Djwantoro Hardjito
Petra Christian University

Published : 90 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK MORTAR DAN BETON GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR LUMPUR SIDOARJO Permana Putra Prasetio; Gary Kartadinata; Djwantoro Hardjito; Antoni .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.295 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh ukuran partikel lumpur, molaritas alkaline activator NaOH, dan lama suhu curing pada mortar geopolimer berbahan dasar lumpur Sidoarjo. Variasi lama penggilingan yakni 2 jam, 4 jam, dan 8 jam dengan kehalusan lumpur harus di bawah 63μm. Analisa terhadap lumpur dilakukan dengan tes X-Ray Fluorescence (XRF) dan Particle Size Analysis (PSA). Variasi molaritas NaOH yaitu 8M, 10M, dan 12M, sedangkan variasi waktu curing yakni 6 jam, 12 jam, dan 24 jam dengan suhu 110°C. Pengujian kuat tekan mortar dilakukan pada benda uji berbentuk kubus ukuran 5x5x5 cm3 pada usia 7 hari, sedangkan pemeriksaan kelecakan dilakukan dengan menggunakan flow table. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada usia 7,14 ,dan 28 hari. Dari pengujian tersebut didapat bahwa komposisi mortar yang paling optimal adalah dengan ukuran kehalusan butiran <63 μm, molaritas NaOH 8M, dan waktu curing 24 jam. Hasil campuran optimal mortar tersebut digunakan untuk mix design beton geopolimer untuk diteliti karakteristiknya yang meliputi kuat tekan, shrinkage, dan setting time. Pada beton geopolimer, kuat tekan meningkat seiring dengan pertambahan usia beton, sedangkan shrinkage tidak mengalami pertambahan setelah 16 hari pengujian.
RINGAN GEOPOLIMER BERBASIS LUMPUR SIDOARJO DAN FLY ASH DENGAN MENGGUNAKAN FOAM AGENT Raven Andrean Subroto; Diar Januar Utomo; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.502 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas upaya pemanfaatan lumpur Sidoarjo untuk dapat dijadikan sebagai agregat ringan buatan melalui proses geopolimerisasi. Penelitian ini menggunakan bahan dasar lumpur Sidoarjo, fly ash, NaOH, sodium silikat, dan foam agent. Kadar sodium silikat yang digunakan sebesar 30%, 40%, 50% dan 60% dari massa pozzolan (lumpur dan fly ash) dan memperhatikan perbandingan massa larutan sodium silikat dengan larutan NaOH. Setelah itu, penelitian ini menggunakan variasi Molaritas NaOH sebesar 5M, 6M, 7M dan 8M. Untuk menghasilkan berat jenis yang lebih kecil maka ditambahkan foam agent. Perbandingan volume foam agent dengan air yang digunakan adalah 1:20 dan 1:50. Pada masing-masing penelitian tersebut diberikan variasi pemberian foam sebesar 2 liter, 3 liter, 4 liter dan 5 liter yang dikonversi menjadi perbandingan massa foam : massa binder (campuran lumpur Sidoarjo, fly ash, NaOH padat, sodium silikat dan air). Pengujian kuat tekan dilakukan pada sampel berukuran 5×5×5 cm3, sedangkan uji berat jenis, stabilitas serta absorpsi pada pelet berdiameter ± 1,5 cm. Hasil terbaik dari penelitian ini, yaitu agregat ringan geopolimer dengan berat jenis 0.82 g/cm3 dan kuat tekan sebesar 2.31 MPa pada umur 7 hari.
PENGGUNAAN BOTTOM ASH YANG TELAH DIOLAH UNTUK PEMBUATAN BETON HVFA MUTU MENENGAH Yohanes Christian; Andry Wirananda; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.387 KB)

Abstract

Bottom ash merupakan limbah pembakaran batu bara dari PLTU. Di Indonesia pemanfaatan bottom ash sebagai material konstruksi belum maksimal. Terdapat potensi penggunaan bottom ash sebagai pengganti agregat halus pada beton. Dalam penelitian ini, bottom ash akan diberikan treatment ayak dan tumbuk sebelum digunakan sebagai pengganti agregat halus pada beton high volume fly ash (HVFA). Pengujian awal dilakukan dengan menguji karakteristik dari pasir Lumajang dan bottom ash yang akan dipakai seperti water content, analisa ayakan, dan fineness modulus. Pengujian kuat tekan dan slump test dilakukan pada beton HVFA yang menggunakan pasir Lumajang dibandingkan dengan beton HVFA yang menggunakan bottom ash yang telah diberi treatment. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa semakin banyak persentase penggantian pasir Lumajang dengan bottom ash maka semakin banyak pula penurunan kekuatan dan workability dari beton HVFA. Penurunan workability dapat diatasi dengan memberikan treatment penumbukan pada bottom ash.
IDENTIFIKASI POTENSI FLY ASH PLTU NGORO DENGAN SISTEM PEMBAKARAN CIRCULATED FLUIDIZED BED SEBAGAI BAHAN DASAR GEOPOLIMER Albert Natanegara; Benedictus Trista Dmitri; Djwantoro Hardjito; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.574 KB)

Abstract

Geopolimer dibuat dengan mencampurkan dua bahan dasar yakni fly ash dan alkali activator. Penelitian-penelitian terdahulu menggunakan fly ash tipe C sebagai bahan dasarnya dan pada penelitian kali ini menggunakan fly ash dari PLTU Ngoro yang memiliki tipe F. PLTU ini memiliki sitem pembakaran Circulating Fluidized Bed (CFB), di mana karakteristik fly ash yang dihasilkan berbeda dengan fly ash PLTU pada umumnya, yang memakai sistem Pulverized Coal Combustion (PCC). Perbedaan karakteristik diakibatkan perbedaan kualitas batu bara dan suhu pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi fly ash Ngoro dan pengaruh sodium silikat terhadap kuat tekan, workability, dan setting time geopolimer. Kadar molaritas NaOH yang digunakan adalah 8M sampai 14M. Campuran dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pertama dengan perbandingan massa sodium silikat:NaOH(solid) 2,5; Tahap kedua dan ketiga ditentukan berdasarkan hasil tahap pertama. Tahap pertama menunjukkan kuat tekan sebesar 37,8 MPa. Namun semakin tinggi sodium silikat yang dipakai, semakin turun kekuatannya. Tahap kedua digunakan perbandingan massa Si:Al = 3 namun justru menunjukkan hasil kuat tekan turun drastis hingga 8,4 MPa. Tahap ketiga dilakukan penambahan jumlah silikat. Pada tahap ketiga menunjukkan hasil kuat tekan tertinggi adalah 34,8 MPa pada umur 7 hari.
PERBANDINGAN BEBERAPA PROSEDUR PEMBUATAN GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH TIPE C Reiner Tirtamulya Surja; Ricard Mintura; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.013 KB)

Abstract

Fly ash merupakan limbah industri yang sering digunakan untuk menggantikan Portland Cement dalam pembuatan beton. Fly ash tersedia dalam jumlah banyak dan penggunaannya masih terbatas. Namun penggunaan fly ash tipe C dengan kandungan kalsium yang tinggi bisa menyebabkan terjadinya flash set dimana beton geopolimer mengeras dengan sangat cepat. Penelitian sebelumnya membuat prosedur pembuatan mortar geopolimer berbahan dasar fly ash tipe C dengan urutan yang berbeda dan menghasilkan beton yang sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan prosedur pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh prosedur mix design terhadap karakteristik mortar geopolimer. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dengan mencampurkan fly ash terlebih dahulu dengan larutan NaOH selama 5 menit dan kemudian ditambahkan dengan larutan sodium silikat akan menghasilkan mortar dengan kuat tekan yang tinggi setelah dilakukan curing oven pada suhu 60 ºC selama 24 jam. Begitu pula dengan prosedur ini initial set yang didapatkan bertambah dengan signifikan dari 9 menit hingga 165 menit
PENGGUNAAN BOTTOM ASH SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA MORTAR HVFA Aldi Vincent Sulistio; Samuel Wahjudi; Djwantoro Hardjito; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.127 KB)

Abstract

Bottom ash adalah material limbah PLTU yang melimpah dan kurang dimanfaatkan. Terdapat potensi pemanfaatan bottom ash sebagai agregat halus dalam campuran beton. Dalam penelitian ini, bottom ash diberi treatment ayak dan tumbuk untuk digunakan sebagai pengganti pasir dalam campuran beton. Hal pertama yang dilakukan adalah pengujian karateristik fisik dan kimiawi dari bottom ash. Dilakukan pengujian water content, sieve analysis, fineness modulus, dan berat isi dari pasir dan bottom ash yang digunakan. Pengujian kuat tekan dan flowability pada mortar high volume fly ash (HVFA) menggunakan bottom ash sesudah diberi treatment dibandingkan dengan mortar HVFA yang menggunakan pasir. Pengujian tersebut dijadikan tolak ukur untuk mengevaluasi pengaruh penggantian bottom ash terhadap pasir. Dari penelitian ini, dapat dievaluasi bahwa perubahan kekuatan dan flowability dari mortar dengan 100% penggantian pasir dengan bottom ash bervariasi. Bottom ash yang diayak dengan halus memberikan penurunan kekuatan dan flowability terbanyak, sedangkan bottom ash yang ditumbuk memberikan hasil yang bertolak belakang.
PENGARUH AKTIVASI NaOH PADA FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR VERY HIGH VOLUME FLY ASH Edvan Benefisco; Stanley Filberto; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan semen yang semakin meningkat menyebabkan pencemaran CO2 yang mempercepat global warming. Fly Ash (FA) yang merupakan limbah sisa pembakaran batu bara di PLTU adalah salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan untuk mengurai pemakaian semen. Namun, mortar dari FA memiliki kuat tekan awal yang rendah akibat reaksi hidrasi pozzolan yang lambat. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dilakukan aktivasi NaOH pada FA untuk meningkatkan kuat tekan awal dan akhir mortar. Selain itu, metode water bath juga dapat meningkatkan kereaktifan FA karena suhu yang meningkat sehingga dapat meningkatkan kuat tekan awal dan akhir mortar.Berdasarkan penelitian yang dilakukan, metode aktivasi FA kelas C dan FA kelas F dengan larutan NaOH encer yang optimum adalah dengan mencampurkan FA dengan larutan NaOH lalu dimasukan ke dalam water bath dengan suhu 60 derajat. Lama waktu aktivasi optimum untuk FA kelas C adalah 30 menit sedangkan untuk FA kelas F adalah 2 jam. Aktivasi kimia dengan NaOH pada mortar dengan sistem FA dan Ca(OH)2 menunjukkan peningkatan kuat tekan awal dan akhir yang signifikan. Selain itu, mortar FA dan OPC dengan sistem VHVFA (very-High Volume Fly Ash) dengan aktivasi NaOH menggunakan water bath pada konsentrasi rendah dapat meningkatkan kuat tekan awal dan akhir dari mortar.
AGREGAT RINGAN GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR LUMPUR SIDOARJO Eric Budisetiawan; Anton Prayogo Go; Djwantoro Hardjito; , Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.826 KB)

Abstract

Tanggal 29 Mei 2006 menandai terjadinya peristiwa geologi yang mengakibatkan semburan lumpur di daerah Sidoarjo. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa lumpur Sidoarjo dapat dimanfaatkan salah satunya untuk bahan pembuat agregat ringan buatan. Pembuatan agregat ringan buatan ini sebelumnya sudah pernah dilakukan dengan hasil berat jenis 1,06 gr/cm3 dan kuat tekan 6 MPa. Dalam penelitan ini dilakukan mix design dengan komposisi yang mirip dengan penelitian sebelumnya ditambah dengan campuran foam. Untuk pembakaran pada tahap akhir dilakukan variasi suhu yaitu 500 oC, 550 oC, dan 600 oC dan variasi waktu pembakaran selama 5 jam dan 6 jam. Dari seluruh percobaan ini, didapatkan agregat ringan paling optimal dengan berat jenis berat jenisnya 0,93 gr/cm3 dan kuat tekan sebesar 3,3 MPa dengan umur 1 hari.
BATAKO BERLUBANG GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR LUMPUR SIDOARJO Edwin Valentino; David Christianto; Djwantoro Hardjito; Antoni .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.431 KB)

Abstract

Lumpur Sidoarjo merupakan material yang sedang dikembangkan sebagai pengganti semen. Alasan digunakannya lumpur Sidoarjo adalah jumlahnya yang melimpah dan telah terbukti memiliki kandungan yang dapat menggantikan fungsi semen. Oleh karena itu sebaiknya lumpur Sidoarjo dijadikan sebagai produk jadi yang berguna, untuk masyarakat secara luas. Salah satu produk yang cocok diproduksi dari lumpur Sidoarjo adalah batako geopolimer. Batako geopolimer sendiri mempunyai beberapa kelebihan daripada batako pada umumnya, antara lain dapat mengurangi pelepasan gas CO2 ke atmosfer karena tidak menggunakan semen, sehingga lebih ramah terhadap lingkungan, selain itu bahan geopolimer memiliki ketahanan serangan dari luar. Untuk mengolah lumpur agar siap pakai dalam pembuatan batako, lumpur harus melewati beberapa tahapan, antara lain lumpur harus dijemur selama 24 jam, kemudian dimasukkan ke oven selama 24 jam. Setelah itu lumpur dibakar dengan suhu 650ºC selama 9 jam agar sifat lumpur menjadi amorf sehingga dapat digunakan. Lumpur kemudian digiling sampai melewati ayakan nomor 200. Setelah siap dipakai, lumpur dicampurkan dengan pasir, NaOH, serta sodium silikat dengan perbandingan tertentu untuk dijadikan campuran mortar untuk pembuatan batako. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, kuat tekan dan penyerapan air dari mortar menunjukkan hasil yang baik, Sehingga produk batako geopolimer memenuhi syarat batako pada umumnya.
STUDI AWAL PEMBUATAN HIGH VOLUME LIGHT WEIGHT SIDOARJO MUD CONCRETE BRICK R. Susanto; A. S. Goey; D. Hardjito; , Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.622 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan kadar lumpur Sidoarjo yang tinggi dan bertujuan untuk menganalisa perbandingan dari penggunaan pasir dan semen dalam pembuatan batako. Untuk mengetahui kandungan lumpur dilakukan tes XRF (X-Ray Flouresence). Lumpur yang digunakan diproses terlebih dahulu dengan memasukkan lumpur ke dalam oven selama 1 hari dan kemudian dibakar selama 5,5 jam dengan suhu 680 oC, kemudian digiling dengan Bar-Mill selama 8 jam agar lolos ayakan 63 μm. Penelitian ini menggunakan persentase kadar lumpur 65%, 70% dan 75% dengan perbandingan semen pasir 1:7, 1:8, dan 1:9. Selain itu juga digunakan foaming agent untuk mencapai densitas yang ringan. Pembuatan sampel tanpa foaming agent dicetak dengan bekisting 5x5x5 cm3, sedangkan untuk sampel dengan foaming agent dengan ukuran 10x10x10 cm3 dan menggunakan variasi pozzolan 50%-65%. Kadar 65% dengan perbandingan semen pasir 1:7 menghasilkan kuat tekan 3,72 MPa pada umur 28 hari. Untuk penggunaan foaming agent, kadar 50% dengan perbandingan semen pasir 1:7 menghasilkan kuat tekan 3,51 MPa dan densitas 1692 Kg/m3.
Co-Authors , Antoni A. C. Djoewardi A. C. Djoewardi A. I. Wijaya A. I. Wijaya A. Jodjana A. Jodjana A. S. Goey A. S. Goey A. Stefianus A. Stefianus Agie Vianthi Agie Vianthi Agung Sugiarto Akbar, Rizky T. Albert Natanegara Albertus Yonathan Aldi Vincent Sulistio Aldwin Ivan Gan Aldwin Ivan Gan Aleksander Jodjana Aleksander Jodjana Alvin Adiputra Widjaja Alvin Adiputra Widjaja, Alvin Adiputra Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Krisnanta Widianto Alvin Krisnanta Widianto, Alvin Krisnanta Andi Widjaya Andi Widjaya Andreas Andreas Andry Wirananda Angdiarto, Stella Patricia Anton Prayogo Go Anton Prayogo Go Antoni , Antoni , Antoni . Antoni . Antoni . Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Anuraga, Bangkit Tegar T. Ariyanto Mulya Sim Ariyanto Mulya Sim, Ariyanto Mulya Arnold Phengkarsa Arnold Phengkarsa Arthur Arthur Austin Purwantoro B. K. Sudiarto B. K. Sudiarto B.V Rangan Benedictus Trista Dmitri Billy Susilo Billy Susilo, Billy Chrisco Nathaniel Thomas Christanto, Daniel Chrysilla Natallia Chrysilla Natallia Chrystian Hadinata Crystie Angelina Leuw Crystie Angelina Leuw D. Setiawan D. Setiawan Daniel Christanto David Christianto David Christianto David Wiyono David Wiyono David Wiyono David Wiyono Dewanti Ratna Paramitha Diar Januar Utomo Diar Januar Utomo Dmitri, Benedictus Trista Dody M.J. Sumajouw Ediantonius Lubis Edvan Benefisco Edwin Christian Edwin Valentino Edwin Valentino Eric Budisetiawan Eric Budisetiawan Erwin Suryawangi Erwin Suryawangi Evelin Anastasia Fanuel Jeffry Christianto Fanuel Jeffry Christianto Febrina Ekaputri Susanto Febrina Ekaputri Susanto, Febrina Ekaputri Felicia Tria Nuciferani Gan, Aldwin Ivan Gary Kartadinata Gary Kartadinata Geraldo Theodore Santoso Gerardus Abi Gerardus Abi, Gerardus Ghozali, Kurniawati Ester Goey Frengki Gregorius Franky Tanggu Hans Tobias Wijaya Hendra S. Wibawa Hendra S. Wibawa Hendra Surya Wibawa Henry Sutikno Hilda Utami Citra Hilda Utami Citra Jason Ghorman Herianto Jerry Laksmana Wiranegara Jerry Laksmana Wiranegara, Jerry Laksmana Jonathan Robby Joshua Wilson Thiofilus Juan Satria Juan Satria, Juan Kent Setiono Kevin Desailly Kevin Guyana Kevin Klarens Kevin Saputra Kevin Saputra Yusuf Krisno Phoanajaya Krisno Phoanajaya Kristella Nathania Lairenz Kuncoro, Albert Kurniawati Ester Ghozali Lucky Chandra Lucky Chandra Lydia Yuniarti Meok Maria Lupita Maria Lupita Masyogo Pangestu Masyogo Pangestu, Masyogo Meok, Lydia Yuniarti Michael Benjamin Honny Michael Indranata Mihardja, Edwin Natanegara, Albert Nataniel Alexsander Roberto Nico Christiono Oswyn Karsten Wattimena Owen Malvin Sirapanji Paramitha, Dewanti Ratna Permana Putra Prasetio Permana Putra Prasetio R. Susanto R. Susanto Raven Andrean Subroto Raven Andrean Subroto Reiner Tirtamulya Surja Riady, Elbert G. Ricard Mintura Ricky Surya Ryan Renaldo Wijaya Sam Wahyudi Winata Sam Wahyudi Winata Samuel Santosa Samuel Wahjudi Singgih Suryajaya Stacia Dwi Shenjaya Stacia Dwi Shenjaya Stanley Filberto Steenie E. Wallah Stella Patricia Angdiarto Sugiarto, Agung Suhendro, Samuel V. Susanto, Tri E. Sutikno, Henry Teguh Hermawan Widodo Teguh Hermawan Widodo Thomas, Chrisco Nathaniel Vellyana Wardoyo Vindy Satrya Wangsa Hioewono Chandra Wardoyo, Vellyana Wempy Erlando Widya Suyanto William Alexander Yoanes Maria Louis Adhi Prasetya Yohanes Christian Yohanes Takarendehang Yohanes Takarendehang Yonathan, Albertus