Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KESADARAN ANTIKORUPSI PADA SISWA SMP ISLAM AL-MUNAWWAROH, DUSUN NDARAH, DESA SADENGREJO, KECAMATAN REJOSO, KABUPATEN PASURUAN: Sosialisasi Pendidikan Karakter sebagai Upaya Menanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Dini Fitria Shazwanyy; Ilvi Nur Dini; Nike Maulidia; Siti Ni'matus Sholikha; Daryono Daryono
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya pemahaman siswa mengenai perilaku antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan perlunya penguatan pendidikan karakter sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan integritas sebagai dasar perilaku antikorupsi. Kegiatan dilaksanakan di SMP Islam Al-Munawwaroh Kabupaten Pasuruan dengan melibatkan 34 siswa kelas VII dan VIII. Metode yang digunakan adalah melalui sosialisasi edukatif dan interaktif yang didukung observasi, diskusi, tanya jawab, dan studi kasus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami konsep antikorupsi ketika materi dikaitkan dengan pengalaman nyata di lingkungan sekolah. Siswa mulai memahami bahwa perilaku seperti mencontek, berbohong, dan tidak disiplin merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai antikorupsi. Temuan kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran antikorupsi siswa.  
MAKNA PENDIDIKAN MORAL DALAM PEMBENTUKAN NILAI DAN PERILAKU KEWARGANEGARAAN PADA GENERASI MUDA Ilvi Nur Dini; Daryono Daryono; Rama Marta Dwi Sanjaya
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i1.1538

Abstract

Moral education plays a crucial role in shaping the values and civic behavior of young generations amid social dynamics and the challenges of the digital era. This study aims to analyze the meaning of moral education in the formation of values and civic behavior among young people, including their understanding of moral values, the manifestation of these values in civic behavior, and the supporting and inhibiting factors of moral education implementation. This research employs a literature review method with a descriptive qualitative approach. Data were collected from scientific books, national and international journal articles, and relevant academic documents. Data analysis was conducted using content analysis to identify key concepts, findings, and ideas related to moral education and civic education. The findings indicate that young people generally possess a basic understanding of moral values such as honesty, responsibility, discipline, tolerance, and social awareness; however, these values have not been consistently internalized into civic behavior. The manifestation of moral values is reflected in rule compliance, tolerance, and social participation, although gaps remain between moral knowledge and actual practice. Family, school, and community serve as major supporting factors, while negative digital media influences and weak supervision act as significant barriers.
PENGUATAN KARAKTER DAN INTEGRITAS DALAM MEWUJUDKAN PERILAKU ANTI KORUPSI PADA SISWA SMPN 8 PASURUAN Erika Dwi Paramita; Daryono Daryono; Maulidatul Rahma; Berliana Fajar Listianti; Meidiana Aulia Pratiwi
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan salah satu permasalahan yang masih menjadi tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Upaya pencegahan korupsi perlu dilakukan sejak dini melalui pendidikan karakter dan pendidikan antikorupsi kepada generasi muda. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya karakter dan integritas dalam mewujudkan perilaku antikorupsi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2026 di SMP Negeri 8 Pasuruan dengan peserta siswa-siswi SMP Negeri 8 Pasuruan. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan evaluasi pemahaman peserta. Materi yang diberikan mencakup pendidikan karakter, moral Pancasila, integritas, dan pendidikan antikorupsi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta integritas sebagai dasar perilaku antikorupsi. Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa sosialisasi dapat menjadi sarana yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan integritas sejak dini. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki komitmen untuk menolak segala bentuk perilaku koruptif.
Peningkatan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat Melalui Inovasi Pengelolaan Sampah Bebasis Bank Sampah Marsela Diah Nur Afifah; Daryono Daryono; Suchaina Suchaina
Jambura Journal of Community Empowerment Volume 7 No. 1: Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjce.v7i1.4428

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Bank Sampah Unit (BSU) Sekar Indah II sebagai inovasi sosial berbasis komunitas dalam mengatasi masalah sampah dan meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Masalah utama berupa peningkatan volume sampah dan kebiasaan membuang sampah sembarangan di Perumahan Sekar Indah II ditanggapi dengan pendirian BSU pada tahun 2012. Menggunakan metode kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSU Sekar Indah II berhasil menciptakan nilai ekonomi dari limbah melalui inovasi unik, seperti program Tabungan Sampah untuk Bayar Pajak dan Tabungan Emas di Pegadaian. Secara ekonomi, tabungan sampah berfungsi sebagai instrumen penambah pendapatan atau penghematan yang signifikan bagi nasabah, memberikan fleksibilitas penarikan dalam bentuk kebutuhan pokok. Secara sosial, dampak nyata terlihat dari berkurangnya volume sampah yang dibuang ke TPS dan hilangnya pemulung di area perumahan. Keberhasilan model ini sangat ditentukan oleh Partisipasi Masyarakat di setiap tahapan program, meskipun menghadapi tantangan seperti faktor kemalasan dan rasa kasihan warga terhadap petugas kebersihan. Disimpulkan bahwa BSU Sekar Indah II menjadi model percontohan yang berhasil mencapai status Mandiri dan berkelanjutan, membuktikan potensi pengelolaan sampah berbasis komunitas sebagai katalis perubahan sosial dan ekonomi.
Penggunaan Media Kantong Doraemon pada Peserta Didik dalam Memahami Budaya Nusantara Niswatul Magfiroh; Ayu Maya Damayanti; Daryono
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8866

Abstract

Penelitian ini berangkat dari era keterbukaan informasi dan globalisasi saat ini, arus budaya global berkembang dengan cepat. Arus budaya ini dapat memengaruhi cara generasi muda melihat budaya lokal dan nasional mereka. Mobilitas sosial yang tinggi, media digital, dan teknologi komunikasi telah mengubah hubungan budaya lokal menjadi global. Pembelajaran seringkali bersifat informatif dan menekankan pemahaman konsep. Namun, kurangnya kesempatan bagi peserta didik untuk mengalami, mendiskusikan, dan mereleksikan interaksi budaya yang sebenarnya. Oleh karena itu, untuk pendidikan kebudayaan di sekolah, alat pembelajaran inovatif harus dikembangkan dan digunakan. Urgensi penggunaan media Kantong Doraemon terletak pada kemampuannya menggabungkan elemen visual, interaktif, dan karakter Doraemon sehingga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media Kantong Doraemon terhadap pembelajaran Interaksi Budaya Nusantara pada peserta didik kelas XI SMKN 1 Nguling. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena memungkinkan peneliti untuk menelitii fenomena dalam lingkungan alami, mempelajari dinamika sosial, dan menemukan pola yang tidak dapat ditemukan dengan metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa penggunaan Media Kantong Doraemon dapat membantu peserta didik kelas XI di SMKN 1 Nguling dalam pembelajaran interaksi budaya nusantara dengan suasana belajar yang seru, bermakna serta materi yang di ajarkan dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Berdasakan hasil penelitian ini, peneliti berharap penggunaan media ajar yang inovatif dan bermakna dapat diterapkan pada pembelajaran, sehingga peserta didik dapat aktif dan memaknai pembelajaran dengan baik, sehingga mereka dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Perspective student about role education citizenship in building a sense of nationalism at UNIWARA Innayatul Laili; Sely Ayu Lestari; Ayu Maya Damayanti; M. Irwawan Siswantoro; Daryono Daryono
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2026): Jan: Education and Humanities
Publisher : Insan Akademika Publications

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jiph.v15i1.291

Abstract

Amidst the challenges of globalization that erode national identity, Civic Education in higher education becomes an important instrument to foster students' sense of nationalism. This study aims to determine the perspectives of students at Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara) regarding the role of Civic Education in building an attitude of love for the homeland. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with several students from various faculties. The findings show that students view Civic Education as an effective means to understand the values of Pancasila, the history of the nation's struggle, and civic responsibility, which strengthens the sense of nationalism. However, they were criticized the monotonous teaching methods and the lack of relevance of the material to current issues, such as tolerance and diversity. This study implies the need for Civic Education curriculum reform with an interactive approach, such as group discussions and the use of digital media, to increase its relevance and impact in forming contextual nationalism. These findings contribute to the development of educational strategies that are responsive to the needs of the younger generation in the global era, especially at Uniwara, and strengthen the commitment of higher education in maintaining national identity