Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBUATAN SPESIMEN AWETAN ORGANISME UNTUK MENUNJANG PELAJARAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI SEKOLAH Yuliadi Zamroni; Galuh Tresnani; Bambang Fajar Suryadi; Dining Aidil Candri; Sukiman Sukiman
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jwd.v1i2.33

Abstract

Telah dilakukan pelatihan pembuatan spesimen awetan organisme kepada guru-guru di provinsi NTB. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran untuk menunjang pelajaran keanekaragaman hayati disekolah. Kegiatan ini dilakukan selama 4 hari dari tanggal 30 Oktober-2 November 2017 yang diikuti oleh 34 guru yang ada di NTB. Melalui kegiatan ini, para guru diperkenalkan tentang keanekaragaman hayati yang ada di NTB khususnya dan Indonesia pada umumnya. Selain itu para guru juga dilatih melakukan sampling dan pengawetan flora dan fauna yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal. Tehnik fotografi dan manajemen spesimen awetan diberikan untuk menambah softskill para guru sehingga spesimen yang dikoleksi dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Para peserta pelatihan memberikan respon yang positif terhadap kegiatan ini. Hal tersebut dapat diketahui melalui jumlah peserta yang melebihi target, antusiaisme dalam mengikuti setiap kegiaatan dan permintaan untuk diundang dalam pelatihan-pelatihan berikutnya yang diadakan Universitas Mataram.
WHY DO THE ELDERLY KEEP WORKING? Sri Rekno Galuh Sitoresmi; Istiqomah Istiqomah; Sukiman Sukiman
TRIKONOMIKA Vol 19 No 2 (2020): December Edition
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.473 KB) | DOI: 10.23969/trikonomika.v19i2.3082

Abstract

The elderly population are considered unproductive. However, in Kalisari village, many older people continue to work. This study aims to determine the effect of age, education level, number of dependents and other income on the elderly's decision to work. Primary data were collected using interview based on questionnaires. The population consists of 144 people aged 60+ comprising of 84 people who are unemployed and 60 unemployed. In this study, the determination of the minimum sample size was carried out with the Slovin formula to choose 60 respondents consisting of 30 employed and 30 unemployed. Data analysis using binary logistic regression shows that age and education level do not have a significant effect on the elderly population's decision to work, while other income has a significant negative effect and the number of family dependents has a significant positive effect on the elderly's decision to work.
ANALISIS PENGEMBANGAN KELAPA SAWIT DI KALIMANTAN Munawir Munawir; Sukiman Sukiman; Akka Latifah Jusdienar; Joko Budiraharjo; Andy Sukrisno; Muhammad Yahdi
Aliansi : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 18, No 1 (2023): ALIANSI : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46975/aliansi.v18i1.468

Abstract

This study aims to determine the extent of the development / development of oil palm in Kalimantan, in terms of the area, production, productivity of palm oil and labor absorption and its contribution to the scale of Indonesia. Here, Kalimantan ranks second after Sumatra. Kalimantan's contribution to Indonesia for the last 3 years until  2023, the area ranges from 34.79% to 39.49% (5,856,853 ha to 6,038,573 ha), production ranges from 38.62% to 42.44% (17,587,623 tons to 20,472,160 tons), productivity is 3,604 tons / ha to 4,192 tons / ha, the number of farmers ranges from 478,720 families to 516,146 families and the number of workers ranges from 2,273,901 kindergartens to 2,343,031 kindergartens,  The distribution of oil palm is in West Kalimantan (13 districts), Central Kalimantan (14 districts), South Kalimantan (13 districts), East Kalimantan (10 districts), and North Kalimantan (5 districts).
Ethnobotanical Study of Sasak Traditional House At Ende Village, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Baiq Regina Silva; Kurniasih Sukenti; Sukiman Sukiman
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i02.p18

Abstract

Rumah adat Sasak di Kampung Ende Kabupaten Lombok Tengah umumnya masih memanfaatkan jenis-jenis tumbuhan sebagai penyusunnya. Kearifan lokal dan sosial budaya terkait rumah adat Sasak masih dipertahankan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan pengetahuan etnobotani masyarakat terkait rumah adat Sasak. Penelitian deskriptif eksploratif ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif berdasarkan pengumpulan data, observasi, wawancara, dokumentasi, dan bantuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling . Data kualitatif dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif melalui penyelesaian free listing, Cultural Significance Index(CSI), dan Fidelity Level (FL). Ada 18 jenis tumbuhan dari 6 famili yang digunakan sebagai penyusun rumah adat Sasak dan 12 ragam pemanfaatan jenis tumbuhan meliputi atap, tiang, penyangga, pintu, dinding, pagar, lantai, penyimpanan barang, tangga, penyatu, tempat duduk, dan lain-lain. Nilai CSI menjelaskan Swietenia macrophylla Raja. sebagai spesies dengan nilai kepentingan tertinggi yaitu 41,25 untuk 7 ragam pemanfaatan dan lebih direkomendasikan penggunannya sebagai tiang sehingga memperoleh nilai FL 100%. Upaya konservasi dilakukan dengan menyembunyikan kembali jenis-jenis tumbuhan untuk bahan rumah adat Sasak.Sosial budaya dan kearifan lokal terkait rumah adat Sasak diterapkan melalui pemanfaatan jenis tumbuhan hingga proses pembangunan rumah adat Sasak. Penelitian ini diharapkan dapat menjaga konsistensi pengetahuan masyarakat terkait pentingnya konservasi sumber daya alam dan kearifan lokal untuk rumah adat Sasak ke depannya.