Claim Missing Document
Check
Articles

Halal Supply Chain Traceability System Modeling in Maintaining the Integrity of Halal Food Products With Interpretive Structural Modeling (ISM) Approach Haryono Haryono; Dwi Iryaning Handayani
PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering) Vol 2 No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/prozima.v2i2.2196

Abstract

Fraud of fake halal label products does not open halal production processes about the supply chain from upstream to downstream. Therefore, in product integrity agreements, it is necessary to implement traceability in the food supply chain as an effective tool in ensuring product halalness and ensuring food products are safe. Therefore, this study tries to make a model of halal Supply Chain Traceability in the integrity agreement of halal food products. The method used in modeling the halal supply chain traceability system using Interpretive Structural Modeling (ISM). Elements of a halal supply chain tracking system, in addition to halal procurement, halal manufacturing, halal logistics, halal distribution, supplier traceability, producer traceability, logistics traceability, distribution traceability. ISM Modeling results in the integration of halal products are located in Quadran IV Driver Power with halal manufacturing, producer traceability, supplier traceability, Quadran III Strong-Very Driver Depends on Variables (Linkage), Traceability system elements of the halal supply chain that are in accordance with this Quadran will be sought integrity of halal products and has strong advantages as a driver, this quadrant contains halal procurement, traceability distribution, halal logistics. Whereas the halal supply chain traceability system that is not related to the integrity of halal products comes in. Quadran II Driver Power namely: halal logistics and distribution traceability.
TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE PADA CHIPER AREA (Study Kasus di PT. Kutai Timber Indonesia Particle Board) Arik dwi Hariyanto; Dwi Iryaning Handayani
WAKTU Vol 13 No 2 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v13i2.57

Abstract

Mesin merupakan komponen utama dalam proses produksi, apabila salah satu mesin mengalami kerusakan maka proses produksi akan berpengaruh, target produksi berkurang, dana untuk perbaikan kerusakan tinggi dan pada akhirnya perusahaan mengalami kerugian. Oleh karena itu perlu dilakukan perawatan mesin secara berkelanjutan agar kerusakan mesin dapat diminimalkan dan fasilitas produksi dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan dapat mengetahui performance maintenance yang diterapkan di PT. Kutai Timber Indonesia Particle Board. Penelitian ini menggunakan konsep Total Productive Maintenance dalam menganalisa terjadinya breakdown mesin pada Chiper Area. Nilai Mean Time Between Failure (MTBF) semakin meningkat sejumlah 112.83 menit sehingga peningkatan keandalannya dikatakan baik sedangkan nilai Mean Time To Repair (MTTR) sebesar 13,88 menit hal ini menunjukkan bahwa kemampuan operator maintenance kurang baik. Nilai Availability mesin mengalami peningkatan sebesar 89%. Dengan demikian perlu dilakukan training skill kepada operator maintenance, dikarenakan hasil MTTR yang didapatkan masih tidak stabil,selain itu perlu menerapkan perawatan mandiri atau small repair pada setiap mesin yang di operasikan, Availability mesin perlu ditingkatkan lagi, dengan nilai availability mesin yang lebih tinggi sehingga meningkatkan produktivitas tanpa mengesampingkan faktor-faktor yang lain. Kata Kunci: Maintenance, Mesin, Produktivitas.
VEHICLE ROUTING UNTUK PICK UP PROBLEM DENGAN PENDEKATAN MOST VALUEABLE NEIGHBORHOOD DAN NEAREST NEIGHBOR PADA JASA PENGIRIMAN BARANG Sudiana Wirasambada; Dwi Iryaning Handayani
WAKTU Vol 14 No 2 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i2.138

Abstract

Berkembangnya bisnis jasa pengiriman barang mendorong perusahaan-perusahaan jasa pengiriman barang seperti PT. X memperluas jaringan bisnisnya. Sistem agen yang diterapkan menyebabkan lokasi pick up barang menjadi lebih banyak. Oleh karena itu, optimalisasi penjadwalan rute kendaraan adalah hal yang penting untuk menurunkan kemungkinan barang yang tidak terangkut, menurunkan biaya operasional, dan meningkatkan keuntungan. Tujuan penelitian yaitu melakukan optimalisasi rute pada operator jasa pengiriman barang PT. X dengan mengggunakan pendekatan heuristik. Dua metode heuristik akan digunakan, yaitu metode most valueable neighborhood (MVN-VRP) dan metode nearest neighbor (NN-VRP). Kedua metode tersebut dibandingkan berdasarkan total nilai kargo yang dikumpulkan dan jarak tempuh kendaraan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk memaksimalkan nilai kargo yang diangkut atau meminimalkan opportunity value yang hilang metode MVN-VRP lebih baik digunakan dibanding dengan metode NN-VRP. Meskipun memiliki jarak tempuh yang lebih panjang, rute MVN-VRP lebih optimal dalam optimalisasi nilai kargo.
Risk Management Of Supplier-Buyer In Procurement Of Raw Materials For Improving Supply Chain Performance Dwi Iryaning Handayani
Jurnal Manajemen Vol. 22 No. 3 (2018): October, 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jm.v22i3.423

Abstract

This study discusses the relationship between Supplier and Buyer related to the procurement of raw materials. In the establishment of Supplier-Buyer relationship, there are considerable risks including coordination problems in supplying, demanding, and disruption of normal activities. Therefore, in overcoming the risks occurring in the Supplier-Buyer, it is necessary to have risk management approach of Supplier-Buyer relationship in Supply Chain activity, to know the occurrence of potential risks for improving Supply Chain performance. This study aims to analysis risk management on Supplier-Buyer relationship for improving company performance by identifying, assessing risks on raw material procurement and evaluating as well as mitigating potential risks that occur to improve Supply Chain performance. The methods of the study are SCOR, FMEA and TOPSIS, and Supplier performance matrix. As the results of SCOR performance, there are two risks of Internal Facing and four risks of Customer Facing. The risks that are categorized as customer facing are supplier risks with Continuity of supply, on time delivery, Knowledge resource and Quality risk categories. While, the Internal facing risks, risks which are associated to buyers including accident and knowledge resource risk categories. The proposed mitigation for improving Supplier performance, a) Coordination with suppliers in the form of sharing information between buyers and suppliers, b) Implementation of Supplier Relationship Management and e-SRM (Electronic-Supplier Relationship Management)
MANAJEMEN RISIKO PADA BOILER PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP DENGAN MENGGUNAKAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DI PLTU PAITON UNIT 9 Buhari Muslim; Dwi Iryaning Handayani; Yustina Suhandini
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kjms.v1i2.103

Abstract

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) merupakan salah satu jenis pembangkit listrik yang sering digunakan di Indonesia. Biasanya, komponen utama dari sistem pembangkit listrik tenaga uap meliputi boiler, turbin, generator, dan kondensor. Boiler merupakan komponen utama yang sangat penting dalam sistem pembangkit listrik menggunakan tenaga uap. Boiler adalah bagian yang digunakan untuk mengkonversi air menjadi uap melalui pemanasan. Uap ini akan digunakan sebagai penggerak turbin dan dikonversi menjadi energi listrik sesuai dengan prinsip operasi PLTU. Namun, sering kali terjadi masalah di bagian boiler dengan tingkat kerusakan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bagian lainnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengajukan strategi yang bisa mengurangi risiko kerusakan pada komponen penting boiler dengan memanfaatkan pendekatan analisis mode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Pemilihan komponen yang memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi akan menjadi prioritas dalam usulan pengurangan risiko kerusakan. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) adalah suatu metode penghitungan yang melibatkan penilaian terhadap tingkat keparahan (Severity/S), tingkat kemungkinan terjadinya (Occurrence/O) dan tingkat kemampuan deteksi (Detection/D). RPN terbesar pada Boiler di PLTU PAITON UNIT 9 adalah saat melakukan tindakan pencegahan pada Primary Air Fan dengan skor 140. Dalam hal penggunaan High Speed Diesel, nilai RPN yang terendah yaitu dengan nilai 16. Berdasarkan nilai RPN ini, penulis menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat menggabungkan metode FMEA dengan metode pengurangan risiko yang sudah ada untuk mencapai hasil yang lebih efektif dalam mengurangi risiko di masa depan dan digunakan oleh perusahaan.
Analisa Dampak Disrupsi pada Permasalahan Spare Part Joint Replenishment Erly Ekayanti Rosyida; Erik Ricardo; Dwi Iryaning Handayani
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.1.129-138

Abstract

This study aims to minimize inventory costs by implementing a joint replenishment policy on the spare parts inventory system by considering disruption. Analysis was carried out on 11 spare parts related to the effect of disruption on the determination of T, kj and the total costs generated. The results showed that the implementation of joint replenishment policy can reduce inventory costs by up to 21.7%. The effect of disruption in the form of rising material prices affects the increase in total costs linearly. Based on this, companies can choose the right time to order spare parts inventory, so as to avoid excessive storage costs and ordering costs.
Transforming Tofu Quality Control: Integrating Statistical Process Control, Ishikawa, and Interpretive Structural Modeling for Superior Outcomes: Integrating Statistical Process Control, Ishikawa, and Interpretive Structural Modeling for Superior Outcomes DWI IRYANING Handayani; Qurtubi
Journal of Industrial Engineering and Halal Industries Vol. 5 No. 1 (2024): Vol. 5 No. 1 June (2024): Journal of Industrial Engineering and Halal Industrie
Publisher : Industrial Engineering Department, Faculty of Science and Engineering, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiehis.4685

Abstract

In a highly competitive market, maintaining high product quality is essential for maintaining customer satisfaction and loyalty. Producers are famous in East Java and face the challenge of ensuring consistent quality products through strict production processes. Know that as easy products broken and soft, needy control of careful quality to meet hope consumers about freshness, texture, and quality in a way whole. Although traditional control methods often fail to overcome the production complex that causes a disabled product. This research proposes integrating Statistical Process Control (SPC), Ishikawa diagrams, and Interpretive Structural Modeling (ISM) to improve control quality. SPC makes it possible to monitor and control production processes in real-time, identify deviations, and repair deviations. However, the SPC limitations include a focus on quantitative data and post-incident detection problems. To overcome root problems, the Ishikawa diagram categorizes the reasons for potency as material, machine, method, power work, and environment. ISM prioritizes action repair based on impact and relationship. Approach This integrated approach provides comprehensive solutions to improve the quality of knowledge. In this study, the control process quality was evaluated using SPC, the cause of defects was identified using Ishikawa diagrams, and priority action repair was performed via ISM. Findings show that SPC directly effectively monitors process control, the Ishikawa diagram identifies main defects, and ISM prioritizes impactful action improvements, emphasizes excessive additions to subtraction materials, and improves health workers’ and mixing process material standards. Approach integrated possible identification of additional problems and improved the quality strategic makes a significant contribution to enhancing product quality knowledge.
A Comprehensive Approach to Minimize Inventory Costs Using Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares, and Economic Order Quantity Methods Trismawati; Sabrina Annisa Rizky; Dwi Iryaning Handayani
Journal of Development Research Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8, Number 1, May 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jdr.v8i1.328

Abstract

This research aims to optimize the management of spare parts inventory by considering the level of component damage. To achieve this goal, Reliability Centered Maintenance (RCM), Reliability Centered Spares (RCS), and Economic Order Quantity (EOQ) methods are used. Based on the research results, maintenance intervals were found for each component calculated using the RCM method, and the required amount of spares for one repair period was calculated using the RCS method. The research also calculated the EOQ to determine each component's reorder point, safety stock, optimal order quantity, and total cost. The EOQ calculation results were compared with the total cost before the calculation, and it was found that by using the integration of RCM, RCS, and EOQ, the company can minimize costs of Rp. 2,390,119,- for the 5 analyzed components. Therefore, it can be concluded that the use of RCM, RCS, and EOQ methods can help companies optimize spare part inventory management.
Erratum for: Halal Products Assurance Policy Model and Its Impact on Sustainability of Fish Ball SMI using System Dynamics Simulation Approach Handayani, Dwi Iryaning; Haryono, Haryono; Prihatiningsih, Tri
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We apologize for the error in the article "Halal Products Assurance Policy Model and Its Impact on Sustainability of Fish Ball SMI using System Dynamics Simulation Approach". The errors are:The title changed from “Halal Products Assurance Policy Model and Its Impact on Sustainability Fish Ball SMI with Dynamic System Simulation Approach” to “Halal Products Assurance Policy Model and Its Impact on Sustainability of Fish Ball SMI using System Dynamics Simulation Approach”.“dynamic system” changed to “system dynamics” on the entire page.Page 47. Table 1. No 8. “the higher the cost, the better” changed to “the higher, the better”.Original article has been corrected.
Menjaga Kewaspadaan Digital: Melawan Berita Hoax dan Menyuarakan Kebijaksanaan di Media Sosial Misdiyanto, Misdiyanto; Handayani, Dwi Iryaning; Kartini, Dwi Putri; Suhandini, Yustina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 3, No. 1: March 2024
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2024.v3i1.4761

Abstract

Literasi digital tidak hanya sebatas dapat menggunakan media, tetapi lebih pada kemampuan menganalisis, mengevaluasi atau menilai informasiyang didapat. Melalui literasi digital maka informasi yang didapat di media tidak langsung disebarluaskan sebelum dianalisis atau dinilai kebenarannya. Oleh karena itu, penting memiliki kecakapan dalam literasi digital agar memiliki kemampuan bijak dalam bermedia sosial.  Berdasarkan fenomena tersebut tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan informasi dan pengetahuan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dalam literasi digital dan bijak bermedia social. Hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan di Desa Pabean Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo telah memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap literasi digital,  hal ini terbukti dalam evaluasi pemahaman materi terdapat kenaikan nilai rata-rata peserta sebesar  21 point. Disamping itu antusias peserta pada saat menerima materi dan keaktifan peserta dalam berdiskusi. Dengan demikian adanya peningkatan pemahaman literasi digital dapat menjadi solusi dalam mencegah informasi palsu yang beredar di masyarakat dan bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikan.