Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Sistem Pengambilan Keputusan Penilaian Kinerja Guru SDN 36 Lubuk Batu Menggunakan Metode Profile Matching Perra Budiarti Rayahu Putri; Feri Irawan; Bendra Wardana; Nopi Purnomo; Aldo Eko Syaputra
JIKTEKS : Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 03 (2026): Agustus
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/jikteks.v4i03.667

Abstract

Penilaian kinerja guru memiliki peranan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Evaluasi ini digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh kepala sekolah terkait pengembangan dan peningkatan profesionalisme tenaga pendidik. Di SDN 36 Lubuk Batu, proses penilaian masih dilakukan secara manual sehingga kurang efektif, membutuhkan waktu lama, dan berpotensi menimbulkan subjektivitas. Kondisi tersebut menyulitkan pihak sekolah dalam menentukan guru terbaik secara objektif dan transparan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis metode Profile Matching untuk membantu proses penilaian kinerja guru secara lebih akurat dan terukur. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu menghasilkan proses penilaian yang lebih sistematis, cepat, dan objektif sehingga dapat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan serta mutu pendidikan secara keseluruhan.
Penerapan Data Mining Menggunakan Metode Klasifikasi Dalam Memprediksi Status Desa Berdasarkan Indeks Desa Membangun Afifah Cahayani Adha; Asep Marzuki; Yolanda Safitri Nelaz; Sisi Hendriani Hendriani; Nopi Purnomo
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14250

Abstract

Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sumatera Barat merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki 19 Kabupaten/ Kota. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa pada tahun 2023 masih banyak Kabupaten/Kota dengan status desanya tertinggal. Dari tahun 2018 sampai dengan Tahun 2023 beberapa desa di Sumatera Barat telah berhasil meningkatkan status desa tertinggal menjadi desa berkembang dan maju. Peningkatan pada Indeks Desa Membangun ini merupakan hasil dari program pemerintah yang fokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. Tujuan untuk mengklasifikasi status desa berdasarkan indeks desa membangun. Penelitian ini menggunakan metode data mining. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Algoritma C.45. Data penelitian diambil dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Adapun hasil akurasi menggunakan algoritma C.45 sebesar 69,96%. Adapun jumlah rule yang didapatkan pada penelitian ini berjumlah 1 rule. Hasil analisa ini bisa menjadi pedoman untuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam mempertimbangkan untuk melaksanakan pengembangan desa.
Mengimplementasikan Sistem Informasi Untuk Meningkatkan Transparansi Kegiatan di Kantor Inspektorat Kabupaten Padang Lawas Risma Cahaya Daulay; Syukrina Hairani Harahap; Laila Alpi Sahrina Pasaribu; Hotma Pinta Nasution; Nopi Purnomo
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15521

Abstract

Transparansi merupakan salah satu prinsip utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Namun, pada Kantor Inspektorat kab.padang Lawas, proses pelaporan dan pemantauan kegiatan masih dilakukan secara manual, sehingga menimbulkan kendala dalam hal kecepatan akses informasi, akurasi data, serta keterbukaan kepada publik. Transparansi dalam hal ini diartikan sebagai keterbukaan informasi oleh jajaran kepemerintahan yang dapat diakses oleh masyarakat (publik). Dengan adanya keterbukaan informasi tersebut, tentunya akan lebih memudahkan masyarakat dalam memperhatikan dan menyiarkan kinerja pemerintah. Secara ringkas dapat dikatakan, tuntutan masyarakat terhadap transparansi sebagai bentuk pengawasan masyarakat terhadap organisasi kepemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem informasi berbasis web yang dapat meningkatkan transparansi kegiatan di lingkungan Inspektorat Padang Lawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sip berkolerasi positif dengan peningkatan keterbukaan informasi, terutama dalam pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Namun, tantangan terkait infrasturktur teknologi dan kompetensi sumber daya manusia masih perlu diatasi untuk mencapai efektifitas maksimal. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan mampu mempermudah proses pengelolaan data kegiatan, mempercepat penyampaian laporan, dan meningkatkan akses informasi bagi pihak internal maupun eksternal. Dengan demikian, penerapan sistem informasi ini dapat mendukung peningkatan akuntabilitas dan transparansi di Kantor Inspektorat Lawas.
Penerapan Metode SAW dalam Penentuan Rekomendasi Penerima PKH di Kelurahan Pasar Sibuhuan Nopi Purnomo; Perra Budiarti Rayahu Putri; Devi Yuliana; Ulia Ulfa; Muhammad Rasyid
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15680

Abstract

Program Keluaga Harapan (PKH) merupakan program bantuan sosial bersyarat yang diselenggarakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah melalui pemberian dukungan dana secara berkala. Proses penentuan calon penerima bantuan memerlukan tingkat transparansi yang memadai agar penyaluran bantuan dapat berlangsung secara tepat sasaran. Namun, di Kelurahan Pasar Sibuhuan tahap seleksi kerap menghadapi berbagai kendala ataupun kesulitan dalam menentukan penerima yang benar-benar layak untuk bantuan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang mampu mendukung proses pengambilan keputusan secara lebih terstruktur dan akurat dalam menentukan prioritas penerima PKH. Penelitian ini mengkaji penggunaan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai pendekatan dalam menentukan rekomendasi penerima PKH di Kelurahan Pasar Sibuhuan. Metode SAW dipilih karena kemampuannya dalam mengelola pembobotan dan penilaian multi-kriteria dengan proses yang efisien namun tetap menghasilkan perhitungan yang tepat. Kriteria penilaian yang digunakan meliputi tingkat pendapatan, jumlah tanggungan, kondisi tempat tinggal, pendidikan anak, serta kondisi kesehatan keluarga. Setiap kriteria diberikan bobot berdasarkan tingkat urgensinya, kemudian dilakukan proses normalisasi dan perhitungan untuk memperoleh nilai preferensi calon penerima. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SAW mampu menghasilkan peringkat rekomendasi penerima PKH secara lebih objektif dan konsisten dibandingkan mekanisme seleksi manual. Selain itu, metode ini dapat membantu pihak kelurahan mengurangi bias penilaian serta mendukung terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih transparan. Dengan demikian, penggunaan metode SAW terbukti efektif dalam meningkatkan ketepatan dan keadilan distribusi bantuan PKH di Kelurahan Pasar Sibuhuan.
Analisis Profil Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara Elia Puspita Sari Siregar; Tri Indah Sari Siregar; Harry Santana Harahap; Akbar Harahap; Nopi Purnomo
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15759

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Lawas Utara merupakan lembaga pemerintah daerah yang memiliki peran strategis dalam upaya penanggulangan bencana di tingkat kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil BPBD Padang Lawas Utara secara komprehensif, meliputi landasan hukum pembentukan, struktur organisasi, tugas dan fungsi, serta program kerja yang dijalankan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan observasi. BPBD Padang Lawas Utara dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah. Lembaga ini menjalankan tiga fungsi utama yaitu koordinasi, komando, dan pelaksanaan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Padang Lawas Utara telah memiliki struktur organisasi yang jelas dengan dipimpin oleh Kepala BPBD Lairar Rusdi Nasution, S.STP., M.M., didukung oleh sekretariat dan tiga bidang utama. Kantor BPBD berlokasi strategis di Huta Lombang, Kecamatan Padang Bolak. Meskipun demikian, masih terdapat berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas yang memerlukan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
IDENTIFIKASI PENYAKIT TANAMAN JAGUNG DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR Mustopa Husein Lubis; Nopi Purnomo; Iskandar Iskandar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 7 No. 3 (2024): August 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i3.2080

Abstract

Penyakit adalah perusak tanaman pada akar, batang, daun atau bagian tanaman lainnya sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan sempurna atau mati. Penyakit merupakan masalah utama bagi para petani jagung, hingga saat ini penyakit yang menyerang tanaman jagung sangat bervariasi. Penyakit  yang  sewaktu-waktu  dapat  menyerang  dapat  berpotensi menginfeksi  tanaman jagung. Penyakit bulai, bercak daun, karat daun, gosong bengkak, busuk pelepah, hawar daun, dan busuk batang adalah beberapa penyakit yang dapat membahayakan tanaman jagung. Untuk itu dirancang suatu sistem pakar mengidentifikasi penyakit tanaman jagung dimana sistem ini dapat mendiagnosa penyakit pada tanaman jagung dengan meniru cara kerja pakar atau ahli. Salah satu bagian dari kecerdasan buatan yaitu sistem pakar.  Metode yang digunakan pada penelitian kali ini ialah metode faktor kepastian (certainty factor),. Hasil bedasarkan gejala-gejala yang dialami oleh tanaman jagung tersebut bahwa penyakit yang terkena pada tanaman jagung adalah Hawar Daun dengan tingkat kepakaran 0,8 dan persentase 80 % dan memiliki nilai akuasi yang cukup baik.
IDENTIFICATION OF DENTAL AND ORAL DISEASES IN HUMANS USING BAYES THEOREM METHOD Nopi Purnomo; Bendra Wardana; Devi Yuliana; M. Rasyid
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i1.2591

Abstract

Abstract: Teeth are part of the chewing apparatus in the digestive system in the human body, so they indirectly play a role in the health status of individuals. The mouth is an ideal place for bacteria to multiply due to temperature and humidity. There are several tooth fissures in the mouth so that food residues are easily left behind. Teeth and mouth are very important organs of the body because all diseases will start from diseases in this organ will cause several dangerous diseases that attack other organs of the body. This system was built with the aim of making it easier to identify Dental and Oral Cavity Diseases and producing the highest accuracy in diagnosing these diseases. The expert system was built using the Bayesian theorem method which is the main technique in the process of detecting dental and oral cavity diseases based on the knowledge of an expert. Diagnostic test results with an accuracy level of 61%, Therefore, the research conducted can be said to be successful in diagnosing dental and oral cavity diseases. Keywords: Expert Systems, Identification, Teeth and Oral Cavity, Bayes Theorem. Abstrak: Gigi merupakan bagian dari alat pengunyahan pada sistem pencernaan dalam tubuh manusia, sehingga secara tidak langsung berperan dalam status kesehatan perorangan. Mulut merupakan suatu tempat yang sangat ideal bagi perkembangbiakan bakteri karena temperatur dan kelembaban. Terdapat beberapa fisur gigi di mulut sehingga sisa makanan mudah tertinggal. Gigi dan mulut adalah organ-organ tubuh yang sangat penting karena semua penyakit akan berawal dari penyakit pada organ ini akan menimbulkan beberapa penyakit-penyakit membahayakan yang menyerang organ tubuh lainnya. Sistem ini dibangun dengan tujuan untuk mempermudah mengidentifikasi Penyakit Gigi dan Rongga Mulut serta menghasilkan keakuratan tertinggi dalam diagnosis penyakit tersebut. Sistem pakar yang dibangun menggunakan metode teorema bayes yang merupakan teknik utama dalam proses mendeteksi penyakit Gigi dan Rongga Mulut berdasarkan pengetahuan dari seorang pakar. Hasil pengujian diagnosis dengan tingkat akurasi sebesar 61%, maka dari itu penelitian yang dilakukan ini dapat dikatakan berhasil dalam mendiagnosa penyakit Gigi dan Rongga Mulut. Kata kunci: Sistem Pakar, Identifikasi, Gigi dan Rongga Mulut, Teorema Bayes.
PENERAPAN METODE TEOREMA BAYES DALAM IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN PENYAKIT KANDUNGAN Nopi Purnomo; Bendra Wardana; Devi Yuliana; M. Rasyid; Riska Ardilla Hasibuan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3734

Abstract

Abstract: Expert systems, a branch of Artificial Intelligence (AI), are designed to represent expert knowledge within a computer system, allowing users to receive solutions as if consulting a human expert. In developing expert systems, an appropriate method is required, one of which is the Bayes Theorem. This method is used to calculate the probability of an event based on available observational data, enabling more accurate disease diagnosis based on patient symptoms. This study applies the Bayesian approach to address uncertainty in identifying gynecological diseases through conditional probability calculations. The data processing results show the probability distribution of various gynecological conditions, including: Anemia (75.38%), Hypertension (14.77%), Placenta Previa (5.00%), Premature Birth (3.00%), Hypotension (0.92%), Hyperemesis Gravidarum (0.63%), Ectopic Pregnancy (0.17%), Ovarian Cyst (0.12%), Uterine Cancer (0.002%), and Endometriosis (0.001%). Based on the findings, anemia is the most commonly experienced condition among pregnant women. Anemia can lead to fatigue, dizziness, fetal developmental disorders, and even premature labor. Therefore, it is recommended to consume iron-rich foods and undergo regular prenatal check-ups to monitor hemoglobin levels and prevent further complications. Keywords: Expert Systems, Identification, obstetric disease, Bayes Theorem. Abstrak: Sistem pakar, yang merupakan bagian dari cabang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dirancang untuk merepresentasikan pengetahuan seorang pakar ke dalam sistem komputer sehingga pengguna dapat memperoleh solusi seolah-olah berkonsultasi langsung dengan pakar. Dalam pengembangan sistem pakar, dibutuhkan metode yang tepat, salah satunya adalah metode Teorema Bayes. Metode ini digunakan untuk menghitung probabilitas suatu kejadian berdasarkan data observasi yang tersedia, sehingga proses diagnosis penyakit dapat dilakukan secara lebih akurat berdasarkan gejala yang dialami pasien. Penelitian ini menerapkan pendekatan Teorema Bayes untuk menangani ketidakpastian dalam proses identifikasi penyakit kandungan melalui perhitungan probabilitas bersyarat. Hasil pengolahan data menunjukkan distribusi probabilitas beberapa jenis penyakit kandungan, di antaranya: Anemia (75,38%), Hipertensi (14,77%), Plasenta Previa (5,00%), Prematur (3,00%), Hipotensi (0,92%), Hyperemesis Gravidarum (0,63%), Kehamilan Ektopik (0,17%), Kista Ovarium (0,12%), Kanker Rahim (0,002%), dan Endometriosis (0,001%). Dari hasil tersebut, anemia merupakan kondisi paling dominan yang dialami ibu hamil. Anemia berisiko menyebabkan kelelahan, pusing, hambatan perkembangan janin, hingga kelahiran prematur. Oleh karena itu, penanganan yang disarankan meliputi konsumsi makanan kaya zat besi serta pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau kadar hemoglobin dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Kata kunci: Sistem Pakar, Identifikasi, Penyakit Kandungan, Teorema Bayes.