Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA NIAT IMUNISASI MR (MEASLES RUBELLA) BERDASARKAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR DI PUSKESMAS HALMAHERA KOTA SEMARANG Wahyu Timur, Willi; Syazwani, Nurul; Fatiha, Chilmia Nurul
Indonesian Journal of Medical and Pharmaceutical Science Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijmps.v1i1.4

Abstract

Latar Belakang : Theory of Planned Behavior merupakan teori yang digunakan untuk prediksi perilaku pendekatan psikologisosial untuk pemahaman dan memprediksi beberapa faktor penentu perilaku kesehatan.Theory of Planned Behavior terdiri dari tiga faktor penentu yaitu sikap, norma subjektif dan persepsi pengendalian diri. Menurut teori ini, perilaku dipengaruhi oleh niat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan theory of planned behavior terhadap niat melakukan imunisasi MR di Puskesmas Halmahera Kota Semarang. Metode : Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang membawa anaknya yang berusia 9-12 bulan yang belum diimunisasi MR awal ke puskesmas Halmahera kota Semarang. Jumlah sampel sebanyak 86 ibu dengan menggunakan convenience sampling. Data diperoleh melalui lembar kuesioner. Data diolah dengan menggunakan uji statistik regresi linier berganda. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan sikap terhadap niat ibu melakukan Imunisasi MR (p value 0,000). Ada pengaruh positif dan signifikan norma subjektif terhadap niat ibu melakukan imunisasi MR (p value 0,000). Ada pengaruh positif dan signifikan persepsi pengendalian diri terhadap niat ibu melakukan Imunisasi MR (p value 0,000). Ada pengaruh positif dan signifikan sikap, norma subjektif dan persepsi pengendalian diri secara bersama-sama terhadap niat ibu melakukan Imunisasi MR (p value 0,000). Kesimpulan : faktor yang berpengaruh pada niat imunisasi MR (measles rubella) berdasarkan theory of planned behaviordi Puskesmas Halmahera Kota Semarang yaitu sikap, norma subjektif dan persepsi pengendalian diri.
The Effect of Pharmacist Counseling on Medication Adherence and Blood Pressure Values in Hypertensive Patients Sabiti, Farroh Bintang; Fatiha, Chilmia Nurul; Timur, Willi Wahyu; Dewi, Peggy Anastia
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v20i2.19304

Abstract

Hypertension is a disease often found in Indonesia. Hypertension can be controlled by compliance with taking medication and a healthy lifestyle. One effort to increase compliance is counseling. Pharmacist counseling can provide patient education and understanding of hypertension therapy while ensuring that patients are taking medication appropriately so as to increase compliance and control blood pressure. The aim of the research was to determine the effect of pharmacist counseling on drug compliance on blood pressure values in hypertensive patients at the Semarang Community Health Center. This research is a pre-experimental study with a One Group Pretest-Posttest design. Data collection was taken in March-April 2019. Blood pressure results were obtained before and after counseling with a value of p = 0.000 (p 0.05). This research can be concluded that pharmacist counseling can influence medication adherence and systolic and diastolic blood pressure values in hypertensive patients at the Semarang Community Health Center
Edukasi penggunaan infused tea lavender dan chamomile untuk mengurangi tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi ujian sekolah di Kota Semarang Nisa Febrinasari; Chilmia Nurul Fatiha; Farah Bintang Sabiti; Ainun Fawaid
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37797

Abstract

Abstrak Gangguan Kecemasan adalah jenis gangguan jiwa terbanyak kedua di Indonesia. Upaya untuk mengurangi kecemasan pada remaja di Indonesia saat ini menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah minimnya literasi kesehatan jiwa dan minimnya edukasi terkait keterampilan manajemen stress. Semakin meningkatnya kejadian kecemasan, semakin penting dalam mengatasi masalah tersebut dengan cara yang tepat. Salah satunya dengan menggunakan herbal lavender dan chamomile. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan tingkat pengetahuan remaja terkait manfaat konsumsi teh lavender dan chamomile dalam mengurangi tingkat kecemasan pada remaja khususnya pada saat menghadapi ujian sekolah di Mts dan MA Asshodiqiyah Kota Semarang. Metode penelitian ini yaitu pemberian edukasi, pretest dan posttest. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan cara survey. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup indikator pengetahuan dasar terkait kecemasan, manfaat lavender dan chamomile. Responden penelitian sebanyak 45 murid MTS dan MA Asshodiqiyah Semarang. Peningkatan persentase jawaban dari pre-test (70,9%) ke post-test (93,1%) dengan adanya perbedaan signifikan (p=0,002) pada pengetahuan siswa menunjukkan bahwa informasi diterima dengan baik. Edukasi berkelanjutan terkait gangguan kecemasan secara menyeluruh direkomendasikan untuk meningkatkan pemahaman siswa atau remaja di Kota Semarang. Kata kunci: kecemasan; tehe lavender; teh chamomile; ujian sekolah; remaja.Abstract Anxiety disorders are the second most prevalent type of mental disorder in Indonesia. Efforts to reduce anxiety among adolescents in Indonesia currently face various challenges, including limited mental health literacy and insufficient education regarding stress management skills. As the prevalence of anxiety continues to increase, it becomes increasingly important to address this issue through appropriate interventions. One potential approach is the use of herbal remedies such as lavender and chamomile. Therefore, the objective of this study was to compare adolescents’ levels of knowledge regarding the benefits of consuming lavender and chamomile tea in reducing anxiety levels, particularly during school examinations, among students at MTS and MA Asshodiqiyah in Semarang city. The research methodology involved the provision of educational interventions followed by pre-test and post-test assessments. The analytical method employed was a cross-sectional study with an survey. Data were collected using structured questionnaires that included indicators of basic knowledge related to anxiety as well as the benefits of lavender and chamomile. The study respondents consisted of 45 students from MTS and MA Asshodiqiyah Semarang. An increase in the percentage of correct responses from the pre-test (70,9%) to the post-test (93,1%), with a statistically significant difference (p = 0.002), indicates that the information was well received by the students. Continuous and comprehensive education on anxiety disorders is recommended to enhance students’ and adolescents’ understanding in the city of Semarang. Keywords: anxiety; students; lavender tea; chamomile tea; exam.