mean Length of Stay (GMLOS) to identify outliers, followed by a Wilcoxon test. Results showed LOS varied from 1 to 48 days, with an AMLOS of 7.13 and a GMLOS of 6.76 days, indicating positive skewness from outliers. AMLOS was consistently higher than GMLOS in the top 10 CBG's, especially for moderate and severe cases. The Wilcoxon test (p<0.05) confirmed a significant statistical difference, showing GMLOS more accurately represents the appropriate LOS. The presence of outliers (e.g., >30 or 44 days) suggests potential issues with documentation or coding. Therefore, using the more robust GMLOS is crucial for hospitals to optimize management, improve care, and maintain the quality of clinical documentation and coding.