Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Bioleuser

Prevalensi Parasit Gastrointestinal Ternak Sapi Berdasarkan Pola Pemeliharaan Di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar Fauziah Fauziah; Cut Desta Morica; Rosnizar Rosnizar
Jurnal Bioleuser Vol 1, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.203 KB)

Abstract

Penelitian tentang parasit gastrointestinal pada ternak sapi bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui tingkat prevalensi parasit gastrointestinal pada ternak sapi yang dipelihara secara intensif, semiintensif dan ekstensif telah dilaksanakan di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Sampel feses diambil sebanyak 12 sampel secara acak dari tiga pola pemeliharaan, yaitu secara intensif, semiintensif, dan ekstensif. Total sampel yang diambil sebanyak 36 sampel. Identifikasi parasit gastrointestinal dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Metode yang digunakan adalah Egg Per Gram (EPG) dan sedimentasi Borray. Hasil penelitian menunjukkan pola pemeliharaan ternak sapi secara ekstensif memiliki nilai prevalensi tertinggi mencapai 100% untuk metode EPG dan 58,33% untuk metode sedimentasi Borray, sedangkan hasil terendah yaitu pola pemeliharaan intensif sebesar 50% untuk metode EPG dan 16.67% untuk metode sedimentasi Borray. Hasil ini menunjukkan bahwa pola pemeliharaan dapat mempengaruhi tingkat infeksi parasit gastrointestinal pada ternak sapi di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.
Identifikasi dan prevalensi jenis-jenis ektoparasit pada udang windu (Penaeus monodon) berdasarkan tempat pemeliharaan Rosnizar Rosnizar; Fitria Fitria; Cut Nanda Devira; Muhammad Nasir
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.787 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i1.12003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ektoparasit dan menghitung nilai prevalensi ektoparasit yang menyerang udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni 2017 sampai Maret 2018 pada lokasi pemeliharaan intensif di  BPBAP Ujung Batee dan semi intensif di Gampong Lamnga,  Aceh  Besar.  Identifikasi sampel dilakukan  di  Laboratorium  Biologi Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala. Metode pengambilan sampel udang dilakukan secara random sampling (acak). Sampel udang yang diperiksa sebanyak 120 ekor, masing-masing 30 ekor pada setiap ukuran dan lokasi pemeliharaan dengan interval ukuran 7-8 cm dan 17-18 cm. Pemeriksaan ektoparasit dengan memeriksa insang dan  kaki renang pada udang. Data dianalisis dengan menggunakan rumus prevalensi dan Independent sample   T test. Hasil identifikasi diketahui terdapat tiga jenis parasit dari filum Protozoa yaitu Zoothamnium sp., Vorticella sp., dan Epistylis sp.. Jumlah ektoparasit terbanyak di temukan pada lokasi pemeliharaan semi intensif dengan jumlah total 8122 individu, sedangkan pada lokasi intensif ditemukan sebanyak 5732 individu. Nilai tingkat prevalensi tertinggi pada organ insang terdapat pada pemeliharaan semi intensif pada udang berukuran 17-18 cm dengan rerata 87,7%, dan nilai tingkat prevalensi tertinggi pada organ kaki renang terdapat pada lokasi pemeliharaan semi  intensif berukuran 17-18 cm dengan rerata 91%.
Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Alang-alang (Imperata cylindria (L.) P. Beauv) sebagai Bahan Imunostimulator Rosnizar Rosnizar; S.R.Y. Nanza; Kartini Eriani
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25763

Abstract

Beberapa penelitian telah melaporkan tentang potensi rimpang alang-alang [Imperata cylindria (L.) P. Beauv] sebagai anti-inflamasi, anti oksidan dan berpotensi sebagai imunostimulator yang dapat meningkatkan jumlah sel leukosit total, sel limfosit dan bobot limpa relatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan ekstrak rimpang alang-alang sebagai imunostimulator pada mencit jantan galur Balb/C yang diinfeksi dengan bakteri Staphylococcus aureus. Rancangan yang diterapkan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan, yaitu perlakuan kontrol negatif (P0), kontrol positif (P1), dosis ekstrak 750 mg/KgBB (P2), 500 mg/kgBB (P3) dan 250 mg/KgBB (P4). Parameter yang diamati adalah penghitungan kapasitas dan aktivitas fagositosis sel makrofag. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak rimpang alang-alang pada dosis 750 dan 500 mg/KgBB dapat meningkatkan kapasitas dan aktivitas fagositosis makrofag peritoneal mencit secara signifikan dibandingkan dengan ekstrak dosis 250 mg/KgBB. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang alang-alang mempunyai efek imunostimulator.
Evaluasi Kualitas Spermatozoa Pada Beberapa Frekuensi Ejakulasi Terhadap Kerbau Lokal (Bubalus bubalis) Rosnizar Rosnizar; Nurfajri Nurfajri; Dasrul Dasrul; Amalia Amalia; Kartini Eriani
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i1.22975

Abstract

Faktor frekuensi ejakulasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas spermatozoa semen segar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi ejakulasi yang terbaik terhadap kualitas spermatozoa kerbau lokal. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (ejakulat pertama, ejakulat kedua dan ejakulat ketiga) Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi ejakulasi berpengaruh terhadap volume, persentase motilitas, persentase spermatozoa hidup dan konsentrasi spermatozoa semen segar, namun tidak berpengaruh terhadap abnormalitas spermatozoa. Volume, persentase motilitas dan konsentrasi spermatozoa semen segar paling tinggi ditemukan pada ejakulat pertama sedangkan persentase spermatozoa hidup paling tinggi ditemukan pada ejakulat kedua dan menunjukkan bahwa kerbau lokal layak digunakan untuk inseminasi buatan namun ejakulasi pertama dan ejakulasi kedua cenderung lebih baik dari ejakulasi ketiga.
Potensi ekstrak daun flamboyan [Delonix regia (Boj. Ex Hook.) Raf.] terhadap peningkatan aktivitas dan kapasitas makrofag Rosnizar Rosnizar; Siti Maulida; Kartini Eriani; Suwarno Suwarno
Jurnal Bioleuser Vol 1, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.815 KB)

Abstract

Aktivitas dan kapasitas makrofag merupakan faktor penting dalam menjaga sistem imun dalam tubuh. Beberapa senyawa berasal dari tumbuhan seperti daun flamboyan [Delonix regia (Boj. ex hook.) Raf.] dilaporkan banyak mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai imunostimulan dan dilaporkan berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas dan kapasitas fagositosis makrofag. Penelitian ini mengkaji tentang potensi  daun flamboyan sebagai agen imunostimulan pada peritonium mencit (Mus muculus) yang diinfeksi dengan bakteri staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yaitu kontrol negatif (akuades) (P0), kontrol positif (Stimuno) (P1), ekstrak daun flamboyan pada dosis 250 mg/kg bb (P2), 500 mg/kg bb (P3) dan 750 mg/kg bb (P4). Mencit diberikan ekstrak selama 10 hari secara intubasi esofagus dan pada hari ke 11 diinfeksi dengan bakteri Staphylococcus aureus secara intraperitoneal. Jumlah makrofag yang aktif memfagositosis dan jumlah bakteri yang di fagosit menjadi parameter pengukuran. Hasil menunjukkan ekstrak daun flamboyan pada dosis 750 mg/kg bb (P4) memiliki nilai rata-rata aktivitas dan kapasitas fagositosis makrofag yang signifikan lebih tinggi berbanding P0, P1, P2, dan P3 (P 0,05). Dari hasil ini disimpulkan bahwa ekstrak daun flamboyan pada dosis 750 mg/kg bb mampu mempengaruhi dan meningkatkan aktivitas dan kapasitas fagositosis makrofag.
Karakteristik Morfologi Bulu Selama Perkembangan Puyuh (Cortunix cortunix japonicus) Widya Sari; Riza Umami; Wati Oktavia; Aida Fithri; Rosnizar Rosnizar
Jurnal Bioleuser Vol. 7, No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v7i1.33071

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) adalah salah satu kelompok bakteri penting yang memberikan manfaat kesehatan bagi manusia dan hewan. BAL dapat menghasilkan bakteriosin yang telah digunakan sebagai pengawet makanan, karena kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antibakteri bakteriosin BK-01. Bakteri asam laktat diisolasi dengan metode pour plate menggunakan MRSA (De Man, Rogosa, Sharpe Agar) sebagai media seleksi untuk BAL. Bakteriosin dari BK -01 dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus (10,67 mm) dan Escherichia coli (3 mm). Disimpulkan bahwa bakteriosin BK-berpotensi sebagai biopreservatif dalam pangan.