Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK PADA MASYARAKAT DESA BAJUR KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBAK BARAT Syafril Syafril; khosiah khosiah; Habiburrahman Habiburrahman; Hamdi Hamdi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35587

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat merupakan salah satu solusi strategis dalam mengurangi permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kepada masyarakat Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, dengan Yayasan Mujahidin Falah sebagai mitra kegiatan. Program ini melibatkan 27 orang peserta yang terdiri atas perwakilan warga dan pengelola lingkungan setempat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Tahap persiapan dilakukan melalui identifikasi permasalahan, survei lapangan, dan koordinasi dengan pemerintah desa serta mitra. Pada tahap pelaksanaan, peserta memperoleh penyuluhan, workshop praktik pembuatan pupuk kompos padat dan cair, serta pendampingan kelompok untuk mengaplikasikan keterampilan pengolahan sampah organik secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik peserta dalam mengelola sampah organik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep pengelolaan sampah organik serta keterampilan praktis dalam mengolahnya menjadi pupuk. Selain itu, terjadi perubahan perilaku masyarakat dari membuang sampah secara langsung menjadi mengolahnya secara produktif. Program ini juga mendorong peningkatan kesadaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan produk pupuk organik. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berpotensi menjadi model edukasi berkelanjutan dalam mendukung pembangunan desa yang ramah lingkungan dan mandiri secara ekonomi. Kata Kunci: Edukasi, Sampah Organik, Pupuk Organik, Pemberdayaan Masyarakat, Lombok Barat ABSTRACTCommunity-based organic waste management is one of the strategic solutions in reducing environmental problems while increasing economic added value. This community service activity aims to provide education and training on the use of organic waste as fertilizer to the community of Bajur Village, Labuapi District, West Lombok Regency, with the Mujahidin Falah Foundation as a partner in the activity. This program involves 27 participants consisting of representatives of residents and local environmental managers. The implementation method consists of three main stages: preparation, implementation, and evaluation and follow-up. The preparation stage involves problem identification, field surveys, and coordination with the village government and partners. During the implementation stage, participants received counseling, workshops on making solid and liquid compost, and group assistance to apply their skills in processing organic waste independently. Evaluation was carried out by monitoring improvements in participants' knowledge, attitudes, and practices in managing organic waste. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of the concept of organic waste management and practical skills in processing it into fertilizer. In addition, there has been a change in people's behavior from directly disposing of waste to processing it productively. This program also encourages increased environmental awareness and opens up economic opportunities through the use of organic fertilizer products. Thus, this community service activity has the potential to become a model of sustainable education in supporting environmentally friendly and economically independent village development. Keywords: Education, Organic Waste, Organic Fertilizer, Community Empowerment, West Lombok
Implementasi Kriteria Watson Untuk Menganalisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tipe High Order Thinking Skills Mahsup Mahsup; Abdillah Abdillah; Syafril Syafril
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 3 (2025): September
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v8i3.27691

Abstract

Abstract:  Critical thinking skills are one of the skills needed in learning, but in reality, Indonesian students' thinking skills are still quite low. Students' weak ability to develop their reasoning skills in solving problems in mathematics, especially HOTS questions, causes them to experience difficulties and make many mistakes when solving story-type questions. The purpose of this study is to describe the mistakes made by students in solving High Order Thinking Skills (HOTS) type mathematics problems based on Watson's criteria. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The research instrument used in this study is an essay test consisting of 4 essay questions. Data analysis in this study included (1) Inaccurate data; (2) Inaccurate procedures; (3) Missing data; (4) Missing conclusions; (5) Conflicting response levels; (6) Indirect manipulation; (7) Skill hierarchy issues; (8) Errors other than the seven above. The research results indicate that the type of error most frequently committed by students based on Watson's criteria falls under the category of missing conclusions (omitted conclusion/oc) with an error rate of 100%. The type of error least frequently committed by students falls under the category of other errors (above other/ao) at 11.76%.Abstrak: Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam pembelajaran, namun pada kenyataannyan kemampuan berpikir siswa Indonesia masih cukup rendah. Lemahnya kemampuan siswa dalam mengembangkan daya menalarnya pada penyelesaian masalah dalam pelajaran matematika terkhusus pada soal-soal HOTS menyebabkan siswa kesulitan serta banyak mengalami kesalahan saat menyelesaikan soal-soal bentuk cerita. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika bertipe High Order Thinking Skills (HOTS) berdasarkan kriteria Watson. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes essay yang terdiri dari 4 soal essay. Analisis data dalam penelitian meliputi (1) Data tidak tepat; (2) Prosedur tidak tepat; (3) Data Hilang; (4)  Kesimpulan hilang; (5) Konflik level respon; (6) Manipulasi tidak langsung; (7) Masalah hirarki keterampilan; (8) Kesalahan selain ketujuh diatas. Hasil penelitian dapat bahwa jenis kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa berdasarkan kriteria watson terletak pada kategori kesimpulan hilang (ommited conclusion/oc) dengan persentasi kesalahan sebesar 100%. Kemudian jenis kesalahan yang paling sedikit dilakukan oleh siswa pada kategori kesalahan lainnya (above other/ao) 11.76%.
Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SD Mahsup Mahsup; Abdillah Abdillah; Syafril Syafril
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 7, No 4 (2024): Desember
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v7i4.27995

Abstract

Abstract:  The purpose of this study is to analyze the use of the Problem Based Learning (PBL) learning model in learning can improve the learning outcomes of Mathematics for elementary school students. The research uses the meta-analysis method. Data collection was carried out by browsing electronic journals through google scholar and documentation studies in the library. Research data sources from 12 journals. Data analysis was carried out in a qualitative description. The results of the study show that the application of the Problem Based Learning model has a positive influence on improving student learning outcomes. This is marked by an increase in learning outcomes before and after the implementation of the Problem Based Learning modelAbstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa SD. Penelitian menggunakan metode meta analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menelusuri jurnal elektronik melaluigoogle scholardan studi dokumentasi di perpustakaan. Sumber data penelitian dari 12 jurnal. Analisis data dilakukan secara deskripsi kualitatif. Hasil penelitian bahwa penerapan model Pembelajaran Problem Based Learning memiliki pengaruh yang positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal itu ditandai dengan adanya peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning