Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Peternak Pelaku Integrasi Sawit Sapi Dampak Program Peremajaan Sawit Rakyat di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Sulaiman, Ahmad; Pramusintho, Bagus; Haroen, Ucop
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku peternak pelaku integrasi sawit sapi (ISS) dampak Program Peremajaan Sawit Rakyat. Pendekatan dalam menganalisis perilaku peternak pada penelitian ini ditinjau dari praktik peternak dalam alokasi waktu pengembalaan, alokasi waktu meramban pakan hijauan dan alokasi waktu ternak dikandangkan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 80 peternak pelaku integrasi sapi sawit.  Metode penentuan responden menggunakan non-probabilty sampling yaitu purposive sampling dengan kriteria:  peternak yang melakukan pengembalaan ternak sapi, meramban hijauan pakan ternak pada areal perkebunan kelapa sawit atau menggunakan limbah tanaman kelapa sawit sebagai sumber pasokan pakan ternak sapi. Hasil penelitian ini menunjukkan alokasi waktu pengembalaan ternak sapi dipengaruhi oleh jarak dari pemukiman ke daerah penggembalaan, dummy lokasi penggembalaan dan dummy desa program PSR. Untuk alokasi waktu meramban hijauan pakan ternak sapi dipengaruhi oleh Jarak pemukiman ke tempat pengumpulan sumber hijauan, dummy lokasi pengambilan hijauan makanan ternak dan dummy desa program PSR. Sedangkan untuk alokasi waktu ternak dikandangkan dipengaruhi oleh jarak dari pemukiman ke daerah penggembalaan, dummy lokasi pengembalaan dan dummy desa program PSR.  Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat berpengaruh terhadap perilaku peternak dalam praktik pengembalaan ternak, perambanan pakan hijauan dan waktu pengandangan ternak.
Performa Ayam Broiler yang Diberi Perlakuan Cairan Rumen Kerbau sebagai Sumber Enzim dalam Ransum Berbasis Jagung dan Bungkil Kedelai Budiansyah, Agus; Haroen, Ucop; Resmi, Resmi; Syafwan, Syafwan; Ramlah, Ramlah
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.69-87

Abstract

This study aimed to determine the effect of using buffalo rumen fluid as a source of enzymes (CRKSE) in corn and soybean meal-based rations on the performance of broiler chickens. A total of 240 day-old chicks (DOC) of the Ross strain were allocated into 24 groups, consisting of 6 treatments and 4 replications with 10 chicks each. The treatment was using CRKSE, namely R1: 0 ml, R2: 30.78 ml, R3: 61.56 ml, R4: 92.35 ml, R5: 123.12 ml, and R6: 153.90 ml per kilogram of ration, respectively equivalent to 0%, 0.6%, 1.2%, 1.8%, 2.4% and 3.0% extracted buffalo rumen fluid enzymes. The rations were incubated with CRKSE for 24 hours at room temperature. Chickens were kept for 5 weeks and provided food and drinking water ad libitum. The variables measured were feed consumption, body weight gain (BWG), feed conversion ratio (FCR), final body weight (FBW), carcass weight, and digestive organ weight. The study design was a completely randomized design, and data were analyzed using ANOVA. If there is a significant effect, proceed with Duncan's multiple range test (DMRT). The use of CRKSE in rations had a significant effect (P<0.05) on feed consumption and FCR, whereas on BWG and FBW of broiler chickens up to 5 weeks of age, carcass weight, and digestive organ weights had no significant effect (P>0.05). The DMRT test results proved that the treatment using CRKSE at the level of 30.78 ml/kg (R2) to the level of 153.9 ml/kg ration (R6) significantly (P<0.05) reduced feed consumption and FCR compared to R1, but not significantly different (P>0.05) between R2, R3, R4, R5, and R6. It can be concluded that the use of CRKSE from slaughterhouses in rations is effective in improving the performance of broiler chickens by reducing the FCR   Key words: buffalo, broiler performance, enzyme, local feed, rumen fluid   ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan cairan rumen kerbau sebagai sumber enzim (CRKSE) dalam ransum berbasis jagung dan bungkil kedelai terhadap performa ayam broiler. Sebanyak 240 ekor anak ayam umur sehari (DOC) strain Ross dibagi menjadi 24 kelompok, terdiri atas 6 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdapat 10 ekor. Perlakuannya adalah penggunaan CRKSE yaitu R1 : 0 ml, R2: 30,78 ml, R3: 61,56 ml, R4: 92,35 ml, R5: 123,12 ml dan R6: 153,90 ml per kilogram ransum, masing masing setara dengan 0%, 0,6%, 1,2%, 1,8%, 2,4% dan 3,0% enzim cairan rumen kerbau hasil ekstraksi. Ransum diinkubasi dengan CRKSE selama 24 jam pada suhu ruang. Ayam dipelihara selama 5 minggu, pemberian makan dan air minum tersedia ad libitum. Peubah yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan (PBB), konversi ransum, Bobot badan akhir (BBA), bobot karkas dan bobot organ pencernaan. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap, dan data dianalisis dengan ANOVA. Bila terdapat pengaruh yang nyata, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Penggunaan CRKSE dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum dan konversi ransum, sedangkan terhadap PBB dan BBA ayam broiler sampai umur 5 minggu, bobot karkas dan bobot organ pencernaan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Hasil uji DMRT membuktikan bahwa perlakuan penggunaan CRKSE pada taraf 30,78 ml/kg (R2) sampai taraf 153,9 ml/kg ransum (R6) nyata (P<0,05) menurunkan konsumsi ransum dan angka konversi ransum dibandingkan R1, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) antara R2, R3, R4, R5 dan R6. Dapat disimpulkan penggunaan CRKSE asal rumah potong hewan dalam ransum efektif memperbaiki performa ayam broiler dengan menurunkan angka konversi ransum.   Kata kunci: cairan rumen, enzim, kerbau, pakan lokal, performa ayam broiler.
ANALISIS VOLATILITAS HARGA PRODUK UNGGAS PADA BERBAGAI TINGKATAN PASAR VERTIKAL DI PROVINSI JAMBI Fajri, Muhammad Hafidz; Firmansyah, Firmansyah; Haroen, Ucop
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1609

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tentang seberapa besar volatilitas harga yang terjadi, apakah Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas dan perbedaan volatilitas antar tingkat pasar vertikal untuk harga produk unggas di Provinsi Jambi, dengan menggunakan data sekunder dari Sistem Informasi Pasar Online Nasional - Ternak (SIMPONI-Ternak). Data tersebut terdiri dari data deret waktu telur ayam ras dan telur ayam kampung di berbagai tingkat pasar. Penelitian ini menggunakan koefisien variasi untuk menganalisis perilaku harga. Nilai volatilitas diperoleh dari standar deviasi bersyarat dan representasi model ARCH-GARCH yang dipilih. Uji normalitas dilakukan terhadap data volatilitas, diikuti dengan uji perbedaan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai volatilitas yang rendah untuk telur ayam ras dan telur ayam kampung di hampir semua tingkat pasar, kecuali telur ayam kampung di tingkat pedagang grosir. Uji beda menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada data volatilitas, kecuali telur ayam ras di tingkat produsen di pedagang besar yang tidak berbeda secara signifikan. Kesimpulannya, volatilitas harga produk unggas di Provinsi Jambi tergolong rendah, kecuali telur ayam ras di tingkat grosir. Uji beda menunjukkan perbedaan yang signifikan pada hampir semua level pada telur ayam broiler dan ayam kampung, kecuali pada ayam kampung.