Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Implementasi Pengenalan Produk Bit Merah sebagai pewarna alami di Desa Tanjung Selamat Deli Serdang Surbakti, Christica Ilsanna; Monica Suryani; Artha Yuliana Sianipar
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbi bit (Beta vulgaris L.) memiliki pigmen betasianin yang menghasilkan warna merah dan sering digunakan sebagai pewarna alami makanan. Beberapa bahan pewarna makanan alami dapat digunakan sebagai bahan pewarna plakKegiatan pengabdian masyarakat dibagi dua tahap . tahap 1 : melakukan edukasi kepada masyarakat tentang sari umbi bit sebagai pewarna alami palada plak. Tahap 2 : melakuan evaluasi kepada masyarakat tentang pengetahuan berupa post test. Hasil kegiatan ini yaitu :melakukan proses pembuatan formulasi pewarna alami pada plak dari Sari Umbi Bit, dilanjutkan dengan evaluasi pengetahuan dengan post test kemudian dilanjutkan melakukan penyuluhan dengan video. Hasil kegiatan ini : pengetahuan edukasi kepada masyarakat tentang formulasi sari Umbi bit sebagai pewarna alai pada plak kurang lebih terdapat peningkatan 93,93 % pengetahuan menjadi lebih baik
Sosialisasi Dagusibu Obat di Upt. Puskesmas PB Selayang II Medan Fitri, Raissa; Eva Diansari Marbun; Christica Ilsanna Surbakti; Modesta Harmoni Tarigan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahun tentang obat harus dimiliki oleh semua lapisan masyarakat. Maraknya penyebaran obat palsu dan keselahan penggunaan obat DAGUSIBU manjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan dan mengelola obat. Tujuan dari program pemberian informasi DAGUSIBU adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara menggunakan, menyimpan dan membuang obat yang baik dan benar. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi atau ceramah serta diskusi interaktif. Dengan penyuluhan ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap penggunaan obat. Peserta penyuluhan ini diberikan materi tentang DAGUSIBU secara langsung serta didukung dengan alat peraga berupa obat sebagai contoh penerapan DAGUSIBU dalam diskusi aktif. Luaran pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang obat melalui DAGUSIBU. Ini adalah salah satu kegiatan tridarma perguruan tinggi yang mengabdikan diri kepada masyarakat. Diharapkan bahwa sosialisasi ini akan memberikan pengetahuan dan pemahaman, secara tidak langsung mencegah penggunaan obat yang salah.
Sosialisasi Tentang Penggunaan Obat Cacing Yang Tepat Melalui Penyuluhan Dagusibu Di SMAN 01 Pancur Batu Surbakti, Christica Ilsanna; Grace Anastasia Ginting; Modesta Tarigan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecacingan merupakan bagian suatu penyakit infeksi. Cacingan adalah segala macam cacing yang ternyata hidup parasit di lambung manusia. salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat. Cacing sering menyerang pada anak-anak yang ada didalam usus anak terdapat satu atau beberapa jenis cacing yang merugiakan pertumbuhan dan kecerdasan anak. Secara umum gejala cacingan adalah berupa sakit perut, diare, mual dan muntak, tidak nafsu makan. Apabila tidak diobat maka akan dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan. Infeksi cacing kerap menjadi permasalahan bagi anak-anak. Pengobatan yang dilakukan pada penderita cacingan umumnya dilakukan dengan mengonsumsi obat cacing yang diminum selama 1-3 hari. Penghuni rumah yang sama dengan pencerita cacingan bisa saja memerlukan konsumsi obat cacing juga. Fungsi dari kegiatan Sosialisasi ini adalah untuk mengetahui cara penggunaan obat cacing pada penyuluhan DAGUSIBU di SMAN 01 Pancur Batu
PELATIHAN PEMUSNAHAN OBAT NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI WILAYAH DELI SERDANG Christica Ilsanna Surbakti; Grace Anastasia Ginitng; Marbun, Eva Diansari
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apoteker mempunyai peranan dalam pemusnahan obat diantaranya adalah melakukan pemusnahan obat dengan tepat di pelayanan kefarmasian dan mengedukasi masyarakat terkait dengan pemusnahan obat yang benar. Pemusnahan obat yang dilakukan dengan metode yang tidak tepat dapat menimbulkan kerusakan lingkungan serta kerugian klinis bagi masyarakat. Apoteker diharapkan memiliki pengetahuan yang baik dan tepat dalam melakukan pemusnahan obat dan mengedukasi masyarakat terkait pemusnahan obat.
Penyuluhan Pemberian Vitamin A Pada Anak Balita Di Puskesmas Wilayah Kota Medan Syukur Berkat Waruwu; Surbakti, Christica Ilsanna; Artha Yuliana Sianipar
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan kesehatan terutama di negara  berkembang  yaitu  adanya  gangguan pertumbuhan  yang  terjadi  pada  semua  usia karena adanya kekurangan vitamin A. Hal ini mengakibatkan  penurunan  daya  tahan  tubuh terhadap   penyakit   yang   berpengaruh   pada kelangsungan  hidup  anak.  Tujuan  penelitian untuk   mengetahui   gambaran   pemanfaatan program  pemberian  kapsul  vitamin  A  pada balita.  Penelitian ini merupakan   penelitian   kuantitatif   deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi menggunakan  data  sekunder  yang  bersumber  dari aplikasi  e-PPGBM.   Analisis data dilakukan  secara  univariat. Hasil  penelitian  menunjukkan   jumlah   anak   terbanyak  yang menerima  kapsul  vitamin  A  adalah  815  anak  (62%)  yaitu  dari  Kelurahan  Bandar  Selamat  dan   pada   awal   tahun  2021  Februari   yang  menerima  kapsul  vitamin  A  terbanyak  adalah  sebanyak 580 anak (65%) yaitu dari Kelurahan  Bandar Selamat .Disarankan kepada puskesmas  untuk  meningkatkan  pengetahuan  dan  keterampilan  petugas  tentang kompetensi  dan  peran  masing -masing  khususnya  pada bidang gizi melalui sebuah pelatihan, seminar  atau workshop yang berkaitan dengan gizi dan gangguan gizi.
Pelatihan Praktik Pelayanan Kefarmasian di Apotek Wilayah kota Medan Marbun, Eva diansari; Modesta Tarigan; Christica Ilsanna Surbakti
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Dikeluarkannya Permenkes nomor 35 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek merupakan upaya pemerintah agar apoteker dapat melaksanakan pelayanan kefarmasian secara profesional. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui praktek pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh apoteker di apotek kota Medan berdasarkan Permenkes nomor 35 tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner, wawancara dan observasi kepada apoteker di apotek wilayah Kota Medan. Responden adalah apoteker yang pelayanan kefarmasiannya dinilai oleh apoteker lain yang ada di apotek tersebut. Kuesioner berisikan pernyataan tentang pelayanan kefarmasian oleh apoteker di apotek berdasarkan Permenkes nomor 35 tahun 2014
Sosialisasi Pemeriksaan Kadar Gula Darah Di Puskesmas Wilayah Kota Medan Modesta Tarigan; Surbakti, Christica Ilsanna; Artha Yuliana Sianipar
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diabetes melitus (DM) merupakan sebuah penyakit, di mana kondisi kadar glukosa di dalam darah melebihi batas normal. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas dan merupakan zat utama yang bertanggung jawab untuk mempertahankan kadar gula darah dalam tubuh agar tetap dalam kondisi seimbang. Adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah merupakan gejala umum yang terjadi pada penderita diabetes mellitus. Jika dibiarkan dapat menyebabkan berbagai komplikasi baik akut maupun kronis. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui kadar gula penderita Diabetes Mellitus. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah Pemeriksaan kadar gula dalam darah masyarakat dengan mengambil spesimen darah. Hasil yang didapatkan dari 30 penderita Diabetes mellitus bahwa sebagian besar responden memiliki Kadar Gula Darah Sewaktu < 200 mg/dL sebanyak 3 orang (10%) dan ≥ 200 mg/dL 27 orang (90%). Penderita Diabetes Mellitus sangat antusias ikut kegiatan melakukan pemeriksaan kadar darah sewaktu yang gratis, dan kader posyandu sangat aktif selama kegiatan berlangsung terutama saat melakukan persiapan pelaksanaan sehingga kegiatan pengukuran berjalan lancar. Sebaiknya pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dilakukan secara berkesinambungan untuk mencegah sedini mungkin penyakit tidak menular terutama bagi masyarakat yang berpotensi mengalami penyakit tersebut dan pada masyarakat yang telah menyandang Diabetes Mellitus dapat mengontrol kadar gulah darahnya agar tetap dalam batas yang wajar agar tidak terjadi keluhan tanda dan gejala yang tidak diinginkan.
Sosialisasi Penerapan CPOB dalam Pengelolaan Air Bersih di Kabupaten Deli Serdang Christica Ilsanna Surbakti; Syukur Berkat Waruwu; Reza Fikrih Utama
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu aspek kritis (vital) dalam pelaksanaan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik ). Hal tersebut disebabkan karena udara merupakan unsur penting sebagai bahan baku dalam jumlah besar di industri farmasi terutama untuk produk sirup, obat menyuntikkan cair, cairan infus dan lain-lain. Udara merupakan suatu zat unik yang berbagai kandungan kimia. Bahkan terdapat lebih dari 90 jenis kontaminan yang dilarang agar air dapat diminum, contohnya seperti ada kandungan natrium klorida, kalsium karbonat, detergen, karbon dioksida, magnesium karbonat dan lain-lain. Sistem penyimpanan udara yang digunakan pada produksi adalah dengan menggunakan sistem Looping, Sistem looping dimana air dibuat mengalir terus-menerus didalam pipa dengan kecepatan 1m/detik guna mencegah adanya pertumbuhan bakteri. Terdapat cemaran mikroba pada air di Penyimpanan Sistem Looping saat di uji, Air yang terus mengalir pada Penyimpanan Sistem Looping Air dari hari senin-jumat dihentikan pada hari sabtu-minggu sehingga terjadi pertumbuhan bakteri pada pipa dan tidak dilakukan sanitasi. Sistem pengolahan Air (SPA) adalah suatu sistem untuk memperoleh udara dengan kualitas yang dibutuhkan oleh setiap jenis obat yang dibuat dan memenuhi persyaratan monografi farmakope. Sistem pengolahan Air (SPA) perlu didesain, dibuat, dikomisi, dikualifikasi, dioperasikan dan dirawat dengan benar untuk mencapai tujuan pengunaannya. B. Penyebab terjadi pertumbuhan bakteri pada sistem pengolahan udara disebabkan aliran air pada Sistem Looping dihentikan pada hari sabtu-minggu. C. Mutu air di industri farmasi tersebut memenuhi standar yang telah ditetapkan.
EVALUASI PROTAP RECALL DI PEDAGANG BESAR FARMASI PT. MILLENNIUM PHARMACON INTERATIONAL TBK CABANG MEDAN Surbakti, Christica Ilsanna; Waruwu, Syukur Berkat; Tampubolon, Manuppak Irianto
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i1.4873

Abstract

Penarikan kembali suatu produk atau lebih dikenal dengan product recall Hal ini biasa terjadi pada produk cacat yang disebabkan oleh kelalaian perusahaan pada saat produksi. Produsen melakukan tindakan product recall untuk meningkatkan citra produsen dan menjaga kepercayaan konsumen, karena produsen tentunya tidak ingin kehilangan konsumennya. Adapun tujuan recall adalah menjamin proses penarikan obat dari seluruh gudang (pusat/cabang) dan/atau pelanggan dalam batas waktu yang telah ditentukan, dengan prinsip: tepat waktu, dalam jumlah yang tepat, dan dengan proses yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sesuai petunjuk BPOM/prinsipal agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI PT. MILLENIUM PHARMACON INTERNATIONAL TBK CABANG MEDAN Sianipar, Artha Yuliana; Surbakti, Christica Ilsanna; Tarigan, Modesta Harmoni
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i1.4877

Abstract

Kesehatan merupakan faktor penting bagi keberhasilan pembangunan nasional. Upaya Kesehatan adalah kegiatan memelihara dan meningkatkan kesehatan yang bertujuan untuk menciptakan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no. 1148/MENKES/PER/VI/2011 tentang Pedagang Besar Farmasi adalah perusahaan berbentuk badan hukum yang mempunyai izin untuk melakukan pengadaan, penyimpanan, peredaran obat dan/atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman calon apoteker tentang cara penyimpanan obat/bahan obat di Pedagang Besar Farmasi. Metode yang digunakan adalah penyimpanan tindakan korektif dan preventif (CAPA). untuk pembahasannya cara penyimpanan produk jadi di PBF MPI yaitu barang disimpan sesuai ketentuan masing-masing, tempatkan barang sesuai suhu penyimpanannya. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah MPI yaitu PBF PT. MPI Cabang Medan merupakan salah satu pedagang besar farmasi yang telah memenuhi beberapa aspek Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dalam setiap kegiatannya.