Claim Missing Document
Check
Articles

SIFAT MEKANIK PAPAN PARTIKEL SEKAM PADI DENGAN RESIN POLYESTER TAK JENUH (YUKALLAC 157) Sri Handani
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 4 No 1 (2012): March 2012
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.4.1.26-30.2012

Abstract

Telah dilakukan pengujian sifat mekanik untuk mengetahui kuat tekan dan kuat lentur papan partikel sekam padi dengan variasi resin 30%, 40%, 50%, 60%, 70% dan 80%. Papan dibuat dengan cetakan berukuran 5cm x 5cm x 6cm untuk pengujian kuat tekan dan cetakan berukuran 10cm x 5cm x 3cm untuk pengujian kuat lentur. Nilai kuat tekan maksimum diperoleh pada variasi resin 80% yaitu sebesar 9,2x107 N/m2 dan nilai minimum pada variasi resin 30% yaitu sebesar 7,3x106 N/m2 . Papan partikel sekam padi yang memiliki nilai kuat lentur maksimum yaitu pada variasi resin 50% sebesar 4x107 N/m2 dan nilai minimum pada variasi resin 30% sebesar 1,3x107 N/m2.
PENENTUAN SIFAT-SIFAT FISIS PARTIKEL DARI BEBERAPA JENIS BEDAK BAYI DAN HUBUNGANNYA DENGAN PROSES INHALASI Sri Handani; Sri Mulyadi
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 4 No 2 (2012): September 2012
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.4.2.46-52.2012

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui sifat-sifat fisis partikel dari beberapa jenis bedak bayi dan hubungannya dengan proses inhalasi. Parameter yang ditentukan antara lain kandungan unsur dalam bedak bayi yang dibandingkan dengan standar kualitas udara sekitar yang ditetapkan EPA, konsentrasi partikel bedak bayi dan proses inhalasi bedak bayi. Penelitian ini menggunakan cascade impactor, XRF portable XMET-5100 dan software biokmod. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan unsur yang terdapat pada 7 sampel jenis bedak bayi ini Fe, Sn, Zn, Ca, W, Zr, Sb, Ti, Mn, Ni, Sr, Cr dan Cu dan beberapa bedak bayi mengandung unsur Pb, Co, Cd, dan Ta yang memiliki resiko terhadap kesehatan. Semua jenis sampel bedak bayi melebihi standar yang telah ditetapkan EPA yaitu sebesar 150 µg/m3 untuk PM10 dan 35 µg/m3 untuk PM2,5. Dengan menggunakan program biokmod proses inhalasi bedak bayi diperoleh pengendapannya lebih banyak pada ET2 yaitu bagian pharynx dan larynx, dan akan lebih banyak mengendap pada bayi yang berumur 3 bulan.
Pengaruh Variasi Ukuran Agregat Terhadap Karakteristik Beton dengan Campuran Abu Sekam Padi Dilla Zulhijah; Sri Handani; Sri Mulyadi
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 7 No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.7.2.50-55.2015

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi ukuran agregat kasar 9,6-12,5 mm, 12,5-19 mm dan 19- 25,4 mm  terhadap karakteristik beton dengan campuran abu sekam padi 10 %. Semen yang digunakan yaitu Ordinary Portland Cement (OPC). Karakterisasi yang dilakukan meliputi pengujian kuat tekan, kuat tarik, porositas dan daya serap air dengan mutu beton K350. Hasil optimal untuk kuat tekan diperoleh pada ukuran agregat 9,6 – 12,5 mm sebesar 487 kg/cm2, sedangkan untuk  kuat tarik diperoleh pada  ukuran agregat 12,5 – 19 mm sebesar 35 kg/cm2. Porositas dan daya serap air optimal diperoleh pada ukuran agregat 9,6 -12,5 mm masing - masing sebesar 1,9 %.
Pengaruh Persentase Massa Gipsum Dan Serat Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur Papan Semen – Gipsum Berserat EcengGondok Alimin Mahyudin; Ummi Qorina; Sri Handani
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2016: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2016
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4269.738 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v1i0.4494

Abstract

Abstract The research about the influence of mass percentage of gypsum and  fibers to compressive and flexural strength of gypsum-cement board with water hyacinth fiber has been conducted.The compressive and flexural strength were measured using universal testing machine (UTM). The result shows that the board with constant mass percentage of water hyacinth fiber of 2.5% have maximum value of compressive strength (14.52 kg/cm2) and of  flexural strength (1.265 kg/cm2)both at 30 % of gypsum mass percentage. The board with constant mass percentage of gypsum mass of 30% have maximum value of compressive strength (24.99kg/cm2 ) at 30% of water hyacinth fiber percentage 7.5% and of flexural strength (1.575kg/cm2) at water hyacinth fiber percentage of 5%. Keywords: gypsum-cement board, hyacinth fiber, compressive strength, flexural strength. Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh persentase massa gypsum dan serat terhadap kuat tekan dan kuat lentur papan semen-gipsum berserat eceng gondok. Alat uji Kuat tekan dan kuat lentur  menggunakan universal testing machine (UTM). Dari hasil pengujian terhadap papan semen-gipsum dengan persentase massa serat tetap 2,5% diperoleh nilai kuat tekan paling tinggi yaitu sebesar 14,52 kg/cm2 pada persentase massa gipsum 30%. Sedangkan pada papan semen-gipsum dengan persentase massa gipsum tetap 30% diperoleh nilai kuat tekan tertinggi sebesar 24,99 kg/cm2pada persentase massaserat 7,5%. Hasil pengujian terhadap papan semen-gipsum dengan persentase massa serat tetap 2,5% diperoleh nilai kuat lentur paling tinggi yaitu sebesar 1,265 kg/cm2 pada persentase massa gipsum 30%. Sedangkan pada papan semen-gipsum dengan persentase massa gipsum tetap 30% diperoleh nilai kuat lentur tertinggisebesar 1,575 kg/cm2 pada persentase massaserat 5%. Kata kunci: papan semen-gipsum, serat eceng gondok, kuat tekan dan kuat lentur.
Optimalisasi Pemanfaatan Media Online Phet Simulation Untuk Upaya Peningkatkan Pemahaman Konsep Fisika di SMA N 2 Harau Ramacos Fardela; Dedi Mardiansyah; Meqorry Yusfi; Elistia Liza Namigo; Afdal; Mutya Vonnisa; Muldarisnur; Harmadi; Imam Taufiq; Ahmad Fauzi Pohan; Astuti; Afdhal Muttaqin; Dian Fitriyani; Dwi Pujiastuti; Sri Handani; Dwi Puryanti; Trengginas Eka Putra Sutantyo; Zulfi; Feriska Handayani Irka; Alimin Mahyudin; Nini Firmawati; Dian Milvita; Sri Oktamuliani; Sri Rahayu Alfitri Usna; Rico Adrial
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.748 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24459

Abstract

Fisika menganut metodologi ilmiah (sains) yang memuat tiga kegiatan terpadu dan membentuk daur (cycles) empirico-logico-verification yang pertama kali dirintis oleh I. Newton yaitu (1) pengamatan gejala-gejala alam (kegiatan empiris melalui fisika eksperimen), (2) Penalaran untuk menjelaskan hasil pengamatan tersebut dan ekstensinya sehingga mampu menghasilkan ramalan mengenai gejala baru (kegiatan berlogika melalui fisika teori) dan (3) pengujian mengenai kesesuaian ramalan tersebut dengan realitas alam (kegiatan verifikasi melalui fisika eksperimen). Keberadaan laboratorium di sekolah-sekolah menjadi kunci keberhasilan dalam memperkenalkan tiga kegiatan terpadu tersebut. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan sekolah di bawah naungan Provinsi Sumatera Barat dengan jarak sekitar 138 km dari Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas tepatnya berada di Kecamatan Harau. Dari informasi yang diperoleh masih terbatasnya sarana dan prasarana seperti jumlah peralatan praktikum. Berdasarkan hal tersebut, tim pengabdian Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas akan melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di SMA N 2 Harau dengan pemanfaatan media online salah satunya Phet- Simulation. Hasil pengabdian menunjukkan 90 % siswa mengatakan setuju dan sangat setuju bahwa kegiatan seperti ini memberikan manfaat bagi pemahaman materi di bidang Fisika. Kegiatan seperti ini perlu dilakukan lebih banyak oleh Tim Pengabdian sehingga masyarakat merasakan keberadaan perguuruan tinggi yang ada didaerahnya. Kata kunci: PhET Colarado; Simulasi Fisika; dan Pengabdian Masyarakat
Pengelolaan Laboratorium Bagi Guru-Guru Fisika dan Perancangan Laboratorium Percontohan di SMAN 2 Harau Dedi Mardiansyah; Afdhal Muttaqin; Ramacos Fardela; Feriska Handayani Irka; Astuti; Sri Handani; Harmadi; Dahyunir Dahlan; Zulfi; Rahmad Rasyid; Marzuki; Mohammad Ali Shafii; Arif Budiman; Elvaswer; Mora; Wildian
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.253 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3632

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu sarana dan prasarana pembelajaran fisika di sekolah untuk menarik pembelajaran dan mendorong motivasi siswa dalam belajar fisika. Kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium biasanya dalam bentuk praktikum atau demonstrasi. Laboratorium harus dikelola dan direncanakan dengan baik agar fungsinya optimal sebagai sarana pembelajaran fisika. Hasil observasi di beberapa SMA yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota ditemukan permasalahan bahwa laboratorium tidak dikelola dengan baik sehingga keberadaanya tidak efektif. Siswa jarang diajak praktikum di laboratorium. Alat-alat praktikum yang sudah diperoleh dari Dinas Pendidikan jarang digunakan untuk kegiatan praktikum, sehingga banyak alat yang sudah rusak karena jarang dipakai. Penataan alat dan fasilitas di laboratorium cukup memprihatinkan, tidak tertata dengan rapi dan tidak di inventaris dengan baik. Guru fisika kesulitan dalam mengadakan praktikum karena tidak adanya modul praktikum/buku petunjuk praktikum. Oleh karena itu kegiatan praktikum yang biasanya dilaksanakan di laboratorium kini dilaksanakan di ruang kelas dengan peralatan yang seadanya. Ini menyebabkan keberadaan laboratorium fisika tidak dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar permasalahan-permasalahan tersebut, maka kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat mengadakan pembinaan pengelolaan laboratorium fisika bagi guru-guru MGMP fisika yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota agar para guru fisika mampu mengelola laboratorium dengan baik sehingga dapat digunakan untuk kegiatan praktikum maupun proses pembelajaran. Rencana kegiatan PKM antara lain 1) Memberikan sosialisasi pengelolaan laboratorium, 2) Melakukan pengembangan Laboratorium Percontohan Implementasi Merdeka Belajar, 3) Melakukan diskusi pembuatan alat-alat praktikum dari peralatan sederhana, 4) Melakukan diskusi pembuatan modul praktikum/ buku petunjuk praktikum, dan 5) Melakukan monitoring awal dan lanjutan terhadap laboratorium dibeberapa sekolah yang berada di Kebupaten Lima Puluh Kota.
Education of Disaster Awareness through Disaster Readiness Socialization as an Effort to Increase Community Knowledge around the Nobita Hill Tourism Area on Disaster Mitigation Marzuki Marzuki; Mutya Vonnisa; Harmadi Harmadi; Dwi Pujiastuti; Arif Budiman; Dwi Puryanti; Sri Oktamuliani; Imam Taufiq; Meqorry Yusfi; Rahmat Rasyid; Astuti Astuti; Sri Handani; Sri Rahayu Alfitri Usna; Dian Fitriyani; Elvaswer Elvaswer; Muhammad Arif; Muhammad Kahfi; Naela Amalia Zulfa; Iqbal Ramadhan; Nurul Hasanah; Feriska Handayani Irka
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.2.353-361.2024

Abstract

Nobita Hill, a tourist site in Padang City, is undergoing development as a tourist destination that offers a bird's-eye view of Padang City. Unfortunately, the hilly topography with steep slopes increases the risk of landslides in this area. In order to address the problem, the community service team from the Physics Department of Andalas University has carried out a six-month community service program from July to December 2022. It focused on disaster awareness education and used a qualitative approach. This activity aims to socialize disaster mitigation efforts, especially those related to landslides and earthquakes, considering that Padang City is also prone to earthquakes. The results of this activity showed an increase in the knowledge of the local community after the socialization, but repeated activities are needed to achieve optimal results. This ongoing activity is essential to ensure continuous improvement in the community's understanding of disaster mitigation and to support efforts to make Bukit Nobita a disaster-resilient area. Thus, this activity makes a positive contribution to shaping a safe, sustainable, and disaster-resilient tourism environment.
Pengelolaan Laboratorium Bagi Guru-Guru Fisika dan Perancangan Laboratorium Percontohan di SMAN 2 Harau Dedi Mardiansyah; Afdhal Muttaqin; Ramacos Fardela; Feriska Handayani Irka; Astuti; Sri Handani; Harmadi; Dahyunir Dahlan; Zulfi; Rahmad Rasyid; Marzuki; Mohammad Ali Shafii; Arif Budiman; Elvaswer; Mora; Wildian
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3632

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu sarana dan prasarana pembelajaran fisika di sekolah untuk menarik pembelajaran dan mendorong motivasi siswa dalam belajar fisika. Kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium biasanya dalam bentuk praktikum atau demonstrasi. Laboratorium harus dikelola dan direncanakan dengan baik agar fungsinya optimal sebagai sarana pembelajaran fisika. Hasil observasi di beberapa SMA yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota ditemukan permasalahan bahwa laboratorium tidak dikelola dengan baik sehingga keberadaanya tidak efektif. Siswa jarang diajak praktikum di laboratorium. Alat-alat praktikum yang sudah diperoleh dari Dinas Pendidikan jarang digunakan untuk kegiatan praktikum, sehingga banyak alat yang sudah rusak karena jarang dipakai. Penataan alat dan fasilitas di laboratorium cukup memprihatinkan, tidak tertata dengan rapi dan tidak di inventaris dengan baik. Guru fisika kesulitan dalam mengadakan praktikum karena tidak adanya modul praktikum/buku petunjuk praktikum. Oleh karena itu kegiatan praktikum yang biasanya dilaksanakan di laboratorium kini dilaksanakan di ruang kelas dengan peralatan yang seadanya. Ini menyebabkan keberadaan laboratorium fisika tidak dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar permasalahan-permasalahan tersebut, maka kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat mengadakan pembinaan pengelolaan laboratorium fisika bagi guru-guru MGMP fisika yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota agar para guru fisika mampu mengelola laboratorium dengan baik sehingga dapat digunakan untuk kegiatan praktikum maupun proses pembelajaran. Rencana kegiatan PKM antara lain 1) Memberikan sosialisasi pengelolaan laboratorium, 2) Melakukan pengembangan Laboratorium Percontohan Implementasi Merdeka Belajar, 3) Melakukan diskusi pembuatan alat-alat praktikum dari peralatan sederhana, 4) Melakukan diskusi pembuatan modul praktikum/ buku petunjuk praktikum, dan 5) Melakukan monitoring awal dan lanjutan terhadap laboratorium dibeberapa sekolah yang berada di Kebupaten Lima Puluh Kota.
Pengayaan Materi Pemanasan Global di SMA Negeri 2 Gunung Talang Kabupaten Solok Mutya Vonnisa; Dedi Mardiansyah; Marzuki Marzuki; Ramacos Fardela; Feriska Handayani Irka; Harmadi Harmadi; Arif Budiman; Dwi Puryanti; Dwi Pujiastuti; Sri Handani; Rahmat Rasyid; Imam Taufik; Astuti Astuti; Meqorry Yusfi; Mohammad Ali Shafii; Elvaswer Elvaswer; Mora Mora; Dahyunir Dahlan; Dian Fitriyani; Afdhal Muttaqin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i3.9386

Abstract

Materi Pemanasan Global merupakan salah satu bagian dari Mata Pelajaran Fisika di SMA. Materi Pemanasan Global ini merupakan ilmu yang penting dan harus di kuasai oleh siswa-siswi jurusan IPA. Kegiatan pengabdian adalah memberikan pengayaan materi pemanasan global pada siswa-siswi kelas X SMA N 2 Gunung Talang. Tujuan kegiatan ini memberikan tambahan ilmu terkait dengan materi pemanasan global dan efek rumah kaca. Metode yang dilakukan adalah persiapan pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, monitoring evaluasi, pembuatan laporan akhir dan pembuatan luaran pengabdian. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Masyarakat mengenai pengayaan mata Pelajaran Fisika di SMA N 2 Gunung Talang yang dilaksanakan mulai dari bulan Oktober-Desember 2023. Dari hasil kegiatan ini dapat dilihat adanya peningkatan persentase penguasaan materi dari rata-rata 33,8% menjadi 68,4%.
Pengayaan Materi Fisika untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Konsep Dinamika Rotasi dan Keseimbangan Benda Tegar Fardela, Ramacos; Budiman, Arif; Mardiansyah, Dedi; Muttaqin, Afdhal; Shafii, Mohammad Ali; Vonnisa, Mutya; Namigo, Elistia Liza; Pujiastuti, Dwi; Handani, Sri; Fitriyani, Dian; Mahyudin, Alimin; -, Astuti
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 1 (2024): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i1.4046

Abstract

Dinamika rotasi dan keseimbangan benda tegar adalah topik Fisika yang seringkali dijadikan sebagai materi yang sulit oleh siswa di tingkat SMA karena melibatkan konsep fisika yang lebih kompleks dan matematis daripada beberapa topik lainnya. Untuk mengatasi kesulitan ini, penting untuk memiliki metode pengajaran yang efektif yang menggabungkan demonstrasi visual, eksperimen praktikum, dan pemahaman konsep secara mendalam. Pengabdian dosen fisika untuk membantu pemahaman konsep dinamika rotasi dan keseimbangan benda tegar di SMA dapat dilakukan melalui penyampaian materi yang interaktif dan mudah dimengerti. Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Andalas melakukan kegiatan pengabdian ini di SMA N 1 Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan, dan tahapan evaluasi. Hasil pengabdian yang dilakukan mampu meningkatkan pemahan siswa tentang materi Dinamika rotasi dan keseimbangan benda tegar dilihat dari hasil test yang diberikan. SMAN 1 Gunung Talang berharap kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan pada pengabdian berikutnya sehingga dapat menumbuhkan minat siswa dalam pelajaran sains khusus nya Fisika.
Co-Authors A. Fadhil Desafa Adrial, Rico Afdal Afdal Afdhal Muttaqin Ahmad Fauzi Pohan Alimin Mahyudin Andrisel Putri Andrisel Putri, Andrisel Anike Malfinora Anike Malfinora, Anike Arif Budiman Arif Budiman Astuti Astuti Astuti - Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Ayu Sucia Rahmi Ayu Sucia Rahmi, Ayu Sucia B Bandriyana B Bandriyana Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Dedi Mardiansyah Desi Mitra Sari Desi Mitra Sari Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dian Milvita Dilla Zulhijah Dilla Zulhijah, Dilla Dwi Pujiastuti Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Elvaswer Emriadi - Eri Aidio Murti Eri Aidio Murti, Eri Aidio Feriska Handayani Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiqi Diyona Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Gemi Nastiti Gemi Nastiti Haldis Alvaro Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Imam Taufik Imam Taufiq Imam Taufiq Iqbal Ramadhan Iqbal Ramadhan Lusiana Br Turnip Lusiana Br Turnip, Lusiana Br M. Ali Shafii Marpin, Pajri Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Megi Septia Elta Meqorry Yusfi Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Kahfi Muhammad Kahfi Muldarisnur, Mulda Mutya Vonnisa Naela Amalia Zulfa Naela Amalia Zulfa Nini Firmawati Nurul Hasanah Nurwijayanti Olly Norita Tetra Pajri Marpin Qorina, Ummi Rahmad Rasyid Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Rahmat Rasyid Rahmat Rasyid Ramacos Fardela Repiani, Repiani Sesfa Rila Sesfa Rila, Sesfa Solly Aryza Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Oktamuliani Sri Wildani Sulistioso Sukaryo Giat Sulistioso Sukaryo Giat, Sulistioso Sukaryo Sylvia, Yosi Trengginas Eka Putra Trengginas Eka Putra Sutantyo Ummi Qorina Ummi Qorina Usna, Sri Rahayu Alfitri Veithzal Rivai Zainal Wildani, Sri Wildian Wildian Yona Ludiana Yona Ludiana Yosi Sylvia Yuli Yetri Yuli Yetri Zozy Aneloi Noli Zulfi Zulfi Zulfi