Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analysis of 20 kV Distribution Network Reconfiguration PLN ULP Marisa Surusa, Frengki Eka Putra; Andrean, Yogi; Steven Humena, Steven Humena
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 7, No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v7i2.33150

Abstract

This study aims to analyze the effect of 20 kV distribution network reconfiguration on voltage drops and power losses at the Marisa Substation feeder. In the world of electricity, the distribution network is the backbone that connects energy sources to end consumers. Therefore, it is important to ensure that the distribution network functions optimally to minimize energy losses and maintain good power quality. This study took place at the Marisa Substation, which is one of the vital electricity distribution centers in the area. The method used in this study is simulation with ETAP 12.6 software, which is widely known in electric power system analysis. ETAP (Electrical Transient Analyzer Program) is a tool that allows engineers to model and analyze power systems comprehensively. In this simulation, the Newton-Raphson algorithm is applied to solve the system of non-linear equations that arise in electric network analysis. This algorithm is very effective in overcoming convergence problems often encountered in complex distribution network simulations. The simulation results show that after the reconfiguration, active power losses are reduced by 1.3% and reactive power losses are reduced by 1.5%. Active power losses are the energy lost in the form of heat due to resistance in conductors, while reactive power losses relate to fluctuating energy in the system, which does not perform actual work but still contributes to the total power. The reduction in these power losses is significant, because although the percentage may seem small, on a large scale, it can result in substantial operational cost savings for electricity providers. Furthermore, the study also found that network reconfiguration increased the average voltage by 3%. This voltage increase is crucial because a stable and standard voltage will guarantee the quality of electricity supply to consumers. In this context, a stable voltage can prevent damage to sensitive electrical equipment and increase the operational efficiency of equipment used by consumers.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rekonfigurasi jaringan distribusi 20 kV terhadap jatuh tegangan dan rugi daya pada penyulang GI Marisa. Dalam dunia kelistrikan, jaringan distribusi merupakan tulang punggung yang menghubungkan sumber energi dengan konsumen akhir. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa jaringan distribusi berfungsi dengan optimal agar dapat meminimalisir kerugian energi serta mempertahankan kualitas daya yang baik. Penelitian ini mengambil lokasi di GI Marisa, yang merupakan salah satu pusat distribusi listrik yang vital di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi dengan perangkat lunak ETAP 12.6, yang dikenal luas dalam analisis sistem tenaga listrik. ETAP (Electrical Transient Analyzer Program) adalah alat bantu yang memungkinkan insinyur untuk memodelkan dan menganalisis sistem tenaga secara komprehensif. Dalam simulasi ini, algoritma Newton-Raphson diterapkan untuk menyelesaikan sistem persamaan non-linear yang muncul dalam analisis jaringan listrik. Algoritma ini sangat efektif dalam mengatasi masalah konvergensi yang sering dihadapi dalam simulasi jaringan distribusi yang kompleks. Hasil simulasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan rekonfigurasi, rugi daya aktif berkurang sebesar 1,3% dan rugi daya reaktif berkurang sebesar 1,5%. Rugi daya aktif adalah energi yang hilang dalam bentuk panas akibat resistansi pada konduktor, sedangkan rugi daya reaktif berkaitan dengan energi yang berfluktuasi dalam sistem, yang tidak melakukan kerja nyata tetapi tetap berkontribusi pada total daya. Penurunan rugi daya ini sangat signifikan, karena meskipun persentasenya terlihat kecil, dalam skala besar, hal ini dapat menghasilkan penghematan biaya operasional yang substansial bagi perusahaan penyedia listrik. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa rekonfigurasi jaringan meningkatkan tegangan rata-rata sebesar 3%. Peningkatan tegangan ini sangat penting karena tegangan yang stabil dan sesuai standar akan menjamin kualitas pasokan listrik kepada konsumen. Dalam konteks ini, tegangan yang stabil dapat mencegah kerusakan pada peralatan listrik yang sensitif, serta meningkatkan efisiensi operasional dari peralatan yang digunakan oleh konsumen.
Analisa Rugi Energi Listrik Non Teknis Pada Penerangan Jalan Umum di ULP Limboto Surusa, Frengki Eka Putra; Humena, Steven; Latif, Maulidin
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.12987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kWh yang hilang, jumlah rupiah tagihan susulan akibat Penerangan Jalan Umum (PJU) Illegal serta menyiapkan data data pada aplikasi Basecamp untuk mengetahui titik PJU dan mempermudah survei kembali untuk agenda tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian energi yang tidak terukur pada PJU illegal atau PJU yang tidak termeterisasi adalah sebesar 42.712,5 kWh. Total kerugian energi tersebut apabila dikonversi kedalam bentuk rupiah adalah sebesar Rp.61.706.748,75. Penggunaan Aplikasi Basecamp dan aplikasi pada android MAPinr dapat memberikan kemudahan dalam mengetahui keberadaan PJU serta dapat memetakan susut non teknis untuk dilakukan evaluasi berikutnya.This study aims to calculate the lost kWh, the number of rupiah additional bills due to Illegal Public Street Lighting (PJU) and prepare datas on the Basecamp App to find out the PJU points and make it easier to return to the survey for the annual agenda. The results showed that the unmeasured energy consumption of illegal PJU or unmetered PJU was 42.712,5 kWh. The total energy loss when converted into rupiah is Rp. 61.706.748,75. The use of the Basecamp App and the application on the MAPinr android can provide convenience in knowing the existence of PJU and can map non-technical losses for subsequent evaluation.
Analysis of the Power Flow of the Gorontalo Electricity System Due to the Entry of 150 KV Industrial Customers Ismail, Ilham; Surusa, Frengki Eka Putra; Humena, Steven
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 6, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v6i2.24795

Abstract

Currently, in Pohuwato Regency, Popayato District, a wood pellet industry factory has been built by PT. Biomass Jaya Abadi (BJA). To meet electricity needs, electrical energy is taken from the PLN electricity supply through a 150 kV high-voltage electricity network and a special substation (GI) is made to serve its electrical energy needs. So it is said to be a high voltage customer. As a result of the entry of these high voltage customers, it will affect the configuration of the existing electrical system. The purpose of this study was to determine the value of voltage, load flow and power losses after the entry of 150 kV high voltage industrial customers. The method used in this study is the Newton Rhapson method with the help of ETAP 19.01 software. From the simulation results with the inclusion of PT. The BJA can improve the voltage profile on each bus of the 150 kV Gorontalo electrical system and 20 kV outgoing. Loss of power loss after the entry of PT. BJA can provide very small comparison percentages. So that it can provide better system capabilities.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG UNTUK ENERGI TERBARUKAN Humena, Steven; Indriana, Indriana; Pade, Satria Wati; Tooy, Dedie; Elly, Femi H; Leke, Jein R
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37339

Abstract

Desa Posso memiliki potensi pertanian yang tinggi, khususnya dalam produksi jagung. Namun, hasil samping berupa tongkol jagung selama ini hanya dibuang atau dibakar tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Berdasarkan penelitian sebelumnya, tongkol jagung memiliki kandungan selulosa dan lignin yang tinggi, sehingga berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar biomassa (Susanto et al., 2022). Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan tongkol jagung sebagai sumber energi menyebabkan potensi ini belum tergarap dengan baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: 1) Meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Posso mengenai potensi tongkol jagung sebagai sumber energi terbarukan dan juga untuk menjadi pupuk dan makanan ternak. 2) Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik-teknik pengolahan tongkol jagung menjadi bahan bakar biomassa, pupuk dan makanan ternak. 3) Mendorong kemandirian energi di tingkat desa dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah. 4) Mengurangi limbah pertanian yang selama ini tidak terkelola dengan baik. Pelaksanaan kegiatan meliputi Sosialisasi Program kosabangsa kepada mitra, melaksanakan Pelatihan-pelatihan yaitu pembuatan briket dan pellet pakan ayam dari tongkol jagung. Melakiukan Kunjungan lapangan langsung pada Kelompok tani maju bersama dan kelompok tani suka damai. Hasil pelaksanaan kegiatan kosabangsa yaitu menghasilkan 500 kg pellet pakan ayam dengan harga jual sebesar Rp. 7.000 per kilogram dari 1 ton tongkol jagung dalam sekali diproduksi, dan mengahsilkan 800 kg briket dengan harga jual sebesar Rp 10.000 per kilogram dari 1 ton tongkol jagung dalam sekali produksi