Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perilaku Dalam Pendidikan Islam Abdus Salam; Achmad Taufiq; Mukhlasin; Muhammad Tis Asuh Shobirin; Titin Nurhidayati
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/zerbdc08

Abstract

Behavior in Islamic education is a fundamental aspect that lies at the core of the entire educational process. Islamic education is not solely oriented toward the transfer of religious knowledge, but rather emphasizes the formation of noble behavior and morals as a manifestation of faith and knowledge internalized within students. Behavior is understood as a primary indicator of the success of Islamic education, as it is through behavior that the values ​​of Islamic teachings are concretely realized in daily life. This study aims to analyze the concept of behavior in Islamic education and its urgency in developing individuals with faith, knowledge, and noble character. Islamic education views behavior as the result of an integration of cognitive, affective, and psychomotor aspects developed through learning processes, role models, habituation, and a valuable educational environment. Therefore, behavior is positioned not only as the end result of education but also as an integral part of the educational process itself. The study's findings indicate that effective Islamic education is one that is able to transform Islamic values ​​from the realm of texts into real-life contexts. Conscious, consistent, and responsible development of Islamic behavior contributes directly to the formation of individuals with integrity and to the realization of a just, harmonious, and civilized social order. Thus, placing behavior at the heart of Islamic education reaffirms the essence of Islamic education as a process of developing complete human beings (insān kāmil) who are not only intellectually intelligent but also morally just, and oriented toward the welfare of humanity and the sustainability of civilization.  Abstrak Perilaku dalam pendidikan Islam merupakan aspek fundamental yang menjadi inti dari seluruh proses pendidikan. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan keagamaan, tetapi lebih menekankan pada pembentukan perilaku dan akhlak mulia sebagai manifestasi dari iman dan ilmu yang terinternalisasi dalam diri peserta didik. Perilaku dipahami sebagai indikator utama keberhasilan pendidikan Islam, karena melalui perilakulah nilai-nilai ajaran Islam terwujud secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep perilaku dalam pendidikan Islam serta urgensinya dalam membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Pendidikan Islam memandang perilaku sebagai hasil integrasi antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dibangun melalui proses pembelajaran, keteladanan, pembiasaan, dan lingkungan pendidikan yang bernilai. Oleh karena itu, perilaku tidak hanya diposisikan sebagai hasil akhir pendidikan, tetapi juga sebagai bagian integral dari proses pendidikan itu sendiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam yang efektif adalah pendidikan yang mampu mentransformasikan nilai-nilai Islam dari ranah teks ke dalam konteks kehidupan nyata. Pembinaan perilaku islami secara sadar, konsisten, dan bertanggung jawab berkontribusi langsung pada pembentukan individu yang berintegritas serta pada terwujudnya tatanan sosial yang adil, harmonis, dan beradab. Dengan demikian, menempatkan perilaku sebagai jantung pendidikan Islam menegaskan kembali hakikat pendidikan Islam sebagai proses pembentukan manusia paripurna (insān kāmil) yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bermoral, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat manusia serta keberlanjutan peradaban
Integrasi Agama Dan Sains Di PTKIN : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Muhammad Tis Atus Sobirin; Abdus Salam; Asnawan
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/sfatsm54

Abstract

The integration of religion and science is a strategic agenda in the development of State Islamic Religious Higher Education Institutions (PTKIN) as a response to the scientific dichotomy that separates Islamic and modern sciences. This article aims to examine the concept, implementation, and significance of the integration of religion and science at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, one of the pioneering PTKINs in developing an integrative scientific paradigm. This research uses a qualitative approach with a case study. Data were obtained through in-depth interviews, observations, and documentation studies, then analyzed using the Miles and Huberman interactive data analysis model. The results indicate that UIN Sunan Kalijaga has developed an integration-interconnection paradigm that places religion and science in a dialogical and complementary relationship. Religion is positioned as a source of values, ethics, and moral orientation, while science plays a role as a rational-empirical instrument in understanding and responding to social realities and global challenges. The implementation of the integration of religion and science is reflected in curriculum design, the development of multidisciplinary study programs, interdisciplinary research, and an open and critical academic culture. Despite facing several challenges, such as differing scientific paradigms and a tendency toward formalization, the integration model developed by UIN Sunan Kalijaga demonstrates significant potential for building inclusive, critical, and transformative Islamic scholarship. The integration of religion and science at UIN Sunan Kalijaga not only strengthens the Islamic identity of PTKIN but also enhances its contribution to global scientific discourse and the pursuit of Islamic higher education that is relevant to the demands of the times and oriented toward the welfare of civilization. Abstrak Integrasi agama dan sains merupakan agenda strategis dalam pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai respons atas dikotomi keilmuan yang memisahkan ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu modern. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, implementasi, serta signifikansi integrasi agama dan sains di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu PTKIN pelopor dalam pengembangan paradigma keilmuan integratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil kajian menunjukkan bahwa UIN Sunan Kalijaga mengembangkan paradigma integrasi-interkoneksi yang menempatkan agama dan sains dalam relasi dialogis dan saling melengkapi. Agama diposisikan sebagai sumber nilai, etika, dan orientasi moral, sementara sains berperan sebagai instrumen rasional-empiris dalam memahami dan merespons realitas sosial serta tantangan global. Implementasi integrasi agama dan sains tercermin dalam desain kurikulum, pengembangan program studi multidisipliner, riset interdisipliner, serta budaya akademik yang terbuka dan kritis. Meskipun menghadapi sejumlah tantangan, seperti perbedaan paradigma keilmuan dan kecenderungan formalisasi integrasi, model integrasi yang dikembangkan UIN Sunan Kalijaga menunjukkan potensi besar dalam membangun keilmuan Islam yang inklusif, kritis, dan transformatif. Integrasi agama dan sains di UIN Sunan Kalijaga tidak hanya memperkuat identitas keislaman PTKIN, tetapi juga meningkatkan kontribusinya dalam percakapan keilmuan global serta upaya menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang relevan dengan tuntutan zaman dan berorientasi pada kemaslahatan peradaban.