Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KONJOIN: METODE FULL PROFILE DAN CBC UNTUK MENELAAH PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PILIHAN PEKERJAAN Hari Wijayanto; Yenni Angraini; Riana Riskinandini
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol. 12 No. 1 (2007)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas perbandingan analisis konjoin metode full profile dan metode CBC.  Metode full profile merupakan metode yang klasik dan cukup mudah diterapkan terutama dalam pembuatan disain pengumpulan dan analisis data, tetapi cukup merepotkan dalam tahap pengumpulan data.  Sedangkan Metode CBC, walaupun agak sulit dalam disain  pengumpulan dan analisis datanya tetapi pada saat pengumpulan datanya relatif lebih mudah dan dipandang lebih alamiah. Penerapan kedua metode ini dalam menelaah faktor yang paling dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam memilih pekerjaan memberikan hasil yang relatif sama.  Faktor utama yang berpengaruh terhadap pilihan pekerjaan mahasiswa adalah besarnya gaji pertama dan kesesuaian bidang pekerjaan dengan latar belakang pendidikannya.
KAJIAN METODE THURSTONE DALAM PENENTUAN ASPEK PENTING PADA SISTEM TRANSAKSI NON TUNAI Hari Wijayanto; Anang Kurnia; Ina Widayanty
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol. 12 No. 2 (2007)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data persepsi sudah sangat umum diukur dalam skala ordinal.  Thurstone memperkenalkan metode untuk mengolah data ordinal, diantaranya adalah metode Thurstone, metode equal appearing intervals, dan metode successive intervals. Prinsip dasar metode-metode tersebut adalah mentransformasi data dari skala ordinal menjadi interval agar relevan dalam melakukan interpretasi. Selain itu, metode tersebut dapat menilai peringkat suatu atribut dan mengukur seberapa besar perbedaan kepentingan suatu atribut terhadap atribut lainnya. Pada kasus penilaian tingkat kepentingan responden dalam menggunakan transaksi non tunai, hasil uji kesesuaian model pada metode Thurstone dan metode successive intervals menyatakan bahwa model telah cukup baik menggambarkan kondisi data sebenarnya dengan tingkat ketidaksesuaian masing-masing sebesar 2.3% dan 4.5%.  Metode Thurstone relatif tidak sensitif terhadap perubahan bobot atau skala penilaian pada suatu atribut. Metode Thurstone hanya melihat bagaimana hasil penilaian berpasangan antara dua atribut, namun tidak mampu melihat perbedaan penilaian yang diberikan oleh responden terhadap atribut-atribut tersebut. Penilaian tingkat kepentingan dalam menggunakan transaksi non tunai memberikan hasil tiga peringkat tingkat kepentingan paling tinggi dalam melakukan transaksi non tunai secara berutut-turut adalah aspek tingkat kemudahan atau aksesibilitas, tingkat keamanan, dan kecepatan transaksi. Kenyamanan merupakan aspek yang tingkat kepentingannya paling rendah dibandingkan atribut lain. Kata kunci : Metode Thurstone, Transaksi Non Tunai
KONSISTENSI RESPONDEN DALAM MENGEVALUASI PROFIL PRODUK PADA ANALISIS KONJOIN Utami Dyah Syafitri; Hari Wijayanto; Yuni Suci Kurniawati
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol. 12 No. 2 (2007)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu non sampling error dalam suatu survey adalah ketidakkonsistenan jawaban yang diberikan oleh responden terutama jika diminta untuk memberikan prioritas terhadap profil suatu produk. Hal tersebut berkaitan dengan alat ukur (kuesioner) yang digunakan. Dalam analisis konjoint, evaluasi preferensi terhadap suatu produk dilakukan dengan memberikan penilaian (rating) dan mengurutkan (ranking) profil-profil suatu produk. Responden dikatakan konsisten apabila hasil analisis konjoin per individu dari data rating dan ranking menunjukkan urutan tingkat kepentingan atribut yang sama dari dua metode pengukuran tersebut. Sebagai bahan evaluasi terhadap ketidakkonsistenan jawaban responden, dalam penelitian ini digunakan studi kasus preferensi mahasiswa IPB dalam memilih mata kuliah pilihan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Dari hasil survey, secara umum dapat dikatakan responden konsisten dalam mengevaluasi stimuli dengan metode rating dan ranking. Sedangkan apabila ditinjau dari sisi masing-masing individu diperoleh sekitar 43% responden yang dapat mengevaluasi stimuli dengan metode rating dan ranking secara konsisten. Kekonsistenan jawaban responden dipengaruhi oleh lamanya waktu yang diperlukan untuk evaluasi produk, sikap dan kesungguhan dalam menjawab, serta pribadi yang serius (ditunjukkan oleh prilaku yang tidak gemar bermain games). Kata kunci : konjoint, rating, ranking, kekonsistenan
ALTERNATIVE SEMIPARAMETRIC ESTIMATION FOR NON-NORMALITY IN CENSORED REGRESSION MODEL WITH LARGE NUMBER OF ZERO OBSERVATION Andres Purmalino; Asep Saefuddin; Hari Wijayanto
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol. 20 No. 2 (2015)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.025 KB)

Abstract

A large number of zero observation on the response variable in the socio-economic field are often found in household demand models. This will imply on the method to estimate parameters in the model used. Ordinary least square estimators of linear models to be biased and inconsistent. One model to overcome is using censored regression model is also know as tobit model. However, non-normality in the Tobit Estimators being inconsistent. Another alternative estimators is censor least absolute deviations (CLAD). CLAD estimator is consistent and asymptotically normal for a wide class of distribution. This study was to focus on the application of Tobit and Censored Least Absolute Deviations (CLAD) estimators for LPG demand. The data used is the LPG expenditure in rural areas in the provinces of West Java that the number zero observations is 39 percent of the sample. The result shows that CLAD and Tobit estimators are consistent estimators. But along with increasing the number of samples, the CLAD estimators performance is getting better than Tobit estimators.Keywords : Zero observation, CLAD, Tobit, Consistent estimator, LPG demand
The Estimation of Price Sensitivity Curves Using Generalized Linear Models Hari Wijayanto; Khairil A. Notodiputro; . Barizi; Jajah K. Wagiono
Forum Pasca Sarjana Vol. 18 No. 1 (1995): Forum Pascasarjana
Publisher : Forum Pasca Sarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.428 KB)

Abstract

The estimation of price sensitivity curves is usually based on historical data of the product. The estimates obtained, however, are potentially biased especially if the previous condition does not reflect the current market situation. alternativety, the estimation could be based on preference data. This paper introduces the use of Generalized Linear models to estimate the curve based on preference data.
Metode Klasifikasi Berstruktur Pohon Biner (Studi Kasus pada Prakiraan Sifat Hujan Bulanan di Bogor) Aan Kardiana; Aunuddin Aunuddin; Aji Hamim Wigena; Hari Wijayanto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menguraikan tentang aplikasi pohon biner berupa pembentukan Pohon Klasifikasi dengan menggunakan algoritma pemilahan secara rekursif dilanjutkan dengan kombinasi strategi pemangkasan pohon ber-cost-complexity terkecil dan penggunaan contoh validasi silang, untuk mendapatkan pohon yang berukuran tepat. Metode ini diterapkan dalam prakiraan sifat hujan bulanan menggunakan data klimatologi rata-rata bulanan di stasiun Klimatologi Kelas I Darmaga Bogor. Peubah rata-rata suhu pada jam 07.00 wib. merupakan peubah dominan. Hasil evaluasi prakiraan selama periode pengujian, tingkat ketepatan metode: Regresi Linier Osilasi Selatan; Probabilitas; Regresi Linier Curah Hujan dan Pohon Klasifikasi masing-masing bernilai: 42,86 %; 14,29 %; 14,29 %; dan 71,43%.Kata kunci: Pohon Klasifikasi.
Pemilahan Volatilitas Harga Daging Sapi Menggunakan Metode Ensemble Empirical Mode Decomposition Fitria Hasanah; Hari Wijayanto; I Made Sumertajaya
Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v38n1.2020.41-54

Abstract

EnglishStaple food prices include the major determinants of households food security and general inflation. Beef is a basic food which its price is controlled by the Government of Indonesia. This study aims to identify the determinants beef price volatility using the Ensemble Empirical Mode Decomposition (EEMD) method. The data was a weekly series of Januari 2006–Desember 2018 obtained from the Ministry of Trade. EEMD extracts data into a number of Intrinsic Mode Functions (IMFs) that are independent which are then used to forecast beef prices with the ARIMA model. EEMD produced 6 IMFs and one residual. The residual contributed 99.85% to beef price volatility. This means that the long-term trend of beef prices is determined by the residual trends. The EEMD results indicate that the high beef price volatility in certain periods is mainly due to high demand during the Ramadhan month and Idul Fitri, import quota policy, and changes in exchange rates and petroleum prices. The IMF and residual based ARIMA forecasting model obtained MAPE value of 0.42% but with contradicting directions. The Government may use the import quota as a policy instrument for stabilizing the beef price.IndonesianHarga pangan pokok termasuk faktor penentu utama ketahanan pangan rumah tangga dan inflasi umum. Daging sapi adalah salah satu bahan pangan pokok yang harganya dikendalikan Pemerintah Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penentu volatilitas harga daging sapi dengan metode Ensemble Empirical Mode Decomposition (EEMD). EEMD menguraikan data menjadi sejumlah Intrinsic Mode Function (IMF) yang saling bebas yang selanjutnya digunakan untuk melakukan peramalan harga daging sapi dengan model ARIMA. Data yang digunakan adalah harga daging sapi mingguan Januari 2006–Desember 2018 yang diperoleh dari Kementerian Perdagangan. EEMD menghasilkan 6 IMF dan satu sisaan. Sisaan IMF memberikan kontribusi sebesar 99,85% terhadap pergerakan harga daging sapi. Artinya bahwa tren jangka panjang harga daging sapi ditentukan oleh tren sisaan. Berdasarkan hasil EEMD, volatilitas harga daging sapi yang tinggi pada periode-periode tertentu dipengaruhi oleh beberapa faktor terutama tingginya permintaan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri dan kebijakan kuota impor, serta perubahan nilai tukar rupiah dan harga BBM. Model peramalan ARIMA yang diduga berdasarkan IMF dan sisaan IMF menghasilkan nilai MAPE sebesar 0,42%, namun arah perubahannya tidak bersesuaian. Disarankan agar pemerintah menggunakan kuota impor sebagai salah satu instrumen kebijakan stabilisasi harga daging sapi.
Kinerja Penyuluh dari Perspektif Petani dan Eksistensi Penyuluh Swadaya Sebagai Pendamping Penyuluh Pertanian Kurnia Suci Indraningsih; Basita G. Sugihen; Prabowo Tjitrpranoto; Pang S. Asngari; Hari Wijayanto
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 8, No 4 (2010): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/akp.v8n4.2010.303-321

Abstract

Kinerja penyuluh pertanian PNS belum menunjukkan manfaat yang signifikan dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Azas keseimbangan kegiatan penyuluhan, yang memperhatikan keseimbangan antara kebijakan, inovasi teknologi dengan kearifan masyarakat setempat, keseimbangan pemanfaatan sumberdaya dan kelestarian lingkungan, serta keseimbangan antar kawasan yang maju dengan kawasan yang relatif tertinggal, masih belum terlaksana dengan baik. Azas kerjasama dalam penyelenggaraan penyuluhan yang seharusnya dilaksanakan secara sinergis dalam kegiatan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan serta sektor lain belum tercapai dengan baik. Azas berkeadilan, belum tercermin dalam penyelenggaraan penyuluhan yang memposisikan pelaku utama dan pelaku usaha berhak mendapatkan pelayanan secara proporsional sesuai dengan kemampuan, kondisi, serta kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha. Satu tenaga penyuluh pertanian PNS di Cianjur dan Garut membina 3-4 desa, ditambah tugas-tugas administratif. Kebijakan yang telah dicanangkan Kementerian Pertanian menetapkan satu desa satu penyuluh pertanian. Untuk pencapaian target tersebut, alternatif yang dipandang sejalan dengan UU RI Nomor 16 Tahun 2006 adalah merekrut ketua kelompok tani sebagai penyuluh swadaya yang bertugas mendampingi penyuluh pertanian PNS.
THE EFFECT OF REMUNERATION ON MOTIVATION THAT IMPLICATES EMPLOYEE’S PERFORMANCE IN XYZ COMPANY Aldi Cahyanugroho; Musa Hubeis; Hari Wijayanto
Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Vol. 2 No. 2 (2016): IJBE, Vol. 2 No. 2, May 2016
Publisher : School of Business, IPB University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/ijbe.2.2.112

Abstract

PT XYZ is foreign investment company on food and beverages manufacturer with health benefit positioning. PT XYZ is willing to consistent of safety, quality and productivity (SQP) aspect, therefore should be encouraged by high quality human resources. Employee motivation was stimulated by remuneration program in order to increase employee performance in PT XYZ.  The aim of this study was to analyze remuneration effect towards employee motivation and it’s implication to employee performance at PT XYZ using employee perception. The population of this study is taken from staff level to supervisor level from 10 Departments. The numbers of sample are 132 people. The sampling technique used in the study was stratified with purposive and convenience sampling method with the analytical method using Structural Equation Modeling (SEM). The result of this study shows remuneration has significant effect towards employee motivation and employee performance, while motivation has insignificant effect towards employee performance. SEM results show each highest coefficient are wages based on needs indicator at remuneration variable, individual development indicator at variable motivation and obedience indicator at employee performance variable. Management of PT XYZ should be maintaining components of remuneration, motivation and employee performance that’s already had good score and also pay attention to component of remuneration which has low score index to enhance employee motivation and also employee performance.Keywords: employee motivation, employee performance, remuneration, SEM
MARKETING STRATEGY OF COMMERCIAL HEALTH INSURANCE COMPANY Cut Zaraswati; Ujang Sumarwan; Hari Wijayanto
Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Vol. 3 No. 1 (2017): IJBE, Vol. 3 No. 1, January 2017
Publisher : School of Business, IPB University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/ijbe.3.1.1

Abstract

The objectives of this research are to: 1) compare the effect of premium earnings products of health insurances after the launching of national social health insurance (JKN)-BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) for health; 2) analyze the internal and external factors of private/commercial health insurance companies; 3) formulate a marketing strategyy for health insurance product after the operation of JKN-BPJS for health.  It is a challenge for commercial health insurance to survive and thrive with the existence of JKN-BPJS for health which is compulsory to Indonesia’s citizens to be a member. The research begins by analyzing premium earnings of the commercial health insurance company one year before and after the implementation of JKN-BPJS for health, the intensive interviews and questionnaires to the chosen resource person (purposive samplings), the analysis on Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Matrix IE and SWOT are used in the research. Then it is continued by arranging a strategic priority using Analytical Hierarchy Process (AHP).  The result from the research is there is totally no decreasing premium earnings for the commercial health insurance company although the growth trend shows a slight drop.  The appropriate strategy for the health insurance company in the commercial sector is the differentiation where the implication is involving customer service quality improvement, product innovation, and technology and infrastructure development.      Keywords:  commercial health insurance company, Marketing Strategy, AHP Analysis, national social health insurance
Co-Authors . Aunuddin . Barizi . Gunawan Aan Kardiana Afnan, Irsyifa Mayzela Agus Mohamad Soleh Aji Hamim Wigena Akhmad Fauzi Aldi Cahyanugroho Anadra, Rahmi Anang Kurnia Andres Purmalino Anggraini Sukmawati Aqmar, Nurzatil Arief Hendarto Arif Handoyo Marsuhandi Aruddy Aruddy ASEP SAEFUDDIN Astridina, Astridina Aunuddin Aunuddin Baba Barus Bagus Sartono Bambang Hendro Trisasongko Barizi . Basita G. Sugihen Bertho Tantular Boedi Tjahjono Budi Susetyo Cici Suhaeni Cut Zaraswati DAHRUL SYAH Darjono, Agus Heru Dede Dirgahayu Domiri Dedi Budiman Hakim Dyah R Panuju Dyah R. Panuju Dyah R. Panuju Edi Abdurrachman Eko S. Pribadi Erfiani Erfiani Erliza Noor Fachry Abda El Rahman Farit Mochamad Afendi Farly Shabahul Khairi fatimah Fatimah Fitria Hasanah Fitrianto, Anwar H S, Rahmat Hikmah, Zetil I K Marla Lusda I Made Sumertajaya Ilma, Meisyatul Ina Widayanty Indahwati Irzaman, Irzaman Istiqlaliyah Muflikhati Jajah K. Wagiono Jayawarsa, A.A. Ketut Kapiluka, Kristuisno Martsuyanto Khairil Anwar Notodiputro Kurnia Suci Indraningsih Kusman Sadik La Ode Abdul Rahman Leny Maryesa Lilik Noor Yuliati Luvy Mayanda M. Syamsul Maarif Mahmud A. Raimadoya Mahmud A. Raimadoya Mualifah, Laily Nissa Atul Muhammad Nur Aidi Musa Hubeis Nunung Nurjanah Nurrahman, Fathu Panca Wiputra Pang S. Asngari Pannu, Abdullah Prabowo Tjitrpranoto Riana Riskinandini Rizal Bakri Rizky Nurkhaerani Rysda Rysda Sachnaz Desta Oktarina Siti Hafsah Suhaeni, Cici Ujang Sumarwan Utami Dyah Syafitri Yarah, Helena Ramadhini Yenni Angraini Yuni Suci Kurniawati Zaenal, Mohamad Solehudin