Industri jamu Indonesia memiliki potensi ekonomi besar dengan pasar domestik Rp 20 triliun, ekspor Rp 16 triliun. Namun, UMKM jamu masih menghadapi tantangan signifikan terkait standarisasi mutu, keamanan produk, dan kepatuhan terhadap regulasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM Jamu Ratu Botani Solo (RBS), Surakarta melalui penguatan standar mutu produk, khususnya dalam aspek uji mutu produk dan pengemasan. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) Pra-kegiatan dilakukan dengan FGD untuk identifikasi kebutuhan dan tantangan mitra; (2) Pelatihan penyuluhan empat materi yaitu pemilihan bahan herbal, metode ekstraksi, implementasi teknik ekstraksi skala industri, penandaan obat bahan alam. Kegiatan ini disertai pemberian bantuan alat pengemasan dan analisis mutu produk di laboratorium (3) Evaluasi keberlanjutan untuk mengukur dampak dan keberlanjutan implementasi oleh mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta (80–100%) pada seluruh materi pelatihan, terutama terkait penandaan produk sesuai ketentuan BPOM. Mitra kini mampu mengimplementasikan teknik ekstraksi yang sesuai standar, seperti remaserasi dan digesti, dalam proses produksi jamu. Mitra juga telah memiliki akses terhadap layanan uji mutu (logam berat, kadar air, dan mikrobiologi) di laboratorium UPT UNS. Kegiatan ini berhasil memberdayakan RBS dalam memproduksi jamu berstandar nasional, meningkatkan daya saing, dan mendukung keberlanjutan usaha berbasis herbal.