Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perancangan Model Bisnis pada Industri Permesinan Biodiesel B20 Caesaratna Bunga Dwi Agusti; Arman Hakim Nasution; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48197

Abstract

Biofuel merupakan energi alternatif bahan bakar minyak fosil. Indonesia memiliki kelapa sawit sebagai komoditas utama yang dapat menghasilkan biofuel, khususnya biodiesel. Indonesia telah mengimplementasikan B20, 20% biodiesel dan solar. Pada 1 September 2018, Indonesia telah melakukan mandatori B20 untuk mengurangi impor minyak fosil. Untuk meningkatkan pemanfaatan B20 diperlukan dukungan mesin diesel yang kompatibel dengan bahan bakar B20. Pada penelitian terdahulu menyatakan peningkatan pemanfaatan biofuel diikuti penjualan mesin dengan modifikasi mesin. Sehingga industri permesinan biodiesel B20 memiliki peluang pasar. Dalam menghadapi peluang pasar, industri permesinan biodiesel B20 perlu merancang model bisnis. Penelitian ini dilakukan untuk merancang model bisnis berdasarkan kombinasi BMC dan FSSD untuk merancang model bisnis berkelanjutan. Perancangan BMC diperoleh value proposition dengan menawarkan mesin bahan bakar biodiesel B20  rendah emisi untuk mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan energi dengan memanfaatkan B20. Pada bagian pelanggan diperoleh industri permesinan berupaya untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan dengan meningkatkan kualitas mesin biodiesel B20. Pada bagian infrastruktur, industri permesinan berupaya untuk berfokus pada karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan. Implikasi manajerial ditujukan kepada perusahaan industri permesinan biodiesel B20 yang kemudian dapat digunakan untuk mencapai pasar.
Perancangan Perencanaan dan Pengelolaan Rantai Pasok Produksi Pakan Ternak Unggas di PT Charoen Pokphand Indonesia (Tbk) Sidoarjo, Jawa Timur Azmi Maulidya; Janti Gunawan; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.474 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48220

Abstract

Industri peternakan unggas adalah salah satu industri yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia dan provinsi Jawa Timur adalah provinsi Indonesia yang memiliki jumlah perusahaan pakan ternak unggas terbesar. Perusahaan pakan ternak unggas terbagi menjadi perusahaan nasional dan perusahaan multinasional. Salah satu cabang pabrik perusahaan multinasional di Indonesia adalah PT Charoen Pokphand Indonesia (Tbk) Sidoarjo. Persaingan industri yang semakin kompetitif menekankan bahwa perlu mengembangkan hubungan yang baik dengan perusahaan, pemasok, dan pelanggan. CPFR (Collaborative Planning, Forecasting and Replenishment) adalah pendekatan yang dapat membantu memperkuat koordinasi rantai pasokan di perusahaan. Ini meningkatkan kerja sama, koordinasi, dan informasi pihak terkait di sepanjang rantai pasokan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi implementasi CPFR di perusahaan pakan ternak unggas yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia (Tbk) Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini dapat meningkatkan manajemen peramalan, kegiatan produksi, manajemen persediaan, manajemen distribusi yang lebih efektif dan efisien daripada sebelumnya yang disusun dengan baik dengan adanya komitmen dan semangat kerja sama saling menguntungkan antara mitra rantai pasok.
Evaluasi Kualitas Pelayanan Pada Industri Angkutan Umum: Studi Kasus Mikrotrans Jak Lingko Noveesra Zahra; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i1.50952

Abstract

Kemacetan dan polusi merupakan masalah besar yang terjadi di DKI Jakarta. Untuk mengurangi fenomena kemacetan dan tingginya tingkat polusi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan program revitalisasi sistem transportasi terintegrasi bernama Jak Lingko untuk memberi kemudahan bagi pengguna jalan area Jakarta dan sekitarnya. Program revitalisasi ini berbentuk pembaruan rute, pembaruan pelayanan seperti sistem pengangkutan sesuai titik yang telah ditentukan dan penjadwalan yang timetable, pembaruan sistem pembayaran, dan peremajaan armada. Sebagai jasa pelayanan masyarakat, penting bagi PT Transportasi Jakarta untuk mengedepankan kualitas layanan sesuai dengan harapan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan Mikrotrans Jak Lingko melalui persepsi dan harapan penumpangnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kombinasi dari SERVQUAL, dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Customer Satisfaction Index (CSI) Mikrotrans Jak Lingko masuk ke dalam kategori puas dengan nilai 79,40%. Dari 22 atribut kualitas layanan, keseluruhan atribut menunjukkan angka kesenjangan antara persepsi dan harapan dengan nilai negatif, sehingga diperlukan peningkatan pada keseluruhan atribut.
Value Chain Analysis on Goat Processed Products in Surabaya Berto Mulia Wibawa; Dewie Saktia Ardiantono; Ywang Nara Pragnya
Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Vol. 5 No. 2 (2019): IJBE, Vol. 5 No. 2, May 2019
Publisher : School of Business, IPB University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/ijbe.5.2.204

Abstract

One livestock commodity that has the potential to supply the people's need for the protein is goat, but the distribution of goat meat in Surabaya and its processed products can be said to be limited if compared to the superior commodities such as chicken and beef. This phenomenon may be caused by limited knowledge of value-added products, distribution of goat and goat processed products. The objective of this research was to establish a value chain recommendations of goat commodity. The qualitative method was used in this research and the data were collected from business actors in goat commodity through semi-structured face-to-face interviews and analyzed by value chain method analysis. The findings of this research show that there are 17 products that can increase goat commodity added value. Managerial implications are generally addressed to business players of Micro, Small, Medium Entreprises (MSMEs) and prospective business actors of processed goat products to be able to maximize the potential of goat livestock, which is aimed to improve product quality and added value of the product itself.Keywords: goat, value chain analysis, processed food, MSME, commodity
Pengaruh Total Quality Management (TQM) terhadap Kinerja Karyawan PT Bank X Steven Orlando Simorangkir; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.90925

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi persaingan global yang sangat ketat, sehingga setiap perusahaan atau organisasi harus berkerja bersama-sama secara optimal untuk dapat terus berkembang. Terutama pada perbankan yang menjadi pillar penting dalam perekonomian negara. Peneliti memilik PT Bank X yang bertempat di bangkinang karena merupakan satu-satunya bank X yang beroperasi pada kota tersebut dan menjadikan PT Bank X memiliki peran penting dalam kemajuan perekonomian dan kemakmuran dari kota bangkinang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris dari pengaruh implementasi Total Quality Management terhadap kinerja karyawan pada PT Bank X. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbaikan berkelanjutan, komitmen jangka panjang, pemberdayaan karyawan, pendidikan dan pelatihan, dan kerjasama tim. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden yang sudah bekerja selama lebih dari 1 tahun di Bank X. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan uji regresi linier berganda. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa variabel perbaikan berkelanjutan, komitmen jangka panjang, pemberdayaan karyawan, pendidikan dan pelatihan, dan kerjasama tim memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan dan memiliki tingkat pengaruh sebesar 75,5%. Akan tetapi penerapan perusahaan terhadap variabel perbaikan berkelanjutan, komitmen jangka panjang, pemberdayaan karyawan, dan pendidikan dan pelatihan masih belum baik sehingga peneliti merekomendasikan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh PT Bank X untuk memaksimalkan variabel tersebut.
Model Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Cloud Bagi Pelaku UMKM Berto Mulia Wibawa; Imam Baihaqi; Syarifa Hanoum; Dewie Saktia Ardiantono; Aang Kunaifi; Satria Fadil Persada; Puti Sinansari; Ninditya Nareswari
Sewagati Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.281 KB)

Abstract

Bagi sebagian besar UMKM, penyusunan laporan keuangan adalah momok yang menakutkan sekaligus tidak dapat dihindari. Banyak pelaku usaha yang mengeluh bahwa seringkali laporan keuangan yang disusun, realitanya berbeda dengan ketersediaan uang yang dikelola. Pengabdian masyarakat ini akan membantu para pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan sederhana yang dibantu dengan sistem aplikasi pada smartphone menggunakan teknologi cloud. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para pelaku UMKM yang berdomisili di Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Adapun model pelatihan dan pendampingan yang dilakukan terdiri dari aktivitas : (1) Pelatihan Penentuan Harga Pokok Produksi dan Penyusunan Laporan Keuangan Manual, (2) Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan dan Arus Kas Menggunakan Microsoft Excel, (3) Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Menggunakan Aneka Aplikasi Berbasis Cloud, dan (4) Pendampingan Usaha (Klinik Bisnis). Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pelaku usaha, karena setelah mengikuti program pelatihan dan pendampingan mereka tidak lagi kesulitan dalam mengelola laporan keuangannya dan dapat fokus mengembangkan bisnisnya lebih lanjut. Melalui bantuan aplikasi keuangan berbasis cloud, pelaku UMKM dapat merasakan kemudahan-kemudahan dalam hal mengetahui jumlah keuntungan/kerugian usaha secara tepat, mengetahui status kemajuan usaha dengan cepat dan terukur, memudahkan dalam menentukan perencanaan usaha, dan memiliki dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan bisnis.
Inovasi Pemasaran Digital Berbasis Teknologi 4.0 untuk Mendukung Jargon “Desa Berdaya Kota Berjaya” : Sebuah Studi Observasi pada Lembah Mbencirang - Desa Wisata Kebontunggul Dewie Saktia Ardiantono; Arman Hakim Nasution; Ninditya Nareswari; Sesarius Bertrand Ananda; Herlingga Arya Duta; Irena Puspita Sari; Nelvi Dwi Marlita; Naufaldy Wahyu Manggala
Sewagati Vol 6 No 6 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1651.45 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i6.382

Abstract

Kekayaan alam Indonesia tidak hanya tempat terkemuka maupun yang sudah dikenali oleh masyarakat luas. Secara definitif, terdapat banyak sekali tempat yang dapat dieksplorasi keberaadaan dan keindahanya. Selain lima destinasi superprioritas yang diupayakan olehKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, daerah-daerah terpencil perlu diperhatikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Kawasan Lembah Mbencirang yang terletak diDesa Kebontunggul, Mojokerto yang dikelola oleh BUMDES setempat merupakan sebuah daerah terpadu dengan potensi alam dan pedesaan yang unik yang cocok untuk relaksasi dan juga rekreasiberupa alam pedesaan, kolam renang, budidaya tanaman toga sungai, dan didukung oleh UMKM setempat dibidang Food and Beverages . Dengan berbagai macam potensi, cukup disayangkanbahwa dalam proses pengembangannya terdapat berbagai kendala baik dari segi pemasaran aspek penunjang lainnya. Disinilah peran ekosistem berbasis digitalisasi digunakan untuk memberikanakses yang mudah dan terstruktur bagi perkembangan desa, khususnya dalam pemasaran secara digital. Dari permasalahan inilah, maka dapat dikembangkan sarana, prasarana, kebijakan dan berbagai macam fitur untuk memasarkan, mengenalkan dan memberikan dampak bagi masyarakatdengan dukungan dari berbagai pihak. Adapun kebermanfaatan yang diberikan antara lain kesadaran terhadap pariwisata lokal dan peningkatan perekonomian lokal melalui kekayaan alam yang semakindikenali, dimiliki dan dikemudian hari dikembangkan dengan optimal.
Pendirian Spin-off Kafe Kebon Tunggul: Sebuah Studi Observasi pada Kafe Titik Temu Kebontunggul - Desa Wisata Kebontunggul Dewie Saktia Ardiantono; Syarifa Hanoum; Mariyanto; Bustanul Arifin Noer; Salsabila Usra; Larassayu Arvaneira Avanthe; Dipa Ontowiryo Kusumo; Annisa Kintan Sari; Yuninda Nur Aini; Achmad Amin Faizal; Jihan Fatimah; Zahril Maulana Jilham Al’ula; Destisa Zahra Nursiya; Saviera Mutiara Putri
Sewagati Vol 7 No 4 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i4.536

Abstract

Tren agrowisata di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pengembangan pariwisata dikembangkan dengan berbagai pendekatan ekonomi meliputi berbagai aspek mulai dari sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemberdayaan usaha lokal. Untuk mencapai keberlanjutan pariwisata, tidak hanya pihak-pihak tertentu saja yang bertanggungjawab untuk mengusahakan keberlanjutan tersebut. Pada tahun 2022, pemerintah desa Kebontunggul berencana untuk mengembangkan wisata tanaman obat keluarga (TOGA) di Lembah Mbencirang yang menjadi produk unggulan dari desa Kebontunggul, Mojokerto. Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) berencana untuk mendirikan kafe dengan beberapa tenant untuk menunjang pendirian wisata tersebut, Penelitian ini berfokus pada pengembangan konsep usah kafe Kebontunggul untuk menarik minat wisatawan serta usulan spin-off dari BUMDES sehingga dapat menjalankan operasional bisnisnya secara mandiri sebagai upaya untuk dapat mengembangkan kafe serta tempat wisata Titik Temu Kebontunggul secara masif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan melihat, mengamati, dan juga menganalisis kondisi lingkungan Desa Kebontunggul yang dapat dijadikan potensi dalam pengembangan kafe serta menjabarkan konsep usaha dalam Business Model Canvas (BMC) dan usulan spin-off kafe.