Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

INOVASI BERBASIS MASYARAKAT DESA TANGGUH BENCANA (DESTANA) Fathinah Ranggauni HARDY; Rafiah Maharani PULUNGAN; Putri PERMATASARI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v2i2.1037

Abstract

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masif terjadi gempa bumi selama 1 tahun terakhir. BNPB telah melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan kekuatan M=6.1 SR pada tanggal 23 Januari 2018 berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kabupaten Lebakpada kedalaman 61 km. Kecamatan Cikulur salah satu kecamatan di Kabupaten Lebak memiliki kerusakan yang parah dan mengalami kerugian secara fisik yaitu 291 rumah rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1.894 rusak ringan (RR) (BNPB, 2018) dan secara non fisik banyak warga yang mengalami trauma akibat kejadian gempa tersebut. Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Lebak belum memiliki upaya manajemen bencana berbasis masyarakat yang optimal, misalnya belum ada Desa Tangguh Bencana sesuai 20 Indikator Desa Tangguh Bencana. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat bergerak untuk membentuk inovasi berbasis masyarakat berupa Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Lebak yang inisiasi awal di Desa Anggalan, Kecamatan Cikulur. Tujuan dari kegiatan adalah untuk membentuk Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Lebak berbasis masyarakat agar siap dalam menghadapi bencana.Kegiatan yang dilakukan adalah pembentukan Desa Tangguh Bencana adalah Penilaian Risiko, Perencanaan Penanggulangan Bencana (PB) di Desa, Pembentukan Forum PB di Peningkatan Kapasitas Warga dan Aparat dalam PB melalui Pelatihan Kebencanaan pada warga dan perangkat desa, Pemaduan PB ke dalam Rencana Pembangunan Desa dan Legalisasi Desa Tangguh Bencana. Target Luaran dari PKM ini adalah terbentuknya Desa Tangguh Bencana.
PEMBENTUKAN SATGAS BERBASIS KARANG TARUNA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA PANDEMI COVID-19 Rafiah Maharani Pulungan; Fathinah Ranggauni Hardy; Nanang Nasrullah; Meidy Wiradati; Nabila Aulia Ainaya; Diego Sergio
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.111-119

Abstract

The establishment of the COVID-19 Task Force is one strategy that can be taken to prevent and control COVID-19 cases in the Pasir Putih District area. The goal is that the community can participate in the implementation of the prevention and control of COVID-19 in their respective areas of residence. In addition, this activity can also increase knowledge related to COVID-19 and spread the latest information about COVID-19. Thus, the number of spread and transmission of COVID-19 will soon decrease and the situation will return to normal. The target of this service activity is the youth group in Pasir Putih District, Depok City. The implementation method of this service activity includes the stages of preparation, implementation, and evaluation. The result of this activity is an increase in the knowledge of youth youth groups related to the prevention and control of COVID-19.
Hubungan Kepuasan Kerja dengan Komitmen Organisasional Perawat di Rumah Sakit Prikasih Jakarta Nurul Zakiah; Rahmah Hida Nurrizka; Yuri Nurdiantami; Fathinah Ranggauni Hardy
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 1 (2020): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.16.1.55-67

Abstract

Berdasarkan data Risnakes 2017, kepuasan kerja staf rumah sakit di DKI Jakarta sebagian besar di kategori sedang (50,1%) dan tinggi (25,2%). Perawat yang kepuasan kerjanya tinggi akan membantu orang lain dengan lebih antusias jauh melebihi harapan yang normal dalam pekerjaan mereka dan akan menimbulkan komitmen kepada rumah sakit tempat mereka bekerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kepuasan kerja dengan komitmen organisasional pada perawat di Rumah Sakit Prikasih. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan uji chi square. Sampel pada penelitian ini sebanyak 104 perawat yang diambil dengan teknik proporsional sampling. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi komitmen organisasional tinggi sebanyak 58 perawat (55,8%) dan kepuasan kerja tinggi sebanyak 52 perawat (50%), perawat dengan kepuasan kerja tinggi memiliki komitmen organisasional tinggi sebanyak 36 perawat (69,2%), dan ada hubungan antara kepuasan kerja dengan komitmen organisasional (p-value=0,010) dengan nilai PR = 1,875 dan 95% CI = 1,173-2,998. Perawat yang mempunyai kepuasan kerja tinggi maka lebih berpeluang untuk berkomitmen organisasional tinggi. Diharapkan pihak Rumah Sakit Prikasih lebih memerhatikan kepuasan kerja perawat, agar mereka mampu mempertahankan dan meningkatkan komitmen terhadap Rumah Sakit Prikasih.
Gambaran Beban Kerja Mental dengan Menggunakan Metode NASA-TLX pada Pekerja Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Tahun 2020 Adela Anggraini; Fandita Tonyka Maharani; Fathinah Ranggauni Hardy; Afif Amir Amirullah
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 7, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja mental diketahui dapat berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Pekerja Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor dituntut untuk melayani masyarakat terkait kejadian kebencanaan kebakaran selama 24 jam. Tuntutan ini dapat menjadi beban kerja yang berat bagi para pemadam kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja mental pekerja dengan menggunakan kuesinoner standar dari NASA-TLX.Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan metode penelitiaan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2020 – Januari 2021 pada 118 pekerja yang terbagi menjadi kelompok pegawai dan pekerja lapangan (pemadam dan penyelamatan). Sampel diambil secara propotional stratified random sampling. Hasil penelitian beban kerja mental pada kelompok pegawai dikategorikan sangat tinggi (83,20) dengan indikator yang dominan adalah kebutuhan waktu, kebutuhan mental, dan performansi. Sedangkan beban kerja mental kelompok pekerja lapangan juga dikategorikan sangat tinggi (83,69) dengan indikator yang dominan adalah kebutuhan fisik, usaha, dan kebutuhan waktu. Diperlukan upaya menurunkan beban kerja mental petugas melalui pengendalian administratif berupa kaji ulang beban kerja dan modifikasi yang sesuai. 
HUBUNGAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA LAPANGAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PT. X DI JAKARTA PUSAT TAHUN 2020 Kartini Muladame Sejati Sihotang; Rizki Amalia; Fathinah Ranggauni Hardy; Fandita Tonyka Maharani
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 9, No 5 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.963 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v9i5.30709

Abstract

Work fatigue can be determined by weakening the worker's body, impacting physical and mental performance decreasing. Job-related factors are one of the factors causing work fatigue, such as work duration, physical workload, and mental workload. This study aimed to determine the association between job factors and work fatigue among workers in PT. X building construction site at Central Jakarta. The research method used was quantitative analytic with a cross-sectional design. The research instrument used the IFRC questionnaire, NASA-TLX questionnaire, and pulse oxymeter. This research sample was 109 workers obtained with the accidental sampling technique, and data analyzed using the chi-square test. The results show that 50 workers (45.9%) had experienced a moderate category of work fatigue. The statistical analysis results showed a significant relationship between work duration (p-value = 0.000) and physical workload (p-value = 0.000) with work fatigue. Suggestions that need to be implemented by the company are to regulate work time and overtime according to applicable regulations and divide work shifts.
Advokasi Dan Intervensi Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Terhadap Penanggulangan COVID-19 Rafiah Maharani Pulungan; Fathinah Ranggauni Hardy; Nanang Nasrullah; Anifa Dhiya Rifqiya
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 4 No 3 (2021): IKRAITH-ABDIMAS No 3 Vol 4 November 2021
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.354 KB)

Abstract

Pandemi COVID-19 diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2 saat ini masih menjadi masalah global khususnya di Indonesia. Penanggulangan yang dapat dilakukan adalah menurunkan risiko penularan COVID-19 salah satunya adalah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui program advokasi dan intervensi mengenai pencegahan COVID-19. Kegiatan ini memberikan informasi melalui advokasi dan intervensi mengenai pencegahan COVID-19 kepada masyarakat Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Tujuan promosi kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan COVID-19 agar masyarakat dapat meminimalisir risiko penularan COVID-19. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara. Wawancara dilakukan menggunakan metode focus group discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan. Tujuan menggunakan metode focus group discussion (FDG) adalah untuk mendapatkan informasi terkait masalah kesehatan yang ada di Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.Berdasarkan hasil intervensi tersebut dapat disimpulkan, bahwa terdapat peningkatanpengetahuan peserta tentang pencegahan COVID-19.
Pembentukan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Cikulur Fathinah Ranggauni Hardy; Rafiah Maharani Pulungan; Putri Permatasari
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 4 No 3 (2021): IKRAITH-ABDIMAS No 3 Vol 4 November 2021
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.92 KB)

Abstract

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia yang telah masif terjadi gempa bumi selama 1 tahun terakhir. BNPB telah melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan kekuatan M=6.1 SR yang paling besar terjadi pada hari Selasa, 23 Januari 2018. Gempa tersebut terjadi tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada kedalaman 61 km. Pusat gempa yang berada di daratatau dekat pantai menyebabkan guncangan keras dirasakan oleh masyarakat dan sampai saat ini disertai banyak gempa susulan (BNPB, 2018). Kecamatan Cikulur salah satu kecamatan di Kabupaten Lebak yang memiliki kerusakan yang parah dan mengalami kerugian secara fisik yaitu Sebanyak 2.760 unit rumah rusak itu rinciannya 291 rumah rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1.894 rusak ringan (RR) (BNPB, 2018) dan secara non fisik banyak wargayang mengalami trauma akibat kejadian gempa tersebut. Kecamatan di Kabupaten Lebak juga belum memiliki upaya manajemen bencana berbasis masyarakat yang optimal, misalnya belum ada terbentuk Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 sesuai 20 Indikator Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid19. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, tim pengusul tertarik untuk membentuk inovasi berbasis masyarakat berupa Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Lebak yang inisiasi awal di Kecamatan Cikulur. Tujuan dari kegiatan adalah untuk membentuk Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Lebak berbasis masyarakat agar siap dala menghadapi bencana. Kegiatan yang akan dilakukan dalam pembentukan Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 dan Simulasi di Wilayah Kerja Puskesmas Cikulur. Target Luaran dari PKM ini adalah terbentuknya Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19. Kegiatan menghasilkan pembentukan Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 dan Simulasi di Wilayah Kerja Puskesmas Cikulur.
Factors Related to Complaints of Lung Function Disorders In UPN Veteran Jakarta Employees Prasetyo Risky Alamsyah; Fajaria Nurcandra; Cahya Arbitera; Fathinah Ranggauni Hardy
Respiratory Science Vol. 3 No. 1 (2022): Respiratory Science
Publisher : Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/respirsci.v3i1.36

Abstract

Background: One characteristic of lung dysfunction is obstruction of airflow in the respiratory tract. The prevalence of COPD as lung function disorder among men in Indonesia is 3.7% and 2.7% in DKI Jakarta. One of the causes of decreased lung function is smoking. A large portion of UPN Veteran Jakarta employees is smoker. This research was aimed to determine risk factors of lung dysfunction among employees in UPN Veteran Jakarta. Method: A cross sectional study was conducted from April to May 2019 in UPN Veteran Jakarta. Total 102 samples of employees who work at UPN includes staff, lecturers, cooperative officers, office boys, and security guards were selected using purposive sampling. Measuring instruments used in this study were questionnaires, scales, microtoise and spirometer. Spirometer was used to measure lung function. Questionnaires to obtain data on gender, age, body mass index (BMI), employment status, education, allergies, history of lung disease, family history, Brinkman index, physical activity, vehicle emissions exposure and smoking environment. The data was analysed using the chi square test and logistic regression test Results: The results of the logistic regression test showed risk factors of lung dysfunction were BMI (POR: 4.718; 95% CI 1.673-13.305), history of lung disease (POR: 3,424; 95% CI 0.836-14.028) and smoking environment (POR: 2.956; 95% CI 0.953-9.168). Conclusion: The most influencing factors for lung dysfunction were BMI, history of lung disease, and smoking environment.
Tingkat Kelelahan Pekerja pada Masa Pandemi Covid-19 di Proyek Pembangunan Ruas Jalan Tol Serpong-Cinere Adinda Kania Prameswari; Dyah Utari; Fathinah Ranggauni Hardy; Azizah Musliha Fitri
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol8.Iss3.858

Abstract

The construction service sector is one of the sectors that has a high risk of both work accidents and occupational diseases, especially during the current Covid-19 pandemic. The implementation of development activities are still carried out by implementing the Covid-19 prevention protocol. The purpose of this study was to determine the relationship between internal factors (age, nutritional status, and work period) and external factors (length of work and workload) with work fatigue to workers in the Serpong-Cinere Toll Road Development Project. This study used a quantitative analytical method with cross sectional design. The population of this study were 100 workers and sampling in this study using total sampling technique. Chi square test results obtained age was variable with p value 0.031 (p <0.05), workload with p value 0.001 (p <0.05), length of work with p value 0.001 (p <0.05), nutritional status with p value 0.964 (p> 0.05) and working period with p value 0.471 (p> 0.05). The conclusion is that age, workload and length of work are related to work fatigue. Nutritional status and period of work were not related to work fatigue. Suggestion for companies is to evaluate working hours and provide appropriate rest areas in the project area.
Faktor yang Memengaruhi Kejadian Tuberkulosis Paru pada Penderita Diabetes Mellitus di Rumah Sakit X Yosephine, Michel Kezia; Hardy, Fathinah Ranggauni; Wenny, Dwi Mutia; Nurrizka, Rahmah Hida; Pulungan, Rafiah Maharani
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v12i3.2542

Abstract

People with diabetes mellitus are at higher risk for developing active tuberculosis. The diabetes mellitus epidemic has increased the incidence of lung tuberculosis. The purpose of this study is to determine factors that affect the incidence of lung tuberculosis in diabetic patients at “X” hospital in 2020. The method used analytic with case-control research design. The sampling technique is purposive sampling and involved 110 respondents using a sample ratio of 1:1 for the case and control groups. The data source in this study is secondary data from the patient’s medical record. The analysis used is chi-square and logistic regression. The variables studied are age, sex, employment, nutritional status, HbA1C levels, and duration of having diabetes mellitus. The result show factors associated with tuberculosis patients are age (p-value=0,038; OR=3,068), sex (p-value=0,022; OR=2,625), nutritional status (p-value=0,013; OR=0,352), and HbA1c level (p-value=0,046; OR= 2,440). Based on the results of the multivariate analyses factor that has more effects is the HbA1C level (Adjusted OR= 3,141; 95%CI= 1,299-7,594). Recommended for diabetic patients to do a healthy diet, regular exercise, comply with diabetes mellitus treatment, and regularly check blood glucose to maintain normal blood glucose levels.Â