Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Tingkat pengetahuan lansia terhadap posyandu lansia Lalu Dedy Supriatna; Bahjatun Nadrati; Raden Ahmad Dedy Mardani; Zuliardi Zuliardi; Alwi Andi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 2 (2021): Perawatan Lansia di Posyandu
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i2.154

Abstract

Pendahuluan: Lansia adalah orang yang karena usianya yang lanjut, maka terjadi perubahan dalam tubuh baik perubahan biologis, fisik, kejiwaan, maupun social. Kondisi tersebut akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan, termasuk kesehatannya. Maka dari itu, status kesehatan lansia harus tetap mendapat perhatian khusus melalui pemeliharaan dan peningkatan kondisi kesehatan agar dapat hidup produktif. Lansia sangat membutuhkan perhatian dari keluarga dalam mengikuti posyandu lansia. Keluarga dapat berperan aktif sebagai motivator lansia, ketika selalu meluangkan waktu untuk mendampingi lansia ke posyandu, mengingatkan jadwal posyandu lansia, serta berusaha menyelesaikan setiap permasalahan bersama lansia. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia tentang posyandu lansia. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pengetahuan. Jenis penelitian yaitu deskriptif observasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh lansia yang pernah melakukan kunjungan posyandu lansia berjumlah 130 lansia, dengan jumlah sampel 98 lansia. Variabel pengetahuan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pengetahuan baik, cukup dan kurang, dikatakan pengetahuan baik apabila nilai total skor persentase kuesioner (P) 75%-100%, cukup bilaman total skor persentase (P) 56%-75%, dan kurang bilamana total skor persentase (P) < 55%. Analisa yang digunakan adalah univariat dengan uji deskriptif statistic. Hasil: Hasil analisis dari total skor penelitian gambaran pengetahuan lansia termasuk kedalam kategori kurang sejumlah 51 responden (52%), berpengetahuan baik 37 responden (37,8%) dan paling sedikit berpengetahuan cukup sejumlah 10 responden (37.8%). Didapatkan karakteristik berdasarkan umur terbanyak adalah 66-70 tahun dengan jumlah 59 responden (60.2%). Jenis kelamin terbanyak adalah wanita dengan jumlah 52 responden (53.1%). Pendidikan terbanyak adalah SD dengan jumlah 24 responden (24.5%). Pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja dengan jumlah 33 responden (33.7%). Jarak rumah terbanyak adalah 0-500 meter dengan jumlah 69 responden (70.4%). Pengetahuan lansia terbanyak adalah kurang dengan jumlah 51 responden (52%). Simpulan: Gambaran pengetahuan lansia terbanyak adalah termasuk kedalam kategori kurang sejumlah 51 responden (52%).
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Santriwati Pondok Pesantren Purqoti, Dewi Nur; Ilham; Zaenal arifin; Baiq Rulli Fatmawati; Zuliardi; Siskha Maya Herlina
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v4i2.100

Abstract

Data Indonesia menyatakan sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan, hal ini sebabkan karena Indonesia beriklim tropis, jamur mudah berkembang sehingga banyak kasus keputihan remaja puteri yang berumur 15-24 tahun yaitu sekitar 31,8%. Pada umumnya, remaja akan menghadapi masalah yang sama di awal kematangan reproduksinya yaitu minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi akibat terbatasnya akses informasi dan advokasi pada remaja, yang akan berdampak pada cara mereka bersikap dan berprilaku dalam menghadapi masalah kesehatan reproduksi. Tujuan dari pengabdian ini adalah dapat memberikan manfaat pada remaja untuk memiliki pengetahuan dan kesadaran pentingnya kesehatan reproduksi sebagai upaya dalam menjaga kesehatan reproduksi khususnya keputihan. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi. Terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi khususnya keputihan, sehingga remaja memperoleh informasi yang tepat sebagai bekal untuk bersikap dan berperilaku sehat selama proses pematangan fisiknya. Evaluasi dari kegiatan ini adalah peserta dapat memahami materi yang diberikan dengan beberapa pertanyaan yang diajukan terkait dengan penyuluhan yang telah diberikan. Hasil kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil pretest sebelum diberikan penyuluhan dan hasil meningkat pada saat posttest
Peningkatan Pengetahuan Penyakit Tidak Menular (PTM) Pada Masyarakat Resiko Tinggi Melalui Pendidikan Kesehatan Purqoti, Dewi Nur; Baiq Rulli Fatmawati; Zaenal arifin; Ilham; Zuliardi; Harlina putri Rusiana
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v4i2.108

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) berdampak luas terhadap kesehatan dan sosial ekonomi, dan salah satu diantaranya adalah masalah biaya perawatan yang lebih tinggi. Selain itu PTM menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Beberapa penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian secara global diantaranya adalah diabetes mellitus, penyakit kardiovaskuler, kanker, dan penyakit pernafasan kronis. Menurut WHO PTM menjadi penyebab utama kematian di dunia, dimana pada tahun 2016 sebanyak 71% kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular. Berdasarkan jenis penyakit penyebab kematian diantaranya adalah penyakit kardiovaskuler (31%), kanker (16%), penyakit pernafasan kronik (7%) dan diabetes mellitus (3%)(WHO, 2018). Data WHO juga menunjukan bahwa angka kematian akibat penyakit tidak menular di wilayah Asia Tenggara cukup tinggi yaitu sekitar 23% jika dibandingkan dengan negara eropa (17%) dan amerika (15%) Metode: Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pemberian pendidikan kesehatan tentang penyakit tidak menular dengan cara Ceramah dan membagikan leflet setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi.. Simpulan: dari hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kesehatan dengan metode ceramah dan membagikan leflet dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular, sehingga masyarakat diharapkan mampu melakukan pencegahan dan penanganan terhadap PTM itu sendiri.
IDENTIFIKASI SUBJECTIVE WELL BEING PENDERITA DM TIPE 2 Dewi Purqoti; Ernawati; Baik Heni Rispawati; Zuliardi
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v1i3.483

Abstract

Diabetes mellitus ialah kondisi pancreas yang mengalami gangguan metabolisme. Berbagai gangguan baik bersifat fisik maupun psikis dapat terjadi akibat penyakit ini,kemungkinan terkena komplikasi jika tidak taat akan program pengobatan DM menjadikan penyandang harus berupaya melaksanakan program tersebut. Hal ini akan mempengaruhi subjective well being penyandang DM. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi subjective well being penyandang diabetes mellitus Tipe 2. di Desa Kopang kabupaten Lombok tengah. Metode : Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan Teknik sampling berupa purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner Hasil: dari 60 responden, 32 responden (53,3%) memiliki subjective well being dalam kategori rendah dan 28 responden (46,7%) memiliki subjective well being dalam tinggi Kesimpulan : Masih rendahnya subjective well being penyandang diabetes mellitus tipe 2 di Desa Kopang Lombok Tengah sehingga dibutuhkan intervensi yang tepat untuk mampu meningkatkan subjective well being dan mampu meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes mellitus tipe 2 di Desa Kopang.
IDENTIFIKASI KADAR GULA DARAH PENDERITA DM TIPE 2 DI DESA KOPANG LOMBOK TENGAH Dewi Purqoti; Baik Heni Rispawati; Ernawati; Zuliardi; Ilham
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 1 No. 4 (2023): November
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v1i4.491

Abstract

Diabetes terjadi karena menerapkan gaya hidup modern yang cenderung membuat seseorang menyukai hal-hal yang instan. Akibatnya, mereka cenderung malas beraktivitas fisik dan gemar mengonsumsi makanan yang instan, yang memiliki kandungan natrium yang tinggi. Tujuan: mengidentifikasi kadar gula darah pada penyandang DM di desa kopang. Metode Penelitian: Penelitian Deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 113 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, dengan besar sampel sejumlah 60 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil : Penelitian ini menunjukkan kadar gula darah penyandang DM dalam kategori sedang sejumlah 47 responden (78.3%) dalam kategori tinggi sejumlah 9 orang (15%), dan dalam kategori rendah sejumlah 4 responden (6.7%). Kesimpulan: Masih banyaknya penyandang DM dengan kadar gula darah dalam kategori sedang dan tinggi sehingga dibutuhkan intervensi yang tepat untuk dapat mengontrol kadar gila darah penyandang DM tipe 2 di desa kopang
IDENTIFIKASI MEKANISME KOPING PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI UNIT HEMODIALIASA RSUD PROVINSI NTB Dian Istiana; Dewi Nur Sukma Purqoti; Syamdarniati; Zuliardi
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 2 No. 2 (2024): Mei
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v2i2.721

Abstract

Cases of Chronic Kidney Failure (CRF) every year increase, CRF is a progressive kidney function disorder and requires treatment in the form of kidney transplantation, peritoneal dialysis, hemodialysis and outpatient for a long time. Patients undergoing hemodialysis experience various problems arising from malfunctioning of the kidneys, affective coping mechanisms are needed in undergoing the treatment process. Objective: Identify coping mechanisms for chronic renal failure patients in the hemodialysis unit of NTB Provincial Hospital. Research method: descriptive research using a cross sectional approach. The sample in this study was 69 respondents, data collection method using Jalowiec Coping Scale questionnaire. Results: most respondents used maladaptive coping, which was 37 people (53.6%). Conclusion: still a large percentage of patients in the maladaptive category so that appropriate interventions are needed to improve the coping of individual CRF patients.
EDUKASI DIIT YANG TEPAT UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA LANSIA DI DESA NARMADA LOMBOK BARAT Dewi Nur Sukma Purqoti; Zaenal Arifin; Istiana, Dian; Fatmawati, Baiq Rulli; Ilham; Zuliardi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v2i1.614

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are currently the biggest cause of death. According to WHO, NCDs are the leading cause of death in the world, where in 2016 as many as 71% of deaths were caused by non-communicable diseases. Based on the type of disease causes of death include cardiovascular disease (31%), cancer (16%), chronic respiratory disease (7%) and diabetes mellitus (3%).WHO data also shows that the mortality rate due to non-communicable diseases in the Southeast Asian region is quite high, which is around 23% when compared to European countries (17%) and America (15%), proper control of diit can reduce the incidence of NCDs. Method: This method of community service is carried out in the form of providing education about the right diit for non-communicable disease control by means of lectures and distributing leflets followed by questions and answers and discussion. Conclusion: from the results of the service, it can be concluded that the education provided can increase public knowledge about non-communicable diseases, so that the community is expected to be able to prevent and handle NCDs themselves with the right diit arrangements
Identifikasi Pasien COVID-19 Berdasarkan Riwayat Kontak Arifin, Zaenal; Fatmawati, Baiq Ruli; Zuliardi, Zuliardi
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.46 KB) | DOI: 10.57267/jisym.v10i2.63

Abstract

Background Covid-19 is a disease caused by a new corona virus called SARS-CoV-2. Human cases were first reported in Wuhan City, China in December 2019. Covid-19 has become a pandemic that has spread throughout the world including in Indonesia. The rapid spread of cases can be influenced by the mode of transmission of the virus which can be transmitted through direct contact with people who have been confirmed as Covid-19 or indirect transmission such as by air. The purpose of this study was to identify the characteristics of Covid-19 patients in Mataram City based on their previous contact history. Research Methods This study is a descriptive study using an observational approach. The sampling technique was carried out by total sampling and a sample of 286 Covid-19 cases was obtained, especially in Mataram City for the period of June 2020. Data collection was carried out through secondary data from the press release of the Covid-19 Task Force for West Nusa Tenggara Province about contact history. Results The study showed that there were 97 patients with Covid-19 in Mataram City who did not have a history of contact with Covid-19 patients (33.9%), 107 people with a history of contact with Covid-19 patients who had not been identified (37.4%). ), contacts with people without symptoms were 2 (0.7%), contacts with people with symptoms were 49 (17.4) and contact history with patients who were confirmed positive for Covid-19 were 31 people (10.8%). Conclusion Based on the results of research on the identification of Covid-19 cases in Mataram City in June 2020, in terms of contact history, it was found that some patients had a history of people who were detected as having Covid-19, whether they had not been identified, people without symptoms, people with symptoms and people who had confirmed Covid-19.
Tingkat pengetahuan lansia terhadap posyandu lansia Supriatna, Lalu Dedy; Nadrati, Bahjatun; Mardani, Raden Ahmad Dedy; Zuliardi, Zuliardi; Andi, Alwi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 2 (2021): Perawatan Lansia di Posyandu
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i2.154

Abstract

Pendahuluan: Lansia adalah orang yang karena usianya yang lanjut, maka terjadi perubahan dalam tubuh baik perubahan biologis, fisik, kejiwaan, maupun social. Kondisi tersebut akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan, termasuk kesehatannya. Maka dari itu, status kesehatan lansia harus tetap mendapat perhatian khusus melalui pemeliharaan dan peningkatan kondisi kesehatan agar dapat hidup produktif. Lansia sangat membutuhkan perhatian dari keluarga dalam mengikuti posyandu lansia. Keluarga dapat berperan aktif sebagai motivator lansia, ketika selalu meluangkan waktu untuk mendampingi lansia ke posyandu, mengingatkan jadwal posyandu lansia, serta berusaha menyelesaikan setiap permasalahan bersama lansia. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia tentang posyandu lansia. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pengetahuan. Jenis penelitian yaitu deskriptif observasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh lansia yang pernah melakukan kunjungan posyandu lansia berjumlah 130 lansia, dengan jumlah sampel 98 lansia. Variabel pengetahuan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pengetahuan baik, cukup dan kurang, dikatakan pengetahuan baik apabila nilai total skor persentase kuesioner (P) 75%-100%, cukup bilaman total skor persentase (P) 56%-75%, dan kurang bilamana total skor persentase (P) < 55%. Analisa yang digunakan adalah univariat dengan uji deskriptif statistic. Hasil: Hasil analisis dari total skor penelitian gambaran pengetahuan lansia termasuk kedalam kategori kurang sejumlah 51 responden (52%), berpengetahuan baik 37 responden (37,8%) dan paling sedikit berpengetahuan cukup sejumlah 10 responden (37.8%). Didapatkan karakteristik berdasarkan umur terbanyak adalah 66-70 tahun dengan jumlah 59 responden (60.2%). Jenis kelamin terbanyak adalah wanita dengan jumlah 52 responden (53.1%). Pendidikan terbanyak adalah SD dengan jumlah 24 responden (24.5%). Pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja dengan jumlah 33 responden (33.7%). Jarak rumah terbanyak adalah 0-500 meter dengan jumlah 69 responden (70.4%). Pengetahuan lansia terbanyak adalah kurang dengan jumlah 51 responden (52%). Simpulan: Gambaran pengetahuan lansia terbanyak adalah termasuk kedalam kategori kurang sejumlah 51 responden (52%).