Beta Suryokusumo
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pusat Fasilitas Wisata Tamblingan di Desa Wisata Munduk (Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular) Vera Muslikha; Chairil Budiarto Amiuza; Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.125 KB)

Abstract

Desa Wisata Munduk memiliki Danau Tamblingan sebagai destinasi wisata utama dengan pengembangan ke arah wisata alam dan spiritual. Sebagai dukungan akomodasi perlu adanya sebuah pusat fasilitas yang berbasis pada masyarakat, budaya dan lingkungan sesuai dengan kriteria desa wisata. Pencapaian kriteria tersebut ditunjukkan dengan perancangan yang berkarakter lokal, ramah lingkungan dan menyesuaikan kondisi saat ini. Hal ini dapat diproses dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular yang mengkinikan arsitektur vernakular setempat dengan transformasi berdasarkan makna dan fungsi. Metode kajian diarahkan pada metode deskriptif kualitatif yang disusun secara programatik dengan penekanan ideologi dari arsitektur neo-vernakular. Fungsi yang diwadahi dalam Pusat Fasilitas Wisata Tamblingan terbagi dalam fungsi wisata (informasi, edukasi dan rekreasi) dan fungsi kemasyarakatan (sarana pembinaan dan organisasi masyarakat). Karakter arsitektur neo-vernakular pada skala tapak ditunjukkan dengan aplikasi pola zonasi berdasarkan hirarki, pola lansekap mengadaptasi konsep natah, konsep sirkulasi kombinasi Arsitektur Bali yang dimodifikasi dan sistem utilitas ramah lingkungan. Pada skala bangunan, bentuk aplikasinya adalah tipe bangunan tropis, material alami dan sistem struktur ekspos yang dikembangkan sesuai fungsi, tatanan masa majemuk serta adaptasi karakter tipologi bentuk dan tampilan bangunan setempat.Kata kunci: pusat fasilitas wisata, desa wisata, arsitektur neo-vernakular
Perancangan Arena Pacuan Kuda di Tangerang Selatan dengan Pendekatan Estetika Struktur Andrian Wangsit Dewanto; Beta Suryokusumo; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.544 KB)

Abstract

Olahraga berkuda sedang memiliki prestasi yang sangat cemerlang di kejuaraan internasional sejak tahun 2011 hingga saat ini. Apresiasi serta fasilitas yang mendukung menjadi modal utama dalam mempertahankan prestasi atlet-atlet berkuda yang sedang dalam kondisi terbaiknya. Indonesia saat ini masih sangat kurang dalam hal fasilitas berkuda yang berstandar internasional. Kota Tangerang Selatan memiliki potensi dalam memberi fasilitas yang memadai bagi atlet-atlet olahraga berkuda, dalam sejarahnya Kota Tangerang Selatan merupakan kota yang melahirkan Kuda Pacu Indonesia (KPI) yang saat ini selalu dijadikan kuda dalam kejuaraan nasional maupun internasional. Arena pacuan kuda ini dirancang untuk menjadi sebuah landmark bagi Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan pendekatan estetika struktur dengan langgam kontemporer yang didapat dari mentranformasikan elemen-elemen menggunakan metode analogi simbolik. Estetika struktur pada rancangan tampak pada bangunan tribun penonton yang menggunakan sistem struktur tarik kabel baja yang ditopang oleh sebuah lengkung baja yang di ekspose sehingga dapat dinikmati.Kata kunci: arena pacuan, estetika struktur, berkuda
Sports Club dengan Aspek Desain Fasade Interaktif di Kota Malang Yudha Prasetia Negara; Beta Suryokusumo; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.116 KB)

Abstract

Malang merupakan salah satu kota pendidikan dan industri yang terletak di provinsi Jawa Timur dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Sebagai kota metropolis, Malang memiliki masyarakat yang sangat sibuk dengan berbagai macam aktivitasnya, sehingga membutuhkan suatu edukasi pola hidup sehat sebagai penyeimbang agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam hal ini, penyediaan fasilitas Sports Club merupakan solusi yang langsung melibatkan masyarakat. Namun, kurangnya minat masyarakat merupakan kendala utama dalam realisasinya. Hal ini terjadi karena kurangnya daya tarik bangunan, dimana berkaitan dengan fasade yang berperan sebagai penentu citra positif terhadap bangunan tersebut. Oleh karena itulah dibutuhkan suatu rancangan desain fasade yang interaktif pada bangunan Sports Club. Metode perancangan menggunakan pendekatan programatik dengan penggabungan penelitian tentang pemanfaatan teknologi fasade terkini. Perancangan ini menghasilkan suatu desain fasade interaktif pada bangunan Sports Club, sehingga tidak hanya menciptakan suatu daya tarik yang tinggi, namun juga fungsionalitas yang optimal dalam memberikan kenyamanan di luar dan dalam bangunan tersebut.Kata kunci: fasade bangunan, fasade interaktif
Aspek Tanggap Iklim pada Perancangan SMK Multimedia di Kota Yogyakarta Irawan Sandi Dana Ramadhan; Agung Murti Nugroho; Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan aspek tanggap iklim pada perancangan SMK Multimedia ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kebutuhan sarana pendidikan yang ada di KotaYogyakarta yang saat ini tengah berkembang dan tanggapan bangunan SMKMultimedia terhadap iklim. Penerapan green building pada SMK masih jarangditerapkan di Yogyakarta yang memiliki iklim tropis. Metode penelitian ini diawalidengan memaparkan masalah‐masalah iklim, masalah yang terkait pada tapak sertalingkungan sekitar, pola aktivitas pelaku dan kendala‐kendala yang terjadi padaSMK Multimedia. Selanjutnya hasil tersebut akan digunakan pada tahapperancangan SMK Multimedia. Terdapat standar khusus yang digunakan untukruangan laboratorium tanggap lingkungan, dimana laboratorium ini harus kedapdengan udara luar terutama debu yang nanti dapat merusak perangkat elektronikyang ada di dalam ruangan laboratorium. Dari lima unsur iklim, unsur yang dapatdimanfaatkan untuk desain tanggap iklim adalah dari unsur matahari. Unsurmatahari digunakan untuk pencahayaan ke dalam ruangan namun denganmasuknya pencahayaan alami, radiasi matahari pun juga akan masuk ke dalamnya,sehingga perlu penanganan khusus dalam mendesain selubung bangunannya.Penekanan desain sekolah yang mampu berperan aktif dalam perbaikan lingkunganini, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas keadaan lingkungan sekaliguspembentuk rasa nyaman pengguna dalam proses belajar‐mengajar.Kata kunci: sekolah, multimedia, tanggap iklim
Transfer Termal pada Selubung Bangunan SMPN 1 Plandaan Jombang Bagus Widianto; Beta Suryokusumo; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.281 KB)

Abstract

Kegiatan dalam ruang kelas merupakan kegiatan yang membutuhkan kondisi temperatur yang nyaman. Temperatur ruang kelas yang tinggi menyebabkan suasana belajar menjadi kurang efektif. Siswa menjadi kurang fokus dan sulit berkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran. Transfer panas melalui selubung bangunan menyumbang prosentase terbesar dalam jumlah beban pendinginan yang berpengaruh pada temperatur dalam ruang. Karena itu, perlu diketahui nilai transfer termal selubung bangunan SMPN 1 Plandaan dengan metode OTTV dan RTTV. Dengan metode ini, dapat diketahui besarnya nilai termal yang ditransferkan melalui selubung bangunan. Batasan nilai dari metode merupakan kriteria perancangan. Apabila nilai transfer termal belum memenuhi batasan dapat diubah faktor-faktor OTTV dan RTTV sebagai rekomendasi desain.Kata kunci: transfer termal, selubung bangunan, kenyamanan termal