Djwantoro Hardjito
Petra Christian University

Published : 90 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN BOTTOM ASH DAN FLY ASH TIPE C SEBAGAI BAHAN PENGGANTI DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK Kevin Klarens; Michael Indranata; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.834 KB)

Abstract

PT. PLTU Paiton menghasilkan 7.5 ton fly ash dan 2.5 ton bottom ash setiap jam. Pemanfaatan bottom ash masih sangat minimal, sehingga mengakibatkkan timbunan bottom ash yang semakin meningkat, dan cendrung mencemari lingkungan dan kesehatan. Berdasarkan alasan tersebut maka perlu adanya usaha untuk memanfaatkan limbah batu bara, salah satunya melalui pembuatan paving block. Sampel tahap pertama terbuat dari campuran semen dan bottom ash (lolos ayakan 2 atau 5 mm) dengan perbandingan massa 1:3, 1:4, dan 1:5. Komposisi campuran dengan properti paling baik (kuat tekan, serapan air, dan ketahanan aus) dimodifikasi dalam tahap kedua, yaitu mengganti porsi semen sebanyak 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, dan 80% dengan fly ash tipe C. Pada tahap ketiga, sampel dengan 30 dan 50% fly ash dibuat kembali menggunakan gabungan bottom ash lolos ayakan 5 dan 10 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah curing selama 28 hari, penggunaan bottom ash lolos ayakan 5 mm menghasilkan paving dengan properti lebih baik dibanding bottom ash lolos ayakan 2mm. Penambahan jumlah bottom ash menurunkan properti paving dan penggantian fly ash atas semen paling optimum adalah sebesar 20-50%. Penggunaan 50% bottom ash lolos ayakan 10 mm dan 50% lolos ayakan 5 mm meningkatkan properti paving dengan kuat tekan melampaui 40 MPa.
OPTIMASI PENGGUNAAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH PLTU SURALAYA DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK MUTU TINGGI Aldwin Ivan Gan; Henry Sutikno; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.574 KB)

Abstract

Fly ash dan bottom ash merupakan limbah hasil pembakaran batu bara yang dapat dimanfaatkan dalam bidang konstruksi. Pemanfaatan bottom ash masih sangat jarang, sehingga pada penelitian ini bottom ash dan fly ash dimanfaatkan untuk menggantikan sebagian agregat halus dan semen dalam pembuatan paving block. Untuk menghasilkan paving block dengan kuat tekan yang optimal, perlu dicari kepadatan tertinggi dari kombinasi agregat halus yang digunakan. Selain kuat tekan, penyerapan air dan ketahanan aus juga menjadi kualifikasi dalam penentuan mutu paving block.Dari hasil pembuatan paving block, kuat tekan tertinggi yang bisa didapat dari penambahan bottom ash yaitu 41.60 MPa dengan kode C1BA3 yang masuk dalam kelas A. Namun untuk uji penyerapan air dan ketahanan aus, paving C1BA3 hanya masuk dalam kelas B dan C. Dengan penambahan fly ash, kuat tekan maksimum yang dihasilkan hanya mencapai 26.80 MPa yang masuk dalam kelas B. Akan tetapi penambahan fly ash berdampak pada ketahanan aus yang pada awalnya hanya memenuhi kelas C, kini bisa mencapai kelas A. Secara keseluruhan, paving block yang menghasilkan mutu paling bagus dan ekonomis yaitu paving dengan kode C5F5B30, dengan komposisi 50% semen : 50% fly ash dan 100% bottom ash.
PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO PADA PEMBUATAN BATA RINGAN NON STRUKTURAL DENGAN METODE CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE (CLC) Gerardus Abi; Billy Susilo; Antoni .; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.797 KB)

Abstract

Penelitian terhadap pemanfaatan lumpur Sidoarjo telah banyak dilakukan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa lumpur Sidoarjo dapat digunakan sebagai material pozzolan karena kaya kandungan silika (SiO2) dan alumina (Al2O3). Pada penelitian ini, lumpur Sidoarjo dimanfaatkan dalam pembuatan bata ringan non-struktural dengan metode cellular lightwieght concrete (CLC). Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bata ringan ini adalah harus memenuhi syarat ASTM C 869, yaitu kuat tekan > 1.4 MPa, dry density < 700 kg/m3 dan water absorption < 25% berdasarkan volume. Variabel penelitiannya adalah perbandingan volume foam agent : air, perbandingan massa foam : cementitious material dan penambahan pasir silika sebagai agregat halus untuk mengurangi penggunaan pasta campuran. Dari hasil penelitian, perbandingan volume foam agent : air yang memenuhi syarat ASTM C 869 adalah 1 : 50. Bila dibandingkan dengan bata ringan tanpa pasir silika, penambahan pasir silika menyebabkan kuat tekan berkurang dan water absorption lebih tinggi, untuk dry density yang relatif sama.
PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN ASAM TERHADAP SETTING TIME DAN KUAT TEKAN GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH TIPE C Jason Ghorman Herianto; Evelin Anastasia; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.988 KB)

Abstract

Perkembangan fly ash sebagai bahan pengganti semen saat ini sudah banyak digunakan khususnya pada beton geopolimer. Fly ash tipe C dengan kandungan CaO yang tinggi bila digunakan sebagai material dasar geopolimer dapat menyebabkan terjadinya flash setting atau pengerasan beton yang sangat cepat namun juga dapat meningkatkan kekuatan tekan pada beton geopolimer. Hal ini dapat menimbulkan masalah apabila digunakan sebagai bahan dasar beton geopolimer dalam skala yang besar yang memerlukan setting time yang cukup lama. Kandungan CaO dapat diindikasikan dengan nilai pH fly ash sehingga penelitian ini menggunakan larutan asam untuk menurunkan nilai pH awal dari fly ash. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa penambahan larutan asam pada fly ash dapat menyebabkan pH awal fly ash berkurang namun initial setting time yang didapatkan justru bertambah cepat ± 40-60%. Initial setting time yang paling cepat dialami fly ash yang ditambahkan dengan larutan asam klorida (HCl). Selain itu, penggunaan larutan asam pada fly ash dapat menyebabkan kekuatan mortar geopolimer menurun. Dengan demikian, penggunaan larutan asam dapat menurunkan pH fly ash tetapi tidak dapat membuat setting time geopolimer berbahan dasar fly ash tipe C menjadi lebih lama.
PENGARUH URUTAN PENCAMPURAN DAN KOMPOSISI ALKALI ACTIVATOR TERHADAP KARAKTERISTIK MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH TIPE C Wempy Erlando; Goey Frengki; Djwantoro Hardjito; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.839 KB)

Abstract

Geopolimer umumnya dibuat dengan mencampurkan fly ash dengan larutan alkali activator. Penggunaan fly ash tipe C yang memiliki kandungan kalsium yang tinggi menyebabkan flash setting dalam pembuatan geopolimer. Pada penelitian sebelumnya, sudah diperoleh solusi untuk menyelesaikan masalah ini yaitu mengubah urutan pencampuran mortar geopolimer. Namun, hal ini berakibat pada menurunnya kuat tekan dari mortar geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh urutan pencampuran, lama waktu pencampuran, dan komposisi alkali activator terhadap setting time dan kuat tekan mortar geopolimer. Campuran dibagi menjadi 2 yaitu dengan rasio sodium silikat/NaOH sebesar 2.5 dan dengan sodium silikat tetap. Konsentrasi NaOH yang digunakan dari 6M sampai 14M. Berdasarkan hasil penelitian, urutan pencampuran berpengaruh pada initial setting time dan kuat tekan. Pada rasio sodium silikat/NaOH sebesar 2.5, semakin tinggi konsentrasi NaOH yang digunakan, maka semakin lama initial setting time yang dihasilkan. Penggunaaan konsentrasi NaOH lebih dari 10M bisa menyebabkan menurunnya kuat tekan mortar geopolimer. Campuran dengan komposisi sodium silikat tetap, semakin tinggi konsentrasi NaOH menyebabkan initial setting time menjadi semakin cepat, tetapi kuat tekannya bertambah
STUDI AWAL PENGARUH PENAMBAHAN FOAM PADA PEMBUATAN BATA BETON GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR LUMPUR SIDOARJO Krisno Phoanajaya; Djwantoro Hardjito; , Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.113 KB)

Abstract

Lumpur Sidoarjo adalah material yang saat ini telah dikembangkan sebagai bahan pengganti semen. Penggunaan lumpur ini dikarenakan jumlahnya yang sangat banyak dan memiliki kandungan yang dapat menggantikan fungsi dari semen. Tetapi sebelum dipasarkan, lumpur tersebut harus diolah terlebih dahulu menjadi barang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu produk yang sesuai adalah bata ringan geopolimer. Beton ringan geopolimer memiliki beberapa keunggulan, salah satunya adalah dapat mengurangi pelepasan CO₂ ke atmosfir karena tidak menggunakan semen dan lebih ramah lingkungan. Sebelum digunakan sebagai campuran dalam pembuatan bata beton ringan, lumpur harus dioven selama 24 jam, Setelah itu lumpur masuk ke proses pembakaran selama 7 jam dengan suhu 650 ºC. Lumpur kemudian digiling selama 8 jam. Setelah siap dipakai, lumpur dicampurkan dengan pasir, NaOH, sodium silikat, dan foam dengan perbandingan tertentu untuk dijadikan campuran mortar dalam proses pembuatan bata beton ringan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, kuat tekan dan penyerapan air dari mortar menunjukan bahwa densitas lebih dari 1300 kg/mᶾ memenuhi syarat SNI 03-0349-1989.
PENGARUH KOMPOSISI ALKALI ACTIVATOR DAN URUTAN PENYAMPURAN TERHADAP KARAKTERISTIK MORTAR GEOPOLIMER HIGH CALCIUM FLY ASH Kristella Nathania Lairenz; Ricky Surya; Djwantoro Hardjito; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.339 KB)

Abstract

Karakteristik beton geopolimer dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya ialah karakteristik material dasar, komposisi alkali activator, mix design, mixing procedure, dan prosedur curing. Penelitian ini berfokus pada komposisi perbandingan alkali activator dan urutan penyampuran yang diterapkan pada high calcium fly ash. Alkali activator yang dimaksud adalah perbandingan larutan sodium silikat dengan larutan NaOH. Perbandingan alkali activator yang digunakan sebesar 0.5, 1.0, 2.0, 2.5 dan 3.0. Konsentrasi larutan NaOH ditetapkan 8M. Pengujian yang dilakukan yaitu initial setting time pasta geopolimer dan kuat tekan mortar geopolimer. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa initial setting time dipengaruhi oleh variasi perbandingan alkali activator dan urutan penyampuran. Urutan penyampuran prosedur dengan menyampurkan alkali bersama dimana larutan sodium silikat dicampur terlebih dahulu dengan larutan NaOH, mengakibatkan flash setting untuk seluruh perbandingan alkali dan kuat tekan tertinggi pada perbandingan alkali activator sebesar 1.0. Sedangkan, prosedur dengan menyampurkan alkali terpisah dapat mengatasi flash setting dengan perbandingan alkali activator yang kecil, serta hasil kuat tekan kuat tekan tertinggi pada perbandingan alkali activator sebesar 0.5. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin besar perbandingan alkali activator, maka kuat tekan cenderung menurun.
STUDI AWAL PEMBUATAN HIGH-VOLUME SIDOARJO MUD CONCRETE BRICK A. Stefianus; D. Setiawan; Antoni .; D. Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.737 KB)

Abstract

Telah banyak dilakukan penelitian tentang pemanfaatan material lumpur Sidoarjo sebagai material pozzolan. Penelitian ini menggunakan lumpur Sidoarjo dengan kadar yang tinggi, yaitu >50%, dan bertujuan untuk menganalisa perbandingan dari penggunaan pasir dan semen dalam pembuatan batako. Untuk mengetahui karakteristik dari material lumpur dalam penelitian ini digunakan XRF (X-Ray Flouresence). Lumpur yang akan digunakan diolah dengan pengeringan dengan oven selama 24 jam, pembakaran dengan suhu ±650°C hingga penggilingan dengan menggunakan bar-mill dengan lama penggilingan 8 jam agar didapat ukuran butiran <63μm. Pada penelitian ini menggunakan presentase lumpur Sidoarjo kadar 50%, 55% dan 60% dari total material pengikat dan menggunakan perbandingan material pengikat : pasir sebesar 1:7, 1:8 dan 1:9. Pembuatan sampel batako menggunakan ukuran kubus 5x5x5 cm3 lalu dilakukan pengujian berupa kuat tekan. Hasil menunjukkan semakin kecil perbandingan material pengikat : pasir maka semakin tinggi kuat tekannya. Kadar 50% dengan perbandingan material pengikat dan pasir 1:7 merupakan yang paling efektif dibandingkan dengan kadar 55% dan 60% penggantian semen dengan lumpur Sidoarjo dengan kuat tekan 7.87 MPa pada umur 28 hari.
STUDI PENGEMBANGAN BETON 100% FLY ASH TIPE C: PENGARUH W/FA, SUPERPLASTICIZER, DAN KALSIUM TERHADAP KUAT TEKAN PASTA Owen Malvin Sirapanji; Chrystian Hadinata; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.011 KB)

Abstract

Penggunaan fly ash yang merupakan material sisa semakin banyak karena propertinya yang bisa digunakan sebagai pengganti semen. Penggunaannya berkembang dari hanya menjadi filler kemudian menjadi High Volume Fly Ash (HVFA) dan belakangan ini mulai berkembang menggunakan fly ash untuk menggantikan semen sepenuhnya. Beton 100% fly ash mulai dikembangkan untuk menggantikan semen, tetapi karena inovasi ini tergolong baru sehingga banyak variabel yang perlu ditinjau sehingga penelitian ini dimulai dengan pembuatan pasta 100% fly ash. Adapun variabel yang ditinjau adalah pengaruh metode curing, w/FA, superplasticizer, maupun percobaan substitusi kalsium untuk mendapatkan kuat tekan beton yang lebih tinggi.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pasta 100% fly ash lebih efektif bila di-curing dengan air jenuh kalsium. Sampel pasta 100% fly ash juga dapat menggunakan w/FA yang lebih rendah dibandingkan dengan semen dan menunjukan peningkatan kekuatan dan kepadatan seiring penurunan w/FA. Penggunaan superplasticizer juga terbukti membantu workability sampel dengan w/FA rendah meski penggunaan yan berlebih dapat menyebabFkan penurunan kekuatan dan bleeding pada sampel. Substitusi kalsium baik CaO dan Ca(OH)2 menunjukkan pengaruh buruk pada sampel dan perlu ditinjau lebih lanjut. Umur dari fly ash juga ternyata dapat mempengaruhi hasil pasta 100% fly ash
PEMBUATAN BATAKO DENGAN MEMANFAATKAN CAMPURAN FLY ASH DAN LUMPUR SIDOARJO DENGAN KADAR YANG TINGGI Arnold Phengkarsa; Hendra S. Wibawa; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.335 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif dalam pengolahan limbah lumpur Sidoarjo dan limbah abu batu bara yang ramah lingkungan dan menambah nilai guna dari limbah lumpur Sidoarjo dan limbah batu bara. Penggunaan limbah lumpur Sidoarjo dan limbah batu bara mengurangi penggunaan semen portland yang menyebabkan global warming karena melepaskan gas CO2. Kandungan yang dimiliki oleh lumpur Sidoarjo telah terbukti memiliki sifat yang sama seperti semen dan dapat menggantikan semen. Akan tetapi dalam pemanfaatan lumpur Sidoarjo membutuhkan banyak energi dalam proses pengolahannya. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan lumpur Sidoarjo dan fly ash sebagai material dalam pembuatan batako. Selain itu penelitian ini juga menvariasikan perbandingan volume lumpur Sidoarjo dan fly ash, serta lama proses penggilingan lumpur Sidoarjo. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat tekan pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Hal ini bertujuan agar dapat mengetahui komposisi campuran mortar yang terbaik pada batako, sehingga mendapatkan mutu yang tinggi dan dapat digunakan di lapangan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan memanfaatkan lumpur Sidoarjo dan fly ash sebagai material pembuatan batako berhasil mencapai kuat tekan sebesar 14 MPa yang memenuhi syarat mutu bata beton tingkat 1.
Co-Authors , Antoni A. C. Djoewardi A. C. Djoewardi A. I. Wijaya A. I. Wijaya A. Jodjana A. Jodjana A. S. Goey A. S. Goey A. Stefianus A. Stefianus Agie Vianthi Agie Vianthi Agung Sugiarto Akbar, Rizky T. Albert Natanegara Albertus Yonathan Aldi Vincent Sulistio Aldwin Ivan Gan Aldwin Ivan Gan Aleksander Jodjana Aleksander Jodjana Alvin Adiputra Widjaja Alvin Adiputra Widjaja, Alvin Adiputra Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Krisnanta Widianto Alvin Krisnanta Widianto, Alvin Krisnanta Andi Widjaya Andi Widjaya Andreas Andreas Andry Wirananda Angdiarto, Stella Patricia Anton Prayogo Go Anton Prayogo Go Antoni , Antoni , Antoni . Antoni . Antoni . Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Anuraga, Bangkit Tegar T. Ariyanto Mulya Sim Ariyanto Mulya Sim, Ariyanto Mulya Arnold Phengkarsa Arnold Phengkarsa Arthur Arthur Austin Purwantoro B. K. Sudiarto B. K. Sudiarto B.V Rangan Benedictus Trista Dmitri Billy Susilo Billy Susilo, Billy Chrisco Nathaniel Thomas Christanto, Daniel Chrysilla Natallia Chrysilla Natallia Chrystian Hadinata Crystie Angelina Leuw Crystie Angelina Leuw D. Setiawan D. Setiawan Daniel Christanto David Christianto David Christianto David Wiyono David Wiyono David Wiyono David Wiyono Dewanti Ratna Paramitha Diar Januar Utomo Diar Januar Utomo Dmitri, Benedictus Trista Dody M.J. Sumajouw Ediantonius Lubis Edvan Benefisco Edwin Christian Edwin Valentino Edwin Valentino Eric Budisetiawan Eric Budisetiawan Erwin Suryawangi Erwin Suryawangi Evelin Anastasia Fanuel Jeffry Christianto Fanuel Jeffry Christianto Febrina Ekaputri Susanto Febrina Ekaputri Susanto, Febrina Ekaputri Felicia Tria Nuciferani Gan, Aldwin Ivan Gary Kartadinata Gary Kartadinata Geraldo Theodore Santoso Gerardus Abi Gerardus Abi, Gerardus Ghozali, Kurniawati Ester Goey Frengki Gregorius Franky Tanggu Hans Tobias Wijaya Hendra S. Wibawa Hendra S. Wibawa Hendra Surya Wibawa Henry Sutikno Hilda Utami Citra Hilda Utami Citra Jason Ghorman Herianto Jerry Laksmana Wiranegara Jerry Laksmana Wiranegara, Jerry Laksmana Jonathan Robby Joshua Wilson Thiofilus Juan Satria Juan Satria, Juan Kent Setiono Kevin Desailly Kevin Guyana Kevin Klarens Kevin Saputra Kevin Saputra Yusuf Krisno Phoanajaya Krisno Phoanajaya Kristella Nathania Lairenz Kuncoro, Albert Kurniawati Ester Ghozali Lucky Chandra Lucky Chandra Lydia Yuniarti Meok Maria Lupita Maria Lupita Masyogo Pangestu Masyogo Pangestu, Masyogo Meok, Lydia Yuniarti Michael Benjamin Honny Michael Indranata Mihardja, Edwin Natanegara, Albert Nataniel Alexsander Roberto Nico Christiono Oswyn Karsten Wattimena Owen Malvin Sirapanji Paramitha, Dewanti Ratna Permana Putra Prasetio Permana Putra Prasetio R. Susanto R. Susanto Raven Andrean Subroto Raven Andrean Subroto Reiner Tirtamulya Surja Riady, Elbert G. Ricard Mintura Ricky Surya Ryan Renaldo Wijaya Sam Wahyudi Winata Sam Wahyudi Winata Samuel Santosa Samuel Wahjudi Singgih Suryajaya Stacia Dwi Shenjaya Stacia Dwi Shenjaya Stanley Filberto Steenie E. Wallah Stella Patricia Angdiarto Sugiarto, Agung Suhendro, Samuel V. Susanto, Tri E. Sutikno, Henry Teguh Hermawan Widodo Teguh Hermawan Widodo Thomas, Chrisco Nathaniel Vellyana Wardoyo Vindy Satrya Wangsa Hioewono Chandra Wardoyo, Vellyana Wempy Erlando Widya Suyanto William Alexander Yoanes Maria Louis Adhi Prasetya Yohanes Christian Yohanes Takarendehang Yohanes Takarendehang Yonathan, Albertus