Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Growth responses of sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) to eco-enzyme and arbuscular mychorriza treatments on inceptisol Rosnina A G; Zurrahmi Wirda; Baidhawi Baidhawi; Sutiharni Sutiharni; Ali Rahmat
Open Global Scientific Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Open Global Scientific Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ogsj.v2i2.23

Abstract

The sacha inchi plant (Plukenetia volubilis L.) produces seeds with high protein content that are beneficial for human health. The planting of sacha inchi on sub-optimal land, such as inceptisol soil, requires eco-enzyme, an organic fertilizer made from environmentally friendly fermented fruit waste. In addition, the use of biological agents, such as arbuscular mycorrhiza, can increase the plant’s ability to absorb macronutrients, such as potassium and phosphorus, from the soil. This study aims to determine the effect of eco-enzyme and mycorrhiza treatments on the growth of sacha inchi plants on inceptisol. A two-factor group randomized design with nine treatments and three replications was employed. The first factor was the concentration of eco-enzyme (0 ml/l, 22.5 ml/l, and 30 ml/l). The second factor was the dose of mycofer (substance containing mycorrhizal spores) (0 g/plant, 30 g/plant, and 40 g/plant). Parameters measured were plant height, number of leaves, root length, root fresh weight, root dry weight, and mycorrhizal infection. The results show that the application of eco-enzyme was able to increase the height of sacha inchi plants in the vegetative phase at 10 and 20 days after planting (DAP) and increase the number of leaves at 30 and 40 DAP. Single application of 40 g/plant of mycofer was able to increase the vegetative growth of sacha inchi on inceptisol. The optimum amount to increase the growth rate of sacha inchi plants was reached through the combination of eco-enzyme at a concentration of 22.5 ml/l and mycofer at a dose of 40 g/plant.
Aplikasi Vermikompos Spent Mushroom Substrate Dan Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Ari Surya; Rosnina Rosnina; Zurrahmi Wirda; Safrizal Safrizal; Septiarini Zuliati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman tomat terhadap pemberian vermikompos SMS dan mikoriza serta interaksi keduanya.Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Tropika Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh dan di Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - Agustus 2024.Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama yaitu vermikompos SMS yang terdiri dari tiga taraf: 0 g/polibag, 600 g/polibag, 1200 g/polibag. Faktor kedua yaitu mikoriza yang terdiri dari tiga taraf: 0 g/polibag, 5 g/polibag, 10 g/polibag. Diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan terdiri 3 ulangan, sehingga didapatkan 27 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 5 tanaman, sehingga total keseluruhan adalah 135 tanaman. Peubah pengamatan meliputi: tinggi tanaman, diameter batang, kandungan klorofil, luas daun, jumlah buah pertanaman, berat buah per tanaman, diameter buah, umur simpan, panjang akar, berat segar akar, volume akar, dan infeksi akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk vermikompos dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat pada peubah tinggi tanaman 21 HST dan 42 HST, diameter batang 35 HST, serta klorofil daun 28 HST. Hasil terbaik didapatkan pada perlakuan dosis pupuk vermikompos 600 g/polibag. Perlakuan fungi mikoriza belum dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat pada seluruh peubah pengamatan. Penggunaan kombinasi vermikompos dan fungi mikoriza arbuskular belum dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat pada seluruh peubah pengamatan
Pengaruh Jenis Media Tanam Dengan Penambahan Pupuk Npk Dan Eco-Enzyme Terhadap Pertumbuhan Microgreen Beberapa Jenis Sayuran Dimas Pratama; Rosnina Rosnina; Septiarini Zuliati; Muhammad Nazaruddin; Zurrahmi Wirda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microgreens merupakan sayuran muda yang dipanen pada usia 7–14 hari setelah tanam dan memiliki densitas nutrisi serta antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan sayuran dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan karakteristik morfologi berbagai jenis microgreens pada variasi media tanam. Eksperimen dilaksanakan di Aceh Utara pada Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (cocopeat tunggal; campuran arang sekam dan ecoenzyme; serta campuran kompos dan NPK), sedangkan faktor kedua adalah jenis sayuran (kangkung, bayam, sawi, dan pakcoy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media cocopeat memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, panjang akar, dan berat segar. Kangkung mencatatkan pertumbuhan tinggi dan panjang akar terbaik, sementara bayam menghasilkan berat segar dan berat akar tertinggi. Secara khusus, interaksi antara cocopeat dan kangkung memberikan hasil optimal pada pertumbuhan vegetatif, sedangkan kombinasi media kompos-NPK dengan bayam memicu biomassa berat segar maksimal. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas produksi microgreens sangat bergantung pada kesesuaian antara jenis komoditas dan karakteristik media tanam yang digunakan