Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Formulasi Gel Sabun Wajah Ekstrak Etanol Daun Putihan (Chromolaena odorata L.) Sebagai Antijerawat Monica Suryani; Manahan Situmorang; Steven Tandiono
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.42 KB) | DOI: 10.55606/jikg.v1i1.959

Abstract

Acne is a skin disease due to chronic inflammation with complex pathogenesis. The public has empirically used the white plant to treat wounds on the skin, it contains flavonoids, saponins, and tannins which can protect the skin from bacteria and can inhibit bacterial growth. This study aims to test the antibacterial activity against Propionibacterium acnes. The ethanol extract of Putihan leaves was obtained by maceration using 96% ethanol solvent, formulated and evaluated for facial soap gel preparations of ethanol extract of Putihan leaves with various extract concentrations of 0% (F0), 10% (F1), 13% (F2), and 15% (F3) which testing antibacterial activity against Propionibacterium acnes. The results showed that the antibacterial activity of the facial soap gel preparation of ethanol extract of Putihan leaves with a concentration of 10% had an inhibition of 8.4 ± 0.20 mm, 13% had an inhibition of 9.5 ± 0.23 mm and 15% had an inhibition of 10.6 ± 0.64mm. Based on this description, the resulting gel preparation has antibacterial activity against Propionibacterium acne. The three formulas are included in the medium inhibition zone category, but the one with the broadest inhibition zone is at a concentration of 15%.
Pengujian Potensi Diuretik Infusa Daun Bangun-Bangun (Plectranthus Amboinicus (Lour.) Spreng) Yang Diujikan Pada Tikus Jantan (Rattus Norvegicus Berkenhout) Galur Wistar Monica Suryani; Jon Kenedy Marpaung; Suharyanisa Suharyanisa; Mestika Lumbantoruan
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 3 (2023): Juli: Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikg.v1i3.1730

Abstract

Diuretics act on the kidneys to increase the excretion of water and sodium chloride. The working principle of diuretics in general is to reduce electrolyte reabsorption by the renal tubules, where an increase in electrolyte excretion will be accompanied by an increase in water excretion which is needed to achieve osmotic balance. Bangun-Bangun leaf contains polyphenolic compounds, saponins, glycosides, flavonoids, and essential oils. Bangun-Bangun leaves types of flavonoids, namely quercetin, apigenin, luteolin, salvigenin, and genkwanin. Apigenin is known as a compound that functions as a diuretic. IDBB was obtained from the infusion technique with distilled water and then the infusion was used on 25 diuretic rats which were divided into 5 groups. Group I (negative) Na-CMC 0.5%, group II, III, IV, IDBB doses of 10, 20, 40%, and group V (positive) Furosemide 3.6 mg/kgBW were given orally. Rats were given aquadest orally at a dose of 15 ml/kgBW. Mice were placed in metabolic cages, then a physical examination of urine was carried out every 1 hour for 6 hours. The results showed that the IDK with the best dose was 40% which gave an increase in urine volume, had an effect on urine pH, had an effect on urine specific gravity, had an effect on urine color, and had an effect on urine clarity.
Sosialisasi Dan Edukasi Tentang Diabetes Mellitus Dagusibu Dalam Meningkatkan Rasionalitas Penggunaan Obat Monica Suryani; Manahan Situmorang; Steven Tandiono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/jpmis.v2i1.95

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan global yang insidensinya semakin meningkat. Indonesia menempati peringkat 4 di dunia setelah Amerika Serikat India dan China. Peningkatan kemakmuran di negara berkembang dan perubahan gaya hidup menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit degeneratif salah satunya Diabetes Mellitus (DM). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang diabetes mellitus dagusibu dalam meningkatkan rasionalitas penggunaan obat kepada masyarakat. Metode kegiatan ini melibatkan apoteker dan masyarakat di Taman Cadika, Kota Medan, Sumatera Utara. Hasil dari kegiatan ini adalah Tim pengabdian masyarakat berharap agar masyarakat dapat mendapatkan pengetahuan tentang diabetes mellitus dagusibu dalam meningkatkan rasionalitas penggunaan obat serta cara mendapatkan, gunakan, menyimpan, dan membuang obat antibiotik yang benar, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan obat. Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Apoteker Kota Medan. Kegiatan ini berjalan dengan baik serta masyarakat dapat menerima pengetahuan tentang sosialisasi dan edukasi tentang diabetes mellitus dagusibu dalam meningkatkan rasionalitas penggunaan obat.
Implementasi Pengenalan Produk Bit Merah sebagai pewarna alami di Desa Tanjung Selamat Deli Serdang Surbakti, Christica Ilsanna; Monica Suryani; Artha Yuliana Sianipar
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbi bit (Beta vulgaris L.) memiliki pigmen betasianin yang menghasilkan warna merah dan sering digunakan sebagai pewarna alami makanan. Beberapa bahan pewarna makanan alami dapat digunakan sebagai bahan pewarna plakKegiatan pengabdian masyarakat dibagi dua tahap . tahap 1 : melakukan edukasi kepada masyarakat tentang sari umbi bit sebagai pewarna alami palada plak. Tahap 2 : melakuan evaluasi kepada masyarakat tentang pengetahuan berupa post test. Hasil kegiatan ini yaitu :melakukan proses pembuatan formulasi pewarna alami pada plak dari Sari Umbi Bit, dilanjutkan dengan evaluasi pengetahuan dengan post test kemudian dilanjutkan melakukan penyuluhan dengan video. Hasil kegiatan ini : pengetahuan edukasi kepada masyarakat tentang formulasi sari Umbi bit sebagai pewarna alai pada plak kurang lebih terdapat peningkatan 93,93 % pengetahuan menjadi lebih baik
Sosialisasi Pengolahan Limbah Kulit Buah Pisang Kepok Sebagai Antibakteri Di BPOM Medan Christica Ilsana Surbakti; Cut Maysithah; Monica Suryani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit pisang kepok merupakan bagian dari buah pisang yang memiliki bahan aktif bersifat antibakteri, yaitu tanin, saponin, dan flavonoid. Bahan aktif tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Stapylococcus Aureus. Penelitian ini dilakukan unuk menentukan potensi ekstrak limbah kulit pisang kepok sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian aktivitas antibakteri dari limbah beberapa kulit pisang kepok yang banyak digunakan sebagai olahan makanan. industri makanan sejauh ini belum banyak dilaporkan. Oleh karena itu penelitian mengenai aktivitas antibakteri dari beberapa limbah kulit pisang kepok terhadap bakteri penyebab infeksi (Escherichia coli dan Staphylococcus aureus) perlu dilakukan..
Edukasi Kepada Masyarakat Daun Pegagan Berkhasiat Sebagai Pelembab Wajah Monica Suryani; Suharyanisa Suharyanisa; Ferdinand Paulus Ginting; Syarifah Roslianizar; Widya Fitri
Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v2i3.968

Abstract

Gotu kola leaves have active compounds in the form of alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins, which are secondary metabolites. A sheet mask is a more practical facial care cosmetic preparation without rinsing, effectively moisturizing facial skin. This service aims to provide education to the public about the benefits of gotu kola leaves as a natural facial moisturizer. This community service activity is carried out using an outreach method to the community individually using material presentations using power points and print media in Langkat. The results of implementing this educational activity have increased the insight and knowledge of the participants, especially children, teenagers, and mothers, in the form of using clove leaves as a herbal plant to overcome hair growth problems. The results of the participants' knowledge level from the pre-test and post-test scores are in the good category. Previously, people did not know the benefits of gotu kola leaves, which are efficacious as a natural facial moisturizer; now people can use them.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sheet Mask dari Ekstrak Etanol Kulit Buah Pir (Pyrus Bretschneideri) Sebagai Antioksidan dengan Metode DPPH Monica Suryani; Manahan Situmorang; Steven Tandiono; Supartiningsih Supartiningsih
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 3 (2024): Juli : Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v1i3.674

Abstract

Pear skin contains flavonoids which have potential as antioxidants. Considering the existence of humans as social creatures, interacting with each other requires self-confidence to be well accepted. For this reason, humans need self-care to appear charming, attractive and full of self-confidence. Masks are a type of cosmetic treatment that is well known and widely used. The mask works deeply to remove dead horn cells on the skin. This research aimed to determine the potential antioxidant activity of the ethanol extract of pear peel (Pyrus bretschneideri) which was formulated as a sheet mask preparation. Extraction was carried out by maceration using 96% ethanol to obtain pear peel extract. The antioxidant activity test method was carried out using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. The results obtained from the concentration of the sheet mask preparation of pear peel extract (Phyrus bretschneideri) were homogeneous and stable. The pH results obtained from F0 (5,1), F1 (5,4), F2 (5,5), F3 (5,6), are still within the safe range of facial skin pH. The results of the antioxidant activity test showed that the IC50 value for F1 was 84.58 ppm with intensity (Strong), F2 69.96 ppm with intensity (Strong), and F3 63.79 ppm with intensity (Strong).
Edukasi Penggunaan Sediaan Body Scrub Menggunakan Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight.) Walp) dan Serbuk Beras Putih (Oryza Sativa L.) sebagai Pelembap Kulit Monica Suryani; Julia Susanti; Dumartina Hutauruk
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 2 No. 4 (2024): Desember: Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jurai.v2i4.2364

Abstract

Providing education to the public by using bay leaves as a preparation will increase public awareness of the plants that grow in Indonesia, which are rich in health benefits, thereby increasing public enthusiasm. Bay leaves combined with white rice powder are often used as a moisturizer so they are made into a body scrub preparation that can increase moisture into the skin for better. The aim of this service is that the community is expected to provide education about bay leaves and white rice powder in Klambir V Village, Medan, Indonesia. This community service method was carried out using leaflets, modules, power points and presentations to the community. The result of this service was an increase in public knowledge of tamarind fruit as an antioxidant by 85%..
UJI PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK PADA DAUN MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA) Nanda Nopriani Sinaga; Oktricia Eltania Zebua; Puan Maharani Pertiwi Mendrofa; Seprianingsih Br Silaen; Eva Diansari Marbun; Monica Suryani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat tradisional di Indonesia terus meningkat karena biaya pengobatan modern yang tinggi dan kepercayaan masyarakat pada khasiat alami tanaman. Salah satu tanaman yang populer adalah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan potensi antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan standarisasi simplisia daun mahkota dewa sebagai upaya menjamin mutu keamanan dan konsistensi bahan baku obat tradisional melalui uji parameter spesifik dan nonspesifik. Penelitian ini mengevaluasi kualitas simplisia daun mahkota dewa sebagai tahap awal standarisasi. Uji meliputi kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air dan etanol, pengamatan makroskopis dan mikroskopis, serta skrining fitokimia. Hasil menunjukkan kadar air 8,22%, kadar penyusutan 9,82%, yang memenuhi syarat.  kadar sari larut etanol 4,8%, kadar abu total 6,34%, kadar abu tidak larut asam 5%, dan kadar sari larut air 21,4%. Secara makroskopis, daun berbentuk bangun bulat telur dengan ujung meruncing, hijau tua pada daun dewasa, hijau muda pada kuncup. Mikroskopis menunjukkan adanya serat sklerenkim, sel batu, berkas pembuluh spiral, sel minyak, stomata, serabut pembuluh, dan trikoma. Skrining fitokimia mengungkap kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/triterpenoid. Kesimpulannya, simplisia daun mahkota dewa memenuhi sebagian besar standar mutu dan mengandung metabolit sekunder aktif, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku obat herbal tradisional.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) BAGI KELUARGA WILAYAH DESA TANJUNG SARI, MEDAN SELAYANG SARI KOTA MEDAN Supartiningsih, Supartiningsih; Sulastri; Monica Suryani; Devina Candra
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6270

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan keluarga masih belum dimengerti oleh masyarakat karena masih kurangnya informasi yang diterima dan masih kurangnya fasilitas untuk melaksanakan program tersebut. Namun ada faktor lain juga seperti masalah ekonomi, keterbelakangan sosial dan pendidikan yang menjadi masalah dalam melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Permasalahan kesehatan di masyarakat seringkali muncul tanpa diketahui dan disadari penyebabnya. Hal ini terjadi karena masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan. Oleh karena itu edukasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat khususnya pada Ibu Rumah Tangga dengan berpedoman pada indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tanjung Sari, Medan Selayang Kota Medan pada hari Sabtu, 12 Juli 2025 dan diikuti oleh ibu rumah tangga sebagai peserta sejumlah 17 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemaparan materi menggunakan leaflet dan powerpoint untuk memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat di Desa Tanjung Sari. Hasil dari edukasi perilaku hidup bersih dan sehat ini dilakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sehingga menjadikan masyarakat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan dalam menerapkan hidup bersih dan sehat serta masyarakat dapat berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.