Rosmayati Rosmayati
Universitas Sumatera Utara

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Effect of Ascorbic Acid to Recovery of Partial Tapping Panel Dryness (TPD) of Rubber Plant In The clones of PB 260 and IRR of 42 Nurhadi Satrio; Rosmayati Rosmayati; E. Harso Kardhinata; Radite Tistama; Ade Fipriani
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.14040

Abstract

Effect of Ascorbic Acid to Recovery of Partial Tapping Panel Dryness (TPD) of Rubber Plant In The clones of PB 260 andIRR of 42,This aim of the research is to determine the effect of Ascorbic Acid to Recovery of Partial Tapping Panel Dryness (TPD) of clones PB 260 and IRR 42 rabber plant. This research was conducted at the research Estate and Physiological Laboratory of Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet, Galang, Deli Serdang, Sumatra Utara, from May 2015 ­- October 2015, The research was designed by split plot with two factors. The main plot was clonesrubber plant (PB 260 and IRR 42), the subplot was treatments ascorbic acid(0 ppm, 150 ppm, 300 ppm, 450 ppm).Parameters measured were the levels of sucrose, inorganic phosphate, thiol, superoksidase dismutase (SOD), latex productivity and stoppage index.The results showed that clones PB 260 and IRR 42 rubber live significant different on production of latex. Application of Ascorbic acid him no significantly different on the levels of thiol, level of sukrosa,level of inorganic phosphate. The Interaction of the two treatment is significantly different with latex  productivity.
Pengaruh Jenis Eksplan dan Komposisi Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Induksi Kalus Pada Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Ira Tiarma Sari Damanik; Rosmayati Rosmayati; Luthfi Aziz Mahmud Siregar
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.301 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis eksplan dan komposisi zat pengatur tumbuh terhadap induksi kalus pada tanaman binahong (Anredera  cordifolia (Ten.) Steenis). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Dinas Pertanian Sumatera Utara pada bulan Juli sampai dengan September 2016. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 2 faktor yaitu jenis eksplan (daun, batang, tangkai daun) dan zat pengatur tumbuh (MS; MS + 1 mg/L 2,4 D + 0,5 mg/L BAP; MS + 2 mg/L 2,4 D + 0,5 mg/L BAP; MS + 3 mg/L 2,4 D + 0,5 mg/L BAP; MS + 1 mg/L 2,4 D + 1 mg/L BAP; MS + 2 mg/L 2,4 D + 1 mg/L BAP; MS + 3 mg/L 2,4 D + 1 mg/L BAP). Hasil penelitian menunjukkan jenis eksplan berpengaruh nyata terhadap persentase terbentuk kalus. Komposisi zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata  terhadap persentase terbentuk kalus. Eksplan batang merupakan eksplan yang terbaik. Media MS + 3 mg/L 2,4 D + 0,5 mg/L BAP, MS + 2 mg/L 2,4 D + 1 mg/L BAP, dan  MS + 3 mg/L 2,4 D + 1 mg/L BAP merupakan media yang terbaik untuk persentase terbentuk kalus.
Karakteristik Kalus Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merill) dengan Pemberian 2,4D dan Kinetin pada Kondisi Hipoksia Secara In Vitro Dian Simbolon; Revandy I.M Damanik; Rosmayati Rosmayati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.309 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kalus pada berbagai varietas kedelai dengan pemberian kombinasi 2,4D dan Kinetin pada kondisi hipoksia secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Universitas Sumatera Utara pada bulan Maret sampai Oktober 2016 menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga faktor perlakuan yaitu varietas yang diuji (Baluran, Gepak Kuning dan Willis), kombinasi ZPT (5 mg/l 2,4D; 10 mg/l 2,4D + 0,5 mg/l Kinetin; 15 mg/l 2,4D + 1 mg/l Kinetin) dan perlakuan penggenangan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata terhadap bobot kalus dan kandungan klorofil. Zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata terhadap bobot kalus dan enzim SOD. Perlakuan penggenangan berpengaruh nyata terhadap bobot kalus, kandungan klorofil, enzim SOD dan enzim POD. Interaksi antara varietas dan zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata terhadap enzim POD. Interaksi antara varietas, zat pengatur tumbuh dan penggenangan tidak berpengaruh nyata terhadap semua peralakuan.   Kata kunci: 2,4-D, hipoksia, in vitro, kedelai, kinetin
Changes in morphological variability of shallot ( Allium ascalonicum L. ) due to colchicine and gamma irradiation Sri Yunita Simanjuntak; Diana Sofia Hanafiah; Rosmayati Rosmayati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 4,Okt (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.872 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i4,Okt.18706

Abstract

This research aims to see changes in morphology variability of shallot(Allium ascalonicum L.)  due to colchicine and gamma irradiation. This research was conducted at the Faculty of Agriculture University of Sumatera Utara, Medan with the altitude of 32 m above sea level from april to june 2017. This research used plant material of shallot bulb from Marlumba accession. The data were analyzed using t-analysis. Percentage of germination, plant length, number of leaves, number of tillers, bulb diameter, wet bulb weight, dry bulb weight and number of chromosomes. The results showed the treatment of colchicine 6 ppm and 6 gray gamma irradiation effect the changes parameters of plant length, number of leaves, number of tillers, bulb diameter, wet bulb weight, dry bulb weight and number of chromosomes.  6 ppm colchicine treatment showed increasing plant productivity, increase the average length of plant, the number of leaves, number of tillers, bulb diameter, wet bulb weight, dry bulb weight and number of chromosomes. 6 gray gamma irradiation treatment resulted decreasing in plant productivity, lowering plant length, number of leaves, bulb diameter,  number of tillers, bulb diameter, wet bulb weight and dry bulb weight. 
Identification of Morphological Characteristics and Phylogenetic Relationships of Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) in Regency Simalungun and Regency Dairi Mufit Musyarifah; Rosmayati Rosmayati; Revandy Damanik
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 4,Okt (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.022 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i4,Okt.19107

Abstract

The purpose of this research is to identification of morphological characteristic and kinship of sweet potato at Kabupaten Simalungun and Kabupaten Dairi. The research well done in regency Simalungun dan regency Dairi, North Sumatera at March to June 2017 with descriptive survey using characterzed based on International Board for Plant Genetic Resources (IBPGR) standard and purposive random sampling technique. The result of this research indicate there 21 (twenty one) genotype of sweet potato that in Kabupaten Simalungun consists of Kecamatan Silimakuta (G1, G2, G3, and G4), Purba (G5, G6 and G7), Dolok Silau (G8), Pamatang Silimahuta (G9), Dolok Perdamean (G10), Hutabayu Raja (G11) in Kabupaten Dairi consists of Kecamatan Parbuluan (G12, G13, G14, G15, and G16), Sidikalang (G17 and G18), Sumbul (G19 and G20), and Sitinjo (G21) with closest kinship is G18 and G20 with a coefecient similarity 8,541 and farthes kinship is G4 and G5with a coefecient similarity 116,338.
Karakter Komponen Hasil Dan Parameter Genetik Pada Generasi M3 Rosella Gali Rakasiwi; Diana Sofia Hanafiah; Rosmayati Rosmayati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 7, No 2,April (2019)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.398 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v7i2,April.21206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komponen hasil dan parameter genetik pada generasi M3 rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Penelitian ini dilakukan di Fakultas Pertanian USU, Medan dengan ketinggian tempat 32 m diatas permukaan laut dimulai dari bulan Desember 2017 sampai Mei 2018. Penelitian ini menggunakan benih populasi mutan generasi M3 yang berasal dari varietas Roselindo 2 yang telah diiradiasi sinar gamma pada penelitian sebelumnya. Data yang didapatkan diuji dengan menggunakan analisis uji-t. Parameter yang diamati adalah persentase perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah cabang, diameter kanopi, diameter kelopak bunga, bobot buah per tanaman, bobot kelopak bunga per tanaman, jumlah kelopak bunga per tanaman, umur berbunga dan umur panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan komponen hasil pada karakter pengamatan yaitu bobot kelopak bunga dan jumlah kelopak bunga pada populasi kontrol dibandingkan populasi 450 Gy
Genetic Diversity of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) of MTG Commercial Variety Based on Three RAPD Marker Frynando Purba Girsang; Lollie Agustina P. Putri; Rosmayati Rosmayati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 7, No 2,April (2019)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.596 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v7i2,April.21233

Abstract

MTG variety is “moderate resistant” oil palm variety to ganoderma disease, these variety is not totally resistant to ganoderma disease, it means can be attacked and has the same morphological with other variety, so need to analyzed with moleculer marker to see genetic differences. The aim of this study is to know the pattern of DNA bands of oil palm based on RAPD marker OPA-13, OPD-13, OPH-13. This study was conducted in Plant Tissue Culture Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Sumatera Utara, Medan, from March 2017 to February 2018. Analyzed genetic materials were 26 DNA stocks of oil palm of commercial MTG variety from PT. Socfindo and resulted 100% of polymorphic percentage. The size of the DNA that produced a varied range between 424 to 2572 bp. Only 19 DNA samples that could be processed in software from the 26 DNA samples that analyzed, because there some samples that were not able to be amplified, so they did not meet the standardized precentage. Genetic distance measurement and dendrogram formation were analyzed using DARwin 6.0 software. The results of the analysis showed that 19 individuals were divided into three clusters with a total molecular diversity 49.87%. Coefficient of dissimilarity distance was 0 to 0,6.Key words: genetic diversity, RAPD markers, oil palm of MTG variety
UJI KETAHANAN KLON KARET IRR SERI 400 TERHADAP BEBERAPA ISOLAT PENYAKIT GUGUR DAUN COLLETOTRICHUM Syarifah Aini Pasaribu; Rosmayati Rosmayati; Sumarmadji Sumarmadji
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v33i2.178

Abstract

Perakitan klondengan produktivitas tinggi, pertumbuhan jagur, resisten terhadap penyakit gugur daun serta memiliki daya adaptabilitas luas adalah tujuan pemulian karet.Klon IRR seri 400 merupakan calon klon unggul seri IRR berikutnya yang memiliki potensi produksi melebihi klon PB 260.Khusus untuk ketahanan penyakit, pendekatan dengan perakitan klon tahan juga telah dilakukan, yaitu  menyilangkan tetua yang memiliki potensi produksi tinggi dan tahan penyakit.  Penyakit gugur daun Colletothricum merupakan salah satu penyakit terpenting pada tanaman karet.Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletothricumgloeosporioides.Gangguan penyakit ini dapat menurunkan produktivitas kebun, tertundanya saat okulasi di pembibitan,dan dalam serangan yang berat mengakibatkan bibit cacat, kerdil bahkan mati. Oleh karena telah dilakukan penelitian di Balai Penelitian Sungei Putih di kebun Entres untuk mengetahui ketahanan 22 klon IRR seri 400 dan klon pembanding PB 260.Parameter yang diamati adalah intensitas serangan dan periode laten, kemudian untuk melihat sifat ketahanan, dicari nilai heretabilitas (h2) dengan membandingakan ragam genetik dan ragam lingkungan terhadap parameter pengamatan. Terseleksi enam klon yang memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap intensitas serangan Colletotrichumyaitu IRR 428, IRR 429, IRR 446, IRR 451 dan IRR 452. Tidak adanya interaksi antara isolat dengan klon karena jenis isolat yang digunakan adalah Colletotrhicumgloeosporioides.Tingkat ketahanan dipengaruhi oleh klon yang dicerminkan dari nilai heretabilitas tinggi yaitu >0,5. Diterima : 10 Juli 2015; Direvisi : 8 September 2015; Disetujui : 25 September 2015 How to Cite : Pasaribu, S. A., Rosmayati., & Sumarmadji. (2015). Uji ketahanan klon karet IRR seri 400 terhadap beberapa isolat penyakit gugur daun Colletotrichum. Jurnal Penelitian Karet, 33(2), 131-142. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/178 
Analisis Pertumbuhan Tanaman Porang dengan Pemberian Fitosan dan Kompos Jerami Padi di Lahan Salin Kurnia Selekta Etika Harefa; Rosmayati Rosmayati; Nini Rahmawati
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i1.13738

Abstract

Tanaman porang merupakan salah satu produk yang memiliki prospek seperti bahan pangan alternatif sehingga peningkatan produksi terus diupayakan, termasuk memanfaatkan lahan marginal seperti tanah salin. Porang merupakan tanaman yang rentan terhadap salinitas dan memiliki masalah dormansi 4-5 bulan. Arahriset ini ialah untuk mengidentifikasi ciri fisiologis tanaman porang dan mematahkan dormansi dengan penambahan fitosan dan penambahan kompos jerami padi pada tanah salin. Penelitian ini menggunakan RAK faktorial dengan 3 ulangan dan 2 faktor yaitu konsentrasi fitosan K0 = 0 ppm, K1 = 750 ppm, K2 = 1500 ppm dan K3 = 2250 ppm; aplikasi kompos jerami padi J0 = 0 ton/ha (kontrol), J1 = 5 ton/ha (45 g/ tanaman) dan J2 = 10 t/ha (90 g/tanaman). Pemberian konsentrasi fitosan 2250 ppm dan 10 ton/ha (90 g/tanaman) kompos jerami padi mempengaruhi secara nyata terhadap parameter kemunculan bulbil, jumlah bulbil, panjang akar, bobot basah akar, bobot kering akar dan volume akar