Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KONSENTRASI INHIBITOR EKSTRAK DAUN TEH (Camelia sinensis) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA KARBON SCHEDULE 40 GRADE B ERW Yona Ludiana; Sri Handani
Jurnal Fisika Unand Vol 1 No 1: Oktober 2012
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.944 KB) | DOI: 10.25077/jfu.1.1.%p.2012

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh konsentrasi inhibitor ekstrak daun teh (Camelia sinensis) terhadap laju korosi baja Karbon Schedule 40 Grade B ERW. Metode yang digunakan adalah pengurangan massa.Medium korosif yang digunakan adalah NaCl 3%. Lama perendaman divariasikan yaitu 3 dan 6 hari untuk melihat kemampuan inhibitor menghambat laju korosi. Sebelum direndam dalam larutan korosif, baja karbondirendam dalam larutan inhibitor ekstrak daun teh dengan konsentrasi 1%-5% selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa efisiensi inhibisi korosi yang paling besar terjadi pada konsentrasi 4%, baik untuk perendaman 3 hari maupun 6 hari dengan efisiensi masing-masing adalah 74,32 % dan 73,41 %. Morfologi permukaan yang diperoleh menggunakan foto optik trinokuler dari baja karbon Schedule 40 Grade B ERW memperlihatkan permukaan baja yang dilapisi dengan ekstrak daun teh mengalami korosi lebih sedikit.
Pengendalian Laju Korosi pada Baja API 5L Grade B N Menggunakan Ekstrak Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb) Eri Aidio Murti; Sri Handani; Yuli Yetri
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.278 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.2.172-178.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengendalian laju korosi pada baja API 5L Grade B N menggunakan ekstrak daun gambir dengan konsentrasi 0; 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0%. Medium korosif yang digunakan adalah NaCl dan H2SO4 1 M. Empat sampel direndam dalam medium korosif tanpa inhibitor, 4 sampel direndam pada medium korosif dengan penambahan inhibitor dan 4 sampel direndam dalam larutan inhibitor selama 24 jam, kemudian direndam di dalam medium korosif. Lama perendaman bervariasi yaitu 1, 5, 10 dan 15 hari Metode yang digunakan adalah metode kehilangan berat untuk menentukan laju korosi dan nilai efisiensi. Laju korosi berkurang dengan kenaikan konsentrasi inhibitor. Nilai efisiensi tertinggi mencapai 94,65% pada medium korosif NaCl 1 M dan 89,79% pada medium korosif H2SO4 1 M dengan kenaikan konsentrasi inhibitor 2%. Hasil foto SEM permukaan baja memperlihatkan permukaan baja dengan penambahan ekstrak daun gambir mengalami korosi lebih sedikit.Kata kunci: baja API 5L Grade B N, efisiensi inhibisi, ekstrak daun gambir, inhibitor, laju korosi
PENGENDALIAN LAJU KOROSI BAJA ST-37 DALAM MEDIUM ASAM KLORIDA DAN NATRIUM KLORIDA MENGGUNAKAN INHIBITOR EKSTRAK DAUN TEH (CAMELIA SINENSIS) Desi Mitra Sari; Sri Handani; Yuli Yetri
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.787 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Penelitian tentang pengendalian laju korosi baja St-37 dalam medium asam klorida dan natrium klorida menggunakan inhibitor ekstrak daun teh (Camelia sinensis) telah dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode potensiodinamik untuk melihat nilai arus korosi, dan metode kehilangan berat untk melihat nilai laju korosi. Medium korosif yang digunakan adalah HCl 3 % dan NaCl 3 %.  Baja direndam di dalam medium korosif dengan penambahan dan tanpa penambahan inhibitor. Variasi konsentrasi inhibitor yang digunakan adalah dari 1 % hingga 10 % dengan lama perendaman selama empat hari. Semakin besar konsentrasi inhibitor yang ditambahkan maka nilai laju korosi akan semakin menurun dan nilai efisiensi inhibisi korosi semakin tinggi. Nilai efisiensi terbesar didapatkan pada penambahan konsentrasi inhibitor 10 % untuk medium korosif HCl mencapai 86,3 % dan untuk medium korosif NaCl mencapai 92 %. Hal ini menunjukan bahwa inhibitor ekstrak daun teh sangat efisien dalam mengendalikan laju korosi dalam medium korosif HCl dan NaCl. Dari analisis foto optik morfologi permukaan baja St-37 memperlihatkan permukaan baja dengan penambahan ekstrak daun teh  mengalami korosi  lebih sedikit.
PENGARUH PROSES OKSIDASI PADA LOGAM PADUAN ZR-2,5NB UNTUK MATERIAL BIOIMPLAN Gemi Nastiti; Sri Handani; B Bandriyana
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 4: Oktober 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.807 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.4.205-213.2014

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang pengaruh proses oksidasi pada logam paduan Zr-2,5Nb untuk material bioimplan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stuktur mikro, kekerasan, ketahanan korosi dan toksisitas paduan logam Zr-2,5Nb sebelum dan sesudah dioksidasi. Pengujian stuktur mikro dengan mikroskop optik memperlihatkan paduan homogen berbentuk equiaxial. Proses oksidasi dilakukan menggunakan alat MSB selama 5 jam dengan variasi suhu 500ºC, 600ºC dan 700ºC. Pada oksidasi suhu 500°C tebal lapisan oksida  berkisar antara 4,06 – 5,02 µm, pada suhu 600°C tebal lapisan antara 4,20 – 7,80 µm danpada suhu 700°C tebal lapisan oksida 19,00 – 23,60 µm. Sebelum oksidasi kekerasan sebesar 233,7 VHN. Pada logam setelah dioksidasi 500°C kekerasan rata-rata sebesar 242,4 VHN. Pada oksidasi 600°C kekerasan sebesar 261,2 VHN dan 700°C kekerasan sebesar 399,1 VHN. Nilai laju korosi sebelum oksidasi sebesar 0,0695 mpy. Setelah proses oksidasi nilai korosi sampel jauh lebih rendah yaitu sebesar 0,0094 mpy. Persentasi inhibisi paduan sebelum oksidasi sebesar 13,3 % dan setelah oksidasi memiliki persentasi inhibisi sebesar 0 %, yang sangat baik  dimanfaatkan sebagai material bioimplan.Kata kunci : paduan zirkonium, oksidasi MSB, kekerasan, korosi, metode in vitro, bioimplanAbstractResearch on the effect of oxidation on the metal alloy Zr-2,5Nb for bioimplant material has been done. This research aims to find out the micro structure, hardness, corrosion resistance and toxicity of metal alloys Zr-2,5Nb before and after being oxidized. The micro structure tested by optical microscopy show a homogeneous alloy shaped equiaxial. The oxidation process is done using a MSB for 5 hours with temperature variations of 500ºC, 600ºC and 700ºC. Oxide layer thickness was measured by using SEM. At the oxidation temperature of 500°C the oxide layer thickness ranged from 4,06 to 5,02 µm, at a temperature of 600°C layer thickness between 4,20 and 7,80 µm and at temperature of 700°C the oxide layer thickness from 19,00 to 23,60 µm. Alloy hardness before oxidation  is 233,7 VHN, whereafter oxidized of 500 °C the average of metal hardness is 242,4 VHN. At 600°C oxidation the hardness is 261,2 VHN and 700°C is 399,1 VHN. Corrosion rate value before oxidation is 0,0695 mpy. After the oxidation process the corrosion rate value is much lower than before oxidation and equal to 0,0094 mpy. This is due to the presence of oxygen contained in the oxide layer. The percentage inhibition of oxidation of the alloy before oxidation is 13.3% and after oxidation is 0%, which is well used as material bioimplant.Keywords : zirconium alloys, oxidation MSB, hardness, corrosion, in vitro methods, bioimplant
PENGARUH INHIBITOR EKSTRAK DAUN INAI (lawsonia inermis) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST. 37 DIUKUR DENGAN METODE PENGURANGAN MASSA Sri Handani; Sri Wildani; Emriadi -
Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2010): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v4i1.148

Abstract

 Vol. 4, No. 1ABSTRACT The corrosion tests and micro structure analysis of St. 37 steel had been investigated. These investigation were conducted in nitric acid (HNO3). The range of concentration added was from 0-0.5 N with extract of henna leaves as inhibitors. The method used was losing mass by measuring loss mass of steel before and after corrosion. The boiling method was used to get the extract of henna leaves. Optical photo Carton Stereo Trinokuler were used for micro structure. Corrosion rate can be reduced by adding inhibitor and inhibition efficiency is measured if its ability to suppress corrosion. The result of the immersion tests show that the inhibition efficiencies are different on 0-0.5 N concentration are 81.96 %, 78.92 %, 53.74 %, 44.85 %, 44.45 % and 39.65 %. Addition of 50 g/1000 mL extrac of henna leaves results in the highest efficiency for HNO3 environment. The photo showed the surface structure of steel before corrosion, in layer with extract of henna leaves and after corrosion in medium nitric acid. Keywords: Corrosion rate, Inhibition efficiency, Extract of henna leaves, Nitric acid.   
PENGARUH INHIBITOR EKSTRAK DAUN PEPAYA TERHADAP KOROSI BAJA KARBON SCHEDULE 40 GRADE B ERW DALAM MEDIUM AIR LAUT DAN AIR TAWAR Sri Handani; Megi Septia Elta
Jurnal Riset Kimia Vol. 5 No. 2 (2012): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v5i2.219

Abstract

The inhibition effect of Carica papaya leaves exctract on the corrosion of carbon steel schedule 40 grade B ERW in fresh and sea water medium was investigated using weight loss method of monitoring a corrosion rate. The leaves were dried and ground to powder. The extract concentration used was 15%. The inhibition efficiency of 78,49% and 78,63% was obtained in fresh and sea water, respectively. The obtained results indicated that Carica papaya leaves exctract could be used as inhibitor against the corrosion of medium carbon steel in both fresh and sea water.
Pengaruh Panjang Serat Sabut Kelapa terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Sri Handani
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1 No 1 (2009): March 2009
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.1.26-30.2009

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh panjang serat sabut kelapa dan proporsi penambahan dan pengurangan pasir terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton melalui proses pembuatan beton secara manual. Panjang serat yang digunakan adalah 1 cm, 3 cm dan 5 cm. Variasi pasir dibuat dengan penambahan dan pengurangan pasir sebanyak 5% dan 10% dari massa awal pasir. Ukuran balok yang digunakan adalah 22 cm x 11 cm x 6 cm. Kuat tekan dan kuat lentur maksimum rata-rata yang diuji dengan Unit Testing Machine didapat pada panjang serat 3 cm sebesar 73,40 kg/cm2 dan 29,95 kg/cm2. Untuk penambahan dan pengurangan pasir sebanyak 5% dan 10% tidak menghasilkan perubahan yang berarti. Dari penelitian ini didapatkan bahwa panjang serat yang baik untuk pembuatan beton diperkuat serat adalah 3 cm.
SIFAT ISOLATOR PANAS PAPAN SEKAM PADI DENGAN VARIASI RESIN DAN UKURAN PARTIKEL Sri Handani
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 2 No 2 (2010): September 2010
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.2.2.68-73.2010

Abstract

Telah dilakukan penghitungan konduktivitas panas (k) untuk mengetahui sifat isolator panas dari papan sekam padi dengan metode plat rangkap. Papan sekam padi dibuat dengan variasi diameter sekam dan kadar resin. Sekam padi setelah digiling divariasikan menjadi tiga kelompok ukuran, yaitu sekam berdiameter kecil dari 1 mm, di antara 1 mm hingga 2 mm dan lebih besar dari 2 mm. Kadar resin divariasikan menjadi tiga kelompok, yaitu + 20 %, + 45 % dan + 75 % . Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga konduktivitas panas masing-masing sampel papan sekam sangat kecil dan bervariasi. Papan sekam padi yang mempunyai harga konduktivitas panas yang paling rendah atau memiliki sifat isolator panas paling tinggi adalah papan sekam padi dengan diameter sekam kecil dari 1 mm dan kadar resin + 20 % dengan k = 0,187 (J s-1 m-1 K-1 ), sedangkan papan sekam padi yang mempunyai harga konduktivitas panas yang paling tinggi atau sifat isolator paling rendah adalah papan sekam padi yang diameter sekamnya lebih besar dari 2 mm dan kadar resin + 75 % dengan konduktivitas panas k = 0,329 (J s-1 m-1 K-1 ).
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MAGNET PERMANEN BAO.(6-X)FE2O3 DARI BAHAN BAKU LIMBAH FE2O3 Sri Handani
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 3 No 1 (2011): March 2011
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.3.1.1-9.2011

Abstract

Telah dilakukan pembuatan keramik magnet Barium-Ferite (BaO.(6-x)Fe2O3) dari bahan baku BaCO3 dan Fe2O3 dengan metode metalurgi serbuk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel komposisi (BaO.6,5Fe2O3, BaO.6Fe2O3, dan BaO.5,5Fe2O3) dan suhu sinter (1000 °C, 1050 °C, 1100 °C, 1150 °C, 1200 °C) terhadap densitas, porositas, kuat medan magnet dan titik kritis bahan magnet yang diperoleh. Nilai densitas tertinggi yang diperoleh adalah pada sampel BaO.6,5Fe2O3 yaitu 4,383 g/cm3 pada suhu sinter 1200 °C, dan densitas terendah pada sampel BaO.6,5Fe2O3 yaitu 3,444 g/cm3 pada suhu sinter 1000°C. Nilai porositas tertinggi diperoleh pada sampel BaO.6,5Fe2O3 yaitu 35,490% pada suhu sinter 1000°C dan porositas terendah pada sampel BaO.6Fe2O3 yaitu 12,720% pada suhu sinter 1200°C. Dari hasil pengukuran kekuatan magnet menunjukkan bahwa kuat medan magnet tertinggi pada sampel BaO.5,5Fe2O3 yaitu 420 Gauss pada suhu sinter 1100°C, sedangkan kuat medan magnet terendah diperoleh 120 Gauss pada bahan BaO.6,5Fe2O3 untuk suhu sinter 1200 °C. Kuat magnet untuk sampel BaO.6Fe2O3 hilang pada suhu 500 °C, sedangkan untuk bahan BaO.6,5Fe2O3 dan BaO.5,5Fe2O3 titik kritis terjadi pada suhu 550 °C.
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR ATAP SERAT BULU AYAM Sri Handani
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 3 No 2 (2011): September 2011
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.3.2.75-79.2011

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan serat terhadap kuat tekan dan kuat lentur atap serat bulu ayam dengan variasi serat 30%, 40%, 50%, dan 60%. Untuk pengujian kuat tekan, atap dibuat dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 6 cm, dan ukuran 10 cm x 5 cm x 3 cm untuk pengujian kuat lentur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimum serat bulu ayam adalah 30% yang memberikan nilai kuat tekan atap sebesar 38 Mpa, dan kuat lentur sebesar 27.8 MPa. Pada komposisi yang sama, nilai kuat tekan atap serat kaca lebih lebih kecil daripada atap serat bulu ayam, sedangkan nilai kuat lenturnya lebih besar dibandingkan atap serat bulu ayam.
Co-Authors A. Fadhil Desafa Adrial, Rico Afdal Afdal Afdhal Muttaqin Ahmad Fauzi Pohan Alimin Mahyudin Andrisel Putri Andrisel Putri, Andrisel Anike Malfinora Anike Malfinora, Anike Arif Budiman Arif Budiman Astuti Astuti Astuti - Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Ayu Sucia Rahmi Ayu Sucia Rahmi, Ayu Sucia B Bandriyana B Bandriyana Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Dedi Mardiansyah Desi Mitra Sari Desi Mitra Sari Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dian Milvita Dilla Zulhijah Dilla Zulhijah, Dilla Dwi Pujiastuti Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Elvaswer Emriadi - Eri Aidio Murti Eri Aidio Murti, Eri Aidio Feriska Handayani Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiqi Diyona Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Gemi Nastiti Gemi Nastiti Haldis Alvaro Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Imam Taufik Imam Taufiq Imam Taufiq Iqbal Ramadhan Iqbal Ramadhan Lusiana Br Turnip Lusiana Br Turnip, Lusiana Br M. Ali Shafii Marpin, Pajri Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Megi Septia Elta Meqorry Yusfi Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Kahfi Muhammad Kahfi Muldarisnur, Mulda Mutya Vonnisa Naela Amalia Zulfa Naela Amalia Zulfa Nini Firmawati Nurul Hasanah Nurwijayanti Olly Norita Tetra Pajri Marpin Qorina, Ummi Rahmad Rasyid Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Rahmat Rasyid Rahmat Rasyid Ramacos Fardela Repiani, Repiani Sesfa Rila Sesfa Rila, Sesfa Solly Aryza Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Oktamuliani Sri Wildani Sulistioso Sukaryo Giat Sulistioso Sukaryo Giat, Sulistioso Sukaryo Sylvia, Yosi Trengginas Eka Putra Trengginas Eka Putra Sutantyo Ummi Qorina Ummi Qorina Usna, Sri Rahayu Alfitri Veithzal Rivai Zainal Wildani, Sri Wildian Wildian Yona Ludiana Yona Ludiana Yosi Sylvia Yuli Yetri Yuli Yetri Zozy Aneloi Noli Zulfi Zulfi Zulfi