Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Edukasi penggunaan infused tea lavender dan chamomile untuk mengurangi tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi ujian sekolah di Kota Semarang Nisa Febrinasari; Chilmia Nurul Fatiha; Farah Bintang Sabiti; Ainun Fawaid
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37797

Abstract

Abstrak Gangguan Kecemasan adalah jenis gangguan jiwa terbanyak kedua di Indonesia. Upaya untuk mengurangi kecemasan pada remaja di Indonesia saat ini menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah minimnya literasi kesehatan jiwa dan minimnya edukasi terkait keterampilan manajemen stress. Semakin meningkatnya kejadian kecemasan, semakin penting dalam mengatasi masalah tersebut dengan cara yang tepat. Salah satunya dengan menggunakan herbal lavender dan chamomile. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan tingkat pengetahuan remaja terkait manfaat konsumsi teh lavender dan chamomile dalam mengurangi tingkat kecemasan pada remaja khususnya pada saat menghadapi ujian sekolah di Mts dan MA Asshodiqiyah Kota Semarang. Metode penelitian ini yaitu pemberian edukasi, pretest dan posttest. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan cara survey. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup indikator pengetahuan dasar terkait kecemasan, manfaat lavender dan chamomile. Responden penelitian sebanyak 45 murid MTS dan MA Asshodiqiyah Semarang. Peningkatan persentase jawaban dari pre-test (70,9%) ke post-test (93,1%) dengan adanya perbedaan signifikan (p=0,002) pada pengetahuan siswa menunjukkan bahwa informasi diterima dengan baik. Edukasi berkelanjutan terkait gangguan kecemasan secara menyeluruh direkomendasikan untuk meningkatkan pemahaman siswa atau remaja di Kota Semarang. Kata kunci: kecemasan; tehe lavender; teh chamomile; ujian sekolah; remaja.Abstract Anxiety disorders are the second most prevalent type of mental disorder in Indonesia. Efforts to reduce anxiety among adolescents in Indonesia currently face various challenges, including limited mental health literacy and insufficient education regarding stress management skills. As the prevalence of anxiety continues to increase, it becomes increasingly important to address this issue through appropriate interventions. One potential approach is the use of herbal remedies such as lavender and chamomile. Therefore, the objective of this study was to compare adolescents’ levels of knowledge regarding the benefits of consuming lavender and chamomile tea in reducing anxiety levels, particularly during school examinations, among students at MTS and MA Asshodiqiyah in Semarang city. The research methodology involved the provision of educational interventions followed by pre-test and post-test assessments. The analytical method employed was a cross-sectional study with an survey. Data were collected using structured questionnaires that included indicators of basic knowledge related to anxiety as well as the benefits of lavender and chamomile. The study respondents consisted of 45 students from MTS and MA Asshodiqiyah Semarang. An increase in the percentage of correct responses from the pre-test (70,9%) to the post-test (93,1%), with a statistically significant difference (p = 0.002), indicates that the information was well received by the students. Continuous and comprehensive education on anxiety disorders is recommended to enhance students’ and adolescents’ understanding in the city of Semarang. Keywords: anxiety; students; lavender tea; chamomile tea; exam.
Pengetahuan Apoteker terkait Covid-19 selama Pandemi Chilmia Nurul Fatiha; Azmi Rahmadani; Naniek Widyaningrum
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v17i2.228

Abstract

Pharmacists’ role during Covid-19 pandemic is important in order to prevent and reduce the transmission rate. Pharmacist need to have good level of knowledge to ensure the role. This study aims to determine the level of pharmacists’ knowledge regarding Covid-19 and related factors. This is an observational study with cross-sectional approach. A questionnaire regarding Covid-19 was distributed to webinar participants in December 2021. The questionnaire is consisted of demographic questions and 15 Covid-19 knowledge questions. A total of 333 pharmacists responded, consisting of 32.4% community pharmacists, 33.9% hospital pharmacists, 24.0% clinical pharmacists, and 9.6% public health center pharmacists. Pharmacists have good knowledge of the causative virus (92%), symptoms (95.3%), supporting examinations (90.2%), therapy (95.8%), and prevention of Covid-19 transmission (94.4%) . Pharmacists' knowledge that needs to be improved is regarding vaccine storage (69.4%) and antibiotic use (56.1%). Semarang City pharmacists have good knowledge about Covid-19. Pharmacist knowledge was related to workplace (p<0.001) and length of work (p<0.001).
Peran Konseling Apoteker terhadap Profile Kualitas Hidup Pasien Depresi di Rumah Sakit Jiwa Soerojo, Kota Magelang. Meki Pranata; Chilmia Nurul Fatiha; Khafidhotur Rofiah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.23843

Abstract

Depresi merupakan suatu keadaan psikologis yang dikenali dengan keadaan emosi seseorang yang dapat tiba-tiba menangis, merasakan kesedihan yang berlebihan, keputusasaan dalam menjalani hidup, tidak dapat berkonsentrasi. Meningkatnya keparahan dari pasien depresi akan mempengaruhi penurunan kualitas hidup sehingga perlu peran apoteker selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran konseling apoteker dalam meningkatkan kualitas hidup pasien di Rumah Sakit Jiwa, Kota Magelang. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperiment dengan metode pretest dan posttest pada kelompok perlakuan. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive  sampling  dengan sampel sebanyak 31 responden. Pengambilan data dilaksanakan bulan maret sampai dengan bulan juni 2023 di Rumah Sakit Jiwa, Kota Magelang. Analisis data menggunakan uji chi-square meliputi karakteristik pasien, uji wilcoxon meliputi masing-masing domain kualitas hidup, dan uji paired t test meliputi konseling apoteker pretest dan posttest terhadap kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien pretest dan posttest tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Hal yang sama pada konseling apoteker pretest dan posttest terhadap kualitas hidup dengan nilai p>0,05. Namun, uji statistik masing-masing domain kualitas hidup menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai p<0,05.